{"id":9820,"date":"2025-01-17T10:03:37","date_gmt":"2025-01-17T03:03:37","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=9820"},"modified":"2025-01-17T14:50:11","modified_gmt":"2025-01-17T07:50:11","slug":"cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/","title":{"rendered":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tantrum di depan umum memang membuat kepala pening. Itulah kenapa Sahabat perlu mengajarkan anak cara mengelola emosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan emosi yang baik bisa membantu si kecil lebih mudah bergaul dan membaur dengan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun perlu dicatat, <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/mendidik-anak-di-era-digital-menurut-islam\/\"><b>mendidik anak di era <\/b><b><i>digital<\/i><\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">ini mungkin akan sedikit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chalanging, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maka dari itu, metode melatih anak agar bisa mengontrol emosi harus disesuaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, agar anak bisa lebih tenang, selalu berikan afirmasi dan apresiasi atas usahanya. Lebih dari itu, Sahabat juga bisa membatasinya bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, cek informasi selengkapnya di artikel berikut ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Cari Tahu Emosi Anak<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9821 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cari-Tahu-Emosi-Anak.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cari-Tahu-Emosi-Anak.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cari-Tahu-Emosi-Anak-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diibaratkan, anak-anak itu sama saja dengan orang dewasa, hanya saja badannya kecil dengan emosi yang belum stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sama halnya dengan orang dewasa, anak tantrum pasti ada penyebabnya. Umumnya, anak tantrum atau emosi disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelelahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengantuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Frustasi karena tidak bisa menjelaskan keinginannya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin mendapatkan perhatian<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua yang baru punya anak pasti sulit mengenali penyebab tantrumnya si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak apa-apa, seiring berjalannya waktu, Sahabat akan memahami pola dan kepribadian si kecil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9822 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Sahabat bisa mengenali emosi si kecil dan tahu penyebabnya, Sahabat bisa mulai mengajarkan anak untuk mengelola emosinya. Bagaimana caranya? Ini penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Beri Waktu Tenang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengajarkan anak mengelola emosi yang pertama, yaitu beri waktu untuk tenang. Maksudnya, saat anak tantrum, kasih dia waktu untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat yang sama, Sahabat juga bisa menenangkan diri agar tidak terpancing emosi saat menghadapinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, di saat anak tantrum, jangan malah langsung membentaknya, ya! Sebab, <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/bahaya-membentak-anak\/\"><b>membentak si kecil bisa memberikan dampak yang buruk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/a><\/p>\n<h3><b>2. Bantu Anak Mengenali Emosi &amp; Berikan Validasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah situasi lebih tenang, tahapan cara mengajarkan anak untuk mengelola emosi, yaitu bantu ia mengenali emosinya dan beri validasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, anak-anak kesulitan mengenali emosinya sendiri. Jadi, saat ia menangis atau tantrum, Sahabat bisa membantunya untuk mengenali apa yang sedang ia rasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Caranya, Sahabat bisa menanyakan pertanyaan sederhana, seperti \u201cAdek sebel karena tadi mama\/papa masih sibuk?\u201d atau pertanyaan semacamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika si kecil sudah mengiyakan, baru beri validasi dengan memberikan afirmasi, seperti \u201ciya, adek sebel ya, jadinya main sendiri? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak papa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalo adek sebel\u201d dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara semacam ini akan membantu si kecil lebih paham dengan apa yang dia rasakan, dan dia merasa aman karena perasaannya divalidasi.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Tunjukkan Afeksi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara membantu anak mengelola emosi selanjutnya, yaitu tunjukkan afeksi. Maksudnya adalah, jangan semerta-merta memarahi si kecil ketika ia sedang tantrum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Justru sebaliknya, perlakukanlah ia dengan lembut dan berikan afeksi, baik itu melalui pelukan atau lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, si kecil akan merasa lebih aman, dan dia tidak takut untuk mengkomunikasikan apa yang sedang ia rasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, memberi afeksi juga bisa memberikan ketenangan kepada si kecil ketika ia sedang tantrum.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Bantu Anak Mencari Solusi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah anak lebih tenang, apa cara yang harus dilakukan selanjutnya? Di tahap ini, Sahabat bisa membantu si kecil mencari solusi untuk mengatasi emosinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika ia tantrum karena tidak diperhatikan, Sahabat bisa menawarkan solusi untuk bermain bersama selama 20 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perlu diingat bahwa, sebelum memberikan solusi kepada si kecil, Sahabat perlu meminta maaf terlebih dahulu dan jelaskan alasan Sahabat tidak bisa memberikan perhatian kepada si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini diharapkan bisa memberi pengertian kepada si kecil dan membantunya untuk tidak tantrum karena alasan yang sama di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Apresiasi Usaha Anak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengajarkan anak mengelola emosi yang terakhir, yaitu memberikan apresiasi kepada si kecil. Ya, cara ini adalah kunci penting dalam proses pembelajaran si kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, setelah ia bisa mengelola emosi dan menenangkan diri, Sahabat perlu menunjukkan apresiasi, tidak harus berupa barang, Sahabat juga bisa memberikan apresiasi dengan pujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan tentang cara mengajarkan anak mengelola emosi, mulai dari memberi waktu tenang hingga memberi apresiasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dicatat, kunci mendidik anak adalah sabar, karena si kecil perlu waktu untuk mempelajari hal-hal baru. Jadi, jangan sampai tersulut emosi, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana? Apakah informasi di atas membantu Sahabat? Jika Sahabat tertarik untuk mendapatkan informasi lain seputar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, silakan kunjungi <\/span><a href=\"http:\/\/yatimmandiri.org\/blog\"><b>blog Yatim Mandiri<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini! Anak tantrum di depan umum memang membuat kepala pening. Itulah kenapa Sahabat perlu mengajarkan anak cara mengelola emosi. Pengelolaan emosi yang baik bisa membantu si kecil lebih mudah bergaul dan membaur dengan masyarakat. Namun perlu &#8230; <a title=\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":9823,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[136,966,45,967],"class_list":["post-9820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-anak","tag-emosi","tag-orang-tua","tag-tips-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-17T03:03:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-17T07:50:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\",\"datePublished\":\"2025-01-17T03:03:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-17T07:50:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/\"},\"wordCount\":675,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg\",\"keywords\":[\"anak\",\"Emosi\",\"orang tua\",\"Tips Anak\"],\"articleSection\":[\"Parenting\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/\",\"name\":\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-17T03:03:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-17T07:50:11+00:00\",\"description\":\"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/parenting\\\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!","description":"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!","og_description":"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2025-01-17T03:03:37+00:00","article_modified_time":"2025-01-17T07:50:11+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!","datePublished":"2025-01-17T03:03:37+00:00","dateModified":"2025-01-17T07:50:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/"},"wordCount":675,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg","keywords":["anak","Emosi","orang tua","Tips Anak"],"articleSection":["Parenting"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/","name":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg","datePublished":"2025-01-17T03:03:37+00:00","dateModified":"2025-01-17T07:50:11+00:00","description":"Mengendalikan emosi bukan hal yang mudah apalagi untuk anak-anak. Yuk cari tahu bagaimana cara mengajarkan anak mengelola emosi di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/7-Cara-Mengajarkan-Anak-Mengelola-Emosi-Mudah-Diterapkan.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/parenting\/cara-mengajarkan-anak-mengelola-emosi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi, Mudah Diterapkan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9824,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9820\/revisions\/9824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}