{"id":630,"date":"2022-04-16T09:23:24","date_gmt":"2022-04-16T02:23:24","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=630"},"modified":"2023-01-06T09:03:34","modified_gmt":"2023-01-06T02:03:34","slug":"pengertian-wakaf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/","title":{"rendered":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan wakaf? Apa syarat dan dasar hukumnya? Apa saja jenis-jenisnya? Simak penjelasan lebih lengkapnya di dalam artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbuat baik kepada orang sekitar tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain yang akan menerimanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu perbuatan baik yang bisa dilakukan adalah memberikan harta benda atau apa saja yang dimiliki dengan melakukan <\/span>wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>Apa itu wakaf? <span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana rukun, syarat, keutamaan, dan dasar hukum dari <\/span>wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">? Apa saja jenis-jenisnya? Cari tahu jawaban dan penjelasan lebih lengkap tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membaca artikel di bawah ini dengan seksama!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-632\" title=\"Pengertian Wakaf\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Wakaf.jpg\" alt=\"Pengertian Wakaf\" width=\"700\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Wakaf.jpg 600w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Wakaf-300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Wakaf-450x300.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kewajiban manusia hidup di dunia adalah melakukan ibadah kepada Sang Pencipta. Banyak jenis ibadah yang dapat dilakukan dan tentunya masing-masing memiliki keutamaan, hukum, tata cara, manfaat, dan pahalanya tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata ada salah satu jenis ibadah dengan kandungan pahala yang akan terus mengalir dan tidak terputus sampai kapan pun meskipun orang yang memberikannya telah meninggal dunia. Ibadah tersebut dikenal dan disebut dengan istilah <\/span>wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ibadah yang satu ini sering kali disamakan dengan sedekah. Keduanya memang tampak sama, tetapi memiliki perbedaan. Ketika sedekah, orang-orang umumnya memberikan harta berupa uang atau benda yang layak pakai kepada orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ketika mewakafkan harta, maka harta yang diberikan biasanya berupa tanah atau bangunan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama oleh masyarakat luas. Harta benda yang diberikan juga bisa berbentuk lainnya, tetapi tetap memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan <\/span>pengertian wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pengertian Secara Umum dan Fiqih Islam<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, <\/span>wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">berasal dari bahasa Arab yaitu \u201cWaqf\u201d. Istilah tersebut memiliki arti dalam Bahasa Indonesia yaitu artinya \u201cmenahan diri\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara menurut fiqih Islam, <\/span>wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan hak pribadi yang dipindahkan atau diberikan untuk menjadi dimiliki secara umum\/ bersama agar manfaatnya dinikmati banyak orang. Pemberian itu diberikan dalam jangka waktu tertentu atau untuk jangka waktu selamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih banyak pengertian yang diutarakan oleh berbagai pihak.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Pengertian Menurut Undang-undang Republik Indonesia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara menurut UU Nomor 41 Tahun 2004, <\/span>wakaf adalah <span style=\"font-weight: 400;\">suatu perbuatan yang dilakukan wakif (pemberi) memisahkan dan atau menyerahkan sebagian hartanya selamanya atau dalam jangka waktu tertentu untuk digunakan dan dimanfaatkan guna kepentingan ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Pengertian Menurut Mashab Safi\u2019i, Hanafi, dan Malik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa Mashab yang memberikan pendapatnya tentang pengertian ibadah ini adalah Mashab Syafi\u2019i, Mashab Hanafi, dan Mashab Malik. Bagaimana pendapat ketiga mashab tersebut?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Mashab Syafi\u2019I, <\/span>wakaf merupakan <span style=\"font-weight: 400;\">suatu tindakan melepaskan harta dari kepemilikan melalui sebuah prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mazhab Syafi\u2019i juga berpendapat bahwa harta yang diwakafkan dapat berupa benda bergerak yang dimanfaatkan dalam jangka waktu lama atau kekal.<\/span><\/p>\n<p>Wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">menurut Mazhab Hanafi adalah suatu sikap tidak melakukan tindakan apapun atas harta yang dimilikinya yang berstatus tetap hak milik dengan memberikan manfaat dari harta tersebut kepada pihak lainnya dalam jangka waktu saat ini atau jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara menurut Mazhab Malik, <\/span>wakaf<span style=\"font-weight: 400;\"> adalah tindakan tidak melepaskan harta yang dimilikinya, tetapi memiliki kewajiban untuk memberikan manfaat dari harta yang diwakafkan tersebut kepada masyarakat luas dan tentunya tidak boleh mengambil kembali harta yang sudah diwakafkan.