{"id":9963,"date":"2025-02-19T10:01:01","date_gmt":"2025-02-19T03:01:01","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=9963"},"modified":"2025-02-19T09:48:33","modified_gmt":"2025-02-19T02:48:33","slug":"cara-menentukan-awal-puasa-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tradisi-menyambut-ramadhan-di-indonesia\/\"><b>tradisi menyambut Ramadan<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya ada sidang isbat untuk menentukan hari pertama puasa. Penasaran, bagaimana cara menentukan awal puasa ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, cara untuk menentukan hari pertama puasa bisa menggunakan 2 metode, yaitu metode rukyatul hilal dan hisab hakiki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya memiliki syarat dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">step-by-step<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berbeda, tapi hasilnya sama-sama sah untuk digunakan sebagai acuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut tentang cara cara menentukan awal puasa Ramadan, simak artikel ini sampai habis, ya!<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengenal Bulan Ramadan<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9965 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Mengenal-Bulan-Ramadan.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Mengenal-Bulan-Ramadan.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Mengenal-Bulan-Ramadan-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramadan adalah salah satu <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/nama-bulan-dalam-kalender-islam\/\"><b>bulan dalam kalender Islam<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, bulan ini adalah bulan di mana seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh, sesuai perintah Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 183.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa, sebagaimana dijwajibkan atas mereka sebelum kamu agar kalian bertaqwa.\u201d (QS Al Baqarah ayat 183).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping puasa, adapun<\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/keistimewaan-bulan-ramadhan\/\"><b> keistimewaan bulan Ramadan<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Terkabulnya Doa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika berpuasa di bulan Ramadan. Doa orang-orang yang berpuasa insyaAllah akan dikabulkan oleh Allah SWT.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Malam Lailatul Qadar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Malam lailatul qadar terjadi di salah satu malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadan. Di malam tersebut, doa akan dikabulkan dan dosa diampuni.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Diturunkannya Alquran<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Ayat-ayat Al-Qur\u2019an diturunkan secara bertahap. Salah satunya di bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan yang disebut sebagai peristiwa Nuzulul Quran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penuh Ampunan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Orang-orang yang menunaikan puasa Ramadan dengan bersungguh-sungguh akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bulan Terbaik untuk Bersedekah:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ramadan adalah bulan terbaik untuk bersedekah. Orang yang bersedekah saat bulan puasa akan mendapat pahala yang berlipat ganda.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9964 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menentukan awal puasa Ramadan biasanya ditentukan dengan dua metode. Berikut ini penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Metode Rukyatul Hilal<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode rukyatul hilal umumnya dipraktikkan oleh Nahdlatul Ulama dan pemerintah Indonesia. Namun, baik NU dan pemerintah juga melakukan hisab hakiki wujudul hilal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, keputusan akhir yang diambil didasarkan pada hasil sidang isbat rukyatul hilal. Dalam artikel yang diterbitkan oleh Baznas, rukyat bermakna melihat dan hilal adalah bulan sabit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dapat dikatakan bahwa, cara menentukan awal puasa Ramadan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menurut metode rukyatul hilal adalah mengamati bulan untuk melihat bulan sabit. Metode ini sesuai dengan QS Al Baqarah ayat 185.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c\u2026 barang siapa melihat bulan itu, hendaklah ia berpuasa.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS Al Baqarah ayat 185)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h4><b>a. Cara Melakukan Rukyatul Hilal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rukyatul hilal dapat dilakukan dengan 3 cara. Cara ini adalah melihat dengan mata telanjang, dengan bantuan teropong, dan dengan memakai alat optik yang terhubung dengan kamera.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Waktu Pelaksanaan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengamatan bulan dilakukan pada saat senja pada hari ke-29 dari bulan yang sedang berjalan. Di Indonesia, pengamatan hilal dilakukan di 101 lokasi yang tersebar di nusantara.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Syarat Hilal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski bulan sabit bisa terlihat saat rukyat, tapi belum tentu puasa Ramadan dilakukan keesokan harinya. Hilal harus memenuhi beberapa syarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat tersebut adalah bulan berada 3 derajat di atas matahari dan elongasi (jarak dari matahari di sisi kanan\/kiri) minimal 6,4 derajat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Ketentuan Hilal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan artikel yang terbit pada website Jabar.Nu.or.id, terdapat empat ketentuan hilal.