10 Ciri Rezeki Berkah: Agar Harta Kamu Jauh dari Riba dan Dosa

ciri-rezeki-berkah-potret-bahagia-pria-muslim-indonesia-memegang-uang

Setiap orang tentu menginginkan rezeki yang berkah. Sebenarnya apa yang membedakan rezeki yang banyak dan rezeki yang berkah? Rezeki berkah adalah harta atau nikmat yang kamu terima, baik sedikit maupun banyak, yang mampu mendatangkan ketenangan hati, membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, serta selalu mendekatkan kamu kepada Allah SWT.

Bahkan, rezeki yang berkah menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih tenang dan jauh dari kecemasan duniawi. Selain itu, rezeki berkah juga memastikan bahwa setiap langkah hidup yang kamu ambil selalu berada dalam keridaan-Nya.

Sebaliknya, rezeki yang hanya banyak tapi tidak berkah justru seringkali membuat hati gelisah, mudah terjerumus pada kemaksiatan, dan tidak pernah merasa cukup. Kamu akan selalu merasa kekurangan, seolah-olah berapapun uang yang masuk, uang itu akan cepat habis tanpa meninggalkan manfaat yang berarti.

Untuk memastikan bahwa rezeki yang kamu dapatkan adalah rezeki yang berkah, ada baiknya kamu kenali ciri-ciri utamanya agar harta kamu senantiasa suci dari riba dan dosa.

Apa yang Membuat Rezeki Kamu Tidak Berkah?

Seringkali, rezeki menjadi tidak berkah karena dua hal utama: sumbernya yang bermasalah atau cara menggunakannya yang salah. Pertama, rezeki yang didapat dari sumber haram, seperti praktik riba, penipuan, mencurangi timbangan, atau korupsi, otomatis akan menghilangkan seluruh keberkahannya.

Selain itu, meskipun sumbernya halal, jika kamu tidak menyukuri dan enggan membersihkannya melalui sedekah atau zakat, maka keberkahan itu akan tercabut perlahan. Padahal, zakat dan sedekah adalah ‘pembersih’ harta yang wajib kamu tunaikan.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang kamu terima adalah harta yang bersih dari segala bentuk keraguan dan keharaman. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari usaha yang baik (halal) kecuali Allah akan menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya…” (HR. Muslim).

Bagaimana Islam Mendefinisikan Rezeki yang Berkah?

Intinya, rezeki berkah adalah rezeki yang terasa cukup (qana’ah), meskipun secara kuantitas mungkin tidak sebanyak milik orang lain. Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta benda yang kamu miliki, melainkan kekayaan jiwa atau qana’ah (merasa cukup) yang tertanam kuat di dalam hati.

Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Muslim). Rezeki yang berkah akan membuat kamu fokus pada manfaat dan kualitas, bukan hanya pada jumlah.

Berikut adalah 10 ciri yang bisa kamu jadikan tolok ukur apakah rezeki yang kamu dapatkan sudah berkah:

1. Rezeki Tumbuh Subur Walau Jumlahnya Sedikit

Rezeki berkah itu bukan hanya tentang angka di rekening. Walaupun angka di rekening sedikit, angka tersebut masih mampu menyelesaikan semua kebutuhan pokokmu, bahkan masih menyisakan untuk berbuat baik seperti menolong orang lain.

2. Mendatangkan Ketenangan dan Kedamaian Hati

Salah satu indikator yang bisa dijadikan rujukan dari rezeki berkah adalah ketenangan. Kamu tidak perlu cemas memikirkan hari esok atau takut hartamu berkurang. Harta tersebut justru dapat membuat kamu damai, karena kamu yakin ia diperoleh dengan cara yang diridai Allah SWT. Sebaliknya, harta riba atau haram selalu membawa kecemasan, rasa bersalah, dan ketakutan kehilangan.

3. Mudah Digunakan untuk Kebaikan dan Amal Jariyah

Rezeki berkah itu seakan memiliki ‘magnet’ untuk melakukan kebaikan seperti beramal saleh. Kamu jadi mudah mengeluarkannya untuk zakat, sedekah, membantu anak yatim, atau bahkan untuk menunaikan kewajiban pengganti ibadah seperti rezeki berkah dengan menunaikan fidyah. Jika hartamu sulit sekali kamu keluarkan untuk kebaikan, perlu dipertanyakan keberkahannya.

4. Menjauhkan Kamu dari Hutang dan Riba

Harta yang berkah menjadi benteng terkuat yang dapat menjauhkan kamu dari jeratan hutang konsumtif dan transaksi yang mengandung riba. Kamu akan merasa lebih baik hidup sederhana daripada bergelimang harta namun didapat dari jalan yang dilarang agama. Ingat, riba menghancurkan keberkahan harta secara total.

