{"id":662,"date":"2022-04-22T13:50:24","date_gmt":"2022-04-22T06:50:24","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=662"},"modified":"2023-01-06T09:21:03","modified_gmt":"2023-01-06T02:21:03","slug":"wakaf-produktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/","title":{"rendered":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Wakaf produktif itu apa sih? Terus apakah ada dasar hukum yang menguatkan bahwa wakaf produktif boleh dilakukan? Lalu apa contoh dari wakaf ini? Untuk pembahasan selengkapnya, baca artikel berikut ini.<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah mendengar tentang istilah <\/span>wakaf produktif<span style=\"font-weight: 400;\">? Lazimnya jika membahas mengenai wakaf, maka cenderung mengarah pada benda yang tidak bergerak seperti bangunan, tanah, pohon, bangunan dan lain-lain. Namun, berbeda halnya dengan jenis wakaf uang yang belum terlalu familiar bagi masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis wakaf yang tergolong produktif terdiri atas benda-benda bergerak mulai dari uang yang tentunya masih diperbolehkan dalam Islam. Bahkan jenis sedekah jariyah produktif sudah banyak dikembangkan oleh beberapa negara berkembang seperti Timur Tengah dan negara Islam lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian <\/b><b>Wakaf Produktif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedekah jariyah produktif merupakan harta yang digunakan untuk bersedekah atau diwakafkan untuk dapat dikelola secara produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Jenis <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/sedekah-jariyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sedekah jariyah<\/a> produktif bisa diberikan dalam bidang jasa, perdagangan, pertanian dan bidang lainnya yang mungkin membutuhkan bantuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari pengelolaan sedekah jariyah produktif nantinya akan disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan tujuan melakukan <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wakaf<\/a>. Jenis wakaf ini bisa berupa banyak hal mulai dalam bidang pangan, saham, perdagangan bahkan ternak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian serupa mengenai sedekah jariyah produktif juga dinyatakan dalam sebuah buku karya Jaih Mubarok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam buku tersebut menjelaskan, <\/span>wakaf produktif <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan transformasi dari adanya pengelolaan wakaf yang bersifat alami menjadi pengelolaan profesional untuk menambah nilai manfaat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan dari perhitungan data <\/span><a href=\"http:\/\/siwak.kemenag.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/siwak.kemenag.go.id\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ada sekitar 8,79% penggunaan tanah wakaf selain digunakan untuk mushola, masjid, makam dan lain-lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persentase tersebut menunjukkan bahwa sedekah jariyah produktif sudah dijalankan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dasar Hukum <\/b><b>Wakaf Produktif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar penetapan sedekah jariyah produktif di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 yang bernama ijtihad. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ijtihad merupakan suatu bentuk usaha mencurahkan kemampuan untuk mendapatkan hukum syara\u2019 yang sifatnya operasional dengan adanya upaya istinbath atau hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan dalam Undang-Undang difokuskan pada bagian bab V yang berkaitan dengan pengelolaan dan juga pengembangan harta wakaf. Bab V merupakan pengembangan dari undang-undang wakaf sebelumnya yang mengatur tentang pengelolaan dari harta wakaf.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada Undang-Undang Nomor 41 Pasal 43 ayat 2 dapat dijelaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta wakaf bisa dilakukan secara produktif. Hak dan kewajiban dari Nazir wakaf harus sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukkan prinsip syariah dan dikelola secara produktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan wakaf berdasarkan prinsip syariah yaitu agar dapat terlaksana sesuai dengan asas keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Setidaknya ada 5 prinsip syariah yang membahas tentang harta wakaf yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda yang nantinya akan diwakafkan bisa bertahan lama dan hasilnya bisa dikembangkan secara terus menerus. Harta benda yang dimaksud seperti bangunan, pertanian, uang, sarana pendidikan, alat transportasi, gedung dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerima manfaat wakaf diusahakan berasal dari kelompok masyarakat yang diinginkan oleh wakif dan nadzir untuk bisa mengembangkan manfaatnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat wakaf akan diberikan langsung kepada fakir miskin sesuai dengan kepentingan umum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan wakaf perlu memiliki asas legalitas dan perlu dituliskan dalam dokumen khusus di depan pejabat yang terkait.