{"id":5749,"date":"2024-04-27T12:59:53","date_gmt":"2024-04-27T05:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=5749"},"modified":"2024-04-29T10:13:00","modified_gmt":"2024-04-29T03:13:00","slug":"zakat-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/","title":{"rendered":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa persen <\/span>zakat investasi<span style=\"font-weight: 400;\">? Hal ini masih banyak menjadi pertanyaan umat Islam yang ingin melakukan salah satu jenis zakat ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besaran zakat dari hasil investasi ini adalah sebesar 2,5% dari penghasilan atau keuntungan investasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, membahas mengenai <\/span>zakat investasi artinya<span style=\"font-weight: 400;\"> harus membahas secara lengkap mengenai pengertiannya, dalil, cara menghitung, nishab, siapa yang berhak menerima zakat dan lain sebagainya. Jika Anda ingin mengeluarkan zakat ini, ada baiknya simak pembahasan lengkapnya disini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi merupakan sebuah bentuk penanaman uang atau aset yang dimiliki seseorang atau kelompok dalam jangka waktu tertentu. Tujuan investasi adalah untuk memperoleh pengembalian aset dengan nilai yang lebih tinggi di masa mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi dikategorikan menjadi dua yakni investasi jangka panjang dan pendek. Investasi jangka panjang merupakan investasi yang membutuhkan waktu selama bertahun-tahun. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, investasi jangka pendek adalah investasi yang hanya sebentar maksimal 12 bulan atau satu tahun. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi berasal dari bahasa Inggris yakni investment yang artinya menanam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menanam yang dimaksud disini adalah menanamkan modal. Investasi terbagi menjadi dua yakni financial asset seperti saham, surat berharga, deposito dan real asset seperti rumah, pabrik, perkebunan dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat jenis ini merupakan hasil keuntungan atau harta yang diperoleh dari proses investasi yang wajib dikeluarkan atau diberikan oleh muslim kepada orang-orang yang berhak untuk menerimanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, para investor wajib untuk menyisihkan sebagian keuntungan atau hartanya dari investasi kepada kaum dhuafa. Zakat ini menjadi sebuah bentuk mensyukuri rejeki yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan mengeluarkan zakat juga mampu mensucikan diri dari berbagai penyakit hati.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/jenis-investasi-jangka-panjang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">15 Jenis Investasi Jangka Panjang untuk Jaminan Masa Depan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Dalil dan Hukum <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membahas mengenai zakat dalam Islam, maka erat kaitannya untuk membahas mengenai dalil dan dasar hukumnya dalam agama Islam. Dalil dan dasar hukumnya zakat ini dalam Islam tertuang pada Al-Quran Surah At-Taubah ayat 103.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 103 sebagaimana dituliskan di bawah ini:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0670\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u062a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u062a\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mengalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surah At-Taubah ayat 103 merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang menjelaskan mengenai orang atau sekelompok orang yang sudah mengakui semua perbuatan dosa yang berhubungan dengan kepemilikan sebuah harta yang sudah diperbuat dan bertaubat kepada Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian di ayat 103, dijelaskan mengenai bagaimana caranya umat Islam untuk bertaubat kepada Allah SWT yakni dengan cara memberikan zakat kepada kaum dhuafa atau orang-orang yang membutuhkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih banyak umat Islam yang bingung berapa besaran zakat yang harus dikeluarkan dari hasil atau keuntungan investasi. Investor muslim wajib mengeluarkan zakat ini ketika mencapai nishab senilai dengan 85 gram emas dan sudah memperoleh nishab selama minimal satu tahun atau haul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika investor muslim sudah memenuhi syarat tersebut, maka Anda harus membayar zakat ini dengan besaran 2,5% dari total semua aset atau keuntungan yang diperoleh dari investasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhitungan ini berlaku untuk jenis investasi financial asset seperti reksa dana, saham, obligasi yang dimiliki oleh investor muslim perorangan. Misalkan, Anda memiliki aset berbentuk saham sebesar Rp100.000.000 selama 1 tahun belakangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun ini, harga 1 gram emas adalah Rp900.000 jadi nisabnya senilai Rp76.500.000 untuk 85 gram emas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena investor tersebut memiliki saham sebesar Rp100.000.000, maka sudah memenuhi\u00a0 syarat seorang investor muslim wajib mengeluarkan zakat karena sahamnya sudah lebih dari 85 gram emas. Jadi investor muslim ini wajib mengeluarkan zakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengeluarkan Zakat Hasil Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui mengenai besaran zakat yang harus dikeluarkan yakni sebesar 2,5% dari total aset. Maka jika Anda memiliki aset saham sebesar Rp100.000.000, setiap tahunnya Anda harus mengeluarkan Rp2.500.000 per tahun atau haul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membayarkan sejumlah uang zakat tersebut, bisa dilakukan kapan saja yang terpenting adalah dalam satu tahun zakat sebesar Rp2.500.000 diberikan kepada fakir miskin, kaum dhuafa, atau orang-orang yang membutuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuat muslim yang memiliki investasi harus bisa memahaminya dengan baik. Cari tahu juga bagaimana cara mengeluarkan zakat secara baik dan benar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nishab <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dibahas sedikit sebelumnya, untuk melakukan zakat hasil investasi, maka investor muslim harus memenuhi nishab. Nishab yang harus dicapai adalah senilai dengan harga 85 gram emas dan investasi sudah dilakukan minimal dalam waktu satu tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika investor muslim belum memenuhi besaran nishab ini, maka tidak wajib untuk mengeluarkan zakat hasil investasi. Namun, ada baiknya jika memiliki rezeki yang berlebih, untuk selalu mengingat sesama muslim yang belum seberuntung itu dan sedang mengalami kesulitan finansial.