<\/span><\/p>\n<p>[su_box title=&#8221;Baca Juga&#8221; box_color=&#8221;#091cde&#8221;]1. <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/sedekah-jariyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sedekah Jariyah, Pengertian, Contoh dan Keistimewaanya<\/a><br \/>\n2. <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/manfaat-sedekah-jariyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ini Manfaat Sedekah Jariyah dan Contoh Nyata Dalam Kehidupan<\/a>[\/su_box]<\/p>\n<h2><b>Rukun <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-633\" title=\"Rukun Wakaf\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Rukun-Wakaf.png\" alt=\"Rukun Wakaf\" width=\"700\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Rukun-Wakaf.png 640w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Rukun-Wakaf-300x168.png 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Rukun-Wakaf-450x252.png 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">harus dilaksanakan berdasarkan rukunnya. Jika tidak memenuhi rukun yang sudah ditetapkan, maka pemberian harta yang diwakafkan tidak akan dianggap sah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja rukun dalam menjalankan ibadah ini? Berikut ini <\/span>rukun wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">yang harus dipenuhi, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ada atau terdapat orang yang berwakaf atau disebut dengan waqif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat harta benda yang akan diwakafkan atau mauquf.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat orang yang akan menerima manfaat dari harta benda yang diwakafkan atau mauquf\u2019alaih.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terucapnya ikrar atau lafadz (shighat) ketika <\/span>ibadah wakaf<span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tata cara wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">dapat dilakukan secara berurutan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Wakif memberikan harta benda sesuai syarat atau ketentuan yang berlaku.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Penerima perorangan atau lembaga menerima harta benda yang telah diwakafkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi akad yang dilakukan secara jelas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda yang telah diwakafkan akan menjadi miliki masyarakat umum dan dimanfaatkan untuk tujuan ibadah secara bersama-sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam pelaksanaan akadnya, sebaiknya terdapat saksi yang menyaksikan akad tersebut. Adanya saksi juga dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penerima berkhianat dan tidak bertanggung jawab atas pemberian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saksi juga memiliki peranan penting dalam menjaga agar penerima tetap bertanggung jawab dan amanah menggunakan pemberian dari wakif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya saksi juga sangat dianjurkan dalam Al Quran terutama dalam surat Al-Baqarah ayat 282.<\/span><\/p>\n<p>Pencatatan wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">juga harus dilakukan sebagai tanda bukti. Selain itu, pencatatan ini juga dilakukan agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Syarat <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1418\" aria-describedby=\"caption-attachment-1418\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1418\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Syarat-Wakaf.jpg\" alt=\"Syarat Wakaf\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Syarat-Wakaf.jpg 640w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Syarat-Wakaf-300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Syarat-Wakaf-450x300.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1418\" class=\"wp-caption-text\">Sumber Gambar Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika akan memberikan <\/span>wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">, tentunya seseorang harus mengerti dan memahami tentang <\/span>syarat wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">. Semua syarat yang ada harus dipenuhi agar dianggap sah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja syarat-syarat tersebut? Berikut ini syarat yang harus dipenuhi ketika akan melakukan salah satu jenis ibadah ini, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Syarat yang Harus Dipenuhi oleh Seorang Wakif (Pemberi)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang akan memberikan sebagian hartanya harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah disepakati. Seorang wakif atau pemberi harus cakap dan mampu bertindak dalam membelanjakan harta yang dimilikinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecakapan tersebut harus memenuhi kriteria berikut ini, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Merdeka<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki akal sehat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Dewasa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berada