{"id":4129,"date":"2024-03-16T05:27:30","date_gmt":"2024-03-15T22:27:30","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=4129"},"modified":"2024-03-16T05:27:30","modified_gmt":"2024-03-15T22:27:30","slug":"tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/","title":{"rendered":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya ibadah diterima dan sah, maka harus dilakukan sesuai tata caranya. Kenali tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam, agar haji mabrur.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi umat muslim terbesar di dunia. Jadi berbagai aktivitas beribadah dalam agama Islam bisa dipelajari dengan mudah. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang belum paham tentang <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga ketika akan berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji, banyak jamaah yang baru mempelajari tata caranya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal di beberapa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Indonesia terutama yang berbasis Islam, tata cara haji juga sudah diajarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui <\/span>urutan tata cara ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">ini merupakan hal yang sangat penting dan wajib dipahami oleh setiap umat muslim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena jika ibadah haji tidak dilakukan dengan urutan dan tata cara yang sesuai syariat, maka haji tersebut akan dianggap tidak sah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Ibadah Haji yang Wajib Diketahui Umat Muslim<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4131\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mempelajari tentang tata cara pelaksanaan haji sesuai syariat, umat muslim harus tahu terlebih dahulu tentang jenis-jenis haji. Karena ibadah haji pada dasarnya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu Ifrad, Qiran, dan Tamattu, berikut penjelasan secara rincinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Haji Ifrad<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis haji yang pertama adalah haji ifrad, yaitu ibadah haji yang dilaksanakan di awal kemudian dilanjutkan dengan umrah. Jadi jamaah diharuskan menyelesaikan haji terlebih dahulu, setelah itu baru boleh melaksanakan tata cara ibadah umrah.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Haji Qiran<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis yang kedua yaitu haji qiran dimana ibadah haji dan ibadah umrah digabung menjadi satu atau dilakukan secara bersamaan. Haji qiran merupakan jenis haji yang menggabungkan niat haji dan umrah dalam satu waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haji jenis ini dilakukan di bulan-bulan haji seperti Syawal, Dzulqa\u2019dah, dan Dzulhijjah. Tapi perlu diketahui, seorang muslim yang melaksanakan haji qiran nantinya harus membayar denda atau dam. Caranya dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh sapi maupun unta.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel lainnya :\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/syarat-wajib-haji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Saja Syarat Wajib Haji yang Wajib Dipenuhi Umat Islam?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Haji Tamattu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis haji yang terakhir adalah haji tamattu, yaitu jamaah yang melaksanakan umrah terlebih dahulu di bulan haji. Setelah menyelesaikan ibadah umrah, maka jamaah akan harus melakukan tahallul dan dilanjutkan dengan berihram untuk haji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis haji ini biasanya juga disebut sebagai haji bersenang-senang. Bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu, maka juga diwajibkan untuk membayar dam. Caranya dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh sapi maupun unta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai umat muslim, Anda harus mengingat ketiga jenis haji di atas yaitu haji ifrad, haji qiran, dan haji tamattu. Karena hal ini nantinya akan berkaitan sangat erat dengan <\/span>urutan tata cara pelaksanaan haji<span style=\"font-weight: 400;\">. Setiap jenis haji memiliki tata cara yang sedikit berbeda antara satu sama lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>11 <\/b><b>Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji <\/b><b>Sesuai Syariat Islam<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4132\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/strategy-membangun-backlink-1-300x200.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa melaksanakan haji di tanah suci merupakan impian seluruh umat muslim. Sehingga tidak heran ada banyak sekali kaum muslimin dan muslimat yang mempelajari <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">sesuai syariat sejak dini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang masih bingung dan ingin belajar, simak penjelasan berikut.