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang yang Berhak Menerima <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, orang yang berhak menerima zakat hasil investasi sudah diatur dalam Surah At Taubah ayat 60. Dalam surat tersebut, Allah SWT sudah berfirman bahwa orang yang berhak menerima zakat disebut dengan mustahik zakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang berhak menerima zakat menurut surat At Taubah ayat 60 adalah fakir, amil, mualaf, budak, miskin, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Beberapa istilah tersebut ada yang sudah familiar dan belum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gharim sendiri merupakan seseorang yang memiliki sejumlah utang dan tidak memiliki cukup harta untuk melunasi utang tersebut. Kemudian, fisabilillah yang dimaksud adalah orang-orang yang berperang atau berjihad untuk membela agama Islam dan Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, ibnu sabil adalah para musafir. Dalam agama Islam, musafir masuk ke dalam orang yang berhak menerima zakat terlepas dia kaya atau miskin, apabila musafir tersebut mendapatkan musibah dalam perjalannya sehingga kehilangan hartanya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel lainnya: \u00a0 <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi-emas-bagaimana-hukumnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zakat Investasi Emas Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasannya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Tabel <\/b><b>Zakat Investasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih memahami mengenai besaran zakat yang harus dikeluarkan, Anda bisa menyimaknya pada tabel dibawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jenis Zakat<\/b><\/td>\n<td><b>Nishab<\/b><\/td>\n<td><b>Perhitungan<\/b><\/td>\n<td><b>Jangka Waktu<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat Hasil Investasi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">85 gram emas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2,5% dari besaran nilai saham ditambah dengan dividen.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tahunan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat Pendapatan dan Jasa<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">85 gram emas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2,5% dari penghasilan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menerima penghasilan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat Emas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">85 gram emas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2,5% dari emas yang dipakai atau dimiliki.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tahunan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat Perak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">595 gram perak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2.5% dari perak yang dipakai atau dimiliki<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tahunan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat Hasil Investasi Pabrik atau Gedung atau lainnya.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Net income pemilik senilai dengan 85 gram emas.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">10% atau 15%<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tahunan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis Investasi yang Dilarang dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi bertujuan untuk menambah nilai uang yang dimiliki. Membahas mengenai investasi, maka dalam Islam ada beberapa jenis investasi yang diharamkan. Berikut ini akan dibahas secara lengkap mengenai apa saja jenis investasi yang diharamkan dalam Islam.<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Transaksi Swap<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis yang pertama adalah transaksi swap yakni sebuah kontrak penjualan atau pembelian saham dengan harga yang sudah dikombinasikan dengan harga pembelian atau penjualan valas jenis yang sama dengan harga yang sudah ditentukan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi swap ini haram dalam hukum Islam karena mengandung unsur spekulasi atau dalam bahasa Arab adalah maisir.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Transaksi Forward<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada jenis investasi sebelumnya, dibahas mengenai harga forward. Transaksi forward adalah transaksi penjualan dan pembelian valas yang harganya ditetapkan pada saat ini dan diberlakukan untuk beberapa waktu mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hukum Islam, transaksi forward ini haram karena mengandung harga yang diperjanjikan atau muwa\u2019adah. Biasanya transaksi ini juga valasnya diserahkan sehari setelah pembayaran dimana bisa saja pada hari itu harga valas tersebut diubah kembali.<\/span><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Transaksi Option<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada yang disebut dengan transaksi option. Transaksi option merupakan kontrak atau perjanjian yang digunakan untuk memperoleh hak membeli atau menjual valuta tanpa harus ada sejumlah valuta yang secara fisik ada dijual atau dibeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi option ini haram dalam hukum Islam karena mengandung unsur spekulasi atau dalam bahasa Arab adalah maisir.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel pilihan:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/muamalah\/investasi-emas-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Pandangan Investasi Emas Dalam Islam? Simak Disini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Jenis Investasi yang Diperbolehkan dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa saja investasi yang diharamkan. Pada bagian ini akan dibahas mengenai apa saja jenis investasi yang halal dalam hukum Islam sehingga bisa Anda pilih sebagai instrumen investasi Anda.