{"id":8684,"date":"2024-08-20T09:07:41","date_gmt":"2024-08-20T02:07:41","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=8684"},"modified":"2024-08-19T11:11:59","modified_gmt":"2024-08-19T04:11:59","slug":"mukharabah-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah"},"content":{"rendered":"<p><em>Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman dulu hingga modern ini, <\/span>mukharabah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">hal yang wajib diterapkan, khususnya di sektor pertanian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertani menjadi salah satu usaha yang dapat memenuhi kebutuhan sehari\u2013hari manusia. Bahkan sektor pertanian menjadi pondasi dasar dan tolak ukur kemajuan di beberapa negara.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerjasama antar manusia sangat dibutuhkan dalam menjalankan pertanian. Namun tidak semua petani memiliki lahan sendiri maka dari itu para petani melakukan kerjasama dengan pemilik lahan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan pembagian hasil pertanian antar kedua belah pihak yang diharapkan saling menguntungkan keduanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agama Islam memiliki prinsip dasar dalam sistem pembagian hasil keuntungan yang telah dipraktekkan sejak lama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah yaitu al musyarakah, al mudharabah, al muzara&#8217;ah dan al musaqah. Khusus pertanian, antara lain mukharabah dan muzara&#8217;ah<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa itu Mukharabah?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8685 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa, <\/span>mukharabah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">kerjasama penggarap lahan antara pemilik lahan dengan petani penggarap dengan melakukan perjanjian bagi hasil, dimana pemilik lahan memberikan lahannya kepada penggarap agar dapat dikelola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arti mukharabah secara etimologi berasal dari kata \u201ckharaja\u201d yang artinya \u201chasil\u201d sedangkan \u201cbarah\u201d dengan arti \u201cmenanggung\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat diartikan secara sederhana mukharabah merupakan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sistem bagi hasil di mana hasil panen ditanggung bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kesimpulannya <\/span>mukharabah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">akad kerjasama yang dihasilkan antara pemilik lahan dan penggarap lahan dengan melakukan kesepakatan perjanjian yang telah disepakati antara kedua belah pihak, serta pembagian hasil panen sedangkan bibit tanaman dan biaya ditanggung penggarap lahan<\/span><\/p>\n<h2><b>Hukum Mukharabah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8686 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hukum-Mukharabah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hukum-Mukharabah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hukum-Mukharabah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mukharabah memilik dasar hukum kuat dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA dalam HR Muslim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam riwayatnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak menganut Muzaraah. Beliah bahkan menyuruh para pekerja lahan untuk diberikan upah bibit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diriwayatkan juga dari Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW diketahui telah memberikan kebun kepada para penduduk Khaibar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Beliau membebaskan penduduk Khaibar unruk memelihara lahan. Dalam perjanjiannya, upah yang diberikan adalah sebagian penghasilan atau hasil lahan per tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, ulama Syafi&#8217;iyah menyebut bahwa hukum mukharabah ialah pengelolaan tanah di atas sesuatu yang telah dihasilkan benihnya dari pengelola. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, muzara&#8217;ah sebenarnya juga sama seperti mukharabah. Hanya saja benih atau bibit lahan berasal dari pemilik tanah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rukun Mukharabah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8687 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Mukharabah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Mukharabah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Mukharabah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem kerjasama pembagian hasil dalam bentuk <\/span>mukharabah adalah<span style=\"font-weight: 400;\"> : hendaknya kedua belah pihak memiliki tujuan\u00a0 yang sama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, akad atau perjanjian sangat penting baik secara formal dengan ucapan ijab dan qobul, maupun dengan cara lainnya yang menunjukkan kesepakatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam memulai melaksanakan kerjasama sistem mukharabah haruslah diawali dengan perjanjian sehingga memenuhi rukun dan syarat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila tidak terpenuhi, maka perjanjian tersebut dianggap batal. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui rukunnya.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>1. Rukun Mukharabah Menurut Jumhur Fuqaha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pendapat jumhur fuqaha, rukun dan syarat <\/span><b>mukharabah adalah<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Aqid:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> orang yang melakukan kesepakatan (jumlah lebih dari dua orang)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ma\u2019ud<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">; objek yang disepakati atau diakadkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Maudhu\u2019al-aqad<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: tujuan pokok dari dilakukannya kesepakatan atau akad.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Shigat al-\u2018aqad<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: ijab dan qobul.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Rukun Mukharabah Ulama Hanafiah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut ulama Hanafiah rukun mukharabah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Akad<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: adanya ijab dan qobul antara pemilik lahan dengan penggarap lahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Objek:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan rincian antara lain tanah, modal, ketentuan bagi hasil harus diberikan sesuai dengan akad mukharabah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peralatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk bercocok tanam\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Rukun Mukharabah Ulama Malikiah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu menurut ulama Malikiah, muzaraah diwajibkan untuk menyediakan benih. Namun apabila mukharabah, maka benih disediakan oleh penggarap lahan. Menurut pendapat paling kuat perkongsian harta termasuk muzaraah ini wajib menggunakan sighat.