{"id":9495,"date":"2024-11-18T10:28:30","date_gmt":"2024-11-18T03:28:30","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=9495"},"modified":"2024-11-18T10:28:30","modified_gmt":"2024-11-18T03:28:30","slug":"gharar-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/","title":{"rendered":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p>Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!<\/p>\n<p>Gharar adalah <span style=\"font-weight: 400;\">istilah dalam Islam yang merujuk pada ketidakpastian, ketidakjelasan, atau elemen spekulasi dalam transaksi. Keabu-abuan ini sangat dinilai hati-hati karena khawatir tidak sesuai syariat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah mengapa sangat penting bagi Sahabat mempelajari tentang apa itu gharar. Agar lebih jelas pemahaman mengenai gharar, bacalah artikel ini hingga baris terakhir, ya!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Gharar dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9502 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Pengertian-Gharar-dalam-Islam.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Pengertian-Gharar-dalam-Islam.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Pengertian-Gharar-dalam-Islam-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara bahasa, gharar berarti risiko atau ketidakpastian. Dalam konteks transaksi dan kontrak, <\/span>gharar adalah setiap ketidakpastian yang ada dalam bisnis <span style=\"font-weight: 400;\">dan menimbulkan kerugian bagi satu pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya menjelaskan bahwa gharar dilarang karena dapat menyebabkan penipuan atau kerugian. Ketika elemen gharar hadir, maka transaksi itu tidak adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam menghindari transaksi seperti itu untuk menjaga keadilan dan transparansi dalam bisnis dan perdagangan. Itulah mengapa diperlukan kehati-hatian serta kejelasan dalam berdagang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hukum Gharar dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9501 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Hukum-Gharar-dalam-Islam.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Hukum-Gharar-dalam-Islam.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Hukum-Gharar-dalam-Islam-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum gharar dalam Islam berasal dari Al-Qur&#8217;an dan Hadits. Beberapa ayat Al-Qur&#8217;an mengisyaratkan larangan praktik bisnis yang mengandung ketidakpastian atau spekulasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ayat yang menjadi landasan larangan ini adalah Surah Al-Baqarah ayat 188 yang berbunyi:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0653\u0627 \u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062f\u0652\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0653 \u0627\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">wa l\u00e2 ta&#8217;kul\u00fb amw\u00e2lakum bainakum bil-b\u00e2thili wa tudl\u00fb bih\u00e2 ilal-\u1e2bukk\u00e2mi lita&#8217;kul\u00fb far\u00eeqam min amw\u00e2lin-n\u00e2si bil-itsmi wa antum ta\u2018lam\u00fbn<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya: &#8220;Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan cara yang batil dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.&#8221;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, terdapat banyak hadis yang melarang gharar. Salah satunya adalah hadis dari Abu Hurairah, di mana Nabi Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung ketidakpastian (gharar).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya seperti jual beli ikan dalam air, burung di udara, atau janin hewan yang masih dalam kandungan. Adapun larangan gharar ini didasarkan pada prinsip keadilan dan keamanan dalam transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, bagaimana mungkin Sahabat hendak membeli barang yang belum jelas kualitasnya. Maka Islam pun melarang praktik demikian di dalam transaksi karena dapat merugikan salah satu pihak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis Gharar dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9500 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Jenis-Gharar-dalam-Islam.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Jenis-Gharar-dalam-Islam.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Jenis-Gharar-dalam-Islam-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Gharar adalah<span style=\"font-weight: 400;\"> ketidakpastian transaksi yang harus dihindari. Secara umum, gharar dibagi menjadi dua jenis berdasarkan tingkat ketidakpastian yang ada dalam suatu transaksi:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Gharar Yasir<\/b><\/h3>\n<p>Gharar yasir adalah <span style=\"font-weight: 400;\">ketidakpastian kecil yang diizinkan dalam Islam. Contoh gharar jenis ini adalah ketidakpastian yang tidak mempengaruhi secara signifikan hak dan kewajiban para pihak dalam transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Sahabat membeli barang yang mungkin memiliki sedikit cacat yang tidak mempengaruhi fungsi utama barang tersebut. Oleh sebab itu, Sahabat tetap membelinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Journal of Islamic Economics, Banking, and Finance, beberapa ulama menganggap bahwa gharar yasir bisa diabaikan. Sebab tidak menyebabkan kerugian signifikan dan masih dalam batas normal.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Gharar Fahisy<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar fahisy adalah ketidakpastian yang dilarang dalam Islam. Jenis gharar ini mencakup ketidakjelasan dalam hal barang yang dijual, harga, atau ketidakmampuan untuk memberikan barang yang dijanjikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, menjual barang yang belum ada atau menjual sesuatu tanpa kepastian jumlah dan kualitasnya. Para ulama sepakat bahwa gharar fahisy merupakan jenis ketidakpastian yang harus dihindari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Gharar dalam Jual Beli<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9499 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Contoh-Gharar-dalam-Jual-Beli.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Contoh-Gharar-dalam-Jual-Beli.