<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Saham<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saham menjadi jenis investasi yang banyak digunakan oleh para investor yang sudah lama masuk ke dalam dunia ini. Anda bisa membeli saham perusahaan tertentu dan nanti hasil keuntungannya akan diberikan kepada Anda setiap satu tahun sekali.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Emas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis investasi halal yang kedua adalah dalam bentuk emas. Nilai jual emas setiap tahunnya cenderung meningkat sehingga bisa Anda jadikan opsi sebagai instrumen investasi yang halal.<\/span><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Obligasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada obligasi. Obligasi merupakan sertifikat utang dengan jangka menengah hingga panjang. Keuntungan obligasi akan dibayarkan setiap tahun.<\/span><\/p>\n<h3><b>4.\u00a0 \u00a0Properti<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, Anda bisa berinvestasi pada jenis properti. Harga properti setiap tahunnya selalu meningkat karena semakin sedikit lahan sedangkan permintaan akan semakin besar setiap tahunnya. Anda bisa berinvestasi dengan membeli tanah, rumah, gedung, apartemen, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Norma Berinvestasi dalam Islam<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membahas mengenai apa saja jenis-jenis investasi yang diharamkan dalam agama Islam. Melakukan investasi juga diatur normanya dalam Islam sehingga investasi tersebut halal secara hukum agama Islam. Norma berinvestasi dalam Islam yakni:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uang digunakan sebagai alat pertukaran untuk investasi bukan sebagai komoditas perdagangan. Uang berfungsi sebagai alat pertukaran yang mewakili daya beli dan jual akan suatu barang atau harta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua transaksi dilakukan atas asas memberikan nilai manfaat baik bagi penjual maupun pembeli serta menghindari setiap transaksi zalaim. Transaksi zalaim adalah perbuatan atau kegiatan tidak adil dalam konteks jual beli investasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua transaksi yang dilakukan harus transparan sehingga menghindari penipuan salah satu pihak yang nantinya akan menyebabkan kerugian baik yang disengaja maupun tidak disengaja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua transaksi jual beli investasi yang dilakukan dipastikan terbebas dari unsur riba. Riba adalah nilai tambah dengan cara melebihkan harga atau uang pinjaman. Dalam Islam, riba merupakan perilaku yang diharamkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua transaksi terhindar dari unsur syubhat. Syubhat adalah kondisi dimana adanya kondisi samar antara halal atau haram. Sehingga, jika tidak yakin transaksi yang dilakukan adalah transaksi halal, lebih baik jangan melakukannya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memperoleh penghasilan lebih dari investasi merupakan pilihan tepat karena keuntungannya akan dirasakan hingga masa depan. Namun, jika sudah bisa berinvestasi, jangan sampai lupa untuk mengeluarkan <\/span>zakat investasi<span style=\"font-weight: 400;\"> untuk orang-orang yang berhak atas zakat tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi. Berapa persen zakat investasi? Hal ini masih banyak menjadi pertanyaan umat Islam yang ingin melakukan salah satu jenis zakat ini. Besaran zakat dari hasil investasi ini adalah sebesar 2,5% dari penghasilan atau keuntungan investasi tersebut. Namun, membahas &#8230; <a title=\"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7464,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[294,293,75,347,309],"class_list":["post-5749","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berbagi","tag-bayar-zakat","tag-hukum-zakat","tag-zakat","tag-zakat-investasi","tag-zakat-mal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &amp; Ketentuannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &amp; Ketentuannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-27T05:59:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-29T03:13:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya\",\"datePublished\":\"2024-04-27T05:59:53+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-29T03:13:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/\"},\"wordCount\":1566,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png\",\"keywords\":[\"bayar zakat\",\"hukum zakat\",\"zakat\",\"zakat investasi\",\"zakat mal\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/\",\"name\":\"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil & Ketentuannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png\",\"datePublished\":\"2024-04-27T05:59:53+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-29T03:13:00+00:00\",\"description\":\"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-investasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil & Ketentuannya","description":"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil & Ketentuannya","og_description":"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-04-27T05:59:53+00:00","article_modified_time":"2024-04-29T03:13:00+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png","type":"image\/png"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya","datePublished":"2024-04-27T05:59:53+00:00","dateModified":"2024-04-29T03:13:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/"},"wordCount":1566,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png","keywords":["bayar zakat","hukum zakat","zakat","zakat investasi","zakat mal"],"articleSection":["Berbagi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/","name":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil & Ketentuannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png","datePublished":"2024-04-27T05:59:53+00:00","dateModified":"2024-04-29T03:13:00+00:00","description":"Zakat investasi wajib hukumnya diberikan kepada orang-orang yang berhak bagi Anda yang sudah memenuhi syarat nishab hasil investasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Zakat-Investasi-Pengertian-Nishab-Dalil-Ketentuannya.png","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-investasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil &#038; Ketentuannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5749"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7465,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5749\/revisions\/7465"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}