Ajari Sekarang! Cara Menabung untuk Anak Sekolah

Mencari cara menabung anak sekolah? Tidak perlu merasa bingung. Inilah beberapa tips jitu cara menabung untuk anak sekolah, lengkap dengan panduannya!


Berhemat adalah sesuatu yang harus diajarkan dan mendapat pendidikan sejak dini kepada seorang anak.

Karena pada masa ini, anak tumbuh dengan menyerap semua hal yang diajarkan oleh orang tua, seperti salah satunya yaitu menabung.

Mungkin sebagian orang tua merasa bingung, bagaimana cara menabung anak sekolah?

Orang tua bisa menerapkan beberapa tips yang akan dibagikan kali ini. Dengan itu, anak akan terbiasa menabung sejak dini, dan lebih bisa mengatur keuangan untuk kedepannya.

Tips Menabung untuk Anak Sekolah

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mengurus tabungan di bank adalah menentukan tips menabung terlebih dahulu.

Orang tua dapat mengedukasi anak seberapa besar manfaat menyisihkan uang. Beri juga kiat-kiat agar anak semakin merasa semangat untuk menabung.

Berikut ini adalah tips jitu cara menabung anak sekolah:

1.   Tentukan Rencana dan Tujuan Bersama Anak

Ini merupakan tips ampuh yang bisa diterapkan untuk membuat anak semangat menabung, yaitu dengan menentukan tujuan dan rencana terlebih dahulu.

Alih-alih langsung membelikan barang keinginan buah hati, orang tua bisa menawarkan anak untuk mencoba program menabung.

Tanyakan, apakah anak ingin membeli sepeda? Atau mungkin benda mahal seperti sebuah laptop?

Buatlah penawaran pada anak untuk menantang diri sendiri menabung hingga keinginan memiliki laptop bisa terkabul dengan usahanya sendiri.

Bantulah menyusun rencana. Misalnya, harga laptop dipatok sekitar 7 juta, maka buatlah cara menabung 7 juta yang mudah dan bisa dilakukan oleh anak.

Seperti menyisihkan uang jajan lima ribu setiap harinya, maka lambat laun pasti akan terkumpul juga target yang sudah dipasang.

Orang tua bahkan bisa menyelipkan tips khusus untuk anak dalam hal ini. Seperti salah satunya, membantu menabung 100 ribu setiap anak mendapatkan nilai 100 di mata pelajarannya.

Selain meningkatkan minat untuk menabung, anak juga akan merasa lebih tertantang untuk memenuhi target demi terkumpulnya uang tabungan.

Orang tua bisa memanfaatkan hal ini untuk kegiatan positif terhadap anak, seperti mendapatkan nilai yang bagus atau memenangkan sebuah olimpiade tertentu.

2.   Memberikan Contoh pada Anak

Poin kedua ini merupakan cara yang cukup ampuh juga untuk menaikkan minat menabung anak.

Karena pada dasarnya, anak meniru apa yang orang tuanya lakukan. Apabila orang tua rajin menabung, sang anak pasti akan menilai bahwa itu adalah tindakan yang harus dilakukan, lantas menirunya.

Saat anak mulai merasa tertarik, orang tua bisa bertanya dan mengarahkan. Bagaimana cara menabung anak sekolah yang tepat.

Terus arahkan hingga anak merasa bahwa menabung adalah kegiatan yang menyenangkan.

3.   Membuat Rincian Anggaran

Ini adalah langkah lanjutan begitu anak sudah merasa tertarik dan mulai menabung.

Langkahnya yaitu dengan membuat rincian anggaran yang jelas untuk memudahkan kegiatan menabung.

Contohnya, anak ingin menggunakan cara seperti apa untuk menabung?

Bisa dengan menyisihkan uang saku sekolah atau juga saat diberi uang upah begitu membantu pekerjaan orang tua. Semua ini sebaiknya dicatat dengan detail.

Begitu pula dengan uang pengeluaran yang seharusnya masuk ke dalam tabungan.

Dengan adanya catatan anggaran yang detail, maka proses menabung bisa dievaluasi untuk kemudian ditingkatkan lagi.