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola wakaf (nazir) ditetapkan untuk menunjukkan bahwa wakaf bukanlah milik pribadi, tetapi tergolong kekayaan publik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>[su_box title=&#8221;Baca Juga&#8221; box_color=&#8221;#091cde&#8221;]1. <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pertanyaan-tentang-wakaf\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertanyaan Tentang Wakaf Lengkap dengan Jwaban<\/a><br \/>\n2. <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/jenis-wakaf\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">9 Jenis Wakaf dan Perbedaan Sesuai Dengan Peruntukannya<\/a><br \/>\n3. <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-dan-syarat-wakif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian dan Syarat Bagi Wakif, Sudah Tahu?<\/a> [\/su_box]<\/p>\n<h2><b>Contoh W<\/b><b>akaf Produktif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf yang tergolong produktif bisa berupa berbagai hal seperti yang berkaitan dengan ternak, pangan, properti sampai dengan saham. Nah, untuk lebih jelasnya dibawah ini ada pembahasan mengenai beberapa jenis wakaf produktif beserta contohnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Wakaf Lahan Pertanian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sedekah jariyah produktif dikenal wakaf pangan yang artinya harta benda yang akan diwakafkan kemudian dikelola untuk memenuhi segala kebutuhan pangan masyarakat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja bentuk wakaf pangan? Contohnya seperti wakaf lahan pertanian berupa sawah dan perkebunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lahan pertanian nantinya akan dikelola dengan baik dan produktif untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Wakaf lahan pertanian kepemilikannya umum dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Wakaf Hewan Ternak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf ternak dilakukan dengan melakukan pemeliharaan dan pembiakan hewan ternak. Tujuan dari wakaf hewan ternak yaitu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat berupa daging dan hasil ternak lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Wakaf Sarana Air<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua daerah memiliki sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, tujuan wakaf air yaitu untuk membangun sumber air berupa sumur di daerah yang sekiranya memang kesulitan air.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Wakaf Retail<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis wakaf bergerak salah satunya yaitu wakaf ekonomi. Sejenis wakaf yang dilakukan untuk memberikan manfaat dalam bidang sosial ekonomi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari wakaf ekonomi sama dengan jenis wakaf lainnya untuk memajukan perekonomian masyarakat, ambil contohnya dari wakaf retail.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf retail merupakan wakaf yang pengelolaannya fokus dalam bidang bisnis dan perdagangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya hasil dan keuntungan dari wakaf retail bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat seperti kebutuhan pembangunan selokan air, pemasangan lampu jalan dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Wakaf Saham<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf saham bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mewakafkan sebagian sahamnya kemudian nantinya akan diberikan kepada pengelola wakaf. Saham tersebut nantinya akan dikelola secara optimal sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mauquf alaih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (penerima wakaf).\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Wakaf Pendidikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf pendidikan akan dilakukan dengan mengelola dana wakaf bagi kepentingan pendidikan. Wakaf untuk kepentingan pendidikan dirasa sangat penting untuk berkontribusi dalam memberikan manfaat besar bagi masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf dilakukan dengan cara menyalurkan dana untuk pembangunan sarana pendidikan. Apalagi pada daerah-daerah terpencil yang belum memiliki sarana pendidikan yang memadai. Output dari wakaf pendidikan yaitu untuk memberikan pendidikan layak serta mencerdaskan generasi bangsa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Wakaf Kesehatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilakukan dengan menyalurkan dan mengelola seluruh dana wakaf untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masalah kesehatan. Penerapan wakaf bisa dilakukan dengan membangun rumah sakit atau klinik, penyedia alat kesehatan dan obat-obatan dan ambulans.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarana kesehatan seperti rumah sakit nantinya akan dikelola secara komersial dan keuntungannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Misalnya dana digunakan kegiatan penyuluhan kesehatan gratis atau biaya pengobatan masyarakat tidak mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengelolaan <\/b><b>Wakaf Produktif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga yang tepat untuk mengembangkan harta wakaf bergerak yaitu melalui Bank Syariah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan dipilih lembaga keuangan ini karena masih tetap dalam pengawasan pemerintah dan memiliki strategi pengembangan wakaf sendiri sesuai dengan profesinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Syariah hendaknya menggunakan produk mudharabah dan ijarah. Kedua produk tersebut dianggap cocok untuk mengembangkan harta wakaf. