Berapa Hari Puasa Syawal Dilaksanakan? Ini Niat dan Waktunya

keutamaan puasa syawal

Bulan Syawal adalah waktu untuk meningkatkan iman, salah satunya dengan berpuasa. Lantas, berapa hari puasa Syawal? Cek di artikel ini!


Setelah usai menjalani satu bulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, umat muslim akan menyambut datangnya bulan Syawal yang biasanya juga diisi dengan puasa Syawal.

Seiring dengan hal ini, banyak yang bertanya berapa hari puasa Syawal dilaksanakan yang sesuai dengan anjuran Islam?

Puasa ini sendiri termasuk dalam sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena memiliki berbagai keutamaan dan hikmah baik di dalamnya.

Karena bukan termasuk puasa wajib, masih banyak umat muslim yang bingung dengan tata cara serta waktu pelaksanaannya.

Tidak perlu risau karena berikut ini akan dibahas seputar waktu pelaksanaan, tata cara, hingga niat puasa Syawal sesuai anjuran Islam dengan lengkap.

Berapa Hari Puasa Syawal setelah Idul Fitri?

Sesuai dengan namanya, puasa Syawal dilakukan pada saat bulan Syawal tiba. Namun, karena saat Idul Fitri umat muslim tidak diperbolehkan berpuasa, maka puasa sunnah Syawal baru bisa mulai dilaksanakan mulai dari 2 Syawal.

Sementara itu, waktu pelaksanaan yang dianjurkan dan dijelaskan dalam hadis yaitu selama 6 hari. Boleh melakukan mulai 2-8 Syawal, namun juga diperbolehkan jika baru bisa melaksanakan puasa Syawal di pertengahan bulan atau akhir bulan Syawal.

Sementara itu, tata pelaksanaannya boleh dilakukan secara selang-seling atau putus. Dalam artian, puasa Syawal tidak harus langsung dilakukan berurutan selama 6 hari secara langsung, namun dapat di jeda dan diteruskan pada tanggal lain lagi selama masih dalam bulan Syawal.

Sehingga jika mendapatkan pertanyaan, berapa hari puasa Syawal dilaksanakan, maka jawabannya adalah selama 6 hari jika disesuaikan dengan anjuran dan sunnah. Adapun niat untuk melaksanakannya tentu berbeda dengan puasa wajib Ramadhan.

Untuk mengetahui niat puasa Syawal hingga berbagai hikmah dan keutamaan yang terkandung di dalamnya, tetap simak penjelasan berikut hingga akhir!

Batas Pelaksanaan Puasa Syawal

Setelah mengetahui ketentuan berapa hari puasa Syawal dilaksanakan, perlu diketahui juga bahwa puasa sunnah ini memiliki batasan pelaksanaannya. Untuk bawas awal pengerjaannya, maka seorang muslim boleh mulai melaksanakan puasa sunnah ini dari 2 Syawal.

Sementara itu, batas akhirnya yaitu ketika bulan Syawal berakhir. Sehingga diperbolehkan untuk mengambil tanggal berapa saja selain tanggal 1 Syawal, untuk melakukan puasa selama 6 hari. Namun hari yang diambil harus masih termasuk dalam Syawal.

Bagaimana jika memiliki puasa Ramadhan dan juga puasa nazar yang harus dibayar sehingga tidak terdapat waktu luang untuk berpuasa Syawal?

Pertanyaan ini sering membuat khawatir beberapa orang karena puasa sunnah tidak bisa dilakukan jika masih terdapat hutang puasa wajib.

Namun, tidak perlu khawatir, karena walaupun berpuasa karena membayar hutang kewajiban seperti qadha puasa Ramadhan, atau berpuasa nazar, maka akan tetap mendapat keutamaan puasa Syawal. Tentu jika hal ini dilakukan selama bulan Syawal masih berlangsung.

Dan apabila bernazar ingin berpuasa Syawal namun terhalang keadaan seperti jatuh sakit atau haid, maka bisa menggantinya di bulan lain. Meski di qadha seseorang yang melaksanakannya akan tetap mendapat keutamaan sebagaimana berpuasa di bulan Syawal.

Niat Puasa Syawal sesuai Anjuran Islam

Dalam menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharuskan untuk melafalkan niat puasa terlebih dulu. Sebab, jika tidak berniat terlebih dahulu, maka kegiatan menahan lapar dan juga minum selama setengah hari tidak akan bernilai apapun.

Adapun lafal niat puasa Syawal sesuai anjuran Islam yang dapat dilafalkan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

‎Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Sesuai dengan artinya, niat di atas bisa dilafalkan ketika sahur saat malam hari sebagaimana seperti puasa wajib ketika bulan Ramadhan. Namun karena hukum puasa Syawal adalah sunnah, maka terdapat kelonggaran dalam waktu melafalkan niat.