4.   Mengumpulkan Uang Receh

Orang tua bisa memberikan pengertian terhadap anak bahwa uang merupakan sesuatu yang berharga berapapun nilainya.

Dengan ini, anak tidak menyepelekan meski uang itu hanya berjumlah dua ribu rupiah atau bahkan lima ratus perak.

Berilah pemahaman pada anak bahwa uang yang dianggap bernilai kecil itu apabila dimasukkan ke dalam tabungan secara berkala, maka jumlahnya akan membesar juga suatu saat nanti.

5.   Memberi Pengertian Buruknya Pemborosan

Langkah ini merupakan suatu stimulus yang bisa dilakukan orang tua untuk anak, yaitu dengan menjelaskan bagaimana dampak akan kegiatan yang boros.

Misalnya saja, orang tua bisa menjelaskan dampak seorang anak yang suka jajan berlebih. Selain tidak baik untuk kesehatan, uang pun cepat habis dan tidak dapat ditabung.

Sedangkan jika anak bisa mengontrol jajannya, uang saku akan bisa disisihkan dan ditabung hingga terkumpul banyak.

Dengan ini, anak bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan uang untuk konsumsi mereka sehari-harinya.

Anak juga bisa menabung karena mampu mengatur keuangannya  dan membentuk kepribadian sejak dini.

Untuk kedepannya, bisa saja kepribadian anak juga akan terbentuk menjadi orang yang mampu mengontrol keuangan dengan baik.

6.   Membawa Bekal Makanan

Cara menabung anak sekolah berikutnya adalah dengan cara membawa bekal buatan rumah. Tips yang satu ini ampuh agar dapat menyisihkan uang untuk ditabung.

Karena dengan membawa bekal, maka anak akan merasa kenyang, lantas tidak membeli jajan terlalu banyak.

Selain akan lebih irit pengeluaran dan bisa menyisihkan uang untuk ditabung, makanan rumah juga terjamin kebersihannya.

Anak akan lebih sehat dan terhindar dari berbagai resiko penyakit dengan makanan rumah yang sudah jelas keamanannya.

7.   Membedakan Kebutuhan dengan Keinginan

Ini merupakan tips terakhir yang perlu untuk digaris bawahi. Seringkali, banyak godaan yang datang dalam proses menabung.

Salah satu contohnya adalah membuka tabungan lebih cepat karena ingin menggunakan uangnya untuk hal yang lain, seperti jajan, atau membeli barang keinginan.

Sikap seperti barusan tentunya harus dihindari. Baik orang tua maupun anak harus bisa membedakan dua hal ini.

Keinginan merupakan suatu hal yang masih bisa untuk ditunda. Sedangkan kebutuhan merupakan suatu hal yang sifatnya harus dipenuhi.

Orang tua harus memberikan contoh kepada anaknya bahwa mendahulukan kebutuhan lebih penting daripada keinginan.

Dengan ini, anak juga akan bisa belajar menahan diri untuk membeli barang yang kurang penting dan memprioritaskan kegiatan menabung ber targetnya.

Cara Menabung Anak Sekolah di bank

Menabung sebenarnya bisa dilakukan dengan membeli celengan, terlebih dewasa ini banyak juga celengan modern dengan sistem gembok atau kunci permanen.

Namun, menabung di bank tentunya lebih terjamin lagi keamanannya dan bisa di tracking dengan mudah perincian uang yang ditabung.

Tidak perlu merasa khawatir, karena saat ini anak dengan usia di bawah 17 tahun pun bisa menabung di bank dengan sangat mudah.

Namun, sebelum membahas panduan lengkapnya, simaklah beberapa manfaat yang bisa didapat untuk semakin memantapkan hati dalam mendaftarkan tabungan anak ke bank.

1.   Manfaat Anak Menabung di Bank

Alih-alih mengumpulkan uang di dalam celengan yang kurang efektif, berikut ini adalah beberapa keuntungan anak menabung di bank:

  • Keamanannya Terjaga

Sistem keamanan bank tentu saja lebih terjamin dibandingkan menabung sendiri dengan celengan di rumah. Hal ini akan meminimalisir resiko pencurian dan uang tabungan anak pun akan lebih aman.

