{"id":6023,"date":"2024-03-16T05:25:35","date_gmt":"2024-03-15T22:25:35","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=6023"},"modified":"2024-03-16T05:25:35","modified_gmt":"2024-03-15T22:25:35","slug":"apa-itu-metode-50-30-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/","title":{"rendered":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budgeting menjadi langkah awal untuk mengalokasikan dana dengan bijak dan maksimal. Ada banyak metode budgeting yang bisa diterapkan untuk mengelola keuangan, salah satunya metode 50\/30\/20.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini terbagi dalam 3 kategori, yaitu untuk kebutuhan pokok, keinginan, dan simpanan atau investasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastinya, metode ini bisa dijadikan solusi efektif supaya pemasukan digunakan maksimal tanpa melupakan hobi, hiburan, atau keinginan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode 50\/30\/20 ini juga bisa digunakan untuk mengelola keuangan agar terhindar dari perilaku boros yang dilarang dalam Islam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Metode Budgeting 50\/30\/20?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6026\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Budgeting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">50\/30\/20 merupakan metode untuk mengalokasikan dana dalam 3 kategori, yakni kebutuhan, keinginan, dan simpanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini bisa diterapkan oleh berbagai kalangan, mulai dari yang berpenghasilan tinggi hingga rendah. Berikut ini akan diberikan penjelasan secara detail dalam setiap alokasinya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. 50% untuk Kebutuhan Primer<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian penghasilan yang didapatkan tentu harus mampu memenuhi kebutuhan pokok dalam sehari-hari. Adapun untuk kebutuhan primer yang dimaksud dalam metode 50\/30\/20 yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membeli bahan atau belanja makanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya untuk sewa atau cicilan tempat tinggal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlengkapan rumah tangga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya transportasi dalam sehari-hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asuransi kesehatan atau pendidikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tagihan meliputi biaya listrik, air, internet dan lain sebagainya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua biaya tersebut adalah kebutuhan pokok yang sudah pasti harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Selain itu, untuk tagihan yang ada juga menjadi kewajiban yang dibayar sampai lunas. Alokasi dana 50% perlu diprioritaskan terlebih dahulu ketimbang alokasi dana yang lain.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. 30% untuk Keinginan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa memenuhi keinginan pribadi merupakan keinginan setiap orang. Namun, tidak sedikit orang yang mengesampingkan keinginan ini karena bukan merupakan kebutuhan primer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keinginan pribadi merupakan kebutuhan tersier atau sekunder. Dengan metode 50\/30\/20, Sahabat bisa mengalokasikan dana untuk memenuhi keinginan pribadi ini. Lantas, apa saja kebutuhan yang masuk ke keinginan pribadi? Berikut ini daftarnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan-jalan untuk menghabiskan waktu liburan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanja di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau tempat tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Liburan dengan mengunjungi tempat wisata, baik dalam negeri maupun luar negeri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hiburan semata seperti nonton konser, nonton film bioskop, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membeli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, laptop, atau elektronik lainnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. 20% untuk Tabungan atau Investasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan investasi atau menabung juga termasuk bagian yang penting dalam pengelolaan keuangan. Investasi dan tabungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, tabungan untuk dana darurat lebih penting jika dibandingkan dengan investasi. Setelah tabungan terkumpul, barulah menyisihkan uang sebagai modal untuk melakukan investasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi berguna untuk memaksimalkan penghasilan, sehingga Sahabat mempersiapkan finansial yang lebih baik di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai catatan, pembagian dana yang dialokasikan untuk keinginan pribadi, tabungan, dan investasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Metode <\/b><b><i>Budgeting <\/i><\/b><b>50\/30\/20<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6025\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Contoh-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang bisa menerapkan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budgeting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">50\/30\/20 untuk mengelola keuangannya. Berikut ini akan diberikan contoh<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">metode 50\/30\/20 yang dapat diikuti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Wahab adalah seorang karyawan senior yang bekerja di sebuah perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broadcasting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Kediri. Pekerjaannya sebagai Supervisor IT dengan kisaran gaji sebesar Rp5.000.000 per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penerapan metode 50\/30\/20, Wahab bisa mengalokasikan penghasilannya seperti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">50% atau setengah dari Rp5.000.000 digunakan untuk kebutuhan pokok, yaitu sebesar Rp2.500.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">30% dari Rp5.000.000 dialokasikan untuk memenuhi keinginan pribadi, yaitu Rp1.500.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">20% dari Rp5.000.000 untuk tabungan maupun investasi untuk mengoptimalkan penghasilan, yaitu Rp1.000.000.