{"id":9327,"date":"2024-10-22T09:41:08","date_gmt":"2024-10-22T02:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=9327"},"modified":"2024-10-22T09:41:08","modified_gmt":"2024-10-22T02:41:08","slug":"apa-itu-ariyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/","title":{"rendered":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!"},"content":{"rendered":"<p><em>Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai jenis transaksi diatur secara mendetail dalam Islam. Salah satu alasan adanya aturan ini adalah untuk membedakannya dengan riba. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi yang tidak termasuk riba adalah ariyah. <\/span>Apa itu ariyah<span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih memahami pengertian, hukum, rukun, dan jenis ariyah, Sahabat dapat menyimak penjelasan lengkapnya di sini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, Sahabat dapat mempraktekkannya dengan benar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa itu Ariyah<\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9331 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara singkat, ariyah bermakna pinjam-meminjam. Istilah ini berasal dari kata a \u2018ara yu\u2018iru i\u2019arah. Secara semantik, kata ini artinya mengeluarkan sesuatu dari tangan pemilik untuk dipinjamkan kepada orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari Modul Fiqih: Ariyah, Jual Beli, Khiyar, dan Riba yang diterbitkan oleh Kemenag, Pengertian <\/span>apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">juga dijelaskan dengan cara yang hampir sama dalam empat mazhab yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Mazhab Hanafi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut mazhab ini, ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ia harus memberi ganti rugi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Mazhab Syafi\u2019i<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mazhab Syafi\u2019i menjelaskan <\/span>apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">secara lebih mendetail. Berikut ini pengertian ariyah dalam mazhab Syafi\u2019i.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ariyah adalah tindakan mengizinkan perolehan manfaat dari suatu benda yang bermanfaat dengan syarat wujud benda tidak berubah agar bisa dikembalikan ke pemiliknya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Mazhab Hambali<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mazhab Hambali, ariyah merupakan tindakan mengizinkan perolehan manfaat atas sebuah benda yang tergolong sebagai harta kekayaan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Mazhab Maliki<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mazhab Maliki beranggapan bahwa ariyah adalah menyerahkan manfaat dari suatu barang tapi tidak disertai dengan ganti rugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Katsir juga memiliki pendapat tersendiri tentang ariyah. Ia mengatakan bahwa ariyah adalah bagian dari tolong-menolong. Meminjamkan suatu barang tanpa imbalan termasuk amal kebaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pinjam-meminjam adalah wujud nyata dari tolong-menolong. Perintah untuk saling menolong dalam kebaikan sendiri termuat dalam QS Al Maidah ayat 2.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, ayat tersebut dijadikan salah satu dasar hukum ariyah. Jurnal AKM yang diterbitkan oleh STEBIS IGM tentang sosialisasi ariyah menyebut dasar hukum lain, yaitu QS An Nisa ayat 58.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan umat Islam untuk menyampaikan amanat kepada orang yang berhak mendapatkannya. Hadits dari Abu Hurairah RA juga menjadi dasar ariyah. Hadis ini berbunyi:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa yang meminjam harta manusia dengan niat untuk membayarnya, Allah akan membayarkannya. Siapa yang meminjam dengan niat melenyapkannya, Allah akan melenyapkan hartanya.\u201d<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h2><b>Hukum Ariyah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9332 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Hukum-Ariyah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Hukum-Ariyah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Hukum-Ariyah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel tentang ariyah yang diterbitkan oleh Universitas Islam An Nur Lampung, hukum ariyah terbagi menjadi 4 jenis. Apa saja keempat jenis hukum ariyah tersebut?