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Contoh-Gharar-dalam-Jual-Beli-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah beberapa contoh gharar dalam jual beli yang sering terjadi dan dianggap sebagai bentuk ketidakpastian yang dilarang dalam Islam:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ketidakjelasan Barang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakjelasan barang dalam transaksi terjadi ketika objek yang diperjualbelikan tidak jelas. Misalnya, ada penjual menawarkan &#8220;mobil&#8221; tanpa menjelaskan merek, tahun, kondisi, atau spesifikasi lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakjelasan tersebut mengandung gharar karena pembeli tidak diberi kepastian tentang apa yang akan didapatkan. Jika terlibat dalam praktik ini, maka segera jauhi karena inilah contoh nyata dari gharar.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Jual Beli dengan Harga Tidak Pasti<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, harga harus jelas sebelum suatu transaksi dilaksanakan. Menetapkan harga yang tidak pasti dapat menyebabkan gharar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ada penjual menawarkan suatu barang dengan harga yang berubah-ubah. Ketidakjelasan dalam harga ini dapat merugikan salah satu pihak, terutama pembeli yang tidak tahu pasti mengenai harganya.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Jual Beli Barang yang Belum Berwujud<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjual barang yang belum ada atau belum berwujud juga mengandung unsur gharar. Misalnya, menjual hasil panen yang belum dipanen atau produk yang masih dalam proses pembuatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam An Introduction to Islamic Finance, Dr. Muhammad Taqi Usmani menegaskan bahwa jual beli barang yang belum berwujud dapat merugikan pembeli. Oleh karena itu, Islam melarang jual beli semacam ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Tidak Ada Barang yang Bisa Diserahkan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar juga terjadi ketika penjual tidak memiliki barang yang dijual atau tidak dapat menyerahkannya. Misalnya, menjual ikan di laut atau burung yang masih terbang di udara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakmampuan untuk menyerahkan barang yang dijual mengandung unsur gharar. Sebab, transaksi tersebut hanya berdasarkan spekulasi tanpa kepastian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dampak Gharar dalam Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9498 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Dampak-Gharar-dalam-Ekonomi-Syariah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Dampak-Gharar-dalam-Ekonomi-Syariah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Dampak-Gharar-dalam-Ekonomi-Syariah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Gharar adalah <span style=\"font-weight: 400;\">ketidakpastian atau ketidakjelasan yang memiliki dampak terhadap ekonomi syariah. Dalam ekonomi Islam, setiap transaksi diharapkan berlangsung dengan transparansi dan keadilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar dianggap berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian yang tidak diantisipasi dan ketidakadilan dalam transaksi. Beberapa dampak negatif gharar dalam ekonomi syariah meliputi:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ketidakadilan dalam Transaksi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakjelasan dalam suatu kontrak dapat menyebabkan salah satu pihak mengalami kerugian Misalnya, dalam transaksi yang tidak jelas, pembeli mungkin tidak tahu sepenuhnya tentang kondisi produk.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Mengganggu Stabilitas Pasar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar yang melibatkan spekulasi atau ketidakjelasan berdampak negatif bagi pembeli. Contoh dari dampak <\/span>gharar adalah <span style=\"font-weight: 400;\">fluktuasi harga yang tidak stabil sehingga menyebabkan ketidakpastian ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan ketika Sahabat hendak membeli produk di pasar namun harganya terus berubah. Tentunya Sahabat akan merasa dirugikan karena kondisi harga tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Penghindaran Risiko yang Tidak Wajar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ekonomi syariah, gharar menciptakan risiko yang tidak sehat. Salah satu pihak pasti mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan pihak lain tanpa pertimbangan risiko yang adil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pembeli, tentunya tidak ingin mengalami kerugian. Itulah mengapa dalam transaksi jual beli, antara penjual dan pembelinya harus sama-sama diuntungkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Terhindar dari Praktik Gharar<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9497 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Tips-Terhindar-dari-Praktik-Gharar.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Tips-Terhindar-dari-Praktik-Gharar.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Tips-Terhindar-dari-Praktik-Gharar-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui bahwa <\/span>gharar adalah<span style=\"font-weight: 400;\"> ketidakjelasan dalam transaksi jual beli, maka Sahabat perlu berhati-hati agar terhindari dari praktik ini. Berikut beberapa tips untuk menghindari gharar:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menggunakan Akad yang Jelas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua aspek dalam kontrak harus dijelaskan secara rinci agar tidak ada ruang untuk ketidakpastian. Misalnya, dalam akad jual beli, spesifikasi barang, harga, dan waktu penyerahan harus dijelaskan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Memastikan Ketersediaan Barang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barang yang akan diperjualbelikan harus ada dan siap diserahkan pada saat transaksi berlangsung. Maka, janganlah menjual barang yang belum diproduksi, karena dapat menimbulkan risiko ketidakpastian.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menghindari Praktik Spekulasi Berlebihan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ekonomi syariah, spekulasi berlebihan dianggap sebagai gharar. Oleh karena itu, menghindari transaksi dengan ketidakpastian seperti investasi yang tidak jelas sangatlah penting.