{"id":8544,"date":"2024-08-08T09:50:55","date_gmt":"2024-08-08T02:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=8544"},"modified":"2024-08-08T09:50:55","modified_gmt":"2024-08-08T02:50:55","slug":"sejarah-perang-khibar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/","title":{"rendered":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya"},"content":{"rendered":"<p><em>Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!<\/em><\/p>\n<p>Sejarah Perang Khibar <span style=\"font-weight: 400;\">adalah salah satu perang penting dalam Islam. Terjadi pada tahun 7 Hijriah atau 629 M, perang yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk menumpas para Kaum Yahudi di Khaibar yang terletak di oasis sekitar 150 km di utara kota Madinah, Arab Saudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti diketahui, Kota khaibar sering juga disebut Negeri Hijaz. Kota ini sudah lama menjadi benteng pertahanan bagi Kaum Yahudi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Khaibar memiliki kondisi tanah yang subur dan air yang melimpah ruah. sehingga sangat sempurna untuk menjadi tempat perlindungan bagi Kaum Yahudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Khaibar terjadi setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 628 M. Ketika Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim Kembali ke Mekah untuk melakukan ibadah umroh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun yang sama, umat muslim mengalami beberapa konflik dengan Kaum Yahudi hingga akhirnya berujung Perang Khaibar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Latar Belakang dan Penyebab Terjadinya Perang Khaibar<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8547 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Latar-Belakang-dan-Penyebab-Terjadinya-Perang-Khaibar.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Latar-Belakang-dan-Penyebab-Terjadinya-Perang-Khaibar.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Latar-Belakang-dan-Penyebab-Terjadinya-Perang-Khaibar-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan dalam <\/span>sejarah Perang Khibar <span style=\"font-weight: 400;\">bahwa sebelum diserang Kaum Muslimin, Khaibar telah menjadi pusat pengkhianatan, persengkongkolan, sumber permusuhan dan pemicu peperangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan ini berseberangan dengan konsep Islam sehingga harus ditumpas oleh Kaum Muslimin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Kota Khaibar juga menjadi tempat menyusun strategi perang untuk menyerang umat muslim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya, mereka juga menyusun strategi untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Hal itulah yang melatarbelakangi terjadi Perang Khaibar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu keberadaan Kaum Yahudi di Kota Khaibar di dekat Madinah menjadi ancaman bagi keamanan umat Islam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga dalam kondisi seperti itu, kaum Islam mengirim pasukan untuk menaklukkan Khaibar sebelum diserang duluan oleh para Kaum Yahudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak cukup sampai disitu, penyebab terjadinya pertempuran yang tertulis dalam <\/span>sejarah Perang Khibar <span style=\"font-weight: 400;\">adalah adanya pelanggaran perjanjian. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui Rasulullah SAW sempat membuat perjanjian damai dengan Kaum Yahudi pada tahun 6 Hijriah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, Kaum Yahudi secara sadar melanggar perjanjian tersebut dengan membantu Bani Quraisy dalam Perang Badar dan Perang Uhud. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilanggarnya perjanjian tersebut merupakan salah satu bukti pemberontakan Kaum Yahudi sehingga harus segera ditumpas agar tidak membahayakan umat Islam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalannya Perang Khaibar<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8546 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jalannya-Perang-Khaibar.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jalannya-Perang-Khaibar.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jalannya-Perang-Khaibar-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Sejarah Perang Khibar <span style=\"font-weight: 400;\">mencatat bahwa pertempuran ini bermula pada Maret 628 M atau sekitar tahun 7 Hijriah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, pasukan Kaum Muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah SAW mulai berangkat menuju Khaibar dengan membawa lebih dari 2.000 pasukan dan 200 kuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedatangan Kaum Muslimin di Khaibar ini memang sudah bisa diprediksi. Hanya saja, tidak ada yang menyangka jika ternyata kedatangannya hanya butuh waktu 3 hari saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itulah, Kaum Yahudi di Khaibar pun tidak sempat membangun pertahanan yang cukup kuat untuk benteng pertahanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, benteng pertahanan mereka pun berhasil dengan mudah dibobol Kaum Muslimin. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa komandan perang Kaum Yahudi pun beberapa kali mengalami pergantian. Hal ini disebabkan karena para komandan perang gugur secara bergantian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya hanya dalam waktu dua pekan, Kaum Yahudi di Khaidar pun mulai merasa terdesak dengan kehadiran Kaum Muslimin yang ternyata sangat kuat. Mereka pun memutuskan untuk menyerah pada Kaum Muslimin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun menyerah, Kaum Yahudi ternyata membawa beberapa perjanjian tentang kesepakatan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjanjian ini kemudian disetujui oleh Rasulullah SAW dan menjadi kesepakatan akhir Perang Khaibar oleh Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0 \u00a0 <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/perang-terbesar-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berikut 7 Perang Terbesar dalam Sejarah Islam, Apa Saja?