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><b>4. Rukun Mukharabah Berdasarkan Pendapat Jumhur Ulama<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapat lain tentang rukun mukharabah juga diberikan oleh jumhur ulama. Berdasarkan pendapat jumhur ulama rukun mukharabah diantaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggarap lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Objek: hasil kerja penggarap lahan dan manfaat lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ijab penyerahan lahan agar dikelola oleh penggarap lahan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pendapat dari berbagai ulama diatas, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi rukun dari mukharabah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">antara lain :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggarap lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Objek mukharabah (lahan pertanian)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya manfaat dan hasil kerja penggarap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akad (ijab dan qobul).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Perbedaan Mukharabah dan Muzaraah<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8688 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Perbedaan-Mukharabah-dan-Muzaraah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Perbedaan-Mukharabah-dan-Muzaraah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Perbedaan-Mukharabah-dan-Muzaraah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pembahasan di atas, sudah bisa dipastikan bahwa perbedaan antara muzara&#8217;ah dan <\/span>mukharabah adalah<span style=\"font-weight: 400;\"> terdapat pada segi permodalannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pemilik lahan menyerahkan lahannya dan bibit tanamannya kecuali tenaga, disebut muzara&#8217;ah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan mukharabah merupakan sebuah kondisi dimana sang pemilik lahan hanya menyerahkan lahannya tanpa bibit kepada penggarap.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Contoh Mukharabah<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8689 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Contoh-Mukharabah.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Contoh-Mukharabah.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Contoh-Mukharabah-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut contoh perjanjian mudharabah yang perlu diketahui semua orang bagi yang ingin melaksankannya,:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Sandy memiliki lahan pertanian berupa sawah, namun karena usianya sudah tua, dia tak sanggup lagi untuk mengelola lahan pertanian. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun mencari buruh tani untuk bekerja sama mengelola sawah yang dimilikinya dengan sistem mukharabah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam akad tersebut, Pak Sandy sebagai pemilik lahan sawah hanya menyediakan lahan pertaniannya kepada buruh tani tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu sang buruh tani tersebut menyediakan modal seperti, bibit, pupuk dan alat-alat pertanian serta tenaga dan keahlian untuk mengelola lahan sawah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pendapat ulama fikih, akad <\/span>mukharabah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">sesuatu yang disediakan oleh buruh tani (penggarap lahan sawah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, hasil panen dari sawah dibagi sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian di awal. Misalnya, penggarap lahan mendapatkan hasil panen 40% sedangkan pemilik lahan (Pak Sandy) mendapat 60% dari hasil panen tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, <\/span>mukharabah adalah<span style=\"font-weight: 400;\"> sebuah solusi praktis yang bisa saling menguntungkan baik pada pemilik dan penggarapnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep ini kini telah banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentu saja hukumnya boleh, selama tidak ada usaha untuk mangkir dari akad perjanjian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat ingin membaca lebih lanjut tentang akad perjanjian menurut hukum Islam? Semuanya sudah tersedia di artikel <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Blog Yatim Mandiri.<\/strong><\/a>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tunggu apalagi? Segera tingkatkan wawasan keislaman bersama Laznas Yatim Mandiri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini! Pada zaman dulu hingga modern ini, mukharabah adalah hal yang wajib diterapkan, khususnya di sektor pertanian.\u00a0 Bertani menjadi salah satu usaha yang dapat memenuhi kebutuhan sehari\u2013hari manusia. Bahkan sektor pertanian menjadi pondasi dasar dan tolak ukur kemajuan &#8230; <a title=\"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[784,127,726,785],"class_list":["post-8684","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muamalah","tag-hukum-mukharabah","tag-islam","tag-muamalat","tag-mukharabah-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &amp; Bedanya dengan Muzaraah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &amp; Bedanya dengan Muzaraah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-20T02:07:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah\",\"datePublished\":\"2024-08-20T02:07:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/\"},\"wordCount\":907,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg\",\"keywords\":[\"Hukum Mukharabah\",\"islam\",\"Muamalat\",\"Mukharabah adalah\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/\",\"name\":\"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, & Bedanya dengan Muzaraah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-20T02:07:41+00:00\",\"description\":\"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/mukharabah-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, & Bedanya dengan Muzaraah","description":"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, & Bedanya dengan Muzaraah","og_description":"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-08-20T02:07:41+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah","datePublished":"2024-08-20T02:07:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/"},"wordCount":907,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg","keywords":["Hukum Mukharabah","islam","Muamalat","Mukharabah adalah"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/","name":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, & Bedanya dengan Muzaraah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg","datePublished":"2024-08-20T02:07:41+00:00","description":"Mukharabah adalah sebuah akad dalam pengelolaan lahan yang dianjurkan dalam Islam. Bagaimana arti dan hukumnya? Temukan jawaban disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Mukharabah_-Arti-Hukum-Bedanya-dengan-Muzaraah.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/mukharabah-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Mukharabah? Arti, Hukum, &#038; Bedanya dengan Muzaraah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8684"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8691,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684\/revisions\/8691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}