5. Mempererat Silaturahmi Keluarga

Rezeki yang berkah tidak hanya memperbaiki keadaan finansialmu, tapi juga kondisi sosialmu. Harta tersebut mendorong kamu untuk berbagi dan menjalin kedekatan dengan kerabat dan tetangga. Ini berbeda dengan harta haram yang seringkali memicu pertengkaran dan memutuskan tali silaturahmi.

6. Membuat Waktu Kamu Lebih Lapang

Di samping itu, rezeki berkah akan membuat pekerjaan dan waktu kamu terasa efisien. Kamu tidak perlu menghabiskan seluruh waktu hanya untuk mengejar dunia, karena Allah telah mencukupkan. Sehingga, kamu punya waktu luang untuk keluarga dan beribadah. Ini adalah berkah waktu, yang lebih berharga dari uang.

7. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Harta yang berkah digunakan sebagai sarana mendukung ibadah. Kamu menjadi lebih semangat sholat tepat waktu, rajin puasa sunnah, dan memiliki niat kuat untuk menunaikan haji atau umrah. Dengan kata lain, rezeki ini menjadi pendorong ketaatan.

8. Anak dan Keluarga Menjadi Lebih Saleh/Salihah

Keberkahan rezeki orang tua memiliki dampak langsung pada moralitas anak-anak. Anak yang dibesarkan dari rezeki halal akan lebih mudah diarahkan pada kebaikan, memiliki akhlak yang mulia, dan menjadi penyejuk hati orang tuanya. Makanan halal yang masuk ke perut anak membentuk karakternya.

9. Mendatangkan Rasa Qana’ah (Merasa Cukup)

Walaupun kamu belum memiliki semua yang kamu inginkan, kamu selalu merasa cukup dan bersyukur atas apa yang ada. Ini adalah puncak dari keberkahan, di mana hati tidak lagi dikuasai oleh ambisi dunia yang tak berujung. Rasa syukur adalah kunci utamanya, karena hal tersebut mendatangkan keberkahan yang berlipat ganda.

10. Menjadi Wasilah Masuk Surga

Pada akhirnya, rezeki berkah adalah bekal yang akan menolong kamu di akhirat. Harta yang kamu gunakan untuk ketaatan, sedekah, dan menjauhi dosa akan menjadi saksi yang membawa kamu menuju Ridha Allah dan Surga-Nya.

Mengapa Rezeki Berkah Penting untuk Keluarga dan Anak?

Perlu ditekankan bahwa rezeki berkah bukan hanya urusan pribadi. Rezeki halal yang kamu berikan kepada keluarga adalah investasi akhirat terbesar. Selain berdampak pada akhlak anak, rezeki halal juga memastikan doa-doa yang kamu panjatkan diterima oleh Allah.

Rasulullah ﷺ pernah menekankan pentingnya makanan halal: “Seorang laki-laki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan badannya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Ya Rabb, Ya Rabb,’ padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim).

Ringkasan

  1. Rezeki berkah didefinisikan sebagai harta atau nikmat yang, terlepas dari kuantitasnya, mampu mendatangkan ketenangan hati, membawa kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang intinya terletak pada kekayaan jiwa (*qana’ah* atau merasa cukup) bukan hanya kekayaan materi.
  2. Keberkahan rezeki akan hilang total jika sumbernya berasal dari jalan yang diharamkan (seperti riba, korupsi, atau penipuan) atau jika individu lalai membersihkan dan mensyukuri harta melalui penunaian zakat dan sedekah.
  3. Ciri-ciri utama rezeki berkah meliputi harta yang terasa cukup walau sedikit, menjauhkan dari jeratan hutang dan riba, mudah digunakan untuk kebaikan dan amal jariyah, serta meningkatkan kualitas ibadah dan ketenangan hati bagi pemiliknya.

Penutup

Intinya, rezeki berkah adalah hadiah dari Allah bagi hamba yang berhati-hati dalam mencari nafkah dan bersungguh-sungguh dalam bersyukur. Jika kamu menemukan ciri-ciri ini dalam hidupmu, berbahagialah! Kamu sudah berada di jalan yang benar untuk menjauhkan hartamu dari riba dan dosa.

Yuk, jaga terus keberkahan harta kita. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara membersihkan harta dan mendapatkan keberkahan, termasuk cara menghitung dan membayar Fidyah untuk membantu sesama, kamu bisa kunjungi donasi.yatimmandiri.org sekarang juga.

Bagikan Artikel Ini :

Picture of Firman Alex Ramadani

Firman Alex Ramadani

Tentang Penulis: Seorang Digital Marketing yang Jago Ngiklan. Instagram @alexf.ramadani

Tinggalkan komentar


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses