{"id":5671,"date":"2024-04-23T11:04:35","date_gmt":"2024-04-23T04:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=5671"},"modified":"2024-04-23T10:05:50","modified_gmt":"2024-04-23T03:05:50","slug":"zakat-perkebunan-tebu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/","title":{"rendered":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Zakat perkebunan tebu <span style=\"font-weight: 400;\">adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang istilah <\/span>zakat perkebunan tebu <span style=\"font-weight: 400;\">mungkin masih terdengar asing, tapi sebenarnya istilah ini memang benar adanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada 2 jenis tanaman yang dikategorikan sebagai tanaman wajib dizakati, yaitu biji-bijian (habbah) dan buah-buahan (tsimar).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak semua biji-bijian dan buah-buahan yang ada di dunia ini akan termasuk dalam kategori tanaman yang wajib dizakati. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biji-bijian yang termasuk daftar tanaman wajib dizakati hanyalah biji-bijian yang dapat dijadikan sebagai makanan pokok. Hal ini tidak jauh berbeda dengan buah-buahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, hanya anggur dan kurma sajalah yang dianggap sebagai tanaman wajib dizakati di dalam agama Islam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para petani yang menanam dan memanen buah lainnya, mereka tidak perlu membayar zakat perkebunan dan pertanian, karena hasil panennya tersebut tidak memenuhi syarat.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wasaq-dalam-zakat-pertanian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wajib Tahu! Wasaq dalam Zakat Pertanian dan Syaratnya<\/a><\/p>\n<h2><b>Apa Itu <\/b><b>Zakat Perkebunan Tebu<\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7387 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Apa-Itu-Zakat-Perkebunan-Tebu.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Apa-Itu-Zakat-Perkebunan-Tebu.png 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Apa-Itu-Zakat-Perkebunan-Tebu-300x171.png 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Apa-Itu-Zakat-Perkebunan-Tebu-450x257.png 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat di antara para ulama terkait zakat tebu yang sudah semakin diketahui oleh banyak umat muslim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Syekh Wahbah Az-Zhuhaili, sayur-sayuran dan buah-buahan seperti delima, semangka, dan tebu bukan termasuk tanaman wajib zakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tidak jauh berbeda dengan pendapat yang diutarakan oleh Madzhab Syafi\u2019I yang menyebutkan bahwa syarat zakat tanaman adalah bisa ditanam, bisa dijadikan sebagai makanan pokok, dan bisa ditanam oleh manusia. Dalam hal ini, tanaman wajib pajak hanyalah padi, jagung, kurma, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pernyataan ini berbeda dengan pendapat yang diutarakan oleh Madzhab Abu Hanifah beserta kedua muridnya yang bernama Abu Yusuf dan Muhammad. Mereka mengatakan bahwa petani wajib mengeluarkan zakat dari tebu sukkari atau tebu yang akan diproses menjadi gula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya seperti <\/span>zakat perkebunan sawit<span style=\"font-weight: 400;\">, zakat perkebunan tanaman tebu juga memiliki beberapa persyaratan khusus. Untuk mengetahui apa saja syarat <\/span>zakat perkebunan tebu<span style=\"font-weight: 400;\">, simak dengan baik penjelasan berikutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Syarat Zakat Perkebunan Tanaman Tebu<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7386 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Syarat-Zakat-Perkebunan-Tanaman-Tebu.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Syarat-Zakat-Perkebunan-Tanaman-Tebu.png 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Syarat-Zakat-Perkebunan-Tanaman-Tebu-300x171.png 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Syarat-Zakat-Perkebunan-Tanaman-Tebu-450x257.png 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melaksanakan salah satu rukun Islam ini, umat muslim harus mengetahui apa saja syarat yang harus dipenuhi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena zakat ini merupakan zakat perkebunan dan pertanian, tentu para petani yang beragama Islam harus lebih memahaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya syarat zakat perkebunan tanaman tebu tidak jauh berbeda dengan jenis zakat yang lainnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja, karena nisab yang berlaku tidaklah sama, jadi tak heran jika ada beberapa syarat yang berbeda di dalamnya. Berikut ini beberapa syarat dari <\/span>zakat pertanian <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span>perkebunan tebu<span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Petani Tebu Memiliki Niat Berdagang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Madzhab Imam Syafi\u2019i pernah mengatakan bahwa tebu tidak termasuk tanaman wajib zakat, tapi beliau juga menyebutkan bahwa petani tebu yang memiliki niat berdagang, mereka diwajibkan untuk membayar <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-pertanian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">zakat pertanian<\/a> atau perkebunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah banyak orang tahu, sekarang ada lebih banyak petani yang mengelola pertaniannya untuk berdagang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam arti lainnya, petani tebu ini akan mengolah hartanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Maka dari itu, mereka wajib mengeluarkan zakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, <\/span>zakat perkebunan tebu <span style=\"font-weight: 400;\">juga memiliki nisab yang harus dipenuhi, yaitu sesuai dengan harga emas yang berlaku pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Tidak jauh berbeda dengan jenis zakat pertanian yang lainnya, nisab dari zakat tebu adalah 77,5 gram berdasar penjelasan nisab emas dari Kiai Ma\u2019shum Kwaron Jombang.