{"id":8563,"date":"2024-08-10T09:02:54","date_gmt":"2024-08-10T02:02:54","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=8563"},"modified":"2024-08-09T10:24:54","modified_gmt":"2024-08-09T03:24:54","slug":"cara-meredam-marah-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/","title":{"rendered":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!"},"content":{"rendered":"<p><em>Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang tentu pernah merasakan marah yang ditandai perasaan tidak senang, berang, atau gusar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marah yang tidak terkontrol bisa membuat seseorang melakukan hal buruk seperti berkata kasar hingga tindak kekerasan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, penting sekali memahami beberapa <\/span>cara meredam marah dalam islam<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara-cara seperti ini memang harus dipahami sehingga bisa mampu mengontrol marah dengan bijak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah terkontrol, seseorang bisa berpikir dengan jernih dan membuat keputusan yang rasional. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepenuhnya aman dari segala tindakan buruk yang bisa merugikan diri sendiri ataupun orang lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ayat Tentang Bahaya Marah<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8566 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Ayat-Tentang-Bahaya-Marah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Ayat-Tentang-Bahaya-Marah.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Ayat-Tentang-Bahaya-Marah-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, marah merupakan salah satu perbuatan yang dilarang karena bisa menimbulkan dampak negatif. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat ini mungkin sudah menjadi tabiat dalam diri manusia karena memiliki nafsu yang harus selalu dituruti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersamaan dengan itu, marah\u00a0 dapat diumpamakan sebagai bara api yang dikobarkan oleh setan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak heran jika bahaya yang ditimbulkan berupa pekara-pekara buruk yang disenangi setan. Seseorang yang marah bisa melakukan tindakan merusak, anarkistis hingga saling bunuh.<\/span><\/p>\n<p>Cara meredam marah dalam Islam<span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi hal penting\u00a0 dilakukan oleh seseorang saat emosinya meluap. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, amarah yang sudah tidak terkontrol sangat membahayakan kesehatan mental dan fisik seperti darah tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, ada sejumlah ayat dalam Al-Qur\u2019an yang menganjurkan umat muslim agar senantiasa menahan amarah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ayat tersebut yaitu surah Ali Imran (3) ayat 134 dengan bunyi seperti ini:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u06e4\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u06e4\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0670\u0638\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u06da \u06dd\u0661\u0663\u0664 alladz\u00eena yunfiq\u00fbna fis-sarr\u00e2&#8217;i wadl-dlarr\u00e2&#8217;i wal-k\u00e2dhim\u00eenal-ghaidha wal-\u2018\u00e2f\u00eena \u2018anin-n\u00e2s, wall\u00e2hu yu\u1e2bibbul-mu\u1e2bsin\u00een\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h2><b>Cara Meredam Marah dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8565 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam telah mengajarkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredam amarah dengan baik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah <\/span>cara mengendalikan amarah menurut Islam <span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Membaca Ta\u2019adwudz<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara yang paling mudah diterapkan untuk mengendalikan amarah adalah membaca Ta\u2019awudz. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ta\u2019awudz merupakan kalimat yang berguna untuk meminta perlindungan dari godaan setan yang terkutuk..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini karena setan memang menjadi penyebab utama munculnya perasaan marah dalam diri manusia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan membaca kalimat ta\u2019awudz, maka amarah yang sedang bergejolak bisa dikendalikan secara perlahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam suatu hadist yang berbunyi seperti berikut:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Jika seseorang yang marah mengucapkan: &#8216;A&#8217;uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT)&#8217; niscaya akan reda kemarahannya.&#8221; (HR Abu &#8216;Adi dalam Kitab Al-Kaamil).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>2. Mengambil Air Wudhu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wudhu atau abdas merupakan cara menyucikan seluruh anggota tubuh dengan menggunakan air mengalir. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain membersihkan hadas dan najis di dalam tubuh, berwudhu bisa membuat pikiran dan hati menjadi tenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah tenang, maka bisa dipastikan perasaan amarah yang dirasakan akan semakin mereda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara <\/span>meredam amarah sesuai ajaran Rasulullah SAW <span style=\"font-weight: 400;\">ini sudah dijelaskan dalam hadistberikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sesungguhnya marah itu dari setan dan terbuat dari api, dan api hanya bisa dipadamkan oleh air.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, apabila seorang di antara kamu marah, maka berwudhulah!&#8221; (HR Abu Daud).