Bacaan Doa Nabi Yunus dan Cara Mengamalkannya Sehari-hari

Bacaan doa Nabi Yunus beserta cara mengamalkannya. Ketahui pula manfaat membaca doa tersebut secara rutin untuk hidup yang lebih baik.

Islam adalah agama yang menganjurkan penganutnya untuk senantiasa memanjatkan doa.

Salah satu doa yang memiliki kedudukan yang tinggi adalah doa Nabi Yunus yang dianjurkan dibaca di segala kondisi, terutama saat merasa gelisah dan takut.

Dengan berdoa, maka seorang muslim telah berupaya menjalin komunikasi dengan Sang Khalik.

Adapun doa yang dibaca Nabi Yunus ini adalah perantara yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai bacaan dan manfaat mengamalkannya bisa disimak di artikel ini.

Bacaan Doa Nabi Yunus Latin dan Artinya

bacaan doa nabi yunus

Kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan paus bisa dijadikan sebagai pelajaran yang berharga bagi umat manusia, terutama umat Islam ketika menghadapi berbagai cobaan atau musibah.

Kisah ini tentu sudah tidak asing lagi dan hingga kini masih dibahas dan diceritakan dari generasi ke generasi.

Nabi Yunus ditelan oleh ikan paus dan tinggal di dalam perutnya selama 40 hari.

Ketika berada dalam perut ikan, Nabi Yunus senantiasa membaca doa untuk lepas dari permasalahan yang sedang dihadapinya tersebut.

Berdoa dan memohon ampunan adalah satu-satunya perbuatan yang bisa dilakukan oleh Nabi Yunus pada saat itu.

Mengingat, perut ikan paus yang menelan Nabi Yunus tersebut sangat gelap dan sesak, sehingga beliau merasa kesulitan bernapas.

Kisah Nabi Yunus ini bahkan diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 87. Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut:

Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.”

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Adapun bacaan doa Nabi Yunus yang dapat diamalkan agar terbebas dari perasaan khawatir yakni sebagai berikut:

Laa ilaaha illa Anta, subhanaka innii kuntu minaz zalimim.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya’ 87).

Doa tersebut juga dibaca untuk memohon ketenangan hati agar terlepas dari rasa takut, gundah, dan gelisah.

Konsistensinya dalam berdoa bisa dijadikan sebagai contoh bagi umat Islam, apalagi ketika menghadapi situasi yang menakutkan dan mengancam keselamatan.

Nabi Yunus meminta ampunan dari Allah selama 40 hari tanpa henti dan berturut-turut.

Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus dan membebaskannya dari perut ikan yang menelannya.

Baca Juga : Amalan Doa Nabi Yusuf dan Cara Mengamalkannya

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

Nabi Yunus membaca doa ini ketika menyadari bahwa ia melakukan kesalahan kepada Allah SWT.

Nabi Yunus tidak bisa berlapang dada menerima dan menghadapi kekafiran dari kaumnya.

Akhirnya, beliau meninggalkan kaumnya yang membangkang dan tidak mudah diberikan nasihat.

Keputusannya untuk meninggalkan kaumnya menandakan bahwa Nabi Yunus mangkir atau tidak menjalankan kewajiban untuk berdakwah sesuai dengan perintah Allah.

Doa Nabi Yunus hendaknya bisa dibaca 40 kali dalam sehari menurut anjuran jumhur ulama. Hal ini mengacu pada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Hakim berikut:

“Barangsiapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali, maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh, maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.”(HR. Imam Hakim).

Dari ayat tersebut, dapat dipahami bahwa bacaan doa dari Nabi Yunus juga bisa dibacakan untuk orang yang mengalami sakaratul maut agar orang yang mati bisa membawa amalan mati syahid.

Doa wasiat Nabi Yunus ini juga bisa diamalkan sebanyak 40 kali usai melaksanakan sholat subuh.

Selain itu, ada pula yang mengamalkannya setiap hari sebanyak seribu kali jika memiliki suatu hajat atau ingin mendapatkan pengampunan dosa dari Allah SWT.

