Setiap Muslim pasti menyadari bahwa sholat wajib adalah tiang agama, penentu diterima atau tidaknya seluruh amalan kita. Namun, sebagai manusia yang tak luput dari salah, seringkali ada bisikan, kelalaian, atau kesalahan yang menyertai sholat tersebut, membuat hati merasa cemas. Untungnya, Allah SWT memberikan solusi mudah dan ringan: serangkaian amalan yang bisa Kamu lakukan tepat setelah Sholat. Ini adalah mekanisme self-correction harian yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.
Amalan-amalan ringan ini berfungsi sebagai ‘pembersih instan’ yang secara spesifik menghapus dosa-dosa kecil (laghwu) yang mungkin Kamu lakukan antara sholat yang satu dan sholat berikutnya. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan meningkatkan kualitas spiritual Kamu tanpa perlu usaha yang memberatkan. Melaksanakan amalan ini secara rutin adalah kunci untuk menjaga hati tetap bersih dan fokus pada ketaatan. Kamu harus tahu, inti dari rutinitas ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan memaksimalkan potensi sholat Kamu sebagai ibadah yang sempurna. Lalu, apa saja amalan ringan yang sangat dianjurkan Rasulullah ﷺ ini, dan mengapa begitu efektif?
Mengapa Dzikir Setelah Sholat Wajib Punya Kekuatan Ampunan yang Begitu Besar?
Jawabannya: Dzikir adalah benteng terakhir sekaligus jembatan menuju pengampunan Allah, yang mengunci pahala sholat dan menghapus segala kelalaian kecil. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita serangkaian dzikir sebagai bentuk penambal (jabr) bagi kekurangan sholat kita, karena jarang sekali kita menunaikan sholat dengan kekhusyukan 100%. Dzikir setelah sholat wajib, khususnya tasbih, tahmid, dan takbir yang dilakukan secara rutin, memiliki keutamaan luar biasa yang sering luput dari perhatian. Ini karena dzikir adalah bentuk ketaatan tanpa jeda, yang menyambungkan ibadah fardhu dengan kesadaran akan kebesaran Allah.
1. Membaca Istighfar Tiga Kali
Tepat setelah salam, amalan pertama dan wajib adalah membaca “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali. Ini adalah pengakuan tulus atas segala kekurangan dalam sholat yang baru Kamu tunaikan. Ini menunjukkan ‘tawadu‘ (kerendahan hati) dan kesadaran bahwa Kamu butuh ampunan Allah SWT, meskipun Kamu baru saja menyelesaikan ibadah wajib. Istighfar ini berfungsi sebagai ‘penghapus jejak’ atas segala bisikan atau pikiran yang mengganggu khusyuk Kamu.
2. Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33x)
Inilah amalan yang paling masyhur dan berdaya guna sebagai amalan penghapus dosa. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk mengucapkan Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, dan Allahu Akbar 33x. Kemudian ditutup dengan “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir” (sekali).
Keutamaan amalan penghapus dosa ini tercantum jelas. Dalam hadis shahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang mengucapkannya (dzikir lengkap) niscaya akan diampuni dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan.” Tidakkah ini luar biasa? Dengan waktu kurang dari lima menit, Kamu bisa membersihkan diri dari tumpukan dosa-dosa kecil yang terjadi sepanjang hari dan mengklaim janji ampunan yang begitu mudah ini.
3. Membaca Ayat Kursi
Salah satu keutamaan paling hebat dari Ayat Kursi adalah jaminan masuk surga. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasa’i). Ayat Kursi adalah ayat teragung dalam Al-Qur’an dan membacanya setelah sholat mengikat Kamu langsung pada penjagaan Allah SWT.
4. Membaca Tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas)
Membaca surat-surat perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) adalah sunnah yang sangat dianjurkan (mu’awwidzat). Ini berfungsi sebagai perisai dari segala kejahatan, sihir, dan bisikan setan. Lakukan amalan ini tiga kali setiap selesai sholat Maghrib dan Subuh, dan bacalah satu kali setelah sholat wajib lainnya. Membaca ketiga surat ini adalah cara instan untuk memohon hifzh (penjagaan) sepanjang sisa waktu Kamu sebelum sholat berikutnya.
5. Memperbanyak Sholat Sunnah Rawatib
Rasulullah ﷺ menjanjikan, Allah akan membangunkan rumah di surga bagi yang rutin menjaga 12 rakaat Rawatib sehari semalam (dua rakaat sebelum Subuh, empat sebelum dan dua setelah Zuhur, dan dua setelah Maghrib serta Isya). Jangan remehkan kekuatan amalan ini untuk membersihkan catatan Kamu dan menjamin tempat tinggal di surga. Rawatib secara fungsional bekerja sebagai semacam kafarat bagi kelalaian yang mungkin terjadi selama sholat wajib.
Sholat Rawatib (qobliyah dan ba’diyah) adalah penyempurna bagi kekurangan yang terjadi pada sholat fardhu. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat, Allah akan menghitung amalan hamba-Nya. Jika sholat fardhu seseorang kurang sempurna, Allah akan memerintahkan para malaikat: “Lihatlah, apakah hamba-Ku ini memiliki sholat sunnah (Rawatib) untuk menambal kekurangannya?” Ini menegaskan betapa Rawatib adalah penolong utama.
