Jakarta, YM News – Semangat pemberdayaan ekonomi kembali tumbuh di kalangan peserta Program Bunda Bisa Duren Sawit. Pada Jumat, (29/5/2026) dan Rabu, (24/6/2026) kegiatan Pembinaan Bunda Bisa Duren Sawit sukses dilaksanakan di Swara Hijau Farm, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebanyak 15 peserta mengikuti rangkaian pembinaan yang difokuskan pada perencanaan dan penentuan produk unggulan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh antusias dan kolaboratif. Para peserta diajak untuk menggali berbagai ide serta menuangkan inspirasi terkait produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Melalui sesi diskusi kelompok, para bunda turut menganalisis peluang pasar lokal dan mempertimbangkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu diproduksi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi berbagi pengalaman dan penyusunan konsep usaha. Dalam sesi tersebut, para bunda berdiskusi mengenai gambaran teknis proses produksi, kebutuhan bahan baku, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan peserta dalam mengelola usaha produktif secara mandiri.
Hasil dari proses musyawarah dan diskusi bersama menghasilkan kesepakatan untuk menjadikan abon lele sebagai produk unggulan Bunda Bisa Duren Sawit. Produk ini dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang baik, nilai tambah yang tinggi, serta bahan baku yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. Selain abon lele, peserta juga merencanakan pengembangan produk pendamping berupa keripik bayam dan siomak sebagai variasi produk yang dapat memperluas jangkauan pasar.

“Abon lele dipilih karena bahan bakunya tersedia di sekitar kami dan proses produksinya memungkinkan untuk dikerjakan bersama. Kami berharap produk ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar Deni Ramadhan, Kepala Cabang Yatim Mandiri Jakarta.
Pemilihan produk tersebut selaras dengan potensi pemberdayaan yang telah berkembang di kawasan Duren Sawit, khususnya melalui budidaya ikan lele dan nila serta penanaman sayuran seperti bayam dan siomak. Potensi lokal ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan antara sektor budidaya dan pengolahan hasil panen. Dengan adanya produk unggulan yang berbasis pada sumber daya setempat, Program Bunda Bisa Duren Sawit diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para bunda binaan.
Foto dan Narasi: Fauzi Kurniawan