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Wajib<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pinjam meminjam menjadi wajib hukumnya jika berkaitan dengan kebutuhan yang sangat mendesak dan jika tidak dilakukan dapat mengakibatkan hal-hal fatal atau orang lain berdosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, seseorang musafir hendak menunaikan shalat, tapi bajunya terkena najis dan ia tidak membawa baju lainnya. Maka, ariyah wajib dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kondisi tersebut, si musafir wajib meminjam pakaian bersih kepada teman atau masyarakat sekitar. Di sisi lain, orang lain juga wajib meminjamkan baju bersih kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ariyah, peminjam wajib mengembalikan barang yang ia pinjam jika ia telah memperoleh manfaatnya atau jika waktu peminjaman yang disepakati telah habis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, peminjam juga wajb menjaga atau merawat barang pinjaman tersebut. Sehingga, barang itu tidak rusak atau hilang. Jika barang rusak\/hilang, peminjam harus bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sunnah\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum ariyah berubah menjadi sunnah jika dilakukan dalam kondisi yang tidak terlalu penting. Contohnya, meminjamkan obeng untuk memperbaiki peralatan dan meminjamkan buku sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, ariyah hukumnya sunnah jika peminjam memperoleh manfaat dari barang yang ia pinjam dan orang yang meminjamkan tidak memperoleh kerugian dari benda yang dipinjamkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ariyah yang dilakukan dengan tujuan tolong-menolong merupakan perbuatan sunnah. Dengan demikian, orang yang meminjamkan barang kepada orang lain akan memperoleh pahala.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mubah<\/b><\/h3>\n<p>Apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">yang hukumnya mubah? Transaksi ariyah hukumnya mubah jika dilakukan tanpa alasan khusus yang mendasari transaksi pinjam-meminjam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ulama menganggap bahwa hukum asal ariyah adalah mubah atau diperbolehkan. Sehingga, meski dilakukan untuk tujuan yang tidak urgent, pelaku tidak berdosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh ariyah yang hukumnya mubah adalah meminjam sepeda untuk mengikuti acara sepeda gembira dan meminjam tas untuk menghadiri kondangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Haram\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum ariyah dapat berubah menjadi haram apabila transaksi ariyah dilakukan dengan tujuan yang tidak baik, contohnya berjudi, mencuri, dan berzina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum tersebut berlaku untuk peminjam dan orang yang meminjami. Oleh karena itu, keduanya akan memperoleh dosa jika melakukan transaksi pinjam-meminjam untuk hal-hal tercela.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rukun Ariyah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9330 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Rukun-Ariyah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Rukun-Ariyah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Rukun-Ariyah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mempelajari <\/span>apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">dan hukumnya, sahabat juga perlu memahami rukun ariyah. Kegiatan pinjam-meminjam ini tidak dapat terlaksana jika semua rukunnya tidak terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini rukun ariyah menurut kesepakatan para ulama.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Musta&#8217;ir<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musta\u2019ir adalah orang yang meminjam atau peminjam barang. Musta\u2019ir juga bisa dikatakan sebagai pihak yang memperoleh izin untuk menggunakan barang guna diambil manfaatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua orang dapat menjadi musta\u2019ir, apalagi jika transaksi ariyah melibatkan barang berharga, misalnya uang, emas, rumah, dan kendaraan. Di bawah ini syarat menjadi musta\u2019ir.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berakal: Peminjam harus berakal dan paham dengan tujuan transaksi ariyah. Sehingga, anak kecil dan orang yang memiliki masalah kejiwaan tidak dapat menjadi musta\u2019ir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mua\u2019yan: Musta\u2019ir harus jelas identitasnya, contohnya nama, alamat, dan nomor HP. Identitas ini diperlukan untuk mencari musta\u2019ir jika ia menghilangkan\/merusak barang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sah: Musta\u2019ir harus sah mendapat hak meminjam barang melalui akad tabarru\u2019. Maka, mereka yang tidak melakukan akad tabarru\u2019 tidak boleh meminjam barang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Mu&#8217;ir<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mu\u2019ir adalah orang yang meminjamkan barang. Mu\u2019ir juga dapat didefinisikan sebagai pihak yang memberi izin kepada peminjam untuk mengambil manfaat dari barang yang dipinjamkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjadi mu\u2019ir, seseorang harus memenuhi syarat di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mukhtar: Tidak melakukan transaksi ariyah secara terpaksa. Apabila akad ariyah dilakukan oleh mu\u2019ir yang berada di bawah tekanan, maka akad tersebut tidak sah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ahli al-Tabarru: Mu\u2019ir memiliki hak penuh untuk meminjamkan barang. Sehingga, mu\u2019ir biasanya adalah pemilik barang atau petugas yang diberi hak untuk meminjamkan barang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berakal: Pihak yang meminjamkan barang haruslah orang yang berakal. Ia memahami akad yang ia ucapkan dan tujuan transaksi ariyah yang dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Mu&#8217;ar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mu\u2019ar atau musta\u2019ar