Bersama dengan Universitas Airlangga, Kolaborasi Terbitkan Buku Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga

Surabaya, YM News – Kolaborasi strategis kembali terjalin antara Yatim Mandiri dan Universitas Airlangga (Unair). Kedua lembaga ini tengah menyusun sebuah buku yang membahas pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu tunggal dalam program Bunda Mandiri Sejahtera (BISA). Buku tersebut dirancang sebagai dokumentasi sekaligus refleksi atas praktik pemberdayaan yang telah berjalan lebih dari satu dekade.

Program Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) sendiri merupakan inisiatif yang digagas oleh Yatim Mandiri sejak tahun 2014. Program ini hadir sebagai model pemberdayaan berkelanjutan berbasis keluarga yatim, dengan menempatkan ibu sebagai aktor utama perubahan sosial dan ekonomi di dalam keluarga. Melalui pendekatan ini, peran ibu tidak hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, BISA berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi produktif. Program ini berbasis kelompok bunda yatim, sehingga para binaan dapat saling menguatkan dalam proses belajar dan berusaha. Konsep kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun ketahanan keluarga.

Beragam aktivitas dijalankan dalam program ini, mulai dari pembinaan diniyah dan Al-Qur’an, pembinaan ekonomi, hingga pembinaan parenting. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan, penyaluran bantuan sembako, serta akses modal bergulir untuk mengembangkan usaha. Pendekatan yang komprehensif ini dirancang agar para ibu memiliki fondasi spiritual dan keterampilan praktis secara bersamaan.

Manager Brand Communication M. Dzulfikri dan Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., sebagai salah satu penulis dari buku tersebut saat berfoto bersama

Program BISA tidak hanya merepresentasikan bentuk keberpihakan kepada perempuan, tetapi menjadi bagian krusial dalam strategi jangka panjang Yatim Mandiri untuk membangun kemandirian anak yatim berbasis keluarga. Program ini dirancang sebagai pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam proses pemberdayaan.

Dalam kerangka tersebut, para ibu dari anak-anak yatim diposisikan sebagai aktor kunci perubahan. Pemberdayaan yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan penguatan kapasitas, mentalitas, dan kemandirian ekonomi agar mereka mampu menopang keluarga secara mandiri. Melalui peran sentral ibu, diharapkan terbentuk ekosistem keluarga yatim yang tangguh, berdaya saing, serta memiliki martabat dan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Direktur Utama Laznas Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa buku yang tengah disusun ini memiliki misi edukatif. “Melalui buku ini kami berharap masyarakat dapat mengetahui manfaat luas dana zakat untuk pemberdayaan wanita, khususnya para ibu tunggal,” ujarnya.

Ia menahbahkan bahwa buku ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada publik bahwa dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dioptimalkan untuk program pemberdayaan jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan. “Semoga buku tersebut dapat memberikan manfaat untuk para pembaca,” ungkap Sugeng.

Suasana diskusi antara Yatim Mandiri dan Universitas Airlangga

Guna memastikan kesuksesan kolaborasi tersebut, Yatim Mandiri melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan itu menjadi ajang diskusi dan pematangan konsep buku yang kini masih dalam proses finalisasi. Dalam suasana penuh semangat akademik, kedua pihak membahas substansi, metodologi penulisan, hingga strategi penerbitan.

Pihak Unair menyambut baik kunjungan tersebut Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., salah satu penulis dalam buku ini, menyampaikan optimismenya terhadap proses yang sedang berjalan. Ia menilai kolaborasi antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan tinggi merupakan langkah penting dalam memperkaya literatur pemberdayaan berbasis zakat. “Semoga dari diskusi hari ini, kemudahan dan kelancaran diberikan untuk penerbitan buku tersebut,” tuturnya.

Rencananya, buku ini akan diluncurkan pada 31 Maret 2026, bertepatan dengan peringatan Milad Yatim Mandiri. Momentum tersebut dipilih sebagai simbol komitmen lembaga dalam memperluas dampak program pemberdayaan, sekaligus memperkuat kolaborasi diantara keduanya.

Saat ini, naskah buku masih dalam tahap penyempurnaan akhir. Meski demikian, harapan besar telah disematkan pada karya kolaboratif ini. Lebih dari sekadar buku, publikasi ini diharapkan menjadi inspirasi dan referensi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan program pemberdayaan perempuan berbasis zakat di Indonesia.

 

Bagikan Artikel Ini :

Tinggalkan komentar


Mau Bantu Saudara yang Terdampak Bencana? Donasi sekarang untuk bantu penyintas banjir Sumatra!