Niat Qurban Atas Nama Orang Tua, Kirim Pahala untuk Mereka

Niat qurban atas nama orang tua dilakukan oleh sebagian orang sebagai bentuk bakti dan balas budi. Amalan ini mendatangkan pahala yang berlipat ganda.


Hari Raya Idul Adha sangat identik dengan yang namanya ibadah menyembelih hewan qurban. Meskipun sunnah, ternyata banyak umat muslim yang ikut melaksanakannya dan bahkan menyiapkan qurban atas nama orang tua.

Semua itu dilakukan sebagai bentuk balas budi terhadap jasa orang tua yang sudah merawat dan membesarkan. Meskipun begitu, jika pihak terkait belum pernah berqurban maka dianjurkan untuk mendahulukan dirinya sendiri.

Hal tersebut karena kurban termasuk sunnah muakkad, siapapun yang meninggalkannya bagi yang mampu maka hukumnya menjadi makruh. Berarti mendahulukan qurban untuk keluarga ataupun orang tua menjadi hal yang dimakruhkan.

Baca juga:   MURAH! Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban di Yatim Mandiri 2023

Hukum Qurban

Dalam ringkasan fikih sunnah sayyid sabiq, Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi menjelaskan bahwa hukum berkurban memang termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang dikuatkan.

Penjelasan tersebut dikuatkan oleh Imam Al-Syafi’I dan Imam Malik sehingga sangat dianjurkan-. Meski begitu, hukum qurban adalah makruh bagi mereka yang mampu jika tidak mengerjakannya.

Kesunahan kurban telah dibahas dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dan Imam Ahmad.

“Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu’ (sunnah), yaitu sholat witir, menyembelih udhiyah, dan sholat dhuha.”

Ibadah ini baru bisa dikatakan wajib jika sudah menjadi nazar yang diucapkan sebelumnya. Dalil terkait hukum wajib ini disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW. Barang siapa bernadzar untuk menaati Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (HR Bukhari, Abu Dawud, dan lainnya).

Qurban Atas Nama Orang Tua

Nabi Muhammad SAW menjadi teladan bagi umat muslim di seluruh belahan dunia dalam hal ibadah, termasuk berqurban. Beliau selalu rutin menunaikan ibadah qurban hampir setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur.

Niat beliau untuk berqurban bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga atas nama keluarga dan orang tuanya. Sebagaimana yang sudah diriwayatkan dalam sebuah Ibnu Majah, bahwa Rasulullah bersabda:

 ضحَّى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بكبشَيْنِ أقرنيْنِ أملحيْنِ أحدِهما عنهُ وعن أهلِ بيتِه والآخرِ عنهُ وعمَّن لم يُضَحِّ من أمَّتِه

Artinya:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya”

(HR. Ibnu Majah no.3122)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa qurban atas nama orang tua memang diperbolehkan. Ketentuannya sudah mendapatkan izin dari pihak terkait, yakni orang tua yang akan diatasnamakan untuk berqurban.

Dalam sebuah kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az Zuhaili meriwayatkan:

 قال الشافعية: لا يضحي عن الغير بغير إذنه 

“Ulama Syafi’iyah berkata; Larangan boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizin dari orang tersebut.”

Penjelasan dari kedua ulama ini bisa dijadikan sebagai rujukan bagi Anda yang berminat untuk berqurban dengan mengatasnamakan orang tua. Jika orang tua masih hidup, sebaiknya sampaikan niat baik ini terlebih dulu.

Menurut Imam Hambali dan Hanafi, apabila orang tua sudah meninggal maka masih perbolehkan dan tetap sah. Almarhum ataupun almarhumah masih mendapatkan banyak pahala dari ibadah qurban tersebut.

Selain itu, jika ingin berqurban jangan lupa melafalkan niat sebelum memasuki proses penyembelihan:

  • Niat dalam hati secara lirih sehingga tidak perlu diucapkannya seperti berikut Bismillahirrahmanirrahim. Allahu Akbaru Hadza Minka wa Ilayka. Namun ketika ingin menyembelih sebaiknya mengucapkan Bismillah dan Allahu Akbar.
  • Menurut riwayat Anas bin Malik radhiyallahu annhu bahwa Nabi Muhammad SAW berkurban dengan dua ekor dimba, beliau menyembelih dengan kedua tangganya sendiri sambil mengucap Bismillah dan Allahu Akbar.
  • Saat menyembelih hewan qurban, tidak dilarang untuk mengucapkan “Ya Allah, hewan qurban ini aku persiapkan khusus untuk kedua orangtuaku. Ucapan ini sejatinya hanya sebatas doa saja, tidak termasuk ucapan niat.

Manfaat Qurban Atas Nama Orang Tua

Berqurban dengan nama orang tua tentu akan mendatangkan banyak pahala untuk diri sendiri dan orang tua. Bahkan orang lain yang menerima daging yang sudah diqurbankan akan merasa senang.

Inilah beberapa manfaat luar biasa lainnya ketika melakukan ibadah qurban atas nama orang tua:

1.   Penebus Dosa

Berqurban adalah perintah Allah SWT yang sebaiknya dikerjakan oleh setiap muslim yang mampu melaksanakan. Ibadah ini sering dimaknai sebagai cara yang dapat menghapus semua dosa atau kesalahan.