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi yang sehat harus berdasarkan analisis yang komprehensif dan bukan sekadar spekulasi. Selain itu, investasi tersebut harus berada di bawah naungan OJK atau otoritas terkait lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Menggunakan Pendampingan Konsultan Syariah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami semua hukum dan ketentuan syariah adalah langkah penting untuk memastikan tidak adanya unsur gharar. Dengan begitu, segala transaksi bisnis bisa terhindar dari ketidakpastian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, mendatangi konsultan syariah atau ahli fikih bisa membantu dalam menilainya. Para ahli akan memberikan penilaian sesuai dengan kondisi atau keadaan bisnis yang ada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Situasi yang Memperbolehkan Gharar<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9496 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Situasi-yang-Memperbolehkan-Gharar.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Situasi-yang-Memperbolehkan-Gharar.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Situasi-yang-Memperbolehkan-Gharar-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam tidak melarang semua jenis gharar, justru ada beberapa situasi di mana gharar diperbolehkan. Sahabat bisa konsultasikan secara lebih jelas kepada ahlinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebagai informasi saja, ada beberapa jenis gharar yang diperbolehkan dalam transaksi ekonomi syariah, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Gharar Tidak Pada Inti Objek<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika gharar tidak mempengaruhi inti dari transaksi atau objek utama dari kontrak, maka gharar semacam ini diizinkan. Misalnya, dalam akad jual beli hewan di dalam kandungan induknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi hewan yang masih di dalam kandungan induknya sangatlah spekulatif karena hewan tersebut belum dilahirkan. Itulah mengapa praktik gharar ini tidak diperbolehkan dalam Islam.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Gharar dalam Akad Tabarru&#8217;<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam akad tabarru\u2019 atau pemberian sukarela, seperti hibah, sedekah, atau wakaf. Pemberian sukarela ini dilakukan tanpa adanya paksaan sehingga boleh dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, gharar dalam akad tabarru\u2019 diperbolehkan karena tidak mengakibatkan kerugian pada pihak yang terlibat. Sebaliknya, keduanya menerima manfaat dari pemberian yang dilakukan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Adanya Hajat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika gharar tidak dapat dihindari karena adanya kebutuhan yang mendesak, maka gharar diperbolehkan. Namun, apabila tidak ada alasan mendesak, sebaiknya hindarilah gharar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar mengurangi kesalahan dalam mengenali gharar, maka bisa langsung bertanya pada pakar ekonomi Islam untuk penjelasan lanjutan. Para ahli nantinya akan menjawab sesuai dengan kondisi Sahabat.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Gharar dengan Jumlah Sedikit<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar yasir atau ketidakpastian kecil yang tidak merugikan dianggap sebagai gharar yang dapat diterima. Misalnya, dalam jual beli kendaraan, mungkin ada sedikit ketidakjelasan mengenai beberapa aspek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama aspek itu hanya bagian kecil dari kendaraan tersebut yang tidak memengaruhi fungsinya secara signifikan, maka boleh. Intinya, ketidakjelasan tersebut tidak berdampak pada esensi transaksi.<\/span><\/p>\n<p>Gharar adalah <span style=\"font-weight: 400;\">salah satu praktik transaksi jual beli yang merugikan. Sebaliknya, pemberian <\/span>zakat<span style=\"font-weight: 400;\"> bertujuan memberi pertolongan pada orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari salurkan <a href=\"https:\/\/donasi.yatimmandiri.org\/zakat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>donasi zakat<\/strong><\/a> melalui Laznas Yatim Mandiri, agar harta yang kita miliki bertambah berkah dan membawa manfaat bagi sesama!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini! Gharar adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada ketidakpastian, ketidakjelasan, atau elemen spekulasi dalam transaksi. Keabu-abuan ini sangat dinilai hati-hati karena khawatir tidak sesuai syariat. Itulah mengapa sangat penting bagi Sahabat mempelajari tentang apa &#8230; <a title=\"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":9503,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[877,914,127,726],"class_list":["post-9495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muamalah","tag-ekonomi-syariah","tag-gharar","tag-islam","tag-muamalat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &amp; Dampak Ekonomi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &amp; Dampak Ekonomi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-18T03:28:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi\",\"datePublished\":\"2024-11-18T03:28:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1405,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg\",\"keywords\":[\"Ekonomi Syariah\",\"gharar\",\"islam\",\"Muamalat\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/\",\"name\":\"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh & Dampak Ekonomi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-18T03:28:30+00:00\",\"description\":\"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/gharar-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh & Dampak Ekonomi","description":"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh & Dampak Ekonomi","og_description":"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-11-18T03:28:30+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi","datePublished":"2024-11-18T03:28:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/"},"wordCount":1405,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg","keywords":["Ekonomi Syariah","gharar","islam","Muamalat"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/","name":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh & Dampak Ekonomi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg","datePublished":"2024-11-18T03:28:30+00:00","description":"Arti gharar adalah ketidakjelasan dalam ekonomi sehingga dilarang oleh Islam dan ada jenis gharar yang diperbolehkan. Apa saja? Cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gharar-dalam-Islam_-Arti-Jenis-Contoh-Dampak-Ekonomi.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/gharar-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gharar dalam Islam: Arti, Jenis, Contoh &#038; Dampak Ekonomi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9504,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9495\/revisions\/9504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}