<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Melakukan Ihram<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urutan tata cara ibadah haji yang pertama adalah melakukan ihram. Ini merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji, dan ihram dilakukan sejak Miqat. Jarak Miqat biasanya sudah ditentukan oleh pihak yang berwenang berdasarkan dari tempat tinggal jamaah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melaksanakan ihram, jamaah laki-laki harus menggunakan kain yang tidak dijahit dan disunnahkan berwarna putih. Sedangkan untuk jamaah perempuan diharuskan menggunakan pakaian yang menutup aurat, tetapi tidak boleh menggunakan cadar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berihram, jamaah haji disunnahkan untuk mandi dan berwudhu terlebih dahulu. Selain itu para jamaah juga disunnahkan untuk memotong kuku, kumis, bulu ketiak, serta bulu kemaluan. Ihram bisa dilaksanakan sejak bulan syawal hingga tanggal 9 bulan Dzulhijah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berihram ada beberapa larangan atau hal-hal yang harus dihindari oleh jamaah haji. Di antaranya adalah berjima dengan sengaja, memburu hewan atau burung, dan membawa senjata. Jika melanggar salah satu dari larangan di atas, bisa menyebabkan haji batal atau tidak sah.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Wukuf di Padang Arafah<\/b><\/h3>\n<p>Tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">berikutnya yang harus dilakukan oleh jamaah adalah wukuf di Padang Arafah. Ketika berada di sini, seluruh jamaah akan diajak berdzikir dan berdoa untuk memohon ampunan kepada Allah terhadap segala dosanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wukuf sendiri merupakan kata dari bahasa Arab yang artinya adalah berdiam diri. Arafah sendiri adalah sebuah gunung tempat di mana nabi menyampaikan khutbah terakhir kali untuk para umatnya. Wukuf dilaksanakan setelah matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melaksanakan wukuf di Padang Arafah, jamaah haji disunnahkan untuk lebih banyak berdzikir mengingat Allah. Selain itu para jamaah juga disarankan untuk melakukan sholat jamak taqdim qashar dan banyak menghadap kiblat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini harus banyak-banyak memanjatkan doa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui bahwa wukuf merupakan salah satu hal yang membedakan antara ibadah haji dan ibadah umrah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena seseorang yang melaksanakan umrah tidak akan melakukan wukuf di Padang Arafah. Mereka hanya akan melakukan ihram, thawaf, sa\u2019i, dan tahallul setelah itu selesai.<\/span><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Melakukan Thawaf Ifadah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urutan tata cara pelaksanaan haji yang ketiga dan tidak boleh dilewatkan adalah melakukan thawaf ifadah. Selama thawaf ifadah, jamaah harus berada di Masjidil Haram dan berkeliling Ka\u2019bah sebanyak 7 kali. Selama mengitari Ka\u2019bah, jamaah harus terus melafalkan bacaan talbiyah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama melaksanakan thawaf ifadah, jamaah laki-laki dianjurkan untuk mengeluarkan suara yang nyaring dan terdengar jelas. Sedangkan untuk jamaah perempuan terdapat aturan sebaliknya, yaitu sebaiknya melafalkan bacaan talbiyah dengan suara pelan dan tidak terlalu nyaring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya thawaf dimulai dari dari sebelah kiri Ka\u2019bah. Beberapa syarat yang harus dipenuhi jamaah saat berthawaf adalah menutup aurat dengan sempurna. Selain itu suci dari hadas besar maupun kecil dan harus berwudhu dahulu, juga menjadi syarat untuk melakukan thawaf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika wudhu batal saat jamaah tengah berthawaf, harus segera kembali mensucikan diri. Setelah itu thawaf bisa dilaksanakan dengan meneruskan hitungan memutari Ka\u2019bah yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah selesai jamaah disunnahkan untuk sholat sunnah thawaf.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel pilihan :\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/rukun-haji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berikut 6 Rukun Haji yang Perlu Dipahami oleh Jemaah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>4.\u00a0 \u00a0Melaksanakan Sa\u2019i di Bukit Shafa dan Marwah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya haji sah maka jamaah harus mengikuti <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">berikut ini yaitu melaksanakan sa\u2019i. Karensa sa\u2019i merupakan salah satu rukun ibadah haji. Perlu diketahui bahwa sa\u2019i merupakan kata dari bahasa Arab yang artinya adalah berlari atau berusaha.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melaksanakan sa\u2019i, jamaah laki-laki dianjurkan untuk berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Sedangkan untuk jamaah perempuan tidak diharuskan berlari kecil, tapi bisa melakukannya dengan berjalan cepat dan tetap berhati-hati supaya tidak tersandung pakaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun bagi jamaah yang sekiranya tidak bisa berlari kecil atau berjalan, bisa melakukan sa\u2019i dengan menggunakan bantuan kursi roda. Jika memungkinkan jamaah sebaiknya berjalan atau berlari kecil hingga ke atas bukit, tapi jika tidak bisa maka cukup sampai kaki bukit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah dari rukun haji yang satu ini merupakan kisah Siti Hajar yang kesulitan mencari air saat anaknya nabi Ismail kehausan. Siti Hajar terus berlari di antara Bukit Shafa dan Marwah dan berusaha mencari mata air di sekitar. Hingga akhirnya Allah memberinya mata air zamzam<\/span><\/p>\n<h3><b>5.