Mojokerto, YM News – Yatim Mandiri Mojokerto terus menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Program Rumah Eceng Gondok di Desa Tempuran. Program ini menjadi langkah nyata untuk mengolah eceng gondok yang selama ini dipandang sebagai gulma sungai menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui Rumah Eceng Gondok, Yatim Mandiri Mojokerto mendorong masyarakat untuk melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai peluang pemberdayaan. Salah satunya melalui pengolahan eceng gondok menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai. Selain membantu menjaga lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi secara mandiri.
Namun, pemberdayaan melalui Rumah Eceng Gondok Mojokerto tidak berhenti pada pembuatan kerajinan. Ke depan, program ini dirancang untuk berkembang dengan berbagai kegiatan produktif lainnya. Beberapa di antaranya adalah pembuatan baglog untuk budidaya jamur tiram, pengolahan eceng gondok menjadi briket, serta pembuatan pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan tanaman.

“Rumah Eceng Gondok ini kami harapkan tidak hanya menjadi tempat untuk mengolah eceng gondok, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan berbagai potensi yang ada. Semoga ke depan semakin banyak inovasi yang lahir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tempuran,” ujar tim Yatim Mandiri Mojokerto.
Inovasi pemberdayaan ini menjadi bagian dari ikhtiar Yatim Mandiri untuk membangun kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Program Rumah Eceng Gondok diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu program unggulan Desa Tempuran yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Yatim Mandiri mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung tumbuhnya berbagai inovasi kebaikan di tengah masyarakat. Semoga Rumah Eceng Gondok dapat terus berkembang, melahirkan kegiatan-kegiatan produktif, dan menjadi inspirasi bahwa sesuatu yang sederhana di sekitar kita dapat diolah menjadi sumber manfaat. Mari bersama menghadirkan kemandirian melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.
Foto dan narasi: Jeni Rahmat