adalah barang yang dipinjamkan. Pengertian mu\u2019ar yang lebih detail adalah barang yang manfaatnya boleh dipergunakan oleh musta\u2019ir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barang pinjaman yang digunakan dalam transaksi ariyah bukanlah sembarang benda. Barang tersebut harus memenuhi syarat berikut ini<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Sehingga, benda-benda yang tidak ada manfaatnya tidak dapat digunakan dalam transaksi ariyah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat barang dimiliki oleh pihak mu\u2019ir. Sehingga, barang yang dipinjamkan haruslah milik sendiri. Jadi, peminjam tidak boleh meminjamkan mu\u2019ar kepada orang lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mu\u2019ar harus memiliki nilai ekonomis. Barang-barang yang tidak memiliki nilai ekonomis, contohnya satu kerikil kecil dan sebutir beras, tidak memenuhi syarat menjadi mu\u2019ar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanfaatan barang harus dilakukan sesuai syariah atau halal. Dengan demikian, barang yang manfaatnya menyalahi hukum agama tidak boleh dipinjamkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanfaatan tidak mempengaruhi fisik barang. Maka, barang yang habis jika dipakai, contohnya makanan, sabun, dan air, tidak bisa digunakan sebagai mu\u2019ar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain musta\u2019ir, mu\u2019ir, dan mu\u2019ar, ariyah tidak akan sah tanpa akad atau shighah. Shighah meliputi ijab yang dilakukan oleh mu\u2019ir dan qabul yang diucapkan oleh peminjam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shighah berfungsi untuk memperjelas transaksi ariyah. Sehingga, kedua belah pihak paham tujuan pinjam-meminjam yang dilakukan, kapan mu\u2019ar harus kembali, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akad ariyah akan gugur jika salah satu pihak meninggal dunia. Sehingga, peminjam\/ahli warisnya wajib mengembalikan barang yang dipinjam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis Ariyah<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9329 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Jenis-Ariyah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Jenis-Ariyah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Jenis-Ariyah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ariyah dibedakan menjadi dua jenis. Kedua jenis ariyah ini dibedakan berdasarkan ada tidaknya batasan dalam transaksi pinjam-meminjam. Apa saja jenis ariyah?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ariyah Muqayyadah<\/b><\/h3>\n<p>Apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">muqayyadah? Jenis ariyah ini adalah jenis pinjam-meminjam yang terikat oleh batasan-batasan tertentu. Ariyah muqayyadah umumnya diterapkan pada mu\u2019ar bernilai tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya batasan-batasan diharapkan dapat menjaga nilai atau kondisi barang tetap baik. Selain itu, batasan ini juga dapat mencegah barang berpindah kepemilikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batasan ini dapat berupa batasan waktu pemanfaatan dan batasan penggunaan manfaat. Contohnya, A meminjamkan mobil kepada B selama 24 jam untuk menjemput anak dari pesantren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, B harus mentaati batasan tersebut. Apabila mobil mogok di jalan dan perlu direparasi sehingga durasinya melebihi kesepakatan, B harus minta izin perpanjangan waktu kepada A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kesepakatan dilanggar tanpa sepengetahuan pemberi pinjaman, maka peminjam dapat dikenai hukuman atau ditetapkan bersalah.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Ariyah Mutlaqah<\/b><\/h3>\n<p>Apa itu ariyah <span style=\"font-weight: 400;\">mutlaqah? Ariyah jenis ini adalah transaksi pinjam-meminjam yang tidak terikat oleh batasan apapun. Sehingga, musta\u2019ir memiliki kebebasan dalam menggunakan manfaat mu\u2019ar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia dapat mengembalikan mu\u2019ar kapanpun ia inginkan. Namun, jika pemilik atau mu\u2019ir meminta kembali barang tersebut, peminjam harus segera mengembalikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, peminjam juga dapat menggunakan mu\u2019ar untuk berbagai tujuan. Contohnya, B meminjam sepeda dari A dengan transaksi ariyah mutlaqah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, B dapat menggunakan sepeda ini untuk berangkat kerja, berolahraga, pergi ke pasar, dsb karena A tidak membatasi penggunaan sepeda ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ariyah mutlaqah biasanya digunakan untuk transaksi pinjam-meminjam barang yang nilainya kecil, misalnya buku, sepeda, obeng, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski ariyah mutlaqah dilakukan tanpa batasan waktu meminjam dan batasan penggunaan manfaat, namun musta\u2019ir tetap harus menjaga barang yang dipinjamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musta\u2019ir memiliki tanggung jawab penuh saat mu\u2019ar berada di tangannya. Sehingga, ia harus memperbaiki mu\u2019ar jika rusak dan mengganti mu\u2019ar jika hilang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Ariyah dalam Kehidupan Sehari-Hari<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9328 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Contoh-Ariyah-dalam-Kehidupan-Sehari-Hari.