Ibu Menyusui Bayar Fidyah atau Qadha? Ini Jawabannya

Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha? Pertanyaan ini sering sekali diajukan meskipun sudah sering dijelaskan dalam berbagai kajian Islam. 


Ibu yang hamil dan menyusui merupakan golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa.

Namun, mereka harus membayarnya karena dianggap memiliki hutang puasa. Lalu untuk melunasinya, ibu menyusui bayar fidyah atau qadha?

Pertanyaan tersebut tentu saja sangat penting. Pasalnya, tidak banyak orang tahu bagaimana untuk melunasi hutang puasa bagi ibu hamil dan menyusui yang tidak dalam kondisi baik untuk melaksanakan puasa wajib.

Ibu Menyusui Bayar Fidyah atau Qadha?

Masalah mengenai pelunasan hutang puasa untuk ibu hamil dan menyusui pada dasarnya sudah sering dijelaskan dalam berbagai kajian ilmu.

Namun, ternyata masih ada yang memiliki pertanyaan mengenai hal tersebut.

Ternyata ada beberapa pendapat dari para ulama yang menjelaskan mengenai pelunasan hutang puasa oleh ibu hamil dan menyusui dan disebut dengan qadha secara khusus.

Berikut ini adalah empat pandangan mengenai pelunasan hutang ibu hamil dan menyusui:

1.   Kelompok Ulama yang Wajib Qadha dan Fidyah Sekaligus

Pandangan yang pertama adalah kelompok ulama Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafii.

Mereka memiliki pendapat bahwa ibu yang hamil dan menyusui boleh untuk tidak mengikuti puasa jika mengkhawatirkan keselamatan dari ibunya dan si bayi.

Namun untuk melunasi hutang puasa tersebut, kelompok ulama ini memiliki pendapat bahwa ibu yang hamil dan menyusui wajib untuk melaksanakan qadha puasa atau membayar fidyah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

2.   Kelompok Ulama yang Wajib Fidyah Tanpa Qadha

Yang kedua adalah pandangan dari beberapa sahabat Nabi, yaitu Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umair.

Mereka berpendapat bahwa jika sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti qadha, maka membayar fidyah saja.

3.   Kelompok Ulama yang Wajib Qadha Tanpa Fidyah

Selanjutnya, ada pendapat dari beberapa mayoritas ulama yang menyatakan bahwa Ibu hamil dan menyusui yang tidak mengikuti puasa wajib untuk melaksanakan qadha saja dan tidak perlu membayar fidyah.

4.   Kelompok Ulama yang Tidak Qadha dan Tidak Fidyah

Selain itu, ada pula beberapa pendapat ulama yang mengatakan bahwa ibu yang hamil dan menyusui tidak harus membayar fidyah atau juga melaksanakan qadha puasa.

Pendapat ulama ini mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui yang ada pada bulan Ramadhan adalah rahmat yang berikan oleh Allah SWT.

Sehingga tidak diwajibkan untuk menjalankan qadha atau fidyah, tetapi akan lebih baik untuk tetap bersedekah dengan memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai bentuk syukur dan membantu sesama.

Pendapat Ulama Mana yang Harus Diikuti?

Lalu, pendapat mana yang harus diikuti mengenai Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha?

Hal tersebut tergantung dari kondisi ibu yang sedang hamil atau menyusui.

Jika merasa bahwa kondisi sedang tidak baik, maka tidak diwajibkan untuk qadha tetapi membayar fidyah dengan ukuran satu mud saja.

Hal ini juga menjadi keutamaan bagi ibu-ibu yang merasa sering sekali hamil saat bulan Ramadhan dianjurkan untuk membayar fidyah saja.

Namun jika dirasa hamil jarang sehingga ada kesempatan untuk melakukan qadha puasa saja.

Tentang Qadha Puasa

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat muslim. Jadi jika dirasa memiliki hutang puasa, maka harus membayarnya dengan melakukan qadha puasa.

Salah satunya yang harus mengganti puasa adalah ibu menyusui dan hamil. Ibu menyusui dan sedang hamil memang diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa.

Untuk menggantinya, ibu menyusui bayar fidyah atau qadha?