  • Bisa Mengatur Detail Anggaran

Manfaat yang berikutnya adalah orang tua atau anak bisa melihat detail history uang yang ditabung. Dengan adanya riwayat pada rekening, maka akan lebih mudah juga mengira-ngira seberapa besar uang yang terkumpul. Hal tersebut tidak bisa didapatkan apabila anak menabung pada celengan biasa.

Apabila uang yang disimpan pada celengan bisa diambil lagi, maka dengan menabung di bank orang tua atau anak tidak bisa melakukannya. Hal ini sangat cocok untuk program menabung yang fokus karena uang tidak akan terambil karena godaan sesaat dan membuat tabungan lama untuk terkumpul.

  • Mengenalkan Sistem Simpan Uang di Bank

Selain bermanfaat untuk keamanan uang yang ditabung, orang tua juga bisa menjadikan program ini sebagai sarana mengenalkan bank kepada anak. Tidak bisa dipungkiri bahwa dewasa ini, hampir segala sesuatunya berkaitan dengan bank.

Mulai dari menerima gaji, membayar tagihan, berbelanja, hingga mengirim uang kepada orang lain. Dengan mengajarkan menabung di bank, maka anak akan tidak asing lagi dengan segala sesuatu yang menyangkut dengan bank.

Ini tentunya merupakan hal yang penting. Anak dapat belajar bagaimana sistem penyimpanan dan juga pengambilan uang dari bank. Selain itu, akan terdapat banyak kegiatan di bank yang akan menjadi sarana pendidikan anak mengenal keuangan dan perbankan secara garis besar.

Hal tersebut akan sangat membantu di kemudian hari. Anak sudah merasa familiar dan tidak kaku saat harus dihadapkan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan bank. Ini mengapa, menyimpan uang di bank merupakan salah satu cara menabung anak sekolah yang terbaik.

2.   Panduan Lengkap untuk Anak Menabung di Bank

Menabung di bank sebenarnya lebih ideal direpresentasikan untuk anak yang sudah remaja atau memiliki status seorang siswa.

Umur remaja seperti ini memang waktu yang tepat di mana anak menyerap semua pengalaman dengan baik.

Itu mengapa, disarankan mulai kenalkan mengenai bank alih-alih menggunakan cara tradisional dengan menyimpan uang pada sebuah celengan.

Namun, sebagian orang tua mungkin merasa kebingungan untuk memulai langkah yang satu ini, terlebih dalam urusan mendidik sang buah hati.

Tidak perlu khawatir lagi karena berikut adalah rangkuman cara menabung anak sekolah pada rekening bank.

1.   Mencari Bank yang Cocok

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bank pada zaman teknologi ini sudah sangat biasa digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.

Karenanya, hampir seluruh bank terkemuka juga menyediakan layanan tabungan khusus anak dan pelajar.

Beberapa contoh jenis tabungan pelajar yang tersedia untuk masa kini adalah BNI Taplus Muda dan Anak, BRI Junio, Simpanan Pelajar Mandiri, BTN Junior, BII Superkidz, Tabungan Junior Panin, dan banyak lainnya.

Orang tua dapat mencari informasi lebih lanjut lagi untuk menemukan bank yang paling tepat pada program menabung anak.

Karena seperti yang diketahui, setiap bank tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Orang tua bisa mengatur antara fitur yang disuguhkan dengan kebutuhan.

Misalnya, orang tua mungkin lebih mengedepankan berdasarkan ragam fasilitas yang disuguhkan atau juga mungkin lebih memilih bank dengan biaya admin bulanan yang rendah.

Ini merupakan hal yang harus disortir terlebih dahulu agar tidak merasa menyesal di kemudian hari.

Setelah sudah menemukan pilihan bank yang cocok, maka orang tua bisa memulai mendaftarkan tabungan anak.

2.   Mempersiapkan Hal untuk Memenuhi Syarat Mendaftar

Ini merupakan langkah kedua begitu orang tua sudah menemukan bank yang tepat untuk menabung.

Langkahnya yaitu dengan mempersiapkan semua hal yang menjadi persyaratan dari mendaftar tabungan pelajar. 

Orang tua sebaiknya melihat terlebih dahulu rentang usia minimum yang menjadi persyaratannya karena setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Ada bank yang dapat digunakan menabung untuk anak dari usia 0 tahun, yang artinya akan sangat cocok bagi anak yang masih belum sekolah. 

