Sholat taubat merupakan salah satu macam-macam sholat sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim setelah menyadari melakukan dosa dan bertaubat.
Artikel ini akan mengulas cara sholat taubat beserta niat, waktu pelaksanaan dan syarat agar diterima.
Mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini. Baca sampai selesai, ya!
Niat Shalat Taubat

Pertanyaannya, seperti apa niat sholat taubat?
Berikut ini niat yang diucapkan ketika akan melaksanakan shalat taubat.
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatat-taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah taubat dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allaahu akbar.”
Tata Cara Shalat Taubat

Pelaksanaan shalat taubat sangatlah mudah dan mirip dengan sholat wajib lainnya. Berikut tata cara pelaksanaan shalat taubat,
- Berwudhu
- Membaca niat seperti yang sudah dijelaskan diatas.
- Dilaksanakan sejumlah 2 rakaat.
- Membaca doa setelah shalat taubat berikut inil
Membaca Doa Shalat Taubat

Setelah selesai melaksanakan sholat taubat, maka langkah selanjutnya adalah membaca doa setelah shalat taubat.
Adapun dua doa yang sebaiknya dibaca setelah shalat taubat adalah sebagai berikut:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih
Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya,”
Setelah membaca doa diatas, dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini:
اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ
Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”
Waktu Shalat Taubat

Kapan waktu shalat taubat? Pertanyaan ini banyak muncul dan dipertanyakan oleh umat Muslim yang akan melaksanakan shalat taubat.
Sebetulnya, shalat sunnah yang satu ini bisa dilakukan kapan saja, setelah menyadari sudah melakukan dosa.
Namun, ada waktu shalat taubat terbaik, yakni pada akhir sepertiga malam yakni mulai jam 01.00 sampai dengan menjelang shalat subuh.
Selain itu, waktu terbaik untuk melakukan shalat taubat adalah pada malam Nisfu Syaban.
Syarat Agar Taubat Diterima

Setelah memahami mengenai bagaimana tata cara shalat taubat, pada bagian ini akan dibahas secara lengkap mengenai apa saja syarat agar taubat atas dosa yang dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.
Adapun syarat agar taubat diterima adalah sebagai berikut:
- Benar-benar menyesali perbuatan dosa yang dilakukan.
- Lakukanlah dengan hati yang ikhlas dan berdoa agar dosa-dosa yang diperbuat segera diampuni.
- Perbanyak dzikir setelah melaksanakan sholat taubat.
- Yakinkan dalam diri dan berjanji agar tidak mengulangi dosa yang sama lagi.
- Lakukan ibadah-ibadah waijb seperti sholat 5 waktu, perbanyak membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya.
- Selalu berusaha untuk memperbaiki diri dengan selalu berbuat baik.
Nah, itu dia tata cara shalat taubat yang bisa dipraktikkan. Setelah sholat, jangan lupa untuk membaca doa taubat, ya.
Penting juga untuk memperhatikan syarat-syarat agar taubat diterima, salah satunya yaitu memperbaiki perilaku, menjaga sholat 5 waktu, dan memperbanyak berbuat kebaikan.
Selain itu, salah satu amalan yang bisa menghapus dosa adalah sedekah.
Nabi SAW bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api ” (HR. At- Tirmidzi).
Wujudkan amalan untuk menghapus dosa dengan bersedekah atau berinfak di platform Yatim Mandiri. Platformnya mudah digunakan kapan saja dan di mana saja!