Jika memilih untuk membayar qadha, maka harus melaksanakan ibadah puasa Ramadhan di lain waktu saat kondisi sudah memungkinkan.

Qadha puasa dilakukan sama dengan puasa Ramadhan. Hanya saja waktu untuk melaksanakannya adalah di bulan Ramadhan, hari raya, dan sebelum bulan Ramadhan berikutnya datang.

Jadi masih ada waktu untuk bisa melaksanakan qadha sesuai dengan kondisi.

Tata Cara Qadha Puasa

Untuk melaksanakan puasa qadha, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Jika dirasa masih belum tahu bagaimana tata cara qadha puasa adalah sebagai berikut:

  1. Saat memiliki hutang puasa biasanya ditinggalkan dengan berurutan. Tetapi untuk melakukan qadha puasa, bisa dilakukan dengan selang-seling. Namun, akan sangat dianjurkan untuk melakukan puasa qadha secara berurutan.
  2. Melakukan puasa qadha dengan jumlah puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Jadi jika meninggalkan puasa Ramadhan untuk lima hari, maka puasa qadha yang harus dilaksanakan juga lima hari.
  3. Mengucapkan niat melaksanakan puasa qadha dengan ikhlas dan benar dalam hati. Pembacaan niat dilakukan pada malam hari sebelum melaksanakan qadha puasa untuk keesokan harinya.
  4. Jika jumlah puasa yang ditinggalkan lupa maka jumlah puasa qadha yang dijalankan pilih yang paling banyak. 

Hal ini bertujuan agar nantinya puasa qadha yang dijalankan dapat memberikan ketenangan dan tidak akan memberikan kekhawatiran jika kurang dalam melaksanakan qadha puasa.

  1. Saat menjalankan puasa qadha akan lebih baik untuk mengisi waktu luang dengan beribadah. Hal ini juga sama saja dilakukan saat menjalankan puasa Ramadhan.
  2. Membaca doa untuk buka puasa qadha.

Tips Agar Puasa Qadha Lancar

Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha? Ini merupakan suatu pilihan tergantung mana yang bisa dijalankan.

Jika dirasa bisa melaksanakannya dengan qadha, maka laksanakan sesuai dengan tata cara yang telah disampaikan di atas.

Untuk menjalankan puasa qadha dengan lebih tenang dan lancar, berikut ini ada beberapa tips agar bisa melaksanakan puasa qadha jadi lebih baik:

1.   Tidak Makan Terlalu Banyak dan Sedikit Demi Sedikit

Sebagai seorang ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan asupan gizi yang harus seimbang.

Hal ini tentu saja untuk menjaga agar kesehatan bayi dan ibu tetap terjaga dengan baik.

Namun jika ibu ingin melaksanakan qadha pada saat masih menyusui, akan lebih baik untuk menjaga gizi yang dimakan.

Jadi jangan terlalu banyak makan makanan yang tidak mengandung gizi yang dibutuhkan.

Makanlah pada saat sahur dan buka dengan porsi makan yang tidak berlebihan, tetapi sudah mengandung zat gizi yang dibutuhkan.

2.   Menjaga Agar Tetap Terhidrasi dengan Baik

Seorang yang sedang menjalankan puasa qadha juga membutuhkan asupan cair yang baik.

Oleh karena itu, pastikan untuk meminum air yang cukup pada saat sahur dan buka puasa agar tubuh tidak kurang air dan terhidrasi dengan cukup baik.

3.   Mengonsumsi Protein yang Cukup

Seorang yang sedang menjalankan puasa juga harus menjaga asupan protein dalam tubuh dengan baik.

Agar nantinya tubuh tidak akan kekurangan kalori atau kehilangan otot ketika menjalankan puasa.

Pastikan bahwa protein yang dibutuhkan terdapat dalam makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur.

4.   Melakukan Olahraga Ringan

Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha? Ibu menyusui lalu memilih untuk puasa qadha juga harus mempertimbangkan kondisi kesehatan mereka.

Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga ringan pada saat menjalankan qadha puasa.

Olahraga ringan saat berpuasa akan menjaga tubuh jadi tetap segar dan tidak akan mudah terkena penyakit.

Namun jika dirasa tubuh masih kurang fit dan tidak kuat, maka tidak perlu dipaksakan untuk berolahraga hanya cukup beristirahat saja.