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf yang dijalankan berdasarkan prinsip mudharabah dengan menyalurkan modal kepada lembaga atau seseorang yang dipercaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan wakaf yang dijalankan berdasarkan prinsip ijarah dijalankan dengan konsep sewa. Ijarah merupakan suatu jenis akad yang digunakan untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. Lembaga Bank Syariah memiliki profesi untuk mengembangkan harta bergerak sesuai dengan aturan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari sedekah jariyah produktif akan diperuntukkan bagi kesejahteraan Muslim. Namun memang hingga saat ini, Undang-Undang dianggap masih belum efektif dalam mengatur berbagai hal dan teknik pelaksanaan untuk mendukung jenis wakaf bergerak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Wakaf produktif <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan harta benda yang nantinya akan dikelola secara produktif untuk kepentingan masyarakat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menjalankan wakaf bergerak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka dana bisa benar-benar berguna bagi kemaslahatan masyarakat yang membutuhkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"BlogPosting\",\n  \"mainEntityOfPage\": {\n    \"@type\": \"WebPage\",\n    \"@id\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/\"\n  },\n  \"headline\": \"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\",\n  \"description\": \"Wakaf produktif itu apa sih? lalu apa dasar hukumnya dan apa saja contoh-contohnya. Selengkapnya ada di artikel berikut ini\",\n  \"image\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg\",  \n  \"author\": {\n    \"@type\": \"Person\",\n    \"name\": \"Abdul Roqib\",\n    \"url\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/roqib\/\"\n  },  \n  \"publisher\": {\n    \"@type\": \"Organization\",\n    \"name\": \"Yatim Mandiri\",\n    \"logo\": {\n      \"@type\": \"ImageObject\",\n      \"url\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/logo-1.png\"\n    }\n  },\n  \"datePublished\": \"2022-04-22\",\n  \"dateModified\": \"2022-04-22\"\n}\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakaf produktif itu apa sih? Terus apakah ada dasar hukum yang menguatkan bahwa wakaf produktif boleh dilakukan? Lalu apa contoh dari wakaf ini? Untuk pembahasan selengkapnya, baca artikel berikut ini. Pernah mendengar tentang istilah wakaf produktif? Lazimnya jika membahas mengenai wakaf, maka cenderung mengarah pada benda yang tidak bergerak seperti bangunan, tanah, pohon, bangunan dan &#8230; <a title=\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":666,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[48],"class_list":["post-662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berbagi","tag-wakaf"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wakaf produktif itu apa sih? Terus apakah ada dasar hukum yang menguatkan bahwa wakaf produktif boleh dilakukan? Lalu apa contoh dari wakaf ini? Untuk pembahasan selengkapnya, baca artikel berikut ini. Pernah mendengar tentang istilah wakaf produktif? Lazimnya jika membahas mengenai wakaf, maka cenderung mengarah pada benda yang tidak bergerak seperti bangunan, tanah, pohon, bangunan dan ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-22T06:50:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-06T02:21:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\",\"datePublished\":\"2022-04-22T06:50:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T02:21:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/\"},\"wordCount\":1082,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/wakaf-produktif.jpg\",\"keywords\":[\"wakaf\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/\",\"name\":\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/wakaf-produktif.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-22T06:50:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T02:21:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/wakaf-produktif.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/wakaf-produktif.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wakaf-produktif\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya","og_description":"Wakaf produktif itu apa sih? Terus apakah ada dasar hukum yang menguatkan bahwa wakaf produktif boleh dilakukan? Lalu apa contoh dari wakaf ini? Untuk pembahasan selengkapnya, baca artikel berikut ini. Pernah mendengar tentang istilah wakaf produktif? Lazimnya jika membahas mengenai wakaf, maka cenderung mengarah pada benda yang tidak bergerak seperti bangunan, tanah, pohon, bangunan dan ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2022-04-22T06:50:24+00:00","article_modified_time":"2023-01-06T02:21:03+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya","datePublished":"2022-04-22T06:50:24+00:00","dateModified":"2023-01-06T02:21:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/"},"wordCount":1082,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg","keywords":["wakaf"],"articleSection":["Berbagi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/","name":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg","datePublished":"2022-04-22T06:50:24+00:00","dateModified":"2023-01-06T02:21:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-produktif.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wakaf-produktif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Wakaf Produktif dan Dasar Hukumnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=662"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2371,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662\/revisions\/2371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}