Lafadz Bacaan Takbir Idul Fitri Arab, Latin, dan Artinya

lafadz takbir idul fitri

Inilah bacaan takbir idul fitri dalam lafadz arab, latin, beserta terjemahannya. Adapun bacaan takbir dianjurkan untuk dilakukan saat memasuki malam 1 syawal.

Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, pasti berbagai masjid akan mengumandangkan takbir mulai malam terakhir ramadhan hingga menjelang pagi saat akan sholat ‘Ied.

Karena itu, terdapat banyak orang yang mencari bacaan takbir idul fitri yang benar agar bisa turut mengumandangkannya bersama-sama.

Turut melantunkan bacaan takbir di hari raya Islam seperti Idul Fitri dan Idul adha sendiri termasuk dalam sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk para umatnya.

Tujuannya adalah agar para umat Islam menyerukan keagungan Allah Tuhan semesta alam pada waktu-waktu tersebut.

Karena bacaan takbir sendiri berasal dari Bahasa Arab, alangkah baiknya jika mengetahui teksnya secara langsung agar tidak terdapat salah pengucapan.

Pasalnya, jika hanya melantunkan bacaan takbir sesuai dengan yang didengar, bisa saja terdapat salah ucapan hingga menyebabkan arti yang berbeda pula.

Bacaan Takbir Idul Fitri Versi Lengkap Dalam Arab dan Latin

Bacaan Takbir Idul Fitri Versi Lengkap Dalam Arab dan Latinq

Pada malam terakhir bulan Ramadhan, berbagai umat muslim akan bersuka cita menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dengan cara mengumandangkan takbir di berbagai penjuru.

Takbir sendiri dianjurkan untuk dibaca pada malam Idul Fitri hingga menjelang pagi saat akan melaksanakan sholat Idul Fitri.

Karena dilakukan secara rutin setiap tahun, pasti masyarakat juga sudah tidak asing dengan bacaan beserta nada pelafalannya yang begitu khas.

Pasalnya, terdapat banyak sekali variasi yang dilakukan oleh berbagai masyarakat dalam mengumandangkan takbir Idul Fitri.

Ada yang menggunakan nada pada umumnya, menggunakan cengkok nada variasi, serta tidak sedikit juga yang mengiringi bacaan takbir dengan tabuhan bedug masjid. Ini membuat banyak orang secara tidak sadar menghafal lafadz takbir itu sendiri tanpa harus mempelajari kalimatnya.

Namun, agar bisa melantunkan bacaan takbir dengan pengucapan yang baik dan benar, maka disarankan untuk melihat takbir yang dituliskan dalam Bahasa Arab. Jangan khawatir, karena berikut ini juga terdapat versi latin bacaan takbir idul fitri beserta artinya!

1. Lafadz Bacaan Takbir Versi Singkat

Dalam mendengar lafadz takbir yang sering dikumandangkan, maka Anda pasti pernah menemui versi takbiran dengan bacaan yang pendek serta versi panjangnya. Adapun versi ini adalah bacaan yang lebih banyak dilantunkan daripada versi panjangnya.

Untuk mengetahui bacaan takbir versi singkat dalam tulisan arab hingga latinnya, simak redaksi berikut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ 

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. 

Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

2. Lafadz Bacaan Takbir Versi Lengkap

Setelah mengetahui versi singkat bacaan takbir idul fitri, perlu diketahui bahwa juga terdapat versi panjang bacaan takbir yang terkadang dilantunkan di sela-sela bacaan takbir di atas.

Adapun dalam versi ini bacaan takbir lebih panjang karena dilengkapi dengan bacaan-bacaan dzikir kepada Allah SWT.

Simak bacaan di bawah untuk mengetahui lafadz takbir dalam versi lebih lengkapnya yang dibaca pada hari raya Idul Fitri:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.”

