8 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros

Cara mengatur keuangan rumah tangga perlu dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan bersama. Bagaimana langkah-langkahnya? Jawabannya Disini!


Cara mengatur keuangan rumah tangga menjadi langkah penting untuk keberlangsungan hidup keluarga. 

Hal ini karena pengelolaan keuangan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok  untuk keluarga, tumbuh kembang anak, kenyamanan, serta pembayaran kewajiban, seperti zakat dan lainnya.

Dalam hal mengatur keuangan, dibutuhkan kerjasama yang baik antar anggota keluarga, terutama suami dan istri. 

Jika sampai terjadi kesalahan, seperti over budget, tentu akan memberikan dampak yang cukup fatal. Lebih dari itu, kesalahan pengelolaan keuangan juga bisa menimbulkan masalah keharmonisan.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Meskipun terkesan simple, mengatur keuangan bukan menjadi hal yang mudah untuk diterapkan. Ada banyak aspek yang bisa mempengaruhi keuangan, mulai dari pengeluaran rutin hingga sekedar keinginan.

Lalu bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga secara tepat? Simak beberapa caranya di bawah ini agar semakin paham!

1. Tentukan Tujuan dan Prioritas

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengatur keuangan adalah menentukan tujuan dan prioritas. Tentukan terlebih dahulu mengenai keinginan yang diwujudkan pada bulan atau tahun ini.

Buat juga daftar prioritas alokasi dana setiap bulan. Contoh kebutuhan yang bisa menjadi prioritas utama, yaitu kebutuhan pokok untuk membayar tagihan listrik dan air, membeli bahan makanan, serta transportasi.

Sedangkan untuk keinginan yang tidak terlalu penting, letakkan di urutan prioritas yang bawah. Penetapan prioritas dan tujuan ini akan membantu Sahabat dalam melakukan alokasi keuangan.

2. Hitung Semua Pemasukan

Jika ingin menerapkan cara mengatur keuangan rumah tangga yang efektif, hitung semua pemasukan selama satu bulan.

Dalam Islam, tanggung jawab memberi nafkah memang dipegang oleh suami, tapi perlu diingat istri juga diperbolehkan untuk membantu suami.

Jadi, jika kedua pihak, baik istri dan suami bekerja, jumlah semua pemasukan yang didapat, termasuk gaji, insentif, dan pemasukan lainnya.

Maka dari itu, dibutuhkan sikap saling terbuka terhadap pasangan, sehingga lebih jelas. Sikap saling terbuka akan menciptakan kerjasama yang tepat untuk mengatur keuangan secara realistis.

3. Buat Daftar Pengeluaran

Setelah menghitung semua pemasukan dan kebutuhan prioritas, buatlah daftar pengeluaran selama satu bulan. 

Pengeluaran yang bisa dimasukkan dalam list ini meliputi biaya makan, belanja dapur, transportasi, sewa atau cicilan rumah.

Jika sudah memasukkan kebutuhan pokok, bisa dilanjutkan untuk kebutuhan sekunder dan tersier. Dalam hal ini, Sahabat bisa mencatat pengeluaran untuk keinginan pribadi, tabungan, sedekah rutin, zakat, dan lainnya.

Pembuatan daftar pengeluaran ini bisa digunakan untuk memperkirakan budget yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan bulanan.

4. Gunakan Metode Budgeting

Gunakan metode budgeting untuk memudahkan pengelolaan keuangan. Metode ini terdiri dari beberapa macam mulai dari metode amplop, metode jar, dan lain sebagainya.

Pilihlah metode yang dirasa paling cocok dan mudah untuk diterapkan dalam sehari-hari. Namun, metode budgeting yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah metode 50/30/20.

Metode ini mengalokasikan dana 50% untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selanjutnya untuk 30% dialokasikan untuk memenuhi keinginan pribadi seperti belanja atau liburan. 

Sedangkan sisanya sebesar 20% bisa digunakan untuk menabung dana darurat, investasi, dan berbuat kebaikan, seperti donasi atau sedekah rutin.

5. Catat Semua Pengeluaran

Cara menghitung keuangan rumah tangga selanjutnya adalah mencatat semua pengeluaran. Catatan ini sangat penting karena dibutuhkan untuk menelusuri ke mana saja uang yang telah dikeluarkan.

Selain itu, catatan ini juga membantu untuk mengetahui kisaran pengeluaran harian, mingguan, atau bulanan.

Jika sudah terbiasa mencatat pengeluaran, Sahabat bisa melakukan perencanaan anggaran dalam jangka panjang.

6. Buat Rekening Terpisah

Membuat rekening terpisah juga wajib diterapkan untuk mengelola keuangan rumah tangga. Semua penghasilan yang didapatkan bisa langsung dibagi secara terpisah dalam rekening berbeda-beda.

Misalnya, satu rekening digunakan khusus untuk operasional atau kebutuhan transaksi dalam sehari-hari. Sedangkan rekening lainnya disiapkan untuk menyimpan tabungan atau melakukan investasi.

Memisahkan antara pengeluaran sehari-hari dengan tabungan akan membuat Sahabat disiplin untuk menyimpan dana. 

Jika sudah memiliki anak, buatkan rekening agar dana untuk kebutuhan mereka bisa tersimpan dengan aman.

7. Disiplin

Kunci yang paling utama dalam mengatur keuangan rumah tangga agar semakin efisien adalah disiplin. Usahakan untuk selalu berkomitmen dan disiplin dalam menjalankan rencana keuangan yang sudah disusun.

Tujuannya supaya terhindar dari pengeluaran berlebih, sehingga cash flow selalu terjaga. Kedisiplinan ini harus diterapkan ke seluruh anggota keluarga.

Dengan begitu, prioritas akan tetap menjadi prioritas yang harus diutamakan terlebih dahulu. Sedangkan untuk kebutuhan lain termasuk menabung, investasi, dan bersedekah tetap bisa terpenuhi.

8. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Langkah terakhir yang tak kalah penting untuk mengatur keuangan adalah evaluasi berkala. Evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap bulan akan membantu mengetahui kondisi finansial.

Apakah pemasukan keluarga termasuk dalam kategori keuangan yang sehat ataukah tidak. Jika tidak, cobalah untuk mencari kebutuhan-kebutuhan yang di luar budget. Kemudian, Lakukan evaluasi  bersama pasangan untuk mencari solusi terbaiknya.

Dari penjelasan di atas, tak dapat dipungkiri bahwa, cara mengatur keuangan rumah tangga cukup rumit karena harus mempertimbangkan banyak kebutuhan, termasuk kebutuhan pokok, menabung, investasi, sedekah, donasi, dan lainnya.

Pastikan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan urgent terlebih dahulu, kemudian penuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Untuk kebutuhan penunaian donasi atau sedekah rutin, pastikan Sahabat menyerahkannya pada lembaga yang aman dan terpercaya.

Hal ini ditujukan agar dana yang Sahabat berikan bisa disalurkan ke orang-orang yang berhak dan membutuhkan.

Nah, salah satu lembaga yang bisa Sahabat pilih, yaitu Yatim Mandiri. Donasi dan sedekah di Yatim Mandiri bisa dilakukan dengan mudah melalui platform donasi online yang sudah disediakan.

 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.