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hilal di Bawah Ufuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Hilal di bawah ufuk artinya berada di minus 0 derajat. Dengan demikian, istikmal atau penggenapan berlaku dan esok adalah hari ke-30 bulan berjalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hilal Teramati<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Apabila hilal teramati dan memenuhi syarat, maka isbat berlaku. Sehingga, bulan berjalan berumur 29 hari dan esok hari adalah bulan puasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hilal Melebihi Syarat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika posisi hilal melebihi syarat yang ditentukan tapi tidak terlihat di semua wilayah, esok hari belum puasa. Namun, jika hilal ini teramati, esok sudah puasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hilal Sudah Tinggi Tapi Tidak Teramati<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Apabila hilal sudah tinggi tapi tidak teramati atau terukyat, maka esok hari sudah puasa.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menentukan awal puasa Ramadan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang ke-2 adalah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui, metode ini menggunakan perhitungan astronomis untuk menentukan awal bulan Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, pelopor hisab hakiki wujudul hilal adalah Muhammadiyah. Organisasi ini memilih metode tersebut mengacu pada QS Ar Rahman ayat 5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, ayat tersebut bermakna \u201cmatahari dan bulan beredar menurut perhitungan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, menurut buku Pedoman Hisab Muhammadiyah, bulan qomariyah baru dimulai jika pada hari ke-29 bulan berjalan tiga syarat terpenuhi ketika matahari terbenam. Berikut ketiga syarat tersebut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Telah terjadi ijtimak.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ijtimak adalah ketika bulan, matahari, dan bumi berada pada garis bujur yang sama. Salah satu ciri-cirinya adalah terjadi setiap 29,5 hari.<\/span><\/li>\n<li><b>Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam<\/b><\/li>\n<li><b>Saat matahari terbenam, posisi bulan masih ada di atas ufuk.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka esok hari merupakan penggenap bulan atau hari ke-30 dari bulan berjalan. Sehingga, puasa Ramadan dimulai lusa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia penjelasan lengkap tentang bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan. Pakai metode yang manapun, hasilnya tetap sama-sama sah, ya Sahabat!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, baik metode rukyatul hilal ataupun hisab hakiki, keduanya memiliki dasar dan acuan yang jelas. Namun, pemerintah Indonesia biasanya lebih cenderung menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal puasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bicara soal puasa, apakah utang puasa Sahabat dari tahun-tahun sebelumnya sudah lunas? Atau justru ada utang puasa dari 3 tahun lalu yang belum dibayar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada, jangan lupa untuk segera mengqadha-nya, dan bayar fidyahnya juga, ya! Soal fidyah, Sahabat bisa bayar di Yatim Mandiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami adalah lembaga yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, sehingga sudah jelas legalitasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara bayar fidyahnya pun mudah, Sahabat tinggal mengunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/ramadhan.yatimmandiri.org\/bayar-fidyah-mudah\/\"><b>laman fidyah Yatim Mandiri<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kemudian ikuti instruksinya hingga pembayaran berhasil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, tunaikan kewajiban untuk ibadah yang lebih tenang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini. Selain tradisi menyambut Ramadan, biasanya ada sidang isbat untuk menentukan hari pertama puasa. Penasaran, bagaimana cara menentukan awal puasa ini? Singkatnya, cara untuk menentukan hari pertama puasa bisa menggunakan 2 metode, yaitu metode rukyatul hilal &#8230; <a title=\"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":9966,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[986,987,37,35],"class_list":["post-9963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-hilal","tag-hisab","tag-puasa","tag-ramadhan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-19T03:01:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\",\"datePublished\":\"2025-02-19T03:01:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/\"},\"wordCount\":898,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg\",\"keywords\":[\"Hilal\",\"Hisab\",\"puasa\",\"ramadhan\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/\",\"name\":\"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-19T03:01:01+00:00\",\"description\":\"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!","description":"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!","og_description":"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2025-02-19T03:01:01+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!","datePublished":"2025-02-19T03:01:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/"},"wordCount":898,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg","keywords":["Hilal","Hisab","puasa","ramadhan"],"articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/","name":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg","datePublished":"2025-02-19T03:01:01+00:00","description":"Bagaimana cara menentukan awal puasa Ramadan? Awal puasa dapat ditentukan menggunakan 2 cara. Simak penjelasan kedua cara di bawah ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Bagaimana-Cara-Menentukan-Awal-Puasa-Ramadan_-Simak-Disini.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/cara-menentukan-awal-puasa-ramadan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan? Simak Disini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9967,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9963\/revisions\/9967"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}