di bawah pengampuan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Syarat untuk Mauquf (Harta Benda) yang Diberikan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda yang akan diberikan juga tidak boleh asal atau sembarangan. Harga benda tersebut harus memenuhi beberapa syarat atau ketentuan. Berikut ini syarat yang harus dimiliki atau dipenuhi harta benda yang akan diberikan, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda yang diberikan harus memiliki nilai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harta tersebut berupa benda bergerak atau benda tetap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Benda yang akan diwakafkan harus tertentu atau diketahui ketika terjadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda tersebut sebelumnya memang telah menjadi milik wakif atau pemberi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Syarat yang Harus Dipenuhi oleh Mauquf\u2019Alaih (Penerima)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain syarat bagi wakif dan harta yang diwakafkan, terdapat pula syarat-syarat khusus untuk penerima (orang atau badan hukum yang berhak menerima) yang disebut dengan syarat Mauquf\u2019Alaih. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja syarat yang harus dipenuhi? Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi Mauquf\u2019Alaih, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harus dinyatakan secara tegas ketika waktu mengikrarkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Harus dinyatakan secara tegas kepada siapa atau apa ditujukan harta benda tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah untuk melaksanakan ibadah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>4. Syarat dalam Shighat<\/b><\/h3>\n<p>Syarat untuk wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">lainnya adalah syarat dalam shighat. Apa itu shighat? Shighat akad merupakan segala\/ semua ucapan, tulisan, maupun isyarat dari orang yang melakukan akad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan keinginannya. Syarat shighat yang harus dipenuhi, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Shighat harus terjadi seketika tau munjazah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Shighat tidak boleh dilakukan dengan diikuti syarat bathil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Shighat tidak diikuti oleh adanya pembatasan waktu tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Shighat tidak boleh mengandung suatu pengertian untuk mencabut kembali harta benda yang sudah diwakafkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Keutamaan <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_631\" aria-describedby=\"caption-attachment-631\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-631\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\" alt=\"Wakaf Pengertian, Keutamaan, Syarat, Dasar Hukum, dan Jenis\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg 600w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis-300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis-450x300.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-631\" class=\"wp-caption-text\">Image by Nattanan Kanchanaprat From Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibadah yang dijalankan dengan ikhlas demi Allah pasti akan memberikan banyak pahala dan manfaat baik itu di dunia maupun kehidupan di akhirat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja keutamaan dan <\/span>manfaat wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">? Berikut ini manfaat dan <\/span>keutamaan melakukan wakaf<span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mendapatkan Pahala dan Amal Jariah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat pertama yang bisa didapatkan tentunya pemberi akan mendapatkan pahala. Selain mendapat pahala, pemberi juga mendapatkan amal jariah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu amal jariah? Pahala yang terus mengalir dan didapatkan oleh orang yang melakukannya meskipun ia sudah meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harta benda yang diwakafkan masih ada meskipun orang tersebut telah meninggal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua harta benda tersebut juga tetap dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat kepada banyak orang yang menggunakannya untuk keperluan ibadah atau keperluan baik lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pahala amal jariah yang didapatkan karena mewakafkan harta bendanya untuk keperluan masyarakat luas juga sudah dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Dapat Mempererat Tali Persaudaraan dengan Orang Lain<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain sebagai amal jariah, manfaat lainnya yang bisa didapatkan adalah dapat digunakan sebagai cara untuk mempererat tali persaudaraan dengan orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini karena harta benda yang diwakafkan dapat dimanfaatkan dan digunakan secara bersama-sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, seseorang mewakafkan sebuah masjid atau mushola di lingkungan tempat tinggalnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mushola atau masjid tersebut dapat digunakan untuk tempat