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Contoh-Ariyah-dalam-Kehidupan-Sehari-Hari.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Contoh-Ariyah-dalam-Kehidupan-Sehari-Hari-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih memahami <\/span>apa itu ariyah<span style=\"font-weight: 400;\">, Sahabat dapat menyimak contoh ariyah dalam kehidupan sehari-hari di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pinjam Buku di Perpustakaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh ariyah yang paling sering ditemui adalah meminjam buku di perpustakaan. Peminjaman ini dikatakan ariyah karena peminjam meminjam buku tanpa membayar ganti rugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meminjam buku di perpustakaan termasuk jenis ariyah muqayyadah. Dalam transaksi ini, peminjam diberi batasan waktu penggunaan manfaat buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia harus mengembalikan buku sesuai waktu yang ditentukan oleh pustakawan. Jika peminjam masih perlu membacanya setelah waktu peminjaman habis, ia harus memperpanjang pinjaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ia tidak mengembalikan buku sesuai batas waktunya, ia akan dikenai denda atau hukuman tidak boleh meminjam buku selama sekian minggu.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Pinjam Barang ke Orang Lain atau Penyedia Jasa<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meminjam barang ke tetangga umumnya juga merupakan ariyah karena tidak disertai penggantian ganti rugi. Jenis ariyah dalam transaksi ini dapat berupa ariyah muqayyadah maupun mutlaqah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada beberapa organisasi, contohnya RT dan RW, yang menyediakan penyewaan inventaris, misalnya sound system, piring, kursi, dan tenda, secara gratis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, organisasi yang menawarkan transaksi ariyah ini umumnya hanya menawarkan penyewaan barang bagi anggotanya. Sehingga, tidak setiap orang bisa gratis meminjam barang.<\/span><\/p>\n<p>Apa itu ariyah<span style=\"font-weight: 400;\">? Ariyah adalah bentuk pinjam-meminjam harta\/barang tanpa ganti rugi. Jika Sahabat ingin memahami transaksi lain yang diatur dalam Islam, silahkan kunjungi <\/span><strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/\">blog Yatim Mandiri<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini! Berbagai jenis transaksi diatur secara mendetail dalam Islam. Salah satu alasan adanya aturan ini adalah untuk membedakannya dengan riba. Transaksi yang tidak termasuk riba adalah ariyah. Apa itu ariyah? Untuk lebih memahami pengertian, &#8230; <a title=\"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":9333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[874,438,726,875],"class_list":["post-9327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muamalah","tag-apa-itu-ariyah","tag-hukum-islam","tag-muamalat","tag-pinjam-meminjam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &amp; Contohnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &amp; Contohnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-22T02:41:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!\",\"datePublished\":\"2024-10-22T02:41:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/\"},\"wordCount\":1686,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg\",\"keywords\":[\"Apa itu Ariyah\",\"Hukum Islam\",\"Muamalat\",\"pinjam-meminjam\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/\",\"name\":\"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, & Contohnya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-22T02:41:08+00:00\",\"description\":\"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/apa-itu-ariyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, & Contohnya!","description":"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, & Contohnya!","og_description":"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-10-22T02:41:08+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!","datePublished":"2024-10-22T02:41:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/"},"wordCount":1686,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg","keywords":["Apa itu Ariyah","Hukum Islam","Muamalat","pinjam-meminjam"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/","name":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, & Contohnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg","datePublished":"2024-10-22T02:41:08+00:00","description":"Apa itu Ariyah? Ariyah adalah menyerahkan manfaat kepada orang lain tanpa ganti rugi yang diatur secara rinci dalam Islam. Baca di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Apa-itu-Ariyah_-Pengertian-Jenis-Hukum-Rukun-Contohnya.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/apa-itu-ariyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Ariyah? Pengertian, Jenis, Hukum Rukun, &#038; Contohnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9334,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9327\/revisions\/9334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}