Berapa Sih Kebutuhan Air Bersih Per Hari Satu Orang?

Kebutuhan air bersih per hari satu orang bisa berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya, tetapi lembaga negara juga memberikan penjelasan soal ini.


Pernahkah Anda penasaran dengan berapa banyak kebutuhan air bersih per hari satu orang? Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik karena jawabannya nanti bisa dijadikan acuan untuk membangun tangki penyimpanan air. 

Tanpa bisa dipungkiri lagi, makhluk hidup memerlukan air bersih demi kelangsungan hidupnya, terutama manusia. Ada begitu banyak aktivitas manusia yang memerlukan air bersih mulai dari mencuci, memasak, mandi, minum dan lain-lainnya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, ternyata penggunaan air yang paling besar adalah untuk mandi dan sisanya untuk kegiatan lainnya. Nah, informasi lebih lengkap mengenai kebutuhan setiap orang terhadap air per harinya adalah sebagai berikut. 

Artikel pilihan:   Amal Jariyah! Keutamaan Sedekah Air Bersih

Berapa Kebutuhan Air Bersih Per Hari Satu Orang?

1.   Berdasarkan Informasi dari Laman Web pu.go.id

Kalau berdasarkan informasi yang tercantum di website Dinas Pekerjaan Umum atau PU, diketahui bahwasanya pemakaian air rata-rata setiap rumah tangga yang ada di wilayah perkotaan di Indonesia sebesar 144 liter. 

Sebagian besar air ini digunakan untuk mandi yang bisa mencapai 45% atau 60 liter dari total air tersebut. Data tersebut diperoleh dari survei yang sudah dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Departemen PU pada tahun 2006 yang lalu. 

Untuk kebutuhan pokok minimal yang harus dipenuhi terkait air setiap orang bisa mencapai 121 liter setiap harinya. Pemakaian ini sudah untuk bermacam-macam kegiatan mulai dari membersihkan rumah, mandi, mencuci pakaian, minum, masak dan juga untuk keperluan ibadah.

Masih berdasarkan pada survei tersebut, Poedjastanto menyatakan bahwa kebutuhan pokok minimal orang Indonesia terhadap air ialah 70 liter per orang per hari. 

2.   Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 

Peraturan tersebut memberikan rincian terkait pedoman teknis serta tata cara pengaturan tarif air PDAM. Selain memberikan penjelasan yang dimaksud, peraturan ini juga menjelaskan bahwasanya standar untuk kebutuhan pokok air minum masyarakat ialah 10 meter kubik per kepala keluarga per bulan. 

Dengan kata lain, berdasarkan keterangan tersebut bisa dikatakan bahwa kebutuhan pokok akan air ialah sebesar 60 liter per orang per hari, atau sebesar satuan volume lainnya yang sudah ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan terkait sumber daya air. 

3.   Berdasarkan UNESCO dan Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum

UNESCO adalah organisasi internasional yang memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan serta kebudayaan juga turut memberikan penjelasan terkait kebutuhan air bersih per hari satu orang.

Menurut organisasi internasional ini, rata-rata hak manusia atas air ialah 60 liter per orang setiap harinya. Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum juga menyampaikan hal senada. Akan tetapi, Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum ini membaginya dalam beberapa kategori wilayah berikut. 

  1. Kalau di pedesaan, kebutuhan air bersih setiap harinya sebesar 60 liter per kapita
  2. Kalai di kota kecil, kebutuhan air bersih setiap harinya sebesar 90 liter per kapita
  3. Kalau di kota sedang, kebutuhan air bersih setiap harinya sebesar 110 liter per kapita
  4. Kalau di kota besar, kebutuhan air bersih setiap harinya sebesar 130 liter per kapita
  5. Kalau di kota metropolitan, kebutuhan air bersih setiap harinya sebesar 150 liter per kapita

4.   Berdasarkan BSNI

Badan Standar Nasional Indonesia atau BSNI juga memberikan penjelasan terkait kebutuhan air setiap orang setiap harinya. BSNI juga membagi kebutuhan air tersebut pada kategori wilayah. Hanya saja, kategori wilayah yang disebutkan oleh BSNI hanya ada dua, yaitu pedesaan dan perkotaan. 

Kalau di pedesaan, kebutuhan airnya sebesar 21,9 meter kubik per kapita per tahunnya atau sebesar 60 liter per hari per kapita. Sedangkan kalau di pedesaan, kebutuhan airnya sebesar 43,8 meter kubik per kapita per tahun atau sebesar 120 liter per kapita per hari. 