Bacaan doa dari Nabi Yunus juga bisa dibaca di waktu-waktu mustajabah agar peluang dikabulkannya bisa lebih tinggi.

Adapun contoh waktu-waktu mustajabah dalam berdoa yakni sebagai berikut:

  • Ketika turun hujan
  • Antara adzan dan juga iqamat
  • Menjelang waktu sholat maupun sesudah sholat
  • Sepertiga malam terakhir
  • Pada hari Jumat
  • Setelah mengkhatamkan Al-Quran
  • Saat melakukan Tawaf

Adapun Syekh Ali Jaber menyarankan agar bacaan doa ini diamalkan minimal 100 kali dalam sehari agar segala hajat yang diminta dapat terkabul.

Baca Juga : 4 Doa Nabi Sulaiman dan Cara Mengamalkannya

Manfaat Membaca Doa Nabi Yunus

Tentunya, doa Nabi Yunus ini memberikan banyak manfaat bagi yang mengamalkannya.

Manfaat tersebut perlu dipahami oleh umat Muslim. Dengan begitu, bisa mengamalkan doa dari Nabi Yunus ini dengan baik. 

Inilah beberapa manfaat yang bisa didapatkan saat rutin membaca doa Nabi Yunus:

1. Upaya Memuji Allah

Secara umum, tujuan membaca sebuah doa yakni sebagai bentuk pernyataan seorang hamba yang mengakui kekuatan Allah yang mampu mengabulkan berbagai permintaan dari para makhluk-Nya.

Bahkan, semut yang tinggal di dalam tanah pun juga akan terdengar doanya oleh Allah SWT.

Dalam bacaan doa yang dilantunkan oleh Nabi Yunus terkandung pujian atas ke-Esa-an dan kesucian dari Allah SWT.

Tentu saja, Allah SWT menyukai setiap makhluk yang senantiasa memanjatkan doa dan harapan kepada-Nya.

Meskipun merasa berlumur dosa dan melanggar berbagai larangan yang diberikan oleh Allah, setiap hamba berkesempatan untuk bertaubat dan mendapatkan pengabulan doa.

Sebab, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun dan selalu menerima doa para hamba-Nya.

2. Keinginannya Dikabulkan oleh Allah SWT

Manfaat membaca doa dari Nabi Yunus yang berikutnya adalah segala keinginan yang dipanjatkan dapat terkabulkan atas izin Allah SWT.

Jika menilik kisah dari Nabi Yunus kembali, beliau selalu berdoa agar bisa memperoleh keselamatan dan bisa keluar dari dalam perut ikan paus.

Selama berada dalam perut ikan paus, Nabi Yunus memanjatkan doa kepada Allah SWT supaya bisa selamat dan Allah mengabulkan permohonan tersebut.

Oleh karena itu, doa ini juga dibaca ketika seseorang mempunyai hajat tertentu kepada Allah.

Seperti halnya kisah Nabi Yunus, seorang muslim yang mengamalkan doa ini memiliki peluang yang besar agar doa tersebut terkabul oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).

3. Mendapatkan Kekuatan saat Menghadapi Cobaan

Berdasarkan pendapat jumhur ulama, bacaan doa dari Nabi Yunus mengandung pernyataan istighfar, tauhid, dan pengakuan perbuatan dzalim yang pernah dilakukan.

Itulah alasan kenapa doa ini memiliki banyak keutamaan. Pasalnya, doa tersebut mengandung tauhid untuk Allah SWT.

Jika seseorang mampu mengamalkan dengan hati yang sungguh-sungguh dan mengharap hanya kepada Allah, maka hajat apapun yang dipanjatkan akan dikabulkan.

Menurut Imam Ibnul Qayyim ra, orang yang mengamalkan doa yang dibaca Nabi Yunus sebanyak 100 kali selama 40 malam, niscaya Allah akan menuntaskan segala hajatnya.

Seperti yang diketahui, setiap manusia pasti memiliki cobaan hidup yang berbeda-beda.

Tentu manusia mempunyai batas kemampuan dan hanya bisa melewati cobaan tersebut dengan uluran tangan dari Allah.

Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang muslim hanya mengharapkan bantuan dari Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan makhluk lainnya.