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Hasil Kesepakatan Perang Khaibar<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8545 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hasil-Kesepakatan-Perang-Khaibar.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hasil-Kesepakatan-Perang-Khaibar.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Hasil-Kesepakatan-Perang-Khaibar-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span>sejarah Perang Khibar<span style=\"font-weight: 400;\">, disebutkan bahwa pertempuran ini dimenangkan oleh kaum Muslimin. Sebagai gantinya, ada beberapa kesepakatan yang terjadi sebagai penyelesaian dari Perang Khaibar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan bahwa kaum Yahudi di Khaibar menawarkan kerjasama terkait pengolahan lahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjanjian tersebut, akhirnya disepakati bahwa:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW secara khusus\u00a0 menyerahkan pengelolaan lahan kepada Kaum Yahudi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan hasil lahan dibagi sebagian untuk Kaum Muslimin dan sebagian untuk Kaum Yahudi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum Yahudi wajib menggunakan harta benda mereka dalam pengelolaan dan perawatan lahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan Kaum Yahudi tergantung keinginan dari Kaum Muslimin. Pada poin ini, Kaum Yahudi siap pergi dari wilayah tersebut apabila memang sudah \u201cdiusir\u201d<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepemilikan barang berharga tidak bisa dipindah tangankan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW berkah mendapatkan sejumlah harta benda seperti emas, perak, senjata hingga baju besi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum Yahudi di Khaibar juga berhak atas kendaraan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum Yahudi di Khaibar tidak boleh menyembunyikan segala sesuatu yang membahayakan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila terbukti Kaum Yahudi menyembunyIkan sesuatu, maka tidak akan lagi ada jaminan keamanan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sejarah Perang Khibar<span style=\"font-weight: 400;\"> juga menulis bahwa umat Muslim mendapatkan harta rampasan perang (ghanimah) yang cukup besar dari Kaum Yahudi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harta rampasan ini kemudian dibagi-bagikan Rasulullah SAW kepada semua umat muslim yang terlibat perang secara merata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang tidak terlibat perang, tentu saja tidak bisa mendapatkan ghanimah. Namun di saat yang sama, sekelompok sahabat Rasulullah tiba dari hijrahnya ke negeri Habasyah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para sahabat ini kemudian juga diberi bagian ghanimah oleh Rasulullah SAW dengan penuh kebahagiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari <\/span>sejarah Perang Khibar<span style=\"font-weight: 400;\"> di atas, bisa disimpulkan bahwa perang tidak serta merta tentang pertumpahan darah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW berhasil menumpaskan Kaum Yahudi di Khaibar hanya dengan kesepakatan. Kemenangan ini pun menandai semakin perkasanya Islam di Jazirah Arab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Perang Khaibar, masih ada banyak sekali sejarah perang lain yang bisa diteladani. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selengkapnya tentang sejarah perang lain bisa Sahabat nikmati lewat artikel yang ada di <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Blog<\/strong><\/a><\/span><strong>\u00a0Yatim Mandiri<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi sekarang juga!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi! Sejarah Perang Khibar adalah salah satu perang penting dalam Islam. Terjadi pada tahun 7 Hijriah atau 629 M, perang yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk menumpas para Kaum Yahudi di Khaibar yang terletak &#8230; <a title=\"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[127,761,102],"class_list":["post-8544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-islam","tag-perang-khaibar","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-08T02:50:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\",\"datePublished\":\"2024-08-08T02:50:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/\"},\"wordCount\":811,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp\",\"keywords\":[\"islam\",\"Perang Khaibar\",\"sejarah\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/\",\"name\":\"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp\",\"datePublished\":\"2024-08-08T02:50:55+00:00\",\"description\":\"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/sejarah-perang-khibar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya","description":"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya","og_description":"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-08-08T02:50:55+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya","datePublished":"2024-08-08T02:50:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/"},"wordCount":811,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp","keywords":["islam","Perang Khaibar","sejarah"],"articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/","name":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp","datePublished":"2024-08-08T02:50:55+00:00","description":"Sejarah Perang Khibar menandai meluasnya Islam di Jazirah Arab. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan antara umat Muslim dan Yahudi!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Sejarah-Perang-Khaibar_-Penyebab-dan-Hasil-Kesepakatannya.webp","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/sejarah-perang-khibar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Perang Khaibar: Penyebab, dan Hasil Kesepakatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8544"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8549,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8544\/revisions\/8549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}