Pada puasa wajib, apabila seseorang tidak melafalkan niat hingga sholat Subuh tiba, maka puasa akan batal atau tidak sah.

Sementara pada puasa sunnah, seorang muslim masih bisa melafalkan niat hingga menjelang pagi atau siang telah tiba jika terlupa berniat di malam hari atau saat sahur.

Walaupun masih boleh berniat hingga pagi ataupun siang, hal ini baru berlaku jika seorang muslim belum makan, minum, atau melakukan hal yang dapat membatalkan puasa Syawal.

Apabila lupa niat, dan dipagi hari telah makan dengan sengaja, maka puasa telah batal dan tidak bisa dilanjutkan.

Jika lupa berniat dan baru melakukannya di pagi hari, maka bisa membaca lafadz niat puasa sunnah Syawal sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

‎Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Keutamaan dan Manfaat Melakukan Puasa Syawal

Setelah mengetahui berapa hari puasa Syawal dilaksanakan seseuai dengan anjuran, akan lebih baik jika seorang muslim juga mengetahui berbagai keutamaan dan juga manfaat melaksanakan puasa Syawal. Dengan begitu, diharapkan semangat untuk melaksanakannya tetap terjaga dengan baik.

1. Pahala Puasa Setahun

Mungkin sudah banyak umat muslim yang mengetahui keutamaan puasa Syawal satu ini. Fadhilah puasa Syawal yang disetarakan dengan pahala berpuasa selama setahun penuh yang membuat banyak umat muslim semangat untuk melaksanakannya.

Karena keutamaan seperti ini belum tentu bisa didapatkan dengan mudah pada kesempatan lain lagi. Sementara menahan diri dengan puasa selama 6 hari saja rasanya sudah sangat impas apabila diberikan fadhilah sebesar itu.

2. Penyempurna Ibadah di Bulan Ramadhan

Keutamaan selanjutnya dari melakukan puasa Syawal yaitu untuk menyempurnakan ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan berlangsung.

Jika merasa kurang maksimal mengisi bulan suci Ramadhan dengan berbagai amal ibadah, maka bisa melaksanakan puasa Syawal sebagai gantinya.

Setelah mengetahui berapa hari puasa Syawal yang dianjurkan seperti di atas, seorang muslim hendaknya melaksanakan puasa sunnah ini jika diberi masih diberi karunia serta kemampuan dari Allah SWT.

Selain bisa menyempurnakan ibadah pada bulan Ramadhan, seseorang yang berpuasa Syawal juga masih mendapatkan pahala berlipat ganda dan berbagai keutamaan lainnya lagi.

Tentu akan rugi jika tidak melakukannya padahal tidak sedang berhalangan dan mampu untuk melaksanakannya.

3. Perwujudan Rasa Syukur

Hikmah dari melakukan puasa Syawal selanjutnya adalah sebagai wujud rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya karena masih diberikan banyak kesempatan, karunia, dan juga rahmat-Nya. 

Pasalnya, jika tidak diberikan itu semua, tentu seorang muslim tidak akan bisa menikmati bulan Syawal dengan bersuka cita. Dapat turut bersilaturahmi, melantunkan takbir, hingga bercanda tawa dengan keluarga merupakan salah satu karunia besar dari Allah SWT.

Dengan berpuasa, ini menunjukkan bahwa seorang hamba senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT.

4. Menyehatkan Tubuh

Salah satu manfaat puasa Syawal yang mungkin tidak terlalu disadari adalah tubuh yang senantiasa terjaga kesehatannya.

Pasalnya, dengan menahan nafsu makan dan minum selama berpuasa bisa membuat tubuh terhindar dari lemak jahat, obesitas, hingga penyakit lainnya.

Belum lagi di saat lebaran pasti sebagian kaum muslim banyak menyantap hidangan yang berminyak, pedas, minuman berperisa, hingga camilan-camilan yang tidak sehat jika banyak dikonsumsi.

Melakukan puasa Syawal bisa menjadi solusi ampuh untuk mengatasi hal tersebut.

Setelah mengetahui berapa hari puasa Syawal dilaksanakan sebagaimana anjuran Islam, serta tata pelaksanaan dan juga niatnya, sekarang umat muslim bisa mulai berpuasa Syawal jika bulan Syawal tiba.

Adapun berbagai keutamaan di atas bisa dijadikan motivasi sendiri untuk semangat beribadah sunnah ini. Selain berpuasa, Sahabat bisa mengimbanginya dengan melakukan amalan bulan syawal, salah satunya yaitu bersedekah. Soal ini, Sahabat bisa bersedekah melalui platform donasi online Yatim Mandiri.

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.