{"id":5982,"date":"2024-03-16T05:25:35","date_gmt":"2024-03-15T22:25:35","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=5982"},"modified":"2024-03-16T05:25:35","modified_gmt":"2024-03-15T22:25:35","slug":"muamalah-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/","title":{"rendered":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muamalah adalah salah satu hal penting di dalam agama Islam karena berkaitan dengan cara hidup. Manusia memanglah makhluk paling baik dibanding berbagai makhluk lainnya karena diberi akal dan pikiran oleh Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, manusia tetap membutuhkan manusia lain di sepanjang hidupnya. Alasannya karena banyak hal tidak dapat dilakukan sendirian, misalnya saja dalam hal memenuhi kebutuhan pangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan ini bisa dipenuhi melalui kegiatan perdagangan yang meliputi jual-beli bahan makanan, dan sebagainya. Terkait dengan transaksi jual beli ini, ada muamalah yang mengaturnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai umat Muslim, penting untuk memahami hal ini agar kegiatan sederhana seperti jual beli tidak berubah menjadi hal haram yang bisa mendatangkan dosa. Mari simak penjelasan tentang muamalah dalam artikel berikut ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Muamalah?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5983\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/apa-itu-muamalah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait dengan muamalah, ada beberapa definisi yang dilansir dari sejumlah sumber berbeda seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, arti muamalah adalah aturan di dalam agama Islam terkait dengan cara hidup manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Definisi lainnya, muamalah adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">aturan dalam Islam terkait dengan hubungan antara manusia satu dan lainnya dalam rangka saling membantu guna memenuhi kebutuhan hidup. Aturan ini dibuat agar tercipta hubungan yang rukun dan harmonis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika secara etimologi, kata muamalah memiliki arti serupa dengan al-mufa&#8217;alah yang bermakna &#8220;saling berbuat&#8221;, yang selanjutnya diartikan sebagai hubungan antar manusia yang sifatnya timbal balik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber lain menyebutkan, arti muamalah adalah hukum syariah yang mengatur hubungan sosial dan duniawi manusia. Jika dalam arti yang lebih khusus, muamalah adalah aturan-aturan berbasis syariah yang ada kaitannya dengan cara manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta benda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga istilah fiqh muamalah, yang artinya aturan-aturan dari Allah yang wajib ditaati oleh manusia dalam hidup bermasyarakat guna menjaga kerukunan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa, muamalah adalah aturan-aturan yang mengatur tentang pergaulan, tindakan, dan hubungan antar manusia dalam aktivitas sosial serta di bidang ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, prinsip muamalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">mencakup dua aspek berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Aspek adabiyah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: aspek yang erat hubungannya dengan masalah akhlak dan adab, seperti kejujuran, saling meridhai, akad jual beli, tidak adanya keterpaksaan, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Aspek madiyah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: aspek yang mencakup kebendaan, seperti halal dan haram, benda-benda yang menimbulkan kemudharatan, benda-benda yang syubhat untuk diperjualbelikan, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Macam-Macam Muamalah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5984\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/macam-macam-muamalah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami pengertian dan larangan-larangan yang harus dihindari, penting juga untuk memahami beberapa jenis atau macam-macam muamalah. Adapun macam-macam muamalah adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Jual Beli<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam bahasa Arab, jual beli dikenal dengan istilah ba&#8217;i yang bermakna tukar menukar. Secara syar&#8217;i, ba&#8217;i mengandung suatu akad yang sifatnya menukar satu benda dengan harta atau benda lainnya. Dasar hukum dari ba&#8217;i sendiri terdapat pada ayat Al-Baqarah ayat 275.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat ini berisi tentang haramnya riba dan halalnya jual beli tanpa riba. Jika ada yang melakukan jual beli dengan riba, maka ia melakukan perbuatan dosa, dan apabila diulangi maka ia tergolong penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun syarat transaksi jual beli yang halal dan sesuai dengan syariat Islam, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harus ada alat tukar, bisa barang atau uang, dan harus halal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang melakukan jual beli harus sehat secara fisik dan mental, serta sudah baligh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jual beli tidak boleh dilakukan dengan paksaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harus ada akad jual beli.