{"id":6151,"date":"2024-03-16T05:24:04","date_gmt":"2024-03-15T22:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=6151"},"modified":"2024-03-24T13:53:55","modified_gmt":"2024-03-24T06:53:55","slug":"ngabuburit-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngabuburit adalah istilah yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada waktu sore untuk menunggu adzan atau berbuka puasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ngabuburit tidak hanya populer di kalangan anak muda saja. Namun, istilah ini juga kerap digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, agenda ngabuburit hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan tertentu. Seiring perkembangan zaman, ngabuburit kini sudah diisi dengan beragam aktivitas sesuai keinginan mulai dari berkumpul bersama teman, olahraga, membeli takjil, jalan-jalan, hingga aktivitas keagamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selengkapnya, mari pelajari apa itu ngabuburit, asal-usul, dan tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Ngabuburit?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau istilah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dilansir dari Kamus Bahasa Indonesia terbitan LBBS (Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda), ngabuburit diambil dari kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngalantung ngadagoan burit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibedah secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detail<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, istilah tersebut memiliki dua komponen, yaitu kata nga dan burit. Untuk kata nga sebenarnya hanya sekedar imbuhan karena terdapat pengulangan di awal kata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan untuk burit dapat diartikan sebagai sore hari atau waktu menjelang magrib.Makna dari kalimat tersebut adalah bersantai untuk menghabiskan waktu di sore hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut KBBI, ngabuburit adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadan untuk menunggu adzan magrib. Biasanya, dimulai sejak pukul 16.00 sore (ba\u2019da Ashar) sampai waktu berbuka puasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan menunggu ini biasanya diisi dengan berbagai aktivitas. Selain menjadi hiburan semata, kegiatan-kegiatan ngabuburit tersebut mempunyai makna yang penting menurut Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi ini akan membantu kaum Muslim dalam memahami makna puasa, melatih kesabaran, hingga menahan lapar ataupun dahaga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-Usul Ngabuburit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata istilah ngabuburit sudah ada sejak lama, lebih tepatnya ketika kebudayaan Islam mulai menapaki tanah Sunda. Kegiatan ini semakin berkembang jika dibandingkan dengan kemunculannya sejak pertama kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman dulu, anak-anak sering menghabiskan waktu dengan permainan tradisional Jawa Barat seperti meriam bambu atau bebeledugan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di zaman modern ini, kegiatan ngabuburit sudah semakin kreatif dan berkembang sesuai kebudayaan daerah masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak jarang, masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk berbagi kepada sesama. Sebagai contoh, mereka mengisinya dengan berbagi takjil berupa makanan atau camilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, ngabuburit bukan lagi istilah yang hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun, istilah ngabuburit sudah banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tradisi Ngabuburit di Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah disebutkan bahwa, istilah ngabuburit sekarang ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat Sunda dan kegiatannya tidak terbatas pada aktivitas yang itu-itu saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sejauh ini, ada berbagai tradisi ngabuburit Indonesia yang kerap dilakukan oleh masyarakat. Berikut daftar kegiatannya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mengaji<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menunggu adzan magrib atau ngabuburit memang menjadi kegiatan yang lazim dilakukan oleh umat Muslim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan paling menarik yang bisa dilakukan adalah belajar atau mengaji Al-Quran. Kegiatan ini bisa dilakukan di sebuah tempat yang jauh dari segala hal yang mengganggu tilawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak juga yang melakukan kegiatan ini ditempat umum. Ini termasuk bagian syiar untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa mengaji bisa dilakukan di berbagai tempat dan kondisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sejumlah manfaat yang akan didapatkan oleh seorang Muslim apabila rutin membaca Al-Quran, yaitu memperoleh pahala yang melimpah. Hal ini karena setiap amal perbuatan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, membaca Al-Quran akan menjadi amalan yang akan memberikan syafaat kepada pembacanya di hari kiamat kelak. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam suatu hadist:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW bersabda:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0627\u0642\u0631\u0623\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0642\u0631\u0622\u0646 \u0641\u0625\u0646\u0647 \u064a\u0623\u062a\u064a \u064a\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0642\u064a\u0627\u0645\u0629 \u0634\u0641\u064a\u0639\u0627 \u0644\u0623 \u0635\u062d\u0627\u0628\u0647\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia pada hari kiamat akan datang memberi syafaat kepada pembacanya.&#8221; (HR Muslim).\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Berburu Takjil<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kegiatan yang dilakukan umat muslim selama<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ngabuburit adalah berburu takjil di pasar kaget. Pasar kaget atau dadakan ini memang hanya dibuka secara khusus di bulan Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Takjil adalah sebuah istilah dari bahasa Arab yang memiliki makna \u201cmenyegerakan\u201d untuk berbuka. Dari sini, dapat diketahui bahwa, makna takjil, yaitu segera mungkin untuk berbuka puasa dengan makanan pembuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama Ramadan, takjil yang menjadi favorite, yaitu kolak yang dibuat dengan kombinasi buah pisang, labu, dan ubi dengan kuah santan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, di pasar kaget biasanya juga menyediakan lauk-pauk yang bisa dibeli untuk berbuka ataupun sahur. Ini menjadi salah solusi untuk yang tidak sempat untuk memasak di rumah karena mungkin terlalu sibuk.