Baca Juga : Teks Bacaan Bilal Idul Fitri Arab dan Latin Lengkap dengan Tata Caranya

Perbedaan Bacaan Takbir di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Perbedaan Bacaan Takbir di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Melantunkan bacaan takbir begitu dianjurkan untuk umat Islam pada saat menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Lantas, apakah terdapat perbedaan dengan pelantunan bacaan takbir di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha?

Sebenarnya jika membahas tentang konteks bacaan yang dilantunkan, maka tentu tidak terdapat perbedaan pada kedua hari raya tersebut. Adapun hal yang menjadi perbedaan di antaranya terdapat pada waktu yang dianjurkan untuk melantunkan bacaan takbir.

Untuk mengetahuinya lebih jelas, beserta dalilnya, simak kedua poin di bawah!

1. Waktu Takbir di Hari Raya Idul Fitri

Jenis takbir yang dilantunkan pada hari raya Idul Fitri adalah takbir mursal, di mana pelaksanaan takbir ini tidak mengacu pada waktu shalat.

Atau dalam artian, takbir bisa diucapkan tanpa harus menjalankan ibadah sholat baik yang fardhu maupun sunnah terlebih dahulu.

Sementara itu, pada hari raya Idul Fitri, jenis takbir ini dianjurkan untuk diucapkan sejak tibanya waktu maghrib yang menandai masuknya malam syawal. Adapun waktu akhir untuk melantunkan takbir Idul Fitri yaitu ketika sholat Idul Fitri mulai dilaksanakan.

Hal ini didasarkan pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh Beliau Imam Ibn Abi Syaibah berikut:

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan. Kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai shalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir.”

2. Waktu Takbir di Hari Idul Adha

Sementara itu, waktu yang dianjurkan untuk melafadzkan bacaan takbir di hari raya Idul Adha tidak terlalu terikat sebagaimana pada Idul Fitri.

Takbir yang dilantunkan pada Idul Adha merupakan takbir mursal dan muqayyad di mana pelaksanaannya yaitu setelah mendirikan sholat baik fardhu maupun sunnah.

Pelaksanaan yang paling dianjurkan yaitu takbir mursal di mana dapat dibaca pada saat malam 10 Dzulhijjah.

Di hari Idul Adha, umat muslim juga disunnahkan melantunkan takbiran muqayyad dimulai dari tanggal 9 Dzulhijjah dan pada tanggal 10 Dzulhijjah di mana hari raya Idul Adha tiba.

Takbir ini juga bisa dialntunkan setiap selesai shalat fardhu pada hari-hari tasyriq tepatnya di tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. 

Keutamaan (Fadhilah) Melantunkan Bacaan Takbir Idul Fitri yang Benar

Tidak hanya sekedar memeriahkan penyambutan tibanya hari raya saja, bacaan takbir mengandung makna tentang pengagungan Tuhan pencipta alam. Dalam hal ini, sebenarnya hakikat dari melafalkan takbir itu sendiri adalah untuk berdzikir kepada Allah SWT.

Kalimat takbir merupakan bentuk kesadaran diri dari umat manusia bahwa mereka merupakan makhluk ciptaan Allah yang Maha Besar dan Maha Agung. Artinya, tiada daya maupun kekuatan selain atas adanya kuasa besar dari Allah.

Karena mengandung kalimat dzikir dengan makna yang begitu dalam, inilah beberapa keutamaan membaca takbir di hari raya Idul Fitri:

1. Membuat Iman Meningkat

Sebagaimana lafadz takbir serta artinya yang bisa disimak pada penjelasan sebelumnya, lantunan kalimat ini memiliki makna dalam yang mengagungkan kekuasaan Allah.

Karena itu, mengucapkan takbir bisa membuat umat Islam merasa tidak memiliki suatu kuasa apapun tanpa kehendak dari Allah.

Dengan mengerti makna seperti ini, maka keimanan akan semakin kuat dan meningkat. Sebab, merasa lemah dan tidak memiliki daya serta kuasa dihadapan Allah adalah salah satu bukti bahwa seorang hamba percaya akan keagungan Tuhannya.

