Mulai Sejak Dini, Begini 11 Cara Agar Anak Disiplin

Bukan dengan kekerasan atau ceramah panjang lebar, inilah 11 cara agar anak disiplin. Buat jadwal harian, jangan banyak larangan dan berikan contoh langsung.


Disiplin bukan sesuatu yang bisa dibentuk dalam semalam, namun membutuhkan waktu yang panjang dan harus diterapkan sedini mungkin. Waktu terbaik untuk melatih kedisiplinan pada anak bukan saat ia sudah mulai sekolah, melainkan sejak bayi. Ya, cara agar anak disiplin harus sejak ia lahir ke dunia ini.

Sebagian orang masih menganggap bahwa bayi hanyalah makhluk kecil yang tidak tahu apa-apa. Padahal faktanya, bayi memperhatikan berbagai hal disekitar dan memasukkan banyak informasi ke dalam otaknya. Terkait dengan disiplin, manfaatnya ada banyak jika Anda berhasil menerapkannya pada anak.

Seseorang yang disiplin akan lebih disegani daripada orang yang suka terlambat saat janjian. Orang-orang disiplin cenderung disukai atasan karena dianggap lebih bertanggung jawab, dapat diandalkan, dan profesional. Namun selain tempat kerja, disiplin juga dibutuhkan di sekolah, di rumah, dan dimanapun.

Sederet Cara Agar Anak Disiplin

Agar si kecil tumbuh menjadi sosok yang disiplin di berbagai hal, berikut sejumlah cara yang tepat untuk mengajarkannya sedini mungkin tanpa membuat anak merasa tertekan:

1.    Buat Schedule 

Setiap orang seharusnya memiliki schedule alias jadwal agar hidupnya menjadi lebih disiplin, tidak terkecuali anak-anak dan bahkan balita sekalipun. 

Agar saat besar nanti anak dapat pandai mengatur waktu, maka sejak kecil peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membuat jadwal kegiatan dan mengarahkan anak untuk melakukannya. 

Adanya jadwal akan membuat kegiatan harian si kecil menjadi lebih terarah, mulai dari bangun tidur, sarapan, bermain, membaca buku, hingga tidur kembali di malam hari. 

Masing-masing kegiatan perlu dilengkapi dengan waktu dan jelaskan kepada anak agar lebih mudah dipahami. Anda bisa tempel jadwal ini di kamar anak atau tempat lain yang mudah untuk ia lihat.

2.    Sabar & Telaten adalah Kuncinya!

Sabar & Telaten adalah Kuncinya!

Tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, mood anak tentu akan berubah-ubah karena berbagai hal. Saat proses mengikuti jadwal harian tadi, tentu tidak akan semulus yang dibayangkan. Disinilah kesabaran dan ketelatenan orang tua sangat dibutuhkan. 

Sesekali, tak masalah untuk membiarkan anak tidak mengikuti jadwal agar anak tidak merasa tertekan atau terpaksa. Namun di lain waktu, bujuk anak secara perlahan dan beri penjelasan mengapa ia perlu mengikuti jadwal. Agar tidak bosan, jadwal tersebut juga bisa diganti per 1-2 minggu sekali. 

3.    Anak adalah Pengamat & Peniru

Jika Anda mengajarkan kedisiplinan secara lisan namun Anda sendiri tidak bersikap disiplin, maka perilaku Anda yang akan ditiru oleh anak, bukan ucapan Anda. Jadi, cara agar anak disiplin yang paling jitu adalah dengan memberi contoh langsung.

4.    Berikan Waktu Santai

Satu hal yang perlu digaris bawahi oleh para orang tua agar tidak menjadi strict parents adalah mendisiplinkan anak bukan berarti memenuhi seluruh waktunya untuk melakukan berbagai hal. Berikan juga waktu luang kepada anak untuk bebas melakukan hal yang diinginkan. 

Cara mendisiplinkan anak yang seperti ini tidak akan membuatnya terbebani, sehingga ia akan menganggap bahwa disiplin bukanlah hal yang menakutkan atau menyebalkan.

Mindset yang positif seperti ini perlu ditanamkan sejak kecil agar anak mencintai kedisiplinan. Berikan juga penjelasan kepada anak apa saja manfaat menjadi orang yang disiplin atau sepenting apa disiplin bagi setiap orang. 

5.    Gunakan Kelembutan

Saat anak sedang keasikan melakukan suatu kegiatan dan lupa dengan jadwal selanjutnya, ingatkan anak dengan kalimat yang lembut, bukan dengan nada tinggi yang akan membuatnya takut. Contoh, “Wah, ternyata sudah jam 5 nih. Berarti sudah saatnya mandi sore. Yuk, bunda sudah siapkan air hangat nih”. 