berkumpul dan melaksanakan berbagai ibadah oleh masyarakat yang tinggal di area sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun orang yang memberikannya telah meninggal, mushola tersebut tetap akan digunakan sebagai tempat ibadah dan berkumpul banyak orang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja hal ini membuatnya menjadi tempat untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membangun Jiwa Kepedulian dan Jiwa Sosial Tinggi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang mewakafkan sebagian harta benda yang dimilikinya tentu saja secara tidak langsung akan membangun jiwa kepedulian dan jiwa sosial yang ada di dalam dirinya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan pertolongan kepada orang lain juga bisa sebagai bukti bahwa orang tersebut memang memiliki sikap peduli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pemberi juga akan merasa tenang dan damai setelah memberikan pertolongan untuk orang-orang yang membutuhkan dari harta benda yang dimilikinya sendiri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besar kemungkinan pemberi juga akan merasa terus ingin berbuat baik dan membantu sesama.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Membantu Pembangunan Lingkungan Sekitar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harta yang diwakafkan bisa berupa dana untuk membangun berbagai sarana umum bagi masyarakat luas di lingkungan sekitar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, harta tersebut digunakan untuk membangun masjid, sekolah, pesantren, fasilitas kesehatan, dan berbagai bangunan atau fasilitas yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan ini tentu saja akan sangat bermanfaat dan membantu pembangunan sarana atau fasilitas umum di lingkungan sekitar. Masyarakat pun akan sangat terbantu dengan adanya fasilitas umum tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, di suatu lingkungan tidak ada mushola atau masjid. Masyarakat sekitar harus pergi jauh jika ingin pergi ke masjid. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada orang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun mushola. Tentu saja pembangunan mushola ini sangat membantu masyarakat sekitar yang ingin beribadah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mushola tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, sholat berjamaah, belajar ngaji, melakukan pengajian, dan berbagai kegiatan positif serta bermanfaat lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dasar Hukum <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1419\" aria-describedby=\"caption-attachment-1419\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1419 size-full\" title=\"dasar hukum wakaf\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2.jpg\" alt=\"dasar hukum wakaf\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2.jpg 533w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2-280x210.jpg 280w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2-560x420.jpg 560w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/dasar-hukum-wakaf-2-450x338.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1419\" class=\"wp-caption-text\">Photo by Pir S\u00fcmeyra on Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mewakafkan harta benda yang dimiliki kepada masyarakat luas ternyata juga memiliki dasar hukum. Dasar hukum ini tercantum dalam Al Quran dan beberapa hadist.<\/span><\/p>\n<p>Wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">itu sendiri sebenarnya juga dianggap atau termasuk infak yang dilakukan di jalan Allah. Oleh karena itu, dalil atau hukum tentangnya juga diatur berdasarkan ayat Al Quran tentang infak di jalan Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dalil atau hukum dasarnya tertera dalam Al Quran surah Al Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 267, dan surat Al Baqarah ayat 261. Selain itu, ada juga hadist yang digunakan sebagai dasar hukum, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.<\/span><\/p>\n<p>Apa hukumnya wakaf? <span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini beberapa dasar hukumnya yang penting untuk diketahui, yaitu:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam Al-Quran tepatnya ada di surat Al-Imran ayat 92 yang berbunyi<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 267 yang berbunyi:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perumpamaan infak di jalan Allah juga dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 261 yang berbunyi,<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Jenis <\/b><b>Wakaf<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_679\" aria-describedby=\"caption-attachment-679\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-679\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi.jpg\" alt=\"wakaf khairi\" width=\"640\" height=\"481\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi.jpg 532w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi-300x225.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi-280x210.jpg 280w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi-560x420.jpg 560w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/wakaf-khairi-450x338.