4. Dibebaskan dari Kesulitan Hidup

Doa Nabi Yunus sangat penting untuk diamalkan, terutama bagi setiap muslim yang ingin keluar dari berbagai masalah yang sedang dihadapi, termasuk masalah yang terasa begitu berat dalam hidup.

Nabi Yunus mengamalkan doa ini dengan bersujud di dalam perut ikan paus yang sudah menelannya.

Beliau berada dalam situasi yang gelap, sesak, lapar, dan haus di dalam perut ikan tersebut.

Betapa sulitnya cobaan yang dihadapi oleh Nabi Yunus. Menurut para ahli tafsir, Nabi Yunus mengira bahwa dirinya sudah meninggal.

Namun, setelah mencoba untuk menggerakan anggota tubuhnya, ia langsung berdoa dan bersujud kepada Allah SWT.

Dalam Al Qur’an, Allah berkata bahwa Ia tidak akan menguji seorang hamba di luar kemampuannya.

Pada akhirnya, Nabi Yunus, diselamatkan oleh Allah setelah melakukan taubat dan memohon ampunan serta pertolongan dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Oleh karena itu, doa ini sangat tepat dibaca saat sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

5. Mendapat Ampunan dari Allah

Saat melakukan kesalahan atau dosa, hendaknya seorang manusia mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Namun, manusia yang memiliki sifat manusiawi terkadang sering melakukan kesalahan atau dosa besar berkali-kali meskipun tahu bahwa itu dilarang dalam agama Islam.

 Ketika memohon ampunan, seorang muslim harus mengimbanginya dengan komitmen untuk tidak mendekati perkara yang membuatnya berdosa tersebut lagi.

Hal ini sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Yunus.

Beliau menyadari bahwa hukuman yang didapat tersebut berasal dari nihilnya tanggung jawab yang ia emban untuk berdakwah kepada kaumnya.

Atas kesadarannya tersebut, Nabi Yunus memohon ampun yang sedalam-dalamnya kepada Allah agar diberi pertolongan.

Bahkan, jika memang harus mati di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus tetap berdoa agar dimatikan dalam keadaan syahid atau berjuang di jalan Allah.

Doa yang dipanjatkan Nabi Yunus ini berisi permintaan maaf dan taubat kepada Allah SWT atas segala dosa yang pernah ia diperbuat.

Dengan mengamalkan doa ini, maka Allah akan menerima taubat umat Islam asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga : Amalan Doa Nabi Yusuf dan Cara Mengamalkannya

6. Mendapat Pahala Orang yang Mati Syahid

Dalam sebuah riwayat al-Hakim disebutkan bahwa apabila seorang muslim yang membaca doa yang dibaca Nabi Yunus sebanyak 40 kali saat sakit, kemudian meninggal, maka ia akan memperoleh pahala sebagai orang yang mati syahid.

Mati syahid merupakan kematian yang diiringi oleh para malaikat.

Perlu diketahui bahwa kriteria mati syahid tidak hanya sekadar mati dalam berperang membela agama dan negara saja.

Beberapa contoh orang yang mati syahid yakni seperti ibu yang meninggal ketika melahirkan, ayah yang meninggal saat bekerja, dan segala peristiwa kematian yang bersifat heroik lainnya.

Pastinya, setiap umat Islam menginginkan untuk bisa meninggal dalam kondisi syahid dan khusnul khatimah.

7. Belajar Arti Kesabaran

Melalui kisah Nabi Yunus, setiap manusia dapat mengambil pelajaran dan hikmah untuk senantiasa bersikap sabar ketika menghadapi berbagai cobaan, rintangan, atau ujian dalam hidup.

Setiap manusia memiliki kadar cobaannya masing-masing yang tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Allah telah memiliki kadar ukurannya sendiri dalam memberikan makhluk-Nya ujian. Ia tidak akan menguji seorang manusia di luar batas kesanggupannya.

Dengan kata lain, ketika seorang manusia mendapatkan sebuah ujian, maka Allah mengetahui bahwa orang tersebut mampu melewati semua itu.