5.   Tidak Makan Berlebihan Saat Berbuka

Saat menjalankan puasa qadha sebaiknya juga atur pola makan sahur dan buka. Jangan merasa kalap saat sudah waktunya buka sehingga makan berlebihan.

Hal ini tentu akan menyebabkan rasa kembung dan lelah sehingga membuat badan jadi tidak enak.

Pastikan untuk melaksanakan puasa dengan makan yang sesuai dengan porsinya serta gizi yang dibutuhkan terpenuhi.

6.   Menjalankan Rutinitas Seperti Biasa

Jangan membuat alasan untuk tidak mengikuti kegiatan hanya karena sedang puasa qadha. Hal ini akan membuat tubuh jadi lebih mudah lemas dan sulit bergerak.

Maka dari itu, lakukan rutinitas puasa yang sama seperti hari biasa saat menjalankan puasa qadha.

Membayar Fidyah

Jika memilih untuk membayar fidyah, lebih baik pahami terlebih dahulu apa itu fidyah dan bagaimana untuk membayarnya.

Fidyah sendiri merupakan pelunasan hutang puasa yang dilakukan bagi mereka yang tidak bisa menjalankan qadha puasa

Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha? Jika memilih untuk membayar fidyah, bisa dengan mengikuti beberapa aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Ukuran Membayar Fidyah

Membayar fidyah ada beberapa ukuran yang bisa diikuti. Menurut beberapa ulama ada tiga ukuran dalam membayar fidyah.

Berikut ini adalah pendapat ukuran pembayaran fidyah yang dapat diikuti oleh umat muslim:

1.   Satu Mud

Ukuran yang pertama adalah satu mud atau setara dengan telapak tangan dewasa.

Pembayarannya ini juga setara dengan satu porsi makanan siap saji yang bisa membuat kenyang satu orang fakir miskin.

Pembayaran fidyah bisa juga diberikan dalam bentuk makanan pokok atau uang.

Zaman Nabi, makanan pokok yang digunakan adalah kurma. Dengan begitu, ukurannya adalah satu mud kurma.

Namun di berbagai negara kurma tidak digunakan menjadi makanan pokok sehingga bisa dipilih saja makanan pokok dari berbagai negara.

2.   Dua Mud

Sedangkan ukuran yang kedua adalah dua mud atau setara dengan memberikan menu makan siang dan malam untuk satu orang fakir miskin hingga kenyang.

Jika diukur, dua mud setara dengan 1,5 kg beras atau gandum.

Pemberiannya bisa dalam bentuk bahan makanan pokok atau uang yang memiliki jumlah setara dengan 1,5 kg beras di daerah masing-masing.

3.   Satu Sha’

Zaman Nabi, pembayaran fidyah juga bisa dilakukan dengan memberikan satu sha’ kurma atau setara dengan empat mud. Jika diukur, satu sha’ sama saja dengan 2,75 liter beras atau setara dengan pembayaran zakat fitrah.

Jadi jika ingin memberikan fidyah dengan ukuran satu sha’ bisa dengan beras yang telah ditimbang segitu atau dengan uang yang setara jumlahnya dengan harga dari beras zakat fitrah pada saat itu di daerah masing-masing.

Kapan Waktu Membayar Fidyah?

Pembayaran fidyah berbeda dengan membayar qadha yang dilakukan dalam waktu di luar bulan Ramadhan dan hari raya.

Pembayaran fidyah dapat dilakukan mulai dari awal bulan Ramadhan, dimana harus tidak melaksanakan puasa terlebih dahulu.

Jadi membayar fidyah dapat dilakukan di malam hari setiap hari yang ditinggalkan atau secara langsung sekaligus di malam hari terakhir bulan Ramadhan.

Hal tersebut bebas dilakukan tergantung dari kesiapan dan kemampuan masing-masing.

Ibu menyusui bayar fidyah atau qadha? Pastikan untuk tetap menjalankan ibadah yang dianjurkan.

Bagi siapa saja yang ingin melakukan kegiatan dengan cara bersedekah, bisa memanfaatkan Yayasan Yatim Mandiri yang merupakan badan amal terpercaya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top