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Utang Piutang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh muamalah berikutnya adalah utang piutang, yang merupakan bentuk transaksi di bidang ekonomi dengan atau tanpa jaminan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, si A meminjam sejumlah uang kepada si B, dan si A menjaminkan sebuah HP. Setelah si A melunasi hutangnya, maka si B harus mengembalikan hp tersebut dalam keadaan yang sama seperti saat awal dijaminkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui, dalam Islam, jumlah uang yang harus dikembalikan oleh si A harus sama persis seperti saat ia meminjam agar tidak mengandung unsur riba.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Musaqah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, arti dari musaqah adalah bentuk kerjasama dalam perawatan tanaman yang sistem imbalannya adalah bagi hasil dari tanaman yang dikelola. Misalnya dari buah tanaman tadi, atau bisa juga dalam bentuk uang yang merupakan hasil penjualan buah.<\/span><\/p>\n<h3><b>4.\u00a0 \u00a0Perbankan Syariah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank-bank berbasis syariah sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru populer dalam beberapa tahun terakhir, dan sudah mulai ada di kota-kota kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank syariah dan konvensional sama-sama bisa digunakan untuk menyimpan uang atau pun meminjam. Perbedaannya hanya terletak pada akad dan cara pengelolaan keuangan yang sesuai aturan agama Islam.<\/span><\/p>\n<h3><b>5.\u00a0 \u00a0Muzaraah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muzaraah adalah kerjasama antara dua orang atau lebih di bidang pertanian. Contohnya, si A mengolah sawah milik si B.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, si A mengeluarkan tenaga, sementara si B mengeluarkan biaya untuk membeli benih, pupuk, dan sebagainya. Adapun hasil panen akan dibagi berdua sesuai kesepakatan.<\/span><\/p>\n<h3><b>6.\u00a0 \u00a0Mukhabarah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Macam-macam muamalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">selanjutnya adalah mukhabarah, yang berhubungan dengan pembagian sawah atau ladang dengan jumlah setengah, sepertiga, atau sesuai kesepakatan. Adapun benih berasal dari pemilik lahan.<\/span><\/p>\n<h3><b>7.\u00a0 \u00a0Khiyar<\/b><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/khiyar-dalam-jual-beli\/\"><b>Khiyar adalah<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> salah satu macam muamalah yang memungkinkan penjual dan pembeli untuk menentukan kelangsungan transaksi mereka. Dalam hal ini, baik penjual dan pembeli bisa meneruskan transaksinya atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini dapat dilihat bahwa, jenis muamalah satu ini memungkinkan kedua belah pihak untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>8.\u00a0 \u00a0Syirkah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari asal katanya, syirkah bermakna al-ikhtilat yang artinya adalah percampuran. Maksudnya adalah percampuran harta atau tenaga antara dua orang atau lebih yang jika ada untung dan ruginya akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan di awal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Syirkah bisa diartikan sebagai salah satu jenis transaksi muamalah di bidang bisnis yang sesuai dengan syariat Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syirkah melibatkan akad antara dua pihak atau lebih dengan tujuan mendirikan sebuah bisnis yang diharapkan dapat memperoleh laba, sehingga bisa dinikmati bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rukun syirkah ada 3, yaitu sighat (ijab dan qabul), Al-aqidain (subjek perserikatan \/ orang yang melakukan kerjasama), dan Mahallul Aqd (objek perserikatan \/ pokok pekerjaan). Selanjutnya, syirkah dibagi menjadi lima macam berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syirkah Al-Inan: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">satu pihak menyediakan modal dan pihak lain mengelola modal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syirkah Al-Mufawadhah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: kedua pihak sama-sama mengeluarkan modal, dan tanggung jawab dari bisnis tersebut akan ditanggung bersama secara proporsional sesuai kesepakatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syirkah Al-Mudharabah:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya satu pihak yang menyediakan modal, dan pihak lainnya mengeluarkan tenaga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syirkah Al-Wujuh:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sejumlah aset dan barang dimiliki bersama, dan pihak yang terlibat dalam kerjasama memiliki kewajiban serta hak atas barang \/ aset tadi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syirkah Al-Abdan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: setiap pihak menyumbangkan skill \/ tenaga dalam bisnis yang dijalankan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>9.