Oleh karena itu, yang harus dilakukan oleh manusia adalah bersikap sabar dan berprasangka baik kepada Allah.

Yakinlah bahwa akan selalu ada jalan keluar yang diberikan oleh Allah pada setiap ujian yang diberikan. Dengan begitu, hati akan menjadi lebih tenang dan tidak gelisah.

8. Belajar untuk Menjadi Pemimpin yang Arif

Saat menyimak kisah hidup dari Nabi Yunus saat dalam perut ikan, dapat diketahui bahwa beliau sempat merasa kesal dan putus asa dalam menghadapi kaumnya yang keras kepala dan tidak mau dinasihati untuk melakukan kebaikan dan bertaubat.

Tanpa disadari, masalah ini juga sering terjadi dalam kehidupan masyarakat urban di masa kini.

Seorang pemimpin terkadang tidak dihargai dan setiap perintahnya dianggap sebagai angin lalu oleh para anggotanya.

Hal ini juga berlaku bagi para pendakwah yang tentu menemukan tantangan yang lebih berat di masa kini karena gempuran budaya dan modernisasi.

Para pendakwah juga perlu bersikap lebih cerdas dalam menyikapi orang-orang yang mungkin tidak dapat menerima seruan untuk melakukan kebaikan.

Sebagai manusia biasa, wajar jika seorang pemimpin atau pendakwah merasa marah dan tersinggung karena tidak dihargai.

Namun, dari kisah Nabi Yunus, hendaknya umat muslim dapat meredam amarah dan mengambil pelajaran untuk menjadi pemimpin yang lebih arif dan bijaksana.

9. Waktu yang Tepat untuk Introspeksi Diri

Hikmah membaca doa Nabi Yunus mustajab yang berikutnya adalah memberikan kesempatan bagi umat manusia untuk melakukan introspeksi diri atas segala kesalahan atau dosa yang sudah diperbuat.

Nabi Yunus menyadari bahwa lari dari tanggung jawab adalah kesalahan yang fatal.

Dalam hal ini, Nabi Yunus memilih untuk meninggalkan kaumnya dan pergi ke suatu tempat menggunakan kapal.

Padahal, seorang Nabi hendaknya dapat bersikap lebih sabar dalam menyikapi kaumnya yang membangkang.

Para ulama’ berkata bahwa terkadang, ujian yang menimpa hidup manusia berasal dari buah perbuatan diri sendiri.

Hal ini benar adanya karena apapun yang didapat oleh manusia adalah balasan atas apa yang telah ia tanam sebelumnya.

Oleh karena itu, ketika mendapat cobaan yang berat, sudah selayaknya hal ini dijadikan sebagai renungan atas segala perbuatan yang dilakukan di masa lalu.

Anggap saja sedang mengikuti jejak Nabi Yunus dan sedang dalam proses pendewasaan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

10. Pertolongan Allah itu Nyata

Saat Allah memberikan cobaan, jangan terburu-buru berburuk sangka kepada-Nya, seolah menjadi manusia yang paling merasa tidak beruntung dan tersisihkan.

Justru, Allah memberikan cobaan kepada manusia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat.

Saat sedang merasa kesulitan, jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan.

Sebab, Allah sudah mempersiapkan skenario terbaik yang harus disambut dengan senyuman oleh para hamba-Nya.

Seperti halnya dengan kisah Nabi Yunus yang mendapat pertolongan dari Allah setelah 40 hari terjebak di dalam perut ikan paus.

Hal tersebut memang menjadi sebuah teguran tersendiri untuk Nabi Yunus, namun sekaligus menjadi bentuk kasih sayang agar beliau menyadari tentang kesalahannya.

Setelah berhasil bebas dari ujian tersebut, semakin bertambah kadar keimanan Nabi Yunus dan lebih bersemangat dalam menyampaikan dakwahnya.

Melalui doa Nabi Yunus tersebut, semoga dapat memberikan hikmah tersendiri bagi umat muslim di masa kini.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bersedekah kepada lembaga terpercaya dan amanah seperti Yayasan Yatim Mandiri untuk kehidupan sesama manusia yang lebih baik lagi.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.