\u00a0 \u00a0Menginap di Muzdalifah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">yang juga tidak boleh dilewatkan oleh para jamaah adalah menginap atau mabit di Muzdalifah. Perlu diketahui bahwa Muzdalifah merupakan suatu kawasan terbuka yang ada di antara Kota Mekkah dan Mina Arab Saudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mabit di Muzdalifah ini harus dilakukan oleh setiap jamaah haji setelah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Ketika berada di muzdalifah jamaah tidak hanya beristirahat untuk melanjutkan kegiatan ibadah selanjutnya. Tapi di sini mereka diharuskan untuk mengumpulkan batu kerikil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya batu kerikil tersebut akan digunakan untuk urutan tata cara ibadah haji berikutnya yaitu melempar jumrah. Biasanya jamaah akan bergerak menuju Muzdalifah ketika menjelang maghrib. Kegiatan mabit ini dilakukan hingga tengah malam atau pagi keesokan hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berada di Muzdalifah, jamaah haji diharapkan bisa membersihkan diri dan membentengi hati supaya bisa melawan musuh setan. Caranya dengan berdzikir, bertaubat, dan berdoa kepada Allah semoga selalu diberi perlindungan dan bisa menjaga diri dari godaan setan maupun iblis.<\/span><\/p>\n<h3><b>6.\u00a0 \u00a0Melempar Jumrah di Aqabah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, ketika berada di Muzdalifah jamaah haji diminta untuk mengumpulkan kerikil dalam sebuah wadah. Nah kerikil tersebut akan digunakan untuk <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji<span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya yakni melempar atau melontarkan jumrah di Aqabah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai umat muslim kita harus selalu mengingat bahwa iblis tidak pernah mati sehingga kita harus selalu waspada dan memeranginya. Ketika melakukan lempar jumrah, jamaah harus senantiasa membaca takbir hingga selesai melempar batu kerikil sebanyak 7 kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat saat melempar batu kerikil, jamaah tidak boleh melemparnya sekaligus atau dalam jumlah yang banyak. Jadi jamaah haji harus melempar jumrah di Aqabah dengan batu kerikil caranya satu persatu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah.<\/span><\/p>\n<h3><b>7.\u00a0 \u00a0Memotong Rambut<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menyelesaikan <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">melempar jumrah, berikutnya jamaah harus melakukan tahallul awal. Yang dimaksud dengan tahallul awal adalah memotong rambut setidaknya 3 helai. Hal ini berlaku bagi jamaah haji laki-laki maupun jamaah perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat tahallul awal ini hanya boleh dilakukan oleh jamaah haji yang sudah melakukan thawaf ifadhah dan melempar jumrah. Dengan melakukan tahallul awal ini berarti seluruh larangan yang tidak dibolehkan setelah ihram sudah tidak berlaku lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi masih ada 1 larangan yang tidak boleh dilakukan meski telah melakukan tahallul awal. Pasangan suami istri masih tidak diperbolehkan untuk berjima atau berhubungan suami istri. Selain itu berbagai hal yang mengarah pada berjima seperti menyentuh dengan syahwat juga dilarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melakukan tahallul awal, jamaah bisa memotong rambut setelah tiba di Mina. Tetapi kegiatan memotong rambut ini tidak boleh dilakukan jika jamaah tiba di Mina setelah matahari tenggelam. Jika sampai mengalami hal tersebut, maka jamaah haji harus membayar dam atau denda.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga :\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/perbedaan-haji-dan-umrah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Perbedaan Haji dan Umrah? Serupa tapi Berbeda<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>8.\u00a0 \u00a0Melempar 3 Jumrah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan melempar jumrah ini akan biasanya dilaksanakan pada tanggal 11-13 bulan Dzulhijah, tanggal 11-12 adalah Naffar Awwal dan 13 adalah Nafar Tsani. Ketika jumrah di Aqabah, jamaah haji harus melemparkan batu kerikil yang sudah dicari sebelumnya sebanyak 7 kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melempar batu kerikil ini terdapat tiga tiang atau jumrah yang harus dilempari yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah. Jumrah Ula letaknya di dekat Haratullisan, Jumrah Wusta di antara jumrah Ula dan Aqabah. Terakhir Jumrah Aqabah berada di perbatasan Mina dan Mekkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kegiatan melempar jumrah terdapat pesan bagi para umat muslim untuk senantiasa memerangi iblis dan segala godaannya.Ketika melempar jumrah, jamaah haji harus melakukannya secara berurutan dan tidak boleh terbalik antara satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena jika sampai terbalik, maka jamaah tersebut harus mengulang sejak awal lagi. Hal yang wajib diketahui oleh jamaah adalah batu yang digunakan untuk melempar jumrah harus kerikil dan tidak boleh jenis lain. Jika ada jamaah yang sakit, maka kegiatan ini bisa diwakilkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>9.\u00a0 \u00a0Menginap di Mina<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya selain menginap di Muzdalifah, setiap jamaah haji juga diwajibkan untuk menginap atau bermalam di Mina. Para jamaah bisa menginap di Mina pada tanggal 11-13 bulan Dzulhijjah setelah melaksanakan lempar jumrah. Mina merupakan sebuah lembah yang ada di dekat Mekkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak Mina dari Kota Mekkah sekitar 5 kilometer dan di kawasan ini terdapat banyak sekali tenda jamaah yang sedang bermalam. Bahkan kawasan ini juga mendapat julukan sebagai kota tenda. Ketika berada di Mina, jamaah bisa istirahat sejenak sebelum melaksanakan kegiatan besok.