Bisa juga dengan mengatakan, “Wah waktu bermain puzzle sudah habis nih. Yuk, pindah ke jadwal selanjutnya yaitu mandi sore”. Hindari menggunakan kalimat yang berpotensi menyakiti hati si kecil seperti, “Kamu dari tadi sudah dibilangin stop main kenapa masih main terus ya! Buruan mandi!”

6.    Jangan Diceramahi

Jangan Diceramahi

Cara agar anak disiplin bukanlah dengan diceramahi! Cara ini sangat klasik dan seringkali diterapkan oleh orang tua zaman dulu, dan terbukti tidak efektif. Saat anak melakukan kesalahan, sebagian orang tua menceramahinya panjang lebar dan kadang disertai nada tinggi. 

Tidak jarang juga keluar kalimat tuntutan, memojokkan anak, atau menyalahkannya. Padahal, kalimat yang terlalu panjang hanya membuat anak bosan dan tidak akan dianggap. Cara ini juga tidak menimbulkan efek jera. 

Jika ingin menggunakan kata-kata, sampaikan secara singkat dan padat namun jelas. Misal saat anak selesai bermain dan sedang enggan untuk membereskannya. 

Daripada menceramahinya panjang lebar, Anda bisa katakan “Yuk, bereskan mainannya agar ruangan jadi rapi lagi. Tidak lupa kan kalau membereskan mainan adalah salah satu tugas / tanggung jawab kakak?”

7.    Jangan Terlalu Banyak Melarang

Sebagai orang yang sudah dewasa, tentu orang tua memang lebih banyak tahu daripada anak-anak. Namun tidak berarti orang tua bisa banyak melarang, karena akan membuat anak takut mencoba kegiatan / hal baru. 

Anak akan menjadi sedikit belajar dan potensi dirinya menjadi tidak berkembang secara optimal. Jadi, pastikan untuk tidak membuat aturan yang terlalu ketat dalam proses mengajarkan disiplin pada anak. 

Contohnya saat anak sudah selesai mengerjakan PR padahal waktu belajar belum habis, dan anak ingin bermain atau menonton TV, sesekali biarkan anak melakukannya. Namun disisi lain, berikan juga batasan waktu. Saat sudah jam tidur, maka ingatkan untuk segera mematikan TV dan pergi ke kamar.

8.    Hindari Menggunakan Kata “Jangan”

Mendisiplinkan anak tanpa kekerasan salah satunya dapat dilakukan dengan menghindari kata “jangan”. Namun, langsung katakan apa maksud dan tujuan Anda. Misalnya saat si kecil sedang asik melompat di atas kasur. 

Anda bisa katakan dengan lembut, “Mau coba lompat-lompat di atas karpet sini aja nggak? Kalau kasur kan untuk tidur”. Namun jika Anda mengatakan, “Jangan lompat-lompat / main di atas kasur ya”, anak menjadi bingung tentang apa yang seharusnya ia lakukan.

9.     Penuhi Gizi dan Nutrisi Anak

Jika ingin anak yang aktif dan dapat mengikuti berbagai jadwal kegiatan, maka tubuh anak harus dalam kondisi yang sehat. Caranya dengan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya. 

Perhatikan apa yang dimakan oleh anak, porsinya, dan juga jadwal makannya. Jika perlu, vitamin / suplemen bisa ditambahkan.

10.    Harus Kompak

Harus Kompak

Jika di rumah hanya ibu yang mengajarkan anak disiplin namun sang ayah justru mencontohkan sebaliknya, dapat dipastikan bahwa si kecil akan bingung. Alhasil, anak menjadi tidak disiplin sepenuhnya karena terkadang mengikuti contoh yang salah dari sang ayah. 

Jadi, orang tua harus kompak dalam mendisiplinkan anak, baik lewat perkataan ataupun contoh perbuatan. Hal yang sama juga berlaku bagi anggota keluarga lain seperti kakek nenek, om tante, ataupun babysitter.

11.    Ajarkan Tentang Konsekuensi

Saat sudah dewasa, misal telat ke sekolah atau kantor tentunya akan ada konsekuensi, bukan? Nah, jelaskan kepada anak mengenai hal ini dan bisa sambil dipraktekkan. 

Misal saat anak melakukan kesalahan atau melanggar aturan berkali-kali, maka berikan hukuman, namun bukan dengan memukul atau ucapan kasar.

Kesimpulannya, cara agar anak disiplin bukan dengan kekerasan atau ceramah panjang lebar, namun dengan kelembutan dan contoh langsung dari orang tua. Jadi jika ingin memiliki anak yang disiplin, orang tuanya terlebih dulu harus disiplin. 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.