Kalau melihat sejumlah informasi di atas, bisa disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih per hari satu orang bisa berbeda-beda tergantung pada dasar yang digunakan. Tetapi, Departemen Pekerjaan Umum juga memberikan data yang lain. 

Yaitu, kebutuhan akan air secara nasional jumlah 272.107 liter setiap detiknya. Sementara untuk kapasitas air minum eksisting hanya sebanyak 105.000 liter per detik. 

Artikel lainnya :   Akibat & Dampak Kekurangan Air Bersih Bagi Kehidupan Manusia

Cara Menghitung Konsumsi Air pada Rumah Tangga

Kalau berbicara dalam skala rumah tangga, rata-rata penggunaan air di rumah tangga khususnya di daerah perkotaan di Indonesia lebih banyak digunakan untuk mandi dan buang hajat. Ini kemudian diikuti oleh kebutuhan mencuci.

Sebesar 30% dari air domestik dipakai untuk mencuci, sedangkan 70% sisanya digunakan untuk membilas. Sebagian besar air bersih kalau di Indonesia diambilnya dari air permukaan seperti sungai dan danau dan ada juga yang diambil dari air tanah. 

Tetapi kalau untuk kebutuhan air bersih pada rumah tangga sebenarnya bisa dihitung dengan berdasarkan pada total pemakaian rata-rata per orang setiap harinya. Setelah perhitungan dilakukan, nantinya akan didapatkan gambaran soal seberapa besar volume tangki air bersih yang perlu disediakan. 

Kalau meninjau standar yang sudah ditetapkan pada masing-masing bangunan dengan memperhatikan fungsi dan peruntukannya, setidaknya harus menyediakan tangki penyimpanan air sebagai berikut:

  1. Untuk bangunan restoran, besarnya 5 liter untuk setiap kursi
  2. Untuk bangunan peribadatan, besarnya 5 liter
  3. Untuk bangunan kantor, besarnya 50 liter
  4. Untuk bangunan ruko, besarnya 100 liter
  5. Untuk bangunan rumah mewah, besarnya 250 liter per orang per hari
  6. Untuk bangunan rumah sederhana, besarnya 150 liter per orang per hari

Selain ada standar di atas, ada juga standar lain yang disesuaikan dengan fungsi bangunan. Dari standar di atas kemudian bisa dikalikan dengan banyaknya orang yang ada dalam bangunan tersebut. Hasil kali inilah yang menunjukkan kebutuhan kapasitas air harian. 

Dengan demikian, untuk menghitung kapasitas kebutuhan air, bisa digunakan rumus sebagai berikut:

Kebutuhan pemakaian per hari dalam satuan liter x jumlah penghuni

Ambil contoh sebagai berikut, sebuah rumah mewah dihuni oleh oleh 5 orang. Dengan ilustrasi tersebut, maka kebutuhan airnya adalah 250 liter x 5 orang = 1250 liter. Dari hasil perhitungan tersebut, maka kalau akan memasang tandon air harus yang berkapasitas setidaknya 1000 liter. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air

Walaupun di atas sudah disebutkan soal kebutuhan air setiap orang, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa faktor yang turut berpengaruh terhadap kebutuhan air ini. Oleh sebab itu, jangan heran kalau tingkat kebutuhan air bersih setiap orang berbeda-beda untuk setiap kegiatannya. 

Soal faktor-faktor yang turut berpengaruh pada tingkat kebutuhan air ini diantaranya adalah kebiasaan atau budaya. Kemudian bisa juga dipengaruhi oleh musim atau cuaca, harga air, ketersediaan air, kesadaran lingkungan, tingkat pendidikan hingga tingkat ekonomi. 

Selain berbagai hal di atas, tingkat kebutuhan air bersih juga bisa dipengaruhi oleh kondisi wilayah. Misalnya kebutuhan air bersih di desa bisa lebih sedikit dibandingkan dengan di kota karena pola hidup masyarakat desa berbeda dengan pola hidup masyarakat kota. 

Jadi sekarang sudah tahu kan berapa kebutuhan air bersih per hari satu orang? Sekali lagi, meskipun badan atau bahkan organisasi yang berwenang sudah memberikan gambaran perihal ini, kebutuhan air bisa saja berbeda dari angka-angka yang sudah disebutkan karena berbagai faktor yang juga sudah disebutkan sebelumnya. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top