{"id":6181,"date":"2024-03-16T05:24:04","date_gmt":"2024-03-15T22:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=6181"},"modified":"2024-09-02T10:57:45","modified_gmt":"2024-09-02T03:57:45","slug":"zihar-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya"},"content":{"rendered":"<p><em>Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zihar adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">suatu istilah yang sebaiknya tidak diucapkan oleh suami kepada istri. Dalam ajaran agama Islam, istilah zihar tidak diperkenankan untuk diucapkan suami kepada istrinya karena hal tersebut bisa merendahkan harga diri istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zihar mempunyai konsekuensi yang amat serius. Dalam hal ini, seorang suami yang melakukan zihar perlu membayar denda atau kafarat sebagai suatu penebus dosa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sejumlah kasus, suami harus mengeluarkan sumpah agar segera mengganti perilaku tersebut. Terdapat sejumlah tata cara khusus dalam ajaran agama Islam untuk bisa menyelesaikan permasalahan zihar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebenarnya zihar itu apa? Mari ketahui pengertian, hukum, dan konsekuensinya dalam artikel berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Zihar?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8847 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Itu-Zihar_-.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Itu-Zihar_-.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Itu-Zihar_--300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam mengajarkan setiap umatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Namun, terkadang seseorang masih bisa khilaf dan termakan amarah, sehingga berbuat kejahatan atau sesuatu yang kurang tepat tanpa sengaja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu perbuatan tersebut adalah melakukan zihar. Perbuatan zihar adalah ketika seorang suami menyamakan istrinya sendiri dengan salah satu dari mahramnya dalam konteks ungkapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja, seorang suami yang berkata kepada istrinya bahwa ia mirip atau menyerupai ibunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, contoh zihar juga bisa berupa menyamakan menyamakan istri seperti saudara perempuannya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbuatan semacam ini dianggap sebagai suatu pelanggaran yang amat serius dalam hukum Islam karena dapat menyebabkan kerugian maupun merendahkan martabak dari seorang istri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum Islam senantiasa menetapkan konsekuensi bagi para suami yang melakukan perbuatan zihar. Maka dari itu, pengertian zihar ini sebaiknya betul-betul dicermati, khususnya bagi para calon suami.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Hukum Zihar?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8845 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Bagaimana-Hukum-Zihar_-.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Bagaimana-Hukum-Zihar_-.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Bagaimana-Hukum-Zihar_--300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zihar adalah istilah yang di dalam hukum ajaran agama Islam mengacu kepada praktik yang sangat mencengangkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, seorang suami menyatakan bahwa istrinya sendiri maupun bagian tubuh dari istri tersebut persis seperti ibu atau saudara perempuannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menandakan bahwa istrinya tersebut adalah haram baginya. Jika suami mengatakan hal seperti ini, maka ada larangan untuk melakukan hubungan seksual. Terkait zihar itu sendiri, sebetulnya sudah ada hukumnya dalam ajaran agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, zihar adalah perbuatan yang amat dikecam. Perbuatan seperti ini hanya akan mampu merusak hubungan suami istri sekaligus mengganggu kedamaian dalam rumah tangga yang dijalani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting sekali untuk saling menghormati antar masing-masing pasangan. Suami juga sebaiknya memperlakukan istri dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika suami bisa memperlakukan istri dengan baik, maka hubungan rumah tangga akan terjalin dengan sangat sehat, romantis, dan pastinya langgeng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbanding terbalik, perbuatan zihar sejatinya akan menyebabkan hubungan suami istri menjadi terhenti maupun terbatas tanpa bercerai secara resmi di mata hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbuatan zihar seperti ini mempunyai implikasi sosial maupun hukum yang relatif kompleks dalam ajaran agama Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0623\u0645\u0627 \u0625\u0646 \u0644\u0645 \u064a\u062a\u0628\u0639 \u0630\u0644\u0643 \u0628\u0627\u0644\u0637\u0644\u0627\u0642\u060c \u0648\u0644\u0645 \u064a\u062d\u0635\u0644 \u0645\u0627 \u064a\u0642\u0637\u0639 \u0627\u0644\u0646\u0643\u0627\u062d\u060c \u0641\u0625\u0646\u0647 \u064a\u0639\u062a\u0628\u0631 \u0639\u0627\u0626\u062f\u0627\u064b \u0641\u064a \u0643\u0644\u0627\u0645\u0647\u060c \u0645\u062e\u0627\u0644\u0641\u0627\u064b \u0644\u0645\u0627 \u0642\u0627\u0644\u0647\u060c \u0641\u0625\u0646 \u0639\u062f\u0645 \u0627\u0646\u0641\u0635\u0627\u0644\u0647 \u0639\u0646 \u0632\u0648\u062c\u062a\u0647\u060c \u0648\u0642\u062f \u0634\u0628\u0651\u0647\u0647\u0627 \u0641\u064a \u0627\u0644\u062d\u0631\u0645\u0629 \u0628\u0645\u062d\u0627\u0631\u0628\u0629 \u0640 \u064a\u0639\u062a\u0628\u0631 \u0646\u0642\u0636\u0627\u064b \u0645\u0646\u0647 \u0644\u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0634\u0628\u064a\u0647\u060c \u0648\u0645\u062e\u0627\u0644\u0641\u0629 \u0644\u0645\u0642\u062a\u0636\u0627\u0647. \u0648\u0639\u0646\u062f\u0626\u0630 \u062a\u0644\u0632\u0645\u0647 \u0643\u0641\u0651\u0627\u0631\u0629\u060c \u064a\u064f\u0643\u0644\u0641 \u0628\u0625\u062e\u0631\u0627\u062c\u0647\u0627 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0641\u0648\u0631<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, \u201cJika ungkapan zhihar tidak diikuti talak, maka tidak tercapai sesuatu yang memutuskan pernikahan. Sebab, zhihar dianggap kembali kepada perkataan suami dan bertolak belakang dengan ucapannya sendiri. Konsekuensinya, ketika suami tidak berpisah dengan istri karena telah menyerupakannya dengan salah seorang mahramnya, maka penyerupaan itu hanya dianggap pembatal dari pihak suami dan pelanggar ketentuan. Maka dalam kondisi itu, si suami hanya diwajibkan menunaikan kaffarat dan kafarat itu dilakukan pada saat itu pula.\u201d (Lihat: al-Khin:\u00a0IV\/147).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Contoh Zihar<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8846 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Contoh-Zihar.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Contoh-Zihar.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Contoh-Zihar-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perbuatan zihar sangat dilarang dalam hukum Islam. Bahkan sudah ada hadits maupun dalil terkait perilaku zihar dari suami kepada istri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, sebagian orang masih bingung dan bertanya-tanya, seperti apa contoh nyata dari perilaku zihar? Salah satu contohnya tidak lain adalah dengan berkata langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang suami mengatakan secara langsung kepada istrinya sendiri bahwa ia mirip dengan ibu maupun saudara perempuan bagi sang suami tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bertujuan untuk membatasi maupun menghentikan hubungan suami dan istri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dengan perkataan langsung, contoh lainnya dari zihar tidak lain adalah dengan melakukan penolakan nafkah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berarti bahwa, suami menolak untuk memberikan nafkah kepada istri maupun memperlakukan istri secara dingin tanpa alasan yang jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Konsekuensi Zihar?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8844 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Konsekuensi-Zihar_-.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Konsekuensi-Zihar_-.jpg 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-Konsekuensi-Zihar_--300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat zihar adalah perbuatan yang dilarang, maka para suami harus menghindari perilaku ini. Jika melakukannya, maka suami harus menerima sejumlah konsekuensi yang cukup fatal. Beberapa diantaranya, yaitu sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tidak Boleh Bersetubuh\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat seorang suami melakukan zihar, maka ia harus menerima konsekuensi bahwa ia tidak dapat bersetubuh dengan istrinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hukum Islam, perilaku zihar mengakibatkan hubungan suami istri akan terhenti, terbatas bahkan dilarang meskipun statusnya masih suami istri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, cobalah untuk menghindari perilaku seperti ini. Perilaku yang diharamkan dalam ajaran agama Islam seperti ini tentu jika nekat dilakukan hanya akan memberikan dampak negatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Harus Membayar Kafarat<\/b><b>\u00a0\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsekuensi lainnya dari perbuatan zihar tidak lain adalah dengan diwajibkan membayar <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/pengertian-kafarat\/\"><b>kafarat<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Kafarat atau denda ini merupakan kompensasi atas perilaku yang dilakukan suami kepada istrinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besaran jumlah kafarat cukup bervariasi, salah satu caranya yaitu dengan memerdekakan budak.