Solo, YM News – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo dan Sukoharjo selama kurang lebih delapan jam pada Rabu, (15/4/2026) kemarin menyebabkan banjir di sejumlah titik. Air meluap dan merendam pemukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan, sehingga memaksa banyak keluarga mengungsi demi menjaga keselamatan.
Banjir Solo dan Sukoharjo ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga menghadirkan ujian berat bagi masyarakat, terutama anak-anak yatim dan dhuafa. Banyak dari mereka harus kehilangan kenyamanan tempat tinggal, bahkan terhenti dari aktivitas belajar sehari-hari akibat kondisi darurat yang terjadi.
Melalui live report yang disampaikan, Yatim Mandiri mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi saksi atas musibah ini, tetapi juga turut bergerak memberikan bantuan. Kepedulian bersama diharapkan mampu meringankan beban para korban yang saat ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Di balik setiap genangan, ada harapan yang sedang diuji. Ada anak-anak yang kehilangan kenyamanan, dan ada keluarga yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar perwakilan Yatim Mandiri dalam laporannya. Ajakan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial sangat dibutuhkan dalam situasi bencana.
Yatim Mandiri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sahabat dermawan yang telah mengamanahkan zakat dan sedekahnya. “Setiap paket bantuan yang diberikan adalah senyum abadi bagi mereka yang menerimanya. Dukungan ini sangat berarti dalam membantu pemenuhan kebutuhan darurat para korban,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, Yatim Mandiri mengajak masyarakat untuk terus memperkuat doa dan aksi nyata. Donasi yang disalurkan akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan darurat, distribusi logistik, serta pemulihan pasca bencana. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang mengalir dan menghadirkan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Solo dan Sukoharjo.
Foto dan narasi: Ahhmad Burhan Farid