\u00a0 \u00a0Ihyaul Mawat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ihyaul Mawat adalah jenis muamalah terkait pembukaan lahan baru yang dalam hal ini lahan tersebut belum ada pemiliknya. Tata cara Ihyaul Mawat sesuai syariah adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan tanda pada lahan baru sesuai kebutuhan. Jika masih ada tanah lainnya maka bisa dikelola orang lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki alat dan kesanggupan untuk mengelola tanah tersebut, jadi bukan sekedar dimiliki dan dibiarkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>10.\u00a0 \u00a0Ariyah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ariyah adalah pinjam meminjam suatu barang yang halal dan memiliki manfaat bagi si peminjam dengan waktu peminjaman sesuai akad\/perjanjian.<\/span><\/p>\n<h2><b>Larangan dalam Muamalah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5985\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/larangan-dalam-muamalah.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muamalah mengatur hal-hal yang dilarang saat melakukan suatu transaksi, dan aturan ini bersumber dari ayat-ayat di dalam Al-Qur&#8217;an serta hadist Nabi. Artinya, larangan tersebut sudah jelas harus dihindari. Adapun larangan muamalah dalam Islam, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Dilarang Berbuat kecurangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Larangan ini berlaku untuk pihak yang berdagang atau menjual. Allah SWT sangat melarang adanya kecurangan dalam berbagai bentuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, segala kecurangan dapat merugikan pihak lain yang dalam hal ini adalah pembeli. Beberapa contoh larangan kecurangan yang dimaksud adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencurangi timbangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas barang jelek tapi dibilang bagus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curang dalam hal takaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curang dalam hal kehalalan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut surat Al-Muthaffifin ayat 1-3, disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja melakukan kecurangan dalam hal menimbang dan menakar akan mendapatkan celaka. Artinya, sudah pasti kecurangan ini akan dibalas oleh Allah SWT.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Tidak Boleh Riba<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riba menjadi salah satu hal yang paling dilarang dan hukumnya adalah haram. Sebab menurut Islam, riba termasuk kegiatan transaksi yang dapat memberikan keuntungan pada satu pihak saja, dan pihak lainnya akan dirugikan. Larangan riba ini telah dijelaskan dalam surat Al-Imran ayat 130.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam Macam Jual Beli yang Dilarang dalam Islam<\/a><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Transaksi Barang Haram<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muamalah tidak hanya mengatur tata cara dalam menakar atau menimbang, tapi juga terkait benda yang ditimbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benda-benda yang dijual seharusnya tidak mengandung unsur yang haram, dan sebagai pembeli juga tidak boleh dengan sengaja membeli barang haram, misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangkai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan disembelih tanpa menyebut nama Allah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan pemakan kotoran, seperti babi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Darah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan bertaring.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Burung berkuku tajam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ad-Dhab (hewan-hewan menjijikkan tapi dibuat menjadi bahan makanan, misalnya katak).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Khamr (minuman beralkohol) atau jenis lain yang bisa memabukkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Benda-benda yang berhubungan dengan pornografi, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah hadist menjelaskan bahwa, orang-orang Yahudi mendapatkan laknat dari Allah karena telah menjual barang haram, yaitu bangkai, serta memakan hasil dari penjualan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut aturan Allah SWT, hasil penjualan dari barang haram adalah haram juga. Sebagai contoh, jika ada orang Islam yang berdagang babi, kemudian uang hasil penjualan dibelikan beras, maka beras tersebut menjadi haram.<\/span><\/p>\n<h3><b>4.