\u00a0 Selain itu, pembayaran kafarat juga bisa dilakukan dengan cara memberikan makanan kepada orang-orang miskin atau melakukan tindakan amal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dengan catatan, segala perbuatan amal tersebut harus ditujukan untuk mengganti zihar yang sudah dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah dia penjelasan lengkap mengenai apa itu zihar. Kesimpulannya, Zihar adalah suatu perilaku yang dilarang keras dalam ajaran agama Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi pengertian, zihar adalah perbuatan seorang suami yang menyamakan istrinya dengan mahramnya, yaitu ibu atau saudara perempuannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umat Muslim tidak diperbolehkan melakukan hal ini karena bisa dianggap merendahkan harga diri istri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila seorang suami melakukan zihar, maka ia harus menerima konsekuensi dan harus membayar kafarat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafarat sendiri bisa dibayarkan dengan berbagai cara, seperti memerdekakan budak, atau berpuasa. Tak hanya itu, pembayaran kafarat kini bisa dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, Sahabat bisa membayar kafarat secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di <strong><a href=\"https:\/\/donasi.yatimmandiri.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">donasi Yatim Mandiri<\/a><\/strong>. Kami akan memastikan dana yang Sahabat berikan tersalurkan ke orang-orang yang berhak menerimanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat tak usah ragu dengan kredibilitas Yatim Mandiri, karena lembaga kami telah mendapatkan izin Kementerian Agama (Kemenag) dan sudah beroperasi hampir 30 tahun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini! Zihar adalah suatu istilah yang sebaiknya tidak diucapkan oleh suami kepada istri. Dalam ajaran agama Islam, istilah zihar tidak diperkenankan untuk diucapkan suami kepada istrinya karena hal tersebut bisa merendahkan harga diri istrinya. Zihar mempunyai &#8230; <a title=\"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[439,438,437,436],"class_list":["post-6181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","tag-fiqih-islam","tag-hukum-islam","tag-pengertian-zihar","tag-zihar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:24:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-02T03:57:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-02T03:57:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/\"},\"wordCount\":927,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg\",\"keywords\":[\"Fiqih Islam\",\"Hukum Islam\",\"Pengertian Zihar\",\"Zihar\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/\",\"name\":\"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-02T03:57:45+00:00\",\"description\":\"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/zihar-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya","description":"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya","og_description":"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:24:04+00:00","article_modified_time":"2024-09-02T03:57:45+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya","datePublished":"2024-03-15T22:24:04+00:00","dateModified":"2024-09-02T03:57:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/"},"wordCount":927,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg","keywords":["Fiqih Islam","Hukum Islam","Pengertian Zihar","Zihar"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/","name":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg","datePublished":"2024-03-15T22:24:04+00:00","dateModified":"2024-09-02T03:57:45+00:00","description":"Zihar adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Konsekuensi dari perbuatan ini adalah membayar kafarat atau denda. Cek disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mengenal-Zihar_-Pengertian-Hukum-dan-Konsekuensinya.jpg","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/zihar-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Zihar: Pengertian, Hukum dan Konsekuensinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6181"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8849,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6181\/revisions\/8849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}