UNS dan Yatim Mandiri Ngawi Hadirkan Alat Pengering Padi untuk Tingkatkan Kualitas Panen

Ngawi, YM News – Sektor pertanian di Kabupaten Ngawi kembali mendapat dorongan teknologi segar melalui aksi nyata dunia akademik dan lembaga sosial. Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri berkolaborasi meluncurkan inovasi Alat Pengering Padi Hybrid serta menggelar pelatihan intensif pupuk organik. Langkah strategis ini dirancang khusus untuk mendongkrak produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian lokal.

Aksi pengabdian masyarakat tersebut berlangsung pada Jum’at sore, (3/7/2026). Penyaluran inovasi dan edukasi ini dipusatkan di kediaman Bapak Suwadi, yang berlokasi di RT 04, RW 08, Dusun Konten, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. 

Guna memastikan hasil panen padi organik nantinya memiliki nilai jual yang tinggi, tim pengabdian juga memberikan bantuan alat hilir berupa Alat Pengering Padi Hybrid. Alat berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) ini dirancang khusus untuk memecahkan problem klasik pasca-panen petani Dusun Konten, yakni tingginya kadar air gabah saat musim pancaroba.

 

Keunggulan Alat Pengering Padi Hybrid

Beberapa keunggulan alat pengering padi ini meliputi; Sumber Energi Ganda (Sistem Hybrid), alat ini mengombinasikan pemanfaatan panas matahari dan elemen pemanas buatan. Ketika cuaca mendung atau hujan deras, proses pengeringan gabah tetap bisa berjalan konvensional di dalam mesin tanpa bergantung pada cuaca luar.

Efisiensi Kerja Kelompok Tani, proses pengeringan menggunakan alat pengering padi ini terbukti menghemat waktu hingga 40% jika dibandingkan dengan metode menjemur padi tradisional di pelataran rumah atau pinggir jalan raya yang memakan ruang besar.

Peningkatan Kualitas Rendemen Padi, suhu pengeringan yang stabil dan terkontrol mencegah butir gabah pecah saat digiling. Hasilnya, kualitas beras menjadi lebih bersih, utuh, dan memiliki nilai jual premium di pasaran. Harapan keberlanjutan Pertanian Mandiri di Desa Tawun melalui penggabungan dua program fundamental ini, restorasi tanah lewat pupuk organik dan modernisasi pasca-panen dengan alat pengering padi, harapannya Kelompok Tani Margo Rukun diharapkan mampu menjadi contoh sukses bagi dusun-dusun sekitarnya.

Edukasi yang diberikan diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mengolah limbah peternakan sapi dan kambing di sekitar Desa Tawun menjadi kompos bernilai ekonomi. Dengan demikian, rantai pasok pertanian mandiri yang ramah kantong dan ramah lingkungan dapat tercipta seutuhnya di Kabupaten Ngawi.

“Kami berharap modal ilmu dari Ibu Dosen dan alat pengering dari UNS-Yatim Mandiri ini dirawat bersama secara swadaya. Semoga hasil bumi Desa Tawun melimpah, tanahnya subur kembali, dan produktivitas petani terus meroket hingga masa depan,” pungkas perwakilan panitia pelaksana.

Foto dan narasi: Supriyatno

Bagikan Artikel Ini :

Tinggalkan komentar


Mau Bantu Saudara yang Terdampak Bencana? Donasi sekarang untuk bantu penyintas banjir Sumatra!