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-679\" class=\"wp-caption-text\">Sumber Gambar : unsplash.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Apa saja jenis-jenis wakaf? Wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan faktor tertentu. Misalnya, berdasarkan peruntukan, jenis harta, waktu, dan juga penggunaan harta. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya tentang jenis-jenis tersebut, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Berdasarkan Peruntukan Harta yang Diberikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua jenis <\/span>wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">berdasarkan peruntukan harta yang diberikan, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><strong>Wakaf Ahli<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf Ahli adalah diperuntukkan guna kepentingan dan jaminan sosial di dalam lingkungan keluarga dan juga lingkungan kerabat sendiri. Jenis ini berdasarkan pada hubungan darah antar anggota keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga sekarang jenis ini masih ada di Indonesia bahkan diatur dalam UU Nomor 42 Tahun 2006 pasal 30. Namun di beberapa negara sudah dihapuskan. Misalnya, Lebanon, Mesir, Libya, Irak, Syria, dan Turki.<\/span><\/p>\n<h4><b>Wakaf Khairi <\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adalah diperuntukkan guna kepentingan keagamaan atau kemasyarakatan demi kebajikan umum atau kepentingan masyarakat luas. Misalnya, pemberian tanah, bangunan, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini diberikan kepada masyarakat luas atau orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga atau kekerabatan dengan pemberinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Berdasarkan Jenis Harta yang Diberikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan jenis harta yang diberikan, <\/span>wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan I atau benda yang tidak dapat bergerak atau sulit dipindahkan, seperti tanah, suatu bangunan\/ bagian bangunan\/ satuan rumah susun, benda lain yang ada kaitannya dengan tanah, pondok pesantren, masjid, dan benda tidak bergerak lainnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan II atau benda bergerak selain uang, seperti benda dapat berpindah, benda dapat dihabiskan, benda tidak dapat dihabiskan, air, bahan bakar minyak, surat berharga (Hak Atas Kekayaan Intelektual\/ hak atas benda bergerak lainnya), peralatan tertentu, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan III atau benda bergerak berupa uang, seperti uang tunai maupun uang non tunai.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Berdasarkan Waktu Diberikannya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dibedakan berdasarkan peruntukan dan jenis harta, <\/span><b>jenis-jenis wakaf <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">juga dibedakan berdasarkan waktu diberikannya, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Muabbad yang diberikan untuk selamanya. Misalnya, fasilitas umum, masjid, mushola, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mu\u2019aqqot yang diberikan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan dan bersifat konsumtif. Misalnya, bantuan uang konsumsi, bantuan pasokan makanan, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>4. Berdasarkan Penggunaan Harta<\/b><\/h3>\n<p>Wakaf berdasarkan penggunaan harta <span style=\"font-weight: 400;\">ada dua jenis. Berikut ini jenis-jenisnya berdasarkan penggunaan harta tersebut, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ubasyir atau dzati<\/strong> yang dapat menghasilkan pelayanan masyarakat dan dapat digunakan secara langsung. Misalnya, rumah sakit, masjid, pondok pesantren, kendaraan, madrasah, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Mistitsmary<\/strong> ditujukan untuk penanaman modal dalam suatu proses produksi barang-barang maupun pelayanan yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Hasilnya nanti diwakafkan sesuai dengan keinginan dari pemberinya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Perbedaan Wakaf Dengan Zakat, Infak dan Sedekah<\/strong><\/h2>\n<p>Pada dasarnya zakat, infak, sedekah dan wakaf merupakan amalan pemberian dari orang yang sudah mampu kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Dan diantara 3 jenis amalan berbagi tersebut sama-sama bertujuan untuk mendekatkan diri dan mendapatkan ridho kepada Allah SWT.<\/p>\n<p>Dari sisi hukum sendiri, wakaf, infak dan sedekah adalah sunnah yang jumlah, waktu dan penerimannya bebas (fleksibel). Berbeda dengan zakat yang hukumnya wajib serta jumlah, waktu dan penerimannya sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Berikut tabel perbedaan dari ke empat model amalan berbagi diatas :<\/p>\n<p>[su_table responsive=&#8221;yes&#8221;]<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>Zakat<\/td>\n<td>Infak<\/td>\n<td>Sedekah<\/td>\n<td>Wakaf<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bentuk\/Objek<\/td>\n<td>Berbentuk harta<\/td>\n<td>Berbentuk harta<\/td>\n<td>Bisa berbentuk harta maupun non harta<\/td>\n<td>Berbentuk harta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Hukum<\/td>\n<td>Wajib dikeluarkan apabila sudah memenuhi syarat<\/td>\n<td>Hukumnya wajib dan sunnah<\/td>\n<td>Hukumnya