Yatim Mandiri Mojokerto Kembangkan Inovasi Rumah Eceng Gondok untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Tempuran
- account_circle Ika Faztin Cahyanti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mojokerto, YM News – Yatim Mandiri Mojokerto bersama para relawan terus menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program Rumah Eceng Gondok. Program ini menjadi langkah awal dalam mengolah tanaman eceng gondok yang tumbuh di sungai menjadi bahan baku kerajinan dan baglog. Melalui inovasi ini, Yatim Mandiri berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Tempuran.
Dalam pelaksanaannya pada Sabtu (10/10/2026), tim Yatim Mandiri Mojokerto bersama relawan melakukan pengambilan eceng gondok secara langsung dari sungai. Dengan memanfaatkan peralatan seadanya, tim berhasil mengumpulkan satu mobil Tossa penuh eceng gondok untuk dijadikan bahan uji coba. Hasil pengumpulan tersebut selanjutnya akan melalui proses pengeringan selama kurang lebih 14 hari sebelum diolah menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai guna.
Proses pengambilan eceng gondok bukan tanpa tantangan. Kondisi sungai yang cukup dalam membuat proses pengumpulan tanaman ini membutuhkan kehati-hatian dan upaya ekstra. Meski demikian, keterbatasan peralatan tidak menyurutkan semangat tim untuk menjalankan ikhtiar awal program Rumah Eceng Gondok. Kebersamaan antara Yatim Mandiri Mojokerto dan para relawan menjadi bagian penting dalam mewujudkan inovasi pemberdayaan tersebut.

Proses sortir dan pengeringan tanaman eceng gondok.
“Tidak ada proses yang mudah untuk menghasilkan karya yang indah. Dari ikhtiar kecil yang dilakukan bersama ini, kami berharap eceng gondok yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan yang menggambarkan semangat program Rumah Eceng Gondok. Langkah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memulai perubahan dan menghadirkan peluang kebaikan.
Ke depan, program Rumah Eceng Gondok diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pengolahan eceng gondok menjadi bahan kerajinan dan baglog berpotensi membuka peluang pemanfaatan sumber daya di sekitar desa secara lebih produktif. Melalui proses uji coba ini, Yatim Mandiri Mojokerto berikhtiar membangun program yang berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian masyarakat Desa Tempuran.
Yatim Mandiri Mojokerto menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang telah terlibat dalam proses pengambilan eceng gondok hingga tahap persiapan bahan baku. Semoga ikhtiar melalui Rumah Eceng Gondok ini menjadi langkah awal lahirnya inovasi yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Yatim Mandiri terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menumbuhkan kepedulian, tetapi juga membuka jalan menuju masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.
Foto dan narasi: Jeni Rahmat
- Penulis: Ika Faztin Cahyanti

Saat ini belum ada komentar