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Wahab memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar Rp2.500.000 untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kemudian, ia memiliki dana sebesar Rp1.500.000 untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan Rp1.000.000 untuk tabungan, investasi, atau kebutuhan lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Metode Budgeting 50\/30\/20<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6024\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Manfaat-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budgeting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">50\/30\/20<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk mengelola keuangan tentu memiliki banyak manfaat, diantaranya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mengetahui Kemampuan Finansial<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun alokasi dana sangat berguna untuk mengetahui kapasitas keuangan secara lebih rinci. Seseorang yang tidak mengetahui kemampuan finansialnya, tentu akan kesulitan untuk menentukan apa yang bisa dibeli ataupun dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu sebaliknya, jika sadar akan kemampuan finansialnya, maka ia bisa mengelola pengeluaran dengan baik, sehingga tidak melebihi pendapatan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Metode Sederhana dan Mudah Digunakan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masih belum menyusun rencana anggaran pribadi, disarankan untuk menggunakan metode 50\/30\/20. Metode yang satu ini sangat sederhana baik secara perhitungan ataupun pencatatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsipnya mudah, cukup hitung penghasilan bulanan, lalu bagi dalam tiga kategori utama. Kategori tersebut meliputi kebutuhan primer, keinginan pribadi, dan simpanan atau investasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat pembagiannya hanya 3 kategori, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budgeting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">50\/30\/20 cukup mudah digunakan, sehingga cocok untuk pemula.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Fleksibel<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain sederhana dan mudah dipahami, metode 50\/30\/20 juga sangat fleksibel untuk diterapkan. Artinya, alokasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila menggunakan metode ini, Sahabat bebas membagi prioritas. Sebagai contoh, 20% alokasi keuangan bisa digunakan tidak hanya untuk tabungan dan investasi, tapi juga berbuat kebaikan, seperti bersedekah.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Kontrol Keuangan Jadi Lebih Mudah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat lain dari penerapan metode 50\/30\/20 adalah kemudahan dalam mengontrol keuangan. Pasalnya, metode ini difokuskan untuk keseimbangan antara kebutuhan pokok dan keinginan pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, keuangan akan terkontrol dengan baik karena bisa memenuhi keinginan tanpa melupakan kebutuhan. Di sisi lain, Sahabat juga bisa menabung, investasi dan berbuat kebaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan mengenai metode 50\/30\/20 untuk mengelola keuangan agar tidak boros. Sahabat yang merasa kesulitan mengelola keuangan, metode satu ini bisa dicoba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menggunakan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budgeting, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat bisa memperhitungkan setiap alokasinya dengan seksama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kebutuhan primer terpenuhi dan sisihkan sedikit penghasilan untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbuat kebaikan bisa diwujudkan melalui sedekah atau donasi kepada yang membutuhkan. Sahabat bisa melakukan sedekah dan dona <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan<\/span> <a href=\"https:\/\/donasi.yatimmandiri.org\/?utm_source=yatimmandiri.org&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=Donasi_Online\"><b><i>platform <\/i><\/b><b>donasi <\/b><b><i>online<\/i><\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">milik Yatim Mandiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat tak perlu khawatir soal keamanannya, karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini aman dan mudah digunakan. Bahkan, Yatim Mandiri juga akan menjamin dana yang diberikan akan disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan. Budgeting menjadi langkah awal untuk mengalokasikan dana dengan bijak dan maksimal. Ada banyak metode budgeting yang bisa diterapkan untuk mengelola keuangan, salah satunya metode 50\/30\/20. Metode ini terbagi dalam 3 kategori, yaitu untuk kebutuhan pokok, &#8230; <a title=\"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[367,393,391,371,392],"class_list":["post-6023","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-inspirasi","tag-atur-keuangan","tag-keuangan-syariah","tag-manajemen-budgeting","tag-manajemen-keuangan","tag-metode-50-30-20"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:25:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa itu Metode 50\\\/30\\\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:25:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/\"},\"wordCount\":844,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\",\"keywords\":[\"atur keuangan\",\"keuangan syariah\",\"manajemen budgeting\",\"manajemen keuangan\",\"metode 50\\\/30\\\/20\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/\",\"name\":\"Apa itu Metode 50\\\/30\\\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:25:35+00:00\",\"description\":\"Apa itu metode 50\\\/30\\\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/apa-itu-metode-50-30-20\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Metode 50\\\/30\\\/20? Ini Manfaat dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya","description":"Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya","og_description":"Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:25:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp","type":"","width":"","height":""}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya","datePublished":"2024-03-15T22:25:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/"},"wordCount":844,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp","keywords":["atur keuangan","keuangan syariah","manajemen budgeting","manajemen keuangan","metode 50\/30\/20"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/","name":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Apa-Itu-Metode-Budgeting-50_30_20.webp","datePublished":"2024-03-15T22:25:35+00:00","description":"Apa itu metode 50\/30\/20? Metode ini mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan primer, 30% keinginan, dan sisanya 20% investasi atau simpanan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-metode-50-30-20\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Metode 50\/30\/20? Ini Manfaat dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6023"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6587,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6023\/revisions\/6587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}