Bojonegoro, YM News – Yatim Mandiri Bojonegoro kembali menggelar pertemuan rutin bulanan Program Bunda BISA pada Rabu, (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Yatim Mandiri Bojonegoro ini diikuti oleh seluruh anggota Kelompok Usaha Bunda BISA sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas produk usaha binaan.
Pada pertemuan kali ini, agenda utama yang dibahas adalah revisi resep dasar kripik jagung serta uji coba beberapa varian resep baru. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan mutu rasa, tekstur, dan daya saing produk agar semakin diminati konsumen serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kegiatan diawali dengan evaluasi hasil produksi bulan sebelumnya. Para peserta bersama-sama meninjau berbagai aspek kualitas produk, mulai dari tingkat kegurihan, ketebalan irisan, hingga daya renyah kripik jagung. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan perbaikan dan inovasi yang perlu diterapkan pada proses produksi berikutnya.

Setelah sesi diskusi, para bunda binaan langsung mempraktikkan berbagai penyesuaian pada resep dasar. Mulai dari komposisi bumbu, waktu penggorengan, hingga teknik pengeringan diuji secara langsung untuk mendapatkan hasil produk yang lebih konsisten dan berkualitas. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh semangat kebersamaan, serta diwarnai antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Koordinator Program Bunda BISA Yatim Mandiri Bojonegoro menyampaikan bahwa inovasi produk merupakan langkah penting dalam pengembangan usaha kelompok. “Melalui evaluasi dan uji coba resep ini, kami berharap dapat menghasilkan standar resep baku yang mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing kripik jagung Bunda BISA di pasaran,” ujarnya.
Diharapkan hasil revisi dan uji coba yang dilakukan dapat segera ditetapkan sebagai resep baku produksi. Dengan demikian, produk kripik jagung Bunda BISA semakin siap menembus pasar retail yang lebih luas serta memenuhi standar perizinan P-IRT dan sertifikasi halal. Yatim Mandiri Bojonegoro terus berkomitmen mendampingi para bunda binaan agar semakin mandiri secara ekonomi dan mampu menghadirkan produk unggulan yang bernilai manfaat bagi masyarakat.
Foto dan narasi: Nur Alim