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Petani Memiliki Lahan Ratusan Hektar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa rasanya tidak adil jika petani yang memiliki lahan hingga ratusan hektar tidak mengeluarkan zakat untuk orang-orang yang membutuhkan. Kendati demikian, sebenarnya hal ini juga perlu dihitung dengan kalkulasi modal dan biaya perawatan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menegakkan keadilan ekonomi dalam proyek yang lebih besar, Madzhab Abu Hanifah memiliki perhitungan sendiri yang di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">5% bagi petani yang memiliki sumber air berbayar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10% bagi petani yang memiliki sumber air tidak berbayar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Tidak Ada Beban Utang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat selanjutnya tidak berbeda dengan syarat zakat yang lainnya. Hal ini terjadi karena salah satu syarat dari zakat itu sendiri adalah pembayar zakat tidak memiliki utang yang harus segera dibayarkan. Jika petani masih memiliki utang, maka mereka tidak diwajibkan untuk membayar zakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hal ini berbeda jika petani tidak memiliki utang yang berkaitan dengan tanaman tebu tersebut. Jika begitu, maka mereka wajib mengeluarkan zakat perkebunan yang sesuai dengan hasil panennya tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penerima Zakat Perkebunan dan Pertanian Tebu<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7385 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penerima-Zakat-Perkebunan-dan-Pertanian-Tebu.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penerima-Zakat-Perkebunan-dan-Pertanian-Tebu.png 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penerima-Zakat-Perkebunan-dan-Pertanian-Tebu-300x171.png 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penerima-Zakat-Perkebunan-dan-Pertanian-Tebu-450x257.png 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang bertanya-tanya, apakah penerima zakat perkebunan sama saja dengan penerima zakat jenis lainnya. Jawabannya adalah sama dan tidak berbeda. Ada sejumlah golongan yang dikategorikan sebagai mustahik (orang yang menerima zakat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sudah ada dalam QS. At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan bahwa ada 8 golongan orang yang dikategorikan sebagai penerima zakat, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fakir: Orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya dan hampir tidak memiliki suatu barang apa pun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Miskin: Orang yang memiliki harta tidak banyak dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amil: Orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riqab: Budak yang ingin memerdekakan dirinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan dana maupun dukungan untuk menguatkan imannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fisabilillah: Umat muslim yang sedang berjuang di jalan Allah SWT, seperti berdakwah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Sabil: Orang yang kehabisan biaya saat sedang melakukan perjalanan dan taat kepada Allah SWT.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gharimin: Orang yang memiliki utang untuk bertahan hidup, sehingga kebutuhan pokoknya bisa terpenuhi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melihat penjelasan di atas, dapat dipastikan bahwa tidak semua petani tebu memiliki kewajiban untuk mengeluarkan <\/span>zakat perkebunan tebu<span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para petani tebu untuk mengeluarkan zakat ini.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini? Bagi sebagian orang istilah zakat perkebunan tebu mungkin masih terdengar asing, tapi sebenarnya istilah ini memang benar adanya. Ada 2 jenis tanaman yang dikategorikan sebagai tanaman wajib dizakati, yaitu biji-bijian (habbah) dan buah-buahan (tsimar). Namun, &#8230; <a title=\"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[294,321,75,309,313,334],"class_list":["post-5671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berbagi","tag-bayar-zakat","tag-hitung-zakat","tag-zakat","tag-zakat-mal","tag-zakat-pertanian","tag-zakat-pertanian-tebu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-23T04:04:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\",\"datePublished\":\"2024-04-23T04:04:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/\"},\"wordCount\":857,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png\",\"keywords\":[\"bayar zakat\",\"hitung zakat\",\"zakat\",\"zakat mal\",\"zakat pertanian\",\"zakat pertanian tebu\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/\",\"name\":\"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png\",\"datePublished\":\"2024-04-23T04:04:35+00:00\",\"description\":\"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/zakat-perkebunan-tebu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya","description":"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya","og_description":"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-04-23T04:04:35+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png","type":"image\/png"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya","datePublished":"2024-04-23T04:04:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/"},"wordCount":857,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png","keywords":["bayar zakat","hitung zakat","zakat","zakat mal","zakat pertanian","zakat pertanian tebu"],"articleSection":["Berbagi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/","name":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png","datePublished":"2024-04-23T04:04:35+00:00","description":"Zakat perkebunan tebu adalah jenis zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian tebu. Lantas, apa saja persyaratan dari zakat perkebunan ini?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Pengertian-Zakat-Perkebunan-Tebu-dan-Syaratnya.png","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/zakat-perkebunan-tebu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Zakat Perkebunan Tebu dan Syaratnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5671"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7388,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5671\/revisions\/7388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}