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Balap Perahu Layar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa daerah Indonesia memiliki tradisi ngabuburit kreatif dan unik yang jarang diketahui masyarakat luas. Seperti masyarakat di pesisir pantai Kenjeran yang ada di Kota Surabaya, Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat sekitar memang kerap melakukan balap perahu layar di sore hari untuk menanti waktu berbuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perahunya sendiri bukan sungguhan, melainkan perahu berukuran mini yang dibuat dari barang bekas atau limbah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian kemudi juga diberikan beban supaya bisa berjalan lebih cepat. Layarnya dibuat lebar, sehingga tak akan tergoyah ketika mendapat tiupan angin yang kencang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini memang cocok dilakukan di sore hari karena biasanya angin berhembus cukup kencang. Selain itu, balap perahu bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi dari nelayan dengan masyarakat sekitar.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Jalan-jalan Sore<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngabuburit adalah kegiatan bulan Ramadan yang bisa diisi dengan jalan-jalan sore. Tempat yang menjadi tujuan banyak orang adalah pantai, pusat perbelanjaan, taman kota, masjid, wisata kuliner, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid-masjid atau tempat bersejarah di berbagai daerah juga bisa dijadikan sebagai tempat tujuan ngabuburit. Jalan-jalan bisa dilakukan sore hari setelah melakukan rutinitas harian. Supaya\u00a0 kegiatan ini menjadi semakin seru, sebaiknya mengajak teman atau keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun jika tak memiliki banyak tenaga, bisa juga berkeliling dengan sepeda ataupun sepeda motor. Kegiatan ini memungkinkan untuk mengeksplorasi berbagai tempat sambil menikmati keindahan pemandangan di sore hari.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Menyiapkan Menu Berbuka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbuka puasa tentu sudah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Setelah puasa seharian penuh, tentu bisa dibatalkan dengan makanan atau minuman yang sehat supaya tubuh kembali segar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memiliki waktu luang, kegiatan ngabuburit bisa dilakukan dengan membuat menu berbuka sendiri. Sebaiknya pilih menu yang praktis dan sederhana, tetapi mampu menggugah selera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti membuat takjil seperti es buah, kolak, salad, omelet sayur, gorengan, dan camilan ringan lainnya. Membuat menu semacam ini tidak akan memakan banyak waktu dan mudah dilakukan oleh kebanyakan orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian penjelasan mengenai apa itu ngabuburit dan tradisi-tradisi yang kerap dilakukan di bulan Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, ngabuburit adalah istilah dari Bahasa Sunda yang berarti santai di sore hari untuk menunggu buka puasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mencari hiburan, kegiatan ini mempunyai makna penting menurut Islam. Di mana umat Muslim bisa memanfaatkanya untuk kegiatan sosial atau berwisata religi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain beberapa kegiatan di atas, Sahabat bisa mengisi ngabuburit dengan memperdalam ilmu dengan membaca berbagai artikel terkait keislaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal ini, Sahabat bisa mengunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/\"><b>blog Yatim Mandiri<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendapatkan informasi mengenai keislaman lainnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngabuburit adalah istilah yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada waktu sore untuk menunggu adzan atau berbuka puasa.\u00a0 Istilah ngabuburit tidak hanya populer di kalangan anak muda saja. Namun, istilah ini juga kerap digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Mulanya, agenda ngabuburit hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan tertentu. Seiring perkembangan &#8230; <a title=\"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":6959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[42,427,171,35],"class_list":["post-6151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","tag-amalan","tag-berbuka-puasa","tag-ngabuburit","tag-ramadhan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:24:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-24T06:53:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-24T06:53:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1025,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Apa-itu-Ngabuburit.png\",\"keywords\":[\"amalan\",\"Berbuka Puasa\",\"ngabuburit\",\"ramadhan\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Apa-itu-Ngabuburit.png\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-24T06:53:55+00:00\",\"description\":\"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Apa-itu-Ngabuburit.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/Apa-itu-Ngabuburit.png\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Apa itu Ngabuburit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/ngabuburit-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya","description":"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya","og_description":"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:24:04+00:00","article_modified_time":"2024-03-24T06:53:55+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png","type":"image\/png"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya","datePublished":"2024-03-15T22:24:04+00:00","dateModified":"2024-03-24T06:53:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/"},"wordCount":1025,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png","keywords":["amalan","Berbuka Puasa","ngabuburit","ramadhan"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/","name":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png","datePublished":"2024-03-15T22:24:04+00:00","dateModified":"2024-03-24T06:53:55+00:00","description":"Ngabuburit adalah istilah yang merujuk waktu di sore hari untuk menunggu buka puasa seperti dengan jalan-jalan, berburu takjil, dan lainnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Apa-itu-Ngabuburit.png","width":700,"height":400,"caption":"Apa itu Ngabuburit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/ngabuburit-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Ngabuburit? Ketahui Asal-Usul dan Tradisinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6151"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6960,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6151\/revisions\/6960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}