{"id":8550,"date":"2024-08-09T09:03:31","date_gmt":"2024-08-09T02:03:31","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=8550"},"modified":"2024-08-08T10:57:05","modified_gmt":"2024-08-08T03:57:05","slug":"musaqah-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!<\/em><\/p>\n<p>Musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">istilah yang sering digunakan dalam usaha agrobisnis maupun usaha individu berbasis agama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musaqah dapat dipahami sebagai kolaborasi yang dilakukan oleh seorang pemilik tanah atau tanaman dengan perawat tanaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem ini, pemilik tanah atau tanaman berarti memberikan hak kepada perawat untuk merawat dan mengelola tanaman tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap perawat yang bertugas akan diberi imbalan berupa sebagian hasil panen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kerja sama sebagaimana yang dianjurkan dalam <\/span>Islam<span style=\"font-weight: 400;\">, yakni jujur dan adil. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui musaqah, pemilik tanaman dapat bertanggung jawab terhadap apa yang dimiliki, karena tidak membiarkannya terlantar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa itu Musaqah?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8551 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-musaqah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-musaqah.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-musaqah-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara leksikal, musaqah berasal dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">al-saqa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang mengandung arti seseorang yang bekerja untuk merawat atau mengurus perkebunan kurma, pohon taman, anggur, dan berbagai pohon lain untuk mendapatkan kemanfaatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemanfaatan yang dimaksud dalam sistem ini adalah kemanfaatan dari Allah atas apa yang dirawatnya. Selain itu, musaqah juga berhak atas sebagian buah dari pohon atau tanaman yang dirawatnya sebagai imbalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman dalam <\/span>kerjasama <span style=\"font-weight: 400;\">ini mengacu pada tanaman (pohon) yang dapat berbuah dan tanaman tua. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, perawatan yang dimaksud adalah merawat, mengairi, menyiangi, dan usaha lain yang berkaitan dengan mengurus atau merawat, sehingga tanaman tidak ditelantarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Imam Syafi\u2019i, tanaman yang digarap pada <\/span>kerjasama musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">tanaman kurma dan pohon anggur yang dapat dipetik hasil atau buahnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hadist yang diriwayatkan, kedua tanaman tersebut dirawat dengan cara merawat dan mengairinya kemudian dibagi hasil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Akad <\/b><b>Musaqah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8552 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akad-Musaqah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akad-Musaqah.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akad-Musaqah-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span>hukum Islam<span style=\"font-weight: 400;\">, setiap <\/span>kerjasama <span style=\"font-weight: 400;\">harus dilandasi dengan akad yang jelas. <\/span>Akad <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan perjanjian diantara kedua belah pihak dan harus disetujui antara keduanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal <\/span>kerjasama <span style=\"font-weight: 400;\">ini, musaqah dapat menjadi shahih dan fasid.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Sahih<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musaqah akan menjadi sahih apabila memenuhi <\/span>syarat <span style=\"font-weight: 400;\">dan rukun yang ada di dalamnya. Salah satu <\/span>syarat <span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span>rukun<span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak terpenuhi, akan membuat <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah berubah. Hukum-hukum yang dapat menjadikan <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah sahih mencakup 5 hal.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh pengerjaan berkaitan dengan perawatan adalah tanggung jawab petani yang menggarap tanaman atau tanah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh hasil panen menjadi hak pemilik dan petani.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kebun gagal panen, keduanya tidak akan mendapatkan apapun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Akad <span style=\"font-weight: 400;\">atau perjanjian dalam musaqah mengikat pemilik dan petani. Oleh karena itu keduanya tidak boleh membatalkan perjanjian, kecuali ada halangan yang tidak memungkinkan salah satu pihak melanjutkan perjanjian yang telah disepakati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Petani tidak boleh melakukan perjanjian lain dengan <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">lainnya, kecuali mendapat izin dari <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">pertama.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>Fasid\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila salah satu <\/span>syarat <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span>rukun<span style=\"font-weight: 400;\"> musaqah tidak dapat terpenuhi, maka <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah tergolog fasid. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara leksikal, fasid adalah perbuatan yang telah rusak. Berbeda dengan akad musaqah sahih, hukum-hukum musaqah fasid mencakup 6 hal.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua hasil dari perkebunan disyarakatkan menjadi hak milik salah satu diantara yang berakad, yakni petani atau pemilik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat jumlah tertentu dari hasil perkebunan yang disyaratkan untuk salah satu pihak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disyaratkan bagi <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">juga turut serta bekerja di perkebunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencangkul tanah adalah kewajiban petani yang menggarap tanah atau perkebunan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh pekerjaan yang tidak menjadi kewajiban atau tanggung jawab petani dan pemilik harus ditentukan dan ditetapkan bersama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyepakati tenggang waktu untuk memanen hasil perkebunan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Syarat <\/b><b>Musaqah<\/b><\/h2>\n<p>Syarat musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">salah satu hal yang harus dipenuhi untuk mencapai kesepakatan diantara kedua belah pihak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, poin-poin utama dalam <\/span>syarat <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah berdasarkan pandangan ulama fiqh itu sama. Namun, berbeda dalam perinciannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, dapat dikatakan bahwa musaqah memiliki 5 <\/span>syarat<span style=\"font-weight: 400;\">, yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shigat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ucapan perjanjian), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">al-\u2018aqidani <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2 orang yang berakad), tanah atau tanaman yang akan dirawat, masa kerja, dan buah atau hasil dari perkebunan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rukun <\/b><b>Musaqah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8553 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Musaqah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Musaqah.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Rukun-Musaqah-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat melakukan perjanjian sah mengikuti sistem musaqah dalam Islam, kedua belah pihak juga harus mengetahui rukun-rukun musaqah yang harus dipenuhi. Dengan begitu, hal ini dapat menentukan apakah akad musaqah sahih atau fasad.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Akad<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span>Islam<span style=\"font-weight: 400;\">, setiap perbuatan yang akan dilakukan harus memiliki akad. Akad dalam musaqah dapat dikerjakan secara jelas atau terang-terangan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sharih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan samar-sama (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kinayah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). <\/span><\/p>\n<p>Akad <span style=\"font-weight: 400;\">tidak hanya dilafadzkan oleh <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">saja, tetapi juga pihak yang bersedia merawat perkebunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, menjadi jelas dan diketahui oleh kedua belah pihak bahwa pemilik perkebunan menyerahkan kebunnya kepada petani untuk dirawat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara petani menyetujui dan menyanggupi perawatan tersebut dengan berbagai <\/span>syarat <span style=\"font-weight: 400;\">yang telah disebutkan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Dua Orang yang Melakukan <\/b><b>Akad<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sistem musaqah juga mensyaratkan bahwa kerjasama ini harus terdiri dari dua orang yang berakad, yakni <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">dan petani yang menyanggupi untuk menggarap. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua orang yang berakad disyaratkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan-ketentuan untuk pemilik dan petani itu adalah orang yang sudah akil balig, memiliki akal, dan tidak terikat dengan janji atau <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah lainnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila petani terikat dengan <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">lain, maka harus memberitahu <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">kedua, begitu juga sebaliknya.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Bidang Garap atau Pekerjaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bidang garap atau pekerjaan yang disebutkan dalam <\/span>musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">tanah atau tanaman yang akan dirawat dan sudah diserahkan sepenuhnya kepada petani ketika <\/span>akad<span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petani menjalankan pekerjaannya sebagaimana perjanjian di awal tanpa campur tangan pemilik perkebunan atau tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bidang pekerjaan di mana petani bertanggung jawab untuk merawat dapat menentukan apakah akad musaqah sahih atau fasid. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akad akan rusak apabila kedua belah pihak mensyaratkan pemilik perkebunan untuk turut mengelola dan merawatnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Objek <\/b><b>Akad<\/b><\/h3>\n<p>Rukun <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah juga mencakup objek <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">atau objek musaqah. Objek yang dimaksud dalam hal ini adalah tanah atau peopohonan yang akan digarap oleh petani. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan objek musaqah, para ulama memiliki perbedaan pendapat untuk menentukan objek perjanjian ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut ahli fiqh Imam Maliki, pepohonan yang tumbuh di atas tanah dikategorikan menjadi 5, yakni pohon dengan akar tetap berbuah, pohon dengan akar tetap tidak berbuah, pohon tidak berakar tetap berbuah, pohon tidak berakar tetap dan tidak berbuah, dan pohon yang bisa diambil manfaatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, ahli fiqh Imam Syafi\u2019i mengatakan bahwa objek dari <\/span>rukun musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">pohon anggur dan kurma saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua pandangan ini dapat dipercaya sebagai acuan untuk melangsungkan <\/span>akad <span style=\"font-weight: 400;\">musaqah.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Buah atau Atsmir<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem <\/span>kerjasama <span style=\"font-weight: 400;\">seperti musaqah, buah mengacu pada hasil perkebunan yang dirawat petani dan dimiliki pemilik kebun. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rukun musaqah ini menjelaskan bahwa dalam akad harus ada kesepakatan pembagian untuk kedua belah pihak, seperti 10%, 25%, 50%, atau dengan takaran lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ulama juga memberikan penjelasan secara rinci berkenaan dengan pengaturan hasil produksi dalam <\/span>rukun<span style=\"font-weight: 400;\"> musaqah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, pemilik perkebunan dan petani memiliki hak atas hasil produksi atau hasil panen. Kedua, bagian untuk setiap pihak harus disepakati kadar hitungannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, kerjasama yang dibangun antara <\/span>pemilik kebun <span style=\"font-weight: 400;\">dan petani harus dilandasi dengan sifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">syuyu\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni gotong royong terkait hasil panen. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi setelah panen, petani bisa langsung mendapatkan bagiannya sesuai takaran yang telah disepakati. <\/span>Akad <span style=\"font-weight: 400;\">seperti ini termasuk jenis fasad.<\/span><\/p>\n<p>Musaqah adalah <span style=\"font-weight: 400;\">perjanjian <\/span>kerjasama <span style=\"font-weight: 400;\">untuk mengelola perkebunan dengan mengacu pada hukum-<\/span> hukum <span style=\"font-weight: 400;\">agama <\/span>Islam<span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungi <strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">blog Yatim Mandiri<\/a> <\/strong>untuk informasi lebih lanjut. Temukan wawasan berbasis agama yang membahas topik-topik seputar agrobisnis hingga <\/span>ekonomi <span style=\"font-weight: 400;\">syariah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini! Musaqah adalah istilah yang sering digunakan dalam usaha agrobisnis maupun usaha individu berbasis agama. Musaqah dapat dipahami sebagai kolaborasi yang dilakukan oleh seorang pemilik tanah atau tanaman dengan perawat tanaman. Dalam sistem ini, pemilik tanah atau tanaman berarti memberikan hak &#8230; <a title=\"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[538,726,762],"class_list":["post-8550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muamalah","tag-bisnis","tag-muamalat","tag-musaqah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-09T02:03:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\",\"datePublished\":\"2024-08-09T02:03:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1102,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp\",\"keywords\":[\"bisnis\",\"Muamalat\",\"musaqah\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/\",\"name\":\"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp\",\"datePublished\":\"2024-08-09T02:03:31+00:00\",\"description\":\"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/musaqah-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya","description":"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya","og_description":"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-08-09T02:03:31+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya","datePublished":"2024-08-09T02:03:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/"},"wordCount":1102,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp","keywords":["bisnis","Muamalat","musaqah"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/","name":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp","datePublished":"2024-08-09T02:03:31+00:00","description":"Musaqah adalah sistem perjanjian kerjasama berbasis agama Islam yang biasa diterapkan dalam agrobisnis.\u00a0Simak lengkapnya disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-itu-Musaqah_-Ini-Pengertian-Syarat-Rukun-dan-Akadnya.webp","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/musaqah-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Musaqah? Ini Pengertian, Syarat, Rukun, dan Akadnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8550"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8555,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8550\/revisions\/8555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}