Bukan tanpa alasan, hadits terkait kurban sebagai pelebur dosa telah diriwayatkan oleh Hr. Al Bazarr dan Ibnu Hibban. Rasulullah menyampaikannya kepada putri kesayangannya, Fathimah yang berbunyi:

 “Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban)

2.   Upaya Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Kurban merupakan sebuah kata yang berasal dari Bahasa Arab yaitu yaqrobu, qoroba, qurbanan, qirbanan, qurban, atau uban wa qubanan. Semua kata tersebut mengandung arti yang sama yaitu mendekatkan atau dekat.

Sedangkan secara harfiah, kurban atau qurban dapat diartikan sebagai hewan sembelihan. Hewan yang bisa dikurbankan adalah domba, sapi, kambing, unta, dan lain sebagainya.

Menyembelih hewan kurban bertujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta. Meskipun sunnah, sangat dianjurkan terutama bagi yang mampu untuk melaksanakan perintah yang diberikan Allah SWT.

Seperti yang sudah tercantum dalam surah Al-Maidah ayat 27 yang memiliki arti bahwa:

“Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27).

3.   Mencontoh Teladan Nabi Ibrahim AS

Manfaat qurban atas nama orang tua berikutnya yaitu sebagai upaya untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim AS. Seperti yang diketahui, perintah melakukan ibadah qurban ini awalnya ditujukan khusus untuk Nabi Ibrahim AS.

Kisahnya membuktikan ketaatan tertinggi, yaitu taat kepada Allah SWT dan tidak melanggar perintahnya. Semua hal yang dimiliki di dunia ini hanyalah bersifat sementara dan tidak akan pernah bisa dibawa sampai mati.

Bahkan bisa saja hilang sewaktu-waktu dan diambil kembali oleh SWT. Selama masih memilikinya, maka sudah seharusnya dimanfaatkan dengan baik dan tidak meninggalkan ibadah.

Artikel lainnya:    Apakah Boleh Berkurban dengan Biaya Hutang?

4.   Mendapat Keberkahan

Memiliki harta berlebih merupakan kenikmatan tersendiri yang belum bisa didapat oleh semua orang. Islam mengajarkan bahwa rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia hanyalah sebuah titipan. Titipan tersebut diwajibkan untuk diberikan kepada orang lain terutama yang membutuhkan.

Hal tersebut karena rezeki yang dimiliki terdapat hak dari saudara muslim lainnya yang tidak mampu. Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur ini dapat dilakukan dengan menyiapkan hewan untuk berkurban.

Tanpa disadari, rasa syukur akan membuat hidup semakin berkah dan terhindar dari berbagai penyakit hati. Apabila jiwa dan hati sudah tenang, tentu semakin mudah untuk menjalani hidup yang lebih baik nantinya.

5.   Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT

Dalam sebuah buku berjudul Panduan Qurban, Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa menyembelih hewan qurban merupakan amal saleh. Amal saleh ini paling dicintai oleh SWT dan memiliki keutamaan yang besar.

Aisyah RA dalam suatu riwayat menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

 “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirnya darah (kurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya,” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah, sebagian ulama mengatakannya dhaif).

Sebagian ulama menyebutkan bahwa hadits tersebut lemah, namun tidak menghilangkan keutamaan dalam berkurban.Syaikhul Islam juga memberikan penjelasan dalam kitab Majmu’ Fatwa bahkan keutamaan berqurban lebih utama dibandingkan sedekah.

6.   Bekal di Hari Kiamat Kelak

Berqurban seringkali dimaknai sebagai bekal yang akan dibawa pada hari akhir. Pahala yang didapatkan sangat melimpah karena sudah mau untuk beribadah dan berbagi kepada sesama.

Orang yang menerima daging qurban akan memberikan doa terbaik bagi yang sudah berqurban. Bagi yang ikhlas, Allah akan memberikan pertolongan di hari kelas atas ibadah qurban yang dilakukannya. Hewan yang dijadikan qurban tersebut akan membawanya masuk ke surganya Allah SWT.

Seperti yang sudah tercantum dalam sebuah hadits Ibnu Majah dan Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Kurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu.” (HR.Al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Yuk Kirim Pahala Qurban untuk Orang Tua

Memang banyak sekali keutamaan dan manfaat qurban yang dilaksanakan setiap tahunnya. Jika Anda memiliki niat untuk melaksanakan ibadah qurban di tahun ini, maka bisa langsung diamalkan tanpa ditunda lagi.

Yatim mandiri akan membantu Anda dengan menyediakan hewan yang bisa dipilih sesuai keinginan. Beberapa diantaranya adalah domba, kambing, dan sapi yang memiliki kualitas unggulan dengan harga terjangkau.

Qurban atas nama orang tua di Yatim Mandiri diambil dari peternak lokal sehingga bisa membantu masyarakat. Penyaluran daging qurban akan dilakukan secara merata di daerah tertentu dan berada di tangan tepat. Yuk, kirim pahala qurban untuk orang tua melalui https://qurban.yatimmandiri.org/.

 

 

 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.