Namun, ada juga yang mematok usia minimum adalah 15 tahun. Jadi, langkah ini penting untuk diperhatikan.

Orang tua juga harus mempersiapkan dokumen lengkap yang menjadi persyaratan utama di bank mana pun.

Meski setiap bank mungkin sedikit berbeda dalam pengajuan dokumen terlampir, namun pada umumnya dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. Kartu Keluarga (KK)
  2. Akta Kelahiran
  3. Kartu Identitas Anak, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KK
  4. Kartu Pelajar, atau Kartu NISN
  5. KTP orang tua
  6. Surat pernyataan setuju dari orang tua untuk dokumen pembuatan rekening
  7. Surat keterangan yang berasal dari pihak sekolah

Begitu sudah memperhatikan rentang usia minimum untuk mendaftar dan melengkapi persyaratan mendaftar, maka orang tua perlu menyiapkan sejumlah uang yang biasanya diwajibkan untuk pembukaan awal rekening.

Jumlahnya biasanya tidak lebih besar dari pembukaan tabungan orang dewasa.

Namun, orang tua lebih baik memastikan lagi berapa tepatnya jumlah setoran awal untuk membuka rekening bank.

Orang tua bisa mengkomunikasikan terhadap pihak bank terkait cara menabung di bank untuk anak sekolah.

Manfaat Menabung untuk Anak

Orang tua dapat mengajarkan sistem menabung untuk anak sedini mungkin. Lebih baik lagi jika anak mulai mengenal uang yaitu pada saat sekitar usia tiga tahun.

Ini akan berdampak baik karena mengajarkan anak seberapa penting pengelolaan uang memiliki pengaruh pada hidupnya.

Ada banyak orang tua yang mengeluh bahwa anaknya tidak bisa menabung saat dewasa. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa belajar menabung sangat penting.

Selain itu, ada banyak manfaat lagi yang bisa didapatkan oleh anak. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

1.   Anak Akan Lebih Menghargai Uang

Ini adalah manfaat yang bisa didapatkan saat orang tua tidak begitu saja membelikan semua keinginan yang muncul dari mulut si kecil.

Dengan mengajarkannya menabung demi bisa membeli sesuatu yang diinginkan, maka akan membuat anak menyadari betapa pentingnya uang.

Anak akan terbiasa untuk mengatur keuangan agar bisa menyisihkan, lantas kemudian membeli barang keinginannya.

Orang tua bisa melakukan apresiasi saat anak berhasil mencapai target menabung, seperti memberi pujian atau menambahi uang jajan agar anak semakin bersemangat menabung.

Dengan ini, anak tahu seberapa susahnya mencari uang dan akan menghargai uang itu untuk tidak dibelanjakan secara boros.

Hal tersebut akan membangun kepribadian anak sejak dini untuk pintar mengelola uang kedepannya.

2.   Melatih Kesabaran dan Kemandirian

Menabung tentu tidak bisa dilepaskan dari sifat kesabaran. Menunggu uang terkumpul tentu saja perlu proses yang tidak singkat dan membutuhkan kesabaran.

Terlebih pasti ada godaan untuk membuka celengan lebih awal atau godaan yang lainnya.

Orang tua bisa memanfaatkan ini untuk melatih kesabaran anak. Berikanlah pengertian bahwa kesabaran pasti akan berbuah manis.

Kelak uang yang disimpan dengan sabar dan konsisten itu akan menjadi banyak dan anak bisa membeli target keinginannya dengan rasa puas karena berhasil bersabar.

Ini juga melatih anak agar lebih mandiri. Karena anak secara tidak langsung akan berpikir apa saja yang harus dilakukan agar uang dalam tabungan bisa terkumpul sesuai dengan rencana awal.

Cara menabung anak sekolah dapat dilakukan dengan mudah. Orang tua bisa memberi pengertian pada anak seberapa pentingnya menyisihkan uang untuk menabung.

Ajari juga bahwa uang bisa membantu saudara yang membutuhkan di luar sana. Gunakan Yayasan Yatim Mandiri sebagai platform bersedekah.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.