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>3. Diam<\/b><\/h3>\n<p>Cara meredam marah dalam Islam <span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa dipraktikkan selanjutnya adalah tetap sabar atau diam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab saat sedang marah, manusia seringkali mengeluarkan kata-kata buruk yang tidak diridhai Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari kalimat laknat, caci maki, kufur, hingga kalimat cerai yang mungkin terucap tanpa sadar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu ucapan semacam ini bisa menyakiti orang lain atau bahkan membuat perasaannya hancur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memaksakan diri untuk diam ketika marah, maka berbagai hal yang rusak ini dipastikan tidak terjadi. Ada sebuah hadist yang disampaikan oleh Imam Ahmad:\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.\u201d (HR. Ahmad. Syaikh Syu\u2019aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>4. Duduk atau Mengambil Posisi Tidur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa marah yang terlalu berlebih akan membuat tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini bisa membuat seseorang mengalami rasa cemas, gelisah, hingga sulit untuk berpikir jernih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan mengambil posisi tidur atau duduk yang nyaman. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi ini akan mempengaruhi tubuh sehingga merasa rileks dan mengeluarkan kadar hormon yang ada didalamnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terapkan selama beberapa menit sehingga tubuh bisa semakin mudah untuk mengendalikan amarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai yang disampaikan sabda Rasulullah SAW dari hadist Abu Dzarr Radhiyallahu\u2019anhu:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.\u201d (HR. Abu Daud).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>5. Beristighfar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istighfar adalah kalimat yang diucapkan untuk meminta ampun kepada Allah SWT dengan tujuan menghapuskan dosa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, istighfar juga bisa diamalkan untuk menahan nafsu marah yang menggebu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, bacalah istighfar sebanyak mungkin ketika sedang merasakan amarah yang luar biasa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat istighfar sangat menenangkan sehingga bisa membantu untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Mengingat Janji Rasulullah SAW<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat janji dan wasiat Rasulullah SAW juga termasuk <\/span>cara meredam marah dalam Islam<span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum meluapkan rasa marah kepada orang lain, dianjurkan mengingat hadits yang berisi wasiat Rasulullah SAW berikut ini:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu \u2018anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wa Sallam, &#8220;Berilah aku wasiat&#8221;. Beliau menjawab, &#8221;Janganlah engkau\u00a0marah.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi SAW (selalu) menjawab, &#8221;Janganlah engkau\u00a0marah&#8221;. (HR. Bukhari, no. 6116)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengingat, perasaan marah merupakan emosi yang wajar dirasakan oleh umat manusia. Cara menahan marah ini sebenarnya bukan untuk memendam rasa marah yang dialami. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi untuk mengontrol diri sehingga tidak melakukan hal-hal yang menyakiti ataupun merugikan orang lain.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Tidak Marah Melainkan Karena Allah SWT<\/b><\/h3>\n<p>Cara meredam marah dalam islam <span style=\"font-weight: 400;\">terakhir adalah dengan menanamkan kepada diri sendiri untuk tidak marah, terkecuali karena Allah SWT. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marah yang diperbolehkan dalam hal ini yaitu saat melihat kemungkaran atau kemaksiatan yang terlihat mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila hal ini berhasil diterapkan dalam hati, tentunya bisa semakin mudah untuk mengendalikan amarah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat bisa lebih berhati-hati untuk melakukan tindakan ataupun berkata-kata, sebab takut akan murkanya Allah SWT.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keutamaan Menahan Amarah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8564 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Keutamaan-Menahan-Amarah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Keutamaan-Menahan-Amarah.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Keutamaan-Menahan-Amarah-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih belum banyak dipahami bahwa <\/span>cara menahan marah dalam Islam<span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki sejumlah keutamaan, diantaranya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Allah SWT akan Menahan Siksa-Nya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya banyak sekali riwayat yang menjelaskan tentang keutamaan menahan amarah bagi umat muslim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segala hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW seperti menahan amarah, tentunya disukai oleh Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kebaikan ini senantiasa diterapkan, maka Allah SWT memberi jaminan dengan menahan siksanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW yang berisi seperti berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Siapa saja yang menahan kemarahannya, niscaya Allah menahan siksa-Nya daripadanya, dan siapa saja yang mengemukakan alasannya kepada Rabbnya, niscaya Allah menerima alasannya, dan siapa saja yang menyimpan lidahnya, niscaya Allah menutupi auratnya (segala sesuatu, yang dianggap malu).