sunnah<\/td>\n<td>Hukumnya sunnah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penerima<\/td>\n<td>Disalurkan hanya pada 8 asnaf<\/td>\n<td>Boleh disalurkan kepada siapapun<\/td>\n<td>Boleh disalurkan kepada siapapun<\/td>\n<td>Boleh disalurkan kepada siapapun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>[\/su_table]<\/p>\n<p>Wakaf <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan ibadah yang sangat baik dilakukan bagi orang-orang terutama umat Muslim. Banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui ibadah yang satu ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat atau pahala tersebut bahkan akan terus mengalir walaupun orang yang memberikannya sudah meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p>Yuk sahabat, wakafkan hartamu di Yatim Mandiri.<\/p>\n<p><script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"BlogPosting\",\n  \"mainEntityOfPage\": {\n    \"@type\": \"WebPage\",\n    \"@id\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/\"\n  },\n  \"headline\": \"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\",\n  \"description\": \"Apa itu wakaf? Berikut adalah pengertian wakaf, syarat, rukun, jenis, dasar hukum, keutamaan dan perbedaan dengan amal berbagi lainnya.\",\n  \"image\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\",  \n  \"author\": {\n    \"@type\": \"Organization\",\n    \"name\": \"Admin\",\n    \"url\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/admin\/\"\n  },  \n  \"publisher\": {\n    \"@type\": \"Organization\",\n    \"name\": \"Yatim Mandiri\",\n    \"logo\": {\n      \"@type\": \"ImageObject\",\n      \"url\": \"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/logo-1.png\"\n    }\n  },\n  \"datePublished\": \"2022-04-16\",\n  \"dateModified\": \"2022-04-16\"\n}\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan wakaf? Apa syarat dan dasar hukumnya? Apa saja jenis-jenisnya? Simak penjelasan lebih lengkapnya di dalam artikel ini! Berbuat baik kepada orang sekitar tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain yang akan menerimanya. Salah satu perbuatan baik yang bisa dilakukan adalah memberikan harta benda atau apa saja yang &#8230; <a title=\"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[48],"class_list":["post-630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berbagi","tag-wakaf"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dimaksud dengan wakaf? Apa syarat dan dasar hukumnya? Apa saja jenis-jenisnya? Simak penjelasan lebih lengkapnya di dalam artikel ini! Berbuat baik kepada orang sekitar tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain yang akan menerimanya. Salah satu perbuatan baik yang bisa dilakukan adalah memberikan harta benda atau apa saja yang ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-16T02:23:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-06T02:03:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\",\"datePublished\":\"2022-04-16T02:23:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T02:03:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/\"},\"wordCount\":2379,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\",\"keywords\":[\"wakaf\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/\",\"name\":\"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-16T02:23:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T02:03:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Image by Nattanan Kanchanaprat From Pixabay\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/pengertian-wakaf\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya","og_description":"Apa yang dimaksud dengan wakaf? Apa syarat dan dasar hukumnya? Apa saja jenis-jenisnya? Simak penjelasan lebih lengkapnya di dalam artikel ini! Berbuat baik kepada orang sekitar tentunya akan memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain yang akan menerimanya. Salah satu perbuatan baik yang bisa dilakukan adalah memberikan harta benda atau apa saja yang ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2022-04-16T02:23:24+00:00","article_modified_time":"2023-01-06T02:03:34+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya","datePublished":"2022-04-16T02:23:24+00:00","dateModified":"2023-01-06T02:03:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/"},"wordCount":2379,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg","keywords":["wakaf"],"articleSection":["Berbagi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/","name":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg","datePublished":"2022-04-16T02:23:24+00:00","dateModified":"2023-01-06T02:03:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Wakaf-Pengertian-Keutamaan-Syarat-Dasar-Hukum-dan-Jenis.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Image by Nattanan Kanchanaprat From Pixabay"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-wakaf\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Wakaf : Syarat, Rukun, Jenis dan Dasar Hukumnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=630"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10586,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/630\/revisions\/10586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}