Ngawi, YM News – Program Bunda BISA Yatim Mandiri Ngawi terus menghadirkan langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan. Pada rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026, para peserta tidak hanya memproduksi produk unggulan, tetapi juga mendapatkan kesempatan memperkenalkan hasil usahanya kepada masyarakat melalui Festival Muharram Dolanan Tradisional di Pasar Djadoel Tawun, Ngawi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk binaan.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (27/6/2026) dengan proses produksi dan pengemasan dua produk baru, yaitu Kripik Tempe dan Rengginang. Para Bunda BISA terlibat secara aktif mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk agar memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan. Pendampingan yang dilakukan bertujuan meningkatkan keterampilan produksi sekaligus membangun semangat kewirausahaan di kalangan para peserta.
Keesokan harinya, Ahad, (28/6/2026), produk-produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dalam Festival Muharram Dolanan Tradisional yang diselenggarakan di Pasar Djadoel Tawun, Ngawi. Momentum ini dimanfaatkan oleh para Bunda BISA untuk memasarkan produk kepada para pelancong, tamu undangan, dan pengunjung festival. Antusiasme masyarakat terhadap produk lokal binaan Yatim Mandiri menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi usahanya.

Pendamping Program Bunda BISA Yatim Mandiri Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses belajar yang berkelanjutan bagi para peserta. “Kami ingin para bunda tidak hanya mampu memproduksi makanan berkualitas, tetapi juga memiliki keberanian untuk memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk memperluas pasar dan semakin menguatkan semangat kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Melalui program pemberdayaan ini, Yatim Mandiri terus mendampingi para bunda agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran. Kehadiran produk Kripik Tempe dan Rengginang menjadi bukti bahwa proses pendampingan mampu melahirkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Yatim Mandiri berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Program Bunda BISA Yatim Mandiri Ngawi, semangat kemandirian terus ditumbuhkan agar para bunda mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh, produktif, dan berdaya saing. Diharapkan, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi awal lahirnya usaha-usaha mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya.
Foto dan narasi: Supriyatno