&#8221; H.R Thabrani dan lainnya<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>2. Terlindung dari Api Neraka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW mengajarkan berbagai cara kepada seseorang yang sedang marah agar bisa tenang. Beliau juga memuji seorang muslim yang mampu menahan amarahnya sehingga tidak melakukan kemungkinan buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telah disebutkan pula bahwa orang yang sembuh dari kemarahannya tidak akan pernah masuk ke neraka jahanam. Berikut ini sabda Rasulullah SAW:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya neraka Jahannam mempunyai pintu yang tidak memasukinya kecuali orang yang sembuh kemarahannya dengan perbuatan maksiat kepada Allah SWT.\u201d<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>3. Mendapatkan Pahala<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marah adalah sebagai bentuk ujian dari Allah untuk melihat seberapa jauh hambanya mampu menahan amarahnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berarti seseorang yang menahan amarah sudah berhasil melewati ujian yang diberikan Allah. Seseorang tersebut juga sudah melaksanakan larangan Allah SWT untuk menahan amarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Allah SWT akan memberikan balasan berupa pahala yang besar. Keutamaan ini sudah diriwayatkan dalam sebuah hadist berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidaklah seorang hamba meneguk tegukan yang lebih besar pahalanya daripada seteguk kemarahan yang ditahannya karena mengharapkan keridhaan Allah.\u201d H.R Ibnu Majah<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>4. Mendapatkan Ridha Allah SWT<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keutamaan menahan amarah yang terakhir adalah mendapatkan ridho Allah SWT. Jika seseorang bisa menahan sedikit amarah yang dirasakan, niscaya Allah akan memenuhi kalbunya dengan penuh keridhaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW juga mengajarkan agar selalu menghindari perbuatan kufur untuk kebaikan diri sendiri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menandakan bahwa rasa marah ataupun benci sebenarnya sudah ada tempat tersendiri. Bukan tidak mungkin akan menghantarkan umat manusia untuk merasakan manisnya iman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan menahan amarah yang mendatangkan ridha Allah SWT :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cNiscaya Allah memenuhi kalbunya dengan rasa aman, dan keimanan.\u201d H.R Ibnu Ad-Dunya dan lainnya<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Cara meredam marah dalam Islam <span style=\"font-weight: 400;\">penting diterapkan untuk mendapatkan pahala dan ridha Allah SWT. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat bisa sempurnakan tindakan mulia ini dengan menyalurkan sedekah untuk membantu fakir miskin. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salurkan sedekah online dengan mudah melalui lembaga amal yang terpercayamelalui <strong><a href=\"https:\/\/donasi.yatimmandiri.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">platform donasi<\/a><\/strong> milik Laznas Yatim Mandiri.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam? Setiap orang tentu pernah merasakan marah yang ditandai perasaan tidak senang, berang, atau gusar. Marah yang tidak terkontrol bisa membuat seseorang melakukan hal buruk seperti berkata kasar hingga tindak kekerasan. Maka dari itu, penting sekali memahami &#8230; <a title=\"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[42,764,127,763],"class_list":["post-8563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","tag-amalan","tag-bahaya-marah","tag-islam","tag-meredam-marah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-10T02:02:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\",\"datePublished\":\"2024-08-10T02:02:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/\"},\"wordCount\":1354,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp\",\"keywords\":[\"amalan\",\"bahaya marah\",\"islam\",\"meredam marah\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/\",\"name\":\"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp\",\"datePublished\":\"2024-08-10T02:02:54+00:00\",\"description\":\"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/cara-meredam-marah-dalam-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!","description":"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!","og_description":"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-08-10T02:02:54+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!","datePublished":"2024-08-10T02:02:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/"},"wordCount":1354,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp","keywords":["amalan","bahaya marah","islam","meredam marah"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/","name":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp","datePublished":"2024-08-10T02:02:54+00:00","description":"Marah termasuk perbuatan yang dilarang membuat seseorang berkata kasar dan hal buruk. Lantas, bagaimana cara meredam marah dalam Islam?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7-Cara-Meredam-Marah-dalam-Islam-Praktikkan-Yuk.webp","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/cara-meredam-marah-dalam-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Cara Meredam Marah dalam Islam, Praktikkan Yuk!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8563"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8568,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8563\/revisions\/8568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}