\u00a0 \u00a0Transaksi dengan Cara yang Zalim<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW sangat melarang umatnya untuk melakukan perbuatan zalim, termasuk dalam kegiatan jual beli. Zalim merupakan perbuatan tercela yang tidak ada gunanya dan hanya merusak kemaslahatan umat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, Rasulullah shallallahu\u2018alaihi wasallam melarang hamba-hamba Allah untuk saling menipu, saling marah, dan saling mendengki sampai-sampai memutuskan hubungan persaudaraan. Salah satu contoh dari dzalim adalah riba dan kecurangan tadi.<\/span><\/p>\n<h3><b>5.\u00a0 \u00a0Tidak Boleh Berjudi dan Berspekulasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spekulasi dan judi adalah kegiatan yang tidak jelas hasilnya, sehingga ada kemungkinan untuk memberi keuntungan atau kerugian pada pihak tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dalam judi, biasanya akan ada yang dipertaruhkan, dan bisa hilang jika kalah dalam permainan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam sangat melarang kegiatan yang hanya memberi keuntungan pada satu pihak dan merugikan pihak lain. Larangan untuk judi dan berspekulasi tertuang jelas di dalam surat Al-Maidah ayat 90.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan bahwa, judi, minuman keras, mengundi nasib dengan anak panah atau benda lainnya, dan berkurban untuk berhala merupakan hal keji yang masuk dalam perbuatan setan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan mengenai muamalah. Secara garis besar, muamalah adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi agar sesuai syariah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan muamalah dapat menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang bisa merugikan orang lain, yang berarti juga dapat mengurangi terjadinya konflik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, muamalah juga dapat menghindarkan diri dari dosa dan bisa mendapat keberkahan dari transaksi yang dilakukan. Bahkan, hubungan sesama manusia juga bisa lebih harmonis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari dapatkan berbagai informasi bermanfaat lain seputar agama Islam, terutama dalam hal Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/\"><b>blog Yatim Mandiri<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis. Muamalah adalah salah satu hal penting di dalam agama Islam karena berkaitan dengan cara hidup. Manusia memanglah makhluk paling baik dibanding berbagai makhluk lainnya karena diberi akal dan pikiran oleh Allah SWT.\u00a0 Meski demikian, manusia &#8230; <a title=\"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[322,127,301,380,381],"class_list":["post-5982","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-muamalah","tag-fiqih","tag-islam","tag-muamalah","tag-muamalah-adalah","tag-pengertian-muamalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:25:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/apa-itu-muamalah.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:25:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1651,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/apa-itu-muamalah.webp\",\"keywords\":[\"fiqih\",\"islam\",\"Muamalah\",\"muamalah adalah\",\"pengertian muamalah\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/\",\"name\":\"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/apa-itu-muamalah.webp\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:25:35+00:00\",\"description\":\"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/muamalah\\\/muamalah-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya","description":"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya","og_description":"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:25:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/apa-itu-muamalah.webp","type":"","width":"","height":""}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya","datePublished":"2024-03-15T22:25:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/"},"wordCount":1651,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/apa-itu-muamalah.webp","keywords":["fiqih","islam","Muamalah","muamalah adalah","pengertian muamalah"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/","name":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/apa-itu-muamalah.webp","datePublished":"2024-03-15T22:25:35+00:00","description":"Muamalah adalah acuan bagi umat Islam dalam melakukan berbagai transaksi di bidang ekonomi, mulai dari jual beli hingga kerjasama bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/muamalah-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Muamalah? Simak Pengertian dan Macam-Macamnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5982"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5982\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6592,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5982\/revisions\/6592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}