6. Menjaga Wudhu Setelah Sholat
Jika Kamu punya waktu luang dan tidak ada halangan, pertahankan wudhu Kamu. Keutamaan menjaga wudhu tidak hanya membersihkan langkah Kamu menuju masjid berikutnya, tetapi Rasulullah ﷺ bersabda bahwa wudhu yang sempurna dapat menggugurkan dosa-dosa dari anggota tubuh. Mempertahankan kesucian ini memastikan setiap langkah dan aktivitas Kamu tercatat sebagai kebaikan, karena wudhu adalah salah satu kunci utama untuk menggugurkan dosa.
7. Membaca Doa Khusus Pengampunan Dosa
Setelah selesai dzikir, sempatkan waktu untuk berdoa kepada Allah, meminta ampun atas segala dosa yang dilakukan. Contoh ampunan doa yang sangat dianjurkan setelah sholat adalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu). Doa ini adalah penutup yang sempurna untuk menajamkan niat ibadah Kamu dan memastikan bahwa waktu setelah sholat benar-benar Kamu manfaatkan untuk pembersihan diri dan peningkatan kualitas ibadah.
Apakah Amalan Penghapus Dosa Ini Hanya untuk Dosa Kecil Saja?
Inti jawabannya adalah ya, amalan sunnah dan dzikir setelah sholat utamanya berfungsi menghapus dosa-dosa kecil (sayyi’at). Dosa besar (kaba’ir) membutuhkan upaya penebusan yang jauh lebih serius: taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) yang memenuhi syarat (menyesal, berhenti, dan berjanji tidak mengulanginya). Ini adalah perbedaan mendasar dalam sistem memohon ampun dalam Islam.
Bahkan, beberapa kesalahan besar yang terkait dengan pelanggaran syariat spesifik membutuhkan penebusan dalam bentuk kafarat sebagai penghapus dosa yang wajib ditunaikan. Kamu harus paham, dosa besar merusak pondasi iman, sehingga butuh pertobatan yang serius.
Namun, jangan sepelekan keajaiban dzikir ini. Meskipun hanya menghapus dosa kecil, seiring menumpuknya amal saleh ini dapat memperkuat iman Kamu sehingga lebih mudah menghindari dosa besar dan mampu melaksanakan taubat yang sungguh-sungguh jika terjerumus pada kesalahan fatal. Selain itu, jika Kamu melanggar sumpah atau ketentuan syariat lainnya, Kamu memiliki kewajiban menunaikan kafarat sebagai bentuk tanggung jawab syar’i.
Adakah Tips Praktis Agar Selalu Konsisten Melakukan Amalan Ini?
Konsistensi adalah kunci untuk memastikan amalan ini bekerja secara optimal dalam hidup Kamu. Jangan biarkan rutinitas ini hanya menjadi kewajiban lisan. Simak tips berikut ini:
- Jangan Beranjak Cepat: Beri diri Kamu jeda 5-7 menit setelah salam untuk menyelesaikan seluruh rangkaian dzikir. Anggaplah itu sebagai cooling down ibadah dan waktu khusus antara Kamu dan Pencipta.
- Gunakan Jari atau Tasbih Digital: Membantu Kamu menghitung secara akurat agar fokus Kamu tidak terganggu oleh hitungan, melainkan pada makna dzikir.
- Lakukan Bersama Imam: Jika Kamu sholat berjamaah, tunggu imam menyelesaikan dzikirnya. Mengikuti ritme berjamaah seringkali memudahkan kita untuk konsisten dan menghindari tergesa-gesa.
- Pahami Maknanya: Dzikir bukan hanya gerakan lisan. Pahami arti dari Subhanallah dan Alhamdulillah agar dzikir Kamu memiliki kedalaman spiritual dan lebih berkesan di hati.
- Prioritaskan Subuh dan Maghrib: Ingatlah bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan membaca Tiga Qul sebanyak tiga kali pada Subuh dan Maghrib. Prioritaskan dua waktu ini untuk perlindungan harian dan malam.
Kesimpulan: Jangan Sepelekan Amalan Ringan Ini
Kamu lihat, amalan-amalan penghapus dosa ini sangat ringan dan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit setelah sholat. Ini adalah bentuk rahmat Allah yang luar biasa, memberikan kita kesempatan tak terbatas untuk kembali bersih. Kita mungkin tidak bisa menghindari dosa kecil sehari-hari, tetapi kita bisa selalu berusaha menghapusnya segera mungkin dengan rangkaian amalan sunnah ini. Menjaga amalan setelah sholat adalah pertolongan pertama bagi jiwa.
Jika Kamu pernah merasa ibadahmu tidak sempurna, atau bahkan menyadari ada kesalahan besar yang membutuhkan penebusan syar’i, ingatlah bahwa Allah Maha Pengampun dan memberi kita jalan keluar. Selain amalan sunnah, menunaikan Kafarat adalah salah satu mekanisme terbaik untuk membersihkan diri dari kewajiban dan kesalahan yang butuh penebusan secara syar’i.
Penutup
Mari jadikan waktu setelah sholat sebagai momen refleksi dan pembersihan diri seutuhnya. Kamu bisa mencari tahu lebih lanjut bagaimana menunaikan Kafarat dan ikut membersihkan kewajiban syar’i Kamu melalui donasi.yatimmandiri.org, sambil membantu pendidikan dan kehidupan para yatim dhuafa.