2. Melancarkan Rezeki

Selain bisa meningkatkan kualitas keimanan, melantunkan bacaan takbir Idul Fitri juga bisa membuat rezeki terasa lebih lancar. Pasalnya, Allah tentu akan memudahkan dan memperlancar rezeki hambanya yang senantiasa mengingat keagungan-Nya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Islam, Allah yang memiliki sifat Maha Pemberi Rezeki, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang begitu menyukai orang-orang yang menjada lisannya.

Adapun yang dimaksud menjada lisan adalah menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan memperbanyak dzikir.

Sementara itu, rezeki tidaklah terbatas pada uang dan materi saja. Terdapat banyak sekali bentuk rejeki yang dilimpahkan oleh Allah kepada hambanya meliputi rezeki badan yang sehat, perasaan yang tenteram dan nyaman, dan masih banyak lagi.

3. Menenangkan dan Melapangkan Hati

Dalam menjalani kehidupan, tentu manusia tidak luput dengan berbagai masalah dan cobaan yang harus dihadapi. Terkadang di beberapa waktu hal ini benar-benar membuat hari terasa sedih, sesak, bahkan hingga ingin menyerah saja.

Karena itu, kalimat takbir yang mengandung kebesaran Allah bisa menjadi lantunan yang ampuh melapangkan serta menenangkan hati.

Sebab, dengan melantunkan kalimat ini serta meresapi maknanya, manusia akan percaya bahwa semua ini telah diatur dan pasti memiliki hikmah tersendiri dibaliknya.

Dengan merasa bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan begitu saja, hati akan terasa lebih lapang dan tenang. Semua hal pasti memiliki nilai kebaikan dibaliknya walau tidak bisa langsung terlihat secara kasat mata.

Melalui kebesaran Allah yang terlantunkan dalam bacaan takbir Idul Fitri, diharapkan seseorang bisa lebih merasa damai dengan mengingat bahwa semua ini adalah kuasa Allah.

Tugas seorang hamba hanyalah melakukan yang terbaik, menjalani perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

4. Mendapatkan Pahala

Selanjutnya, membaca takbir pada saat Idul Fitri juga mengalirkan pahala yang tidak terkira terlebih karena kalimat ini diucapkan secara berulang-ulang.

Pasalnya, selain dimaksudkan untuk berdzikir kepada Allah, bacaan takbir idul fitri juga sesuai sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Belum lagi jika bisa melantunkan bacaan ini serta mendalami makna yang terkandung dalam kalimatnya.

Maka selain mendapatkan pahala yang berlimpah, seseorang juga dilimpahi dengan berbagai keberkahan berupa rezeki, keimanan, dan banyak hal baik lagi seperti yang sudah dijelasakan di poin sebelumnya.

5. Senantiasa Ingat Kepada Allah

Membaca takbir secara berulang-ulang sebagaimana yang sering dilakukan pada Idul Fitri juga membuat hati lebih sering teringat Allah. Ini tidak luput dari kalimatnya yang mengandung kata Allah dan juga kebesaran-Nya.

Dengan selalu mengingat Allah bahkan ditengah perasaan senang maupun sedih, maka hati tidak akan terlalu berlebihan dalam segala sesuatu di dunia. Di mana persaaan yang terlalu bersukacita ataupun berdukacita pasti memberikan dampak yang tidak baik di akhirnya.

Kalimat takbir menjadi pertanda bahwa semua ini tidak ada artinya tanpa kebesaran Allah. Untuk itu, boleh saja bersenang ria atau menikmati kesedihan dalam porsi sewajarnya, karena Allah adalah sebaik-baiknya perencana.

Setelah mengetahui bacaan takbir Idul Fitri baik dalam versi singkat maupun lengkapnya diharapkan pelafadzan takbir bisa dilantunkan dengan baik dan benar.

Selain itu, jangan lupa untuk memahami makna yang terkandung dalam artinya agar bisa lebih meresapi kalimat kebesaran ini.

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.