<\/span><\/p>\n<p>Tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">dengan bermalam di Mina ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nafar awwal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nafar tsani<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nafar awwal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan kegiatan menginap di Mina hingga 2 hari, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nafar tsani<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah menginap di Mina hingga 3 hari.<\/span><\/p>\n<h3><b>10.\u00a0 \u00a0Melakukan Thawaf Wada atau Thawaf Perpisahan<\/b><\/h3>\n<p>Tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">yang mulai memasuki tahap akhir adalah melakukan thawaf wada. Thawaf ini juga sering disebut sebagai thawaf perpisahan karena merupakan salah satu tanda akan berakhirnya perjalanan haji umat muslim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thawaf wada akan dilakukan ketika jamaah haji hendak meninggalkan Kota Mekkah. Setelah melaksanakan thawaf perpisahan, para jamaah tidak akan dibolehkan untuk menginap kembali di hotel. Mereka harus segera pergi meninggalkan kota Mekkah secepatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melakukan thawaf wada, jamaah hanya boleh berada di hotel untuk menunggu bus, pergi ke toilet atau bersiap pergi ke tempat lain. Misalnya jika jamaah ingin pergi ke Kota Madinah untuk berziarah, hal ini diperbolehkan yang terpenting adalah tidak kembali ke Mekkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keutamaan dari thawaf wada di antaranya adalah mendapat pahala sama seperti memerdekakan budak dari Bani Ismail. Setiap ucapan yang disampaikan saat bertawaf wada setara dengan 10 kali lipat kebaikan. Malaikat juga akan ikut mendoakan setiap hal yang dipanjatkan dalam doa.<\/span><\/p>\n<h3><b>11.\u00a0 \u00a0Melakukan Tahallul Akhir<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urutan tata cara pelaksanaan haji yang paling akhir adalah melakukan tahallul akhir atau tahallul tsani. Kegiatan ini hanya boleh dilakukan ketika seluruh rangkaian ibadah haji sudah diselesaikan oleh jamaah. Setelah melakukan tahallul akhir, maka seluruh larangan ihram sudah berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan tahallul awal, setelah tahallul akhir maka semua larangan ihram sudah tidak berlaku. Begitu juga untuk pasangan suami istri sudah diperbolehkan berjima dan tidak akan membatalkan haji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sederhananya seorang jamaah haji boleh melakukan tahallul akhir jika sudah melaksanakan seluruh rukun haji. Jika tahallul tsani dilakukan sebelum menyelesaikan rukun haji, maka ibadah hajinya akan dianggap batal atau tidak sah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya <\/span>tata cara pelaksanaan ibadah haji <span style=\"font-weight: 400;\">adalah hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim sejak dini. Sehingga saat melaksanakan haji nantinya jamaah tersebut bisa menjadi haji yang mabrur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika mempelajari tata cara haji secara tidak langsung Anda juga sudah mempelajari rukun haji, sehingga dapat memahami pelaksanaan ibadah haji secara baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Supaya ibadah diterima dan sah, maka harus dilakukan sesuai tata caranya. Kenali tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam, agar haji mabrur. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi umat muslim terbesar di dunia. Jadi berbagai aktivitas beribadah dalam agama Islam bisa dipelajari dengan mudah. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang &#8230; <a title=\"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[206,209,129,207],"class_list":["post-4129","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-inspirasi","tag-haji","tag-ibadah-haji","tag-keislaman","tag-rukun"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Supaya ibadah diterima dan sah, maka harus dilakukan sesuai tata caranya. Kenali tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam, agar haji mabrur. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi umat muslim terbesar di dunia. Jadi berbagai aktivitas beribadah dalam agama Islam bisa dipelajari dengan mudah. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:27:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:27:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/\"},\"wordCount\":2128,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png\",\"keywords\":[\"haji\",\"ibadah haji\",\"keislaman\",\"rukun\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/\",\"name\":\"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:27:30+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat","og_description":"Supaya ibadah diterima dan sah, maka harus dilakukan sesuai tata caranya. Kenali tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam, agar haji mabrur. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi umat muslim terbesar di dunia. Jadi berbagai aktivitas beribadah dalam agama Islam bisa dipelajari dengan mudah. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:27:30+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat","datePublished":"2024-03-15T22:27:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/"},"wordCount":2128,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png","keywords":["haji","ibadah haji","keislaman","rukun"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/","name":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Jenis-jenis-Ibadah-Haji-yang-Wajib-Diketahui-Umat-Muslim-300x200.png","datePublished":"2024-03-15T22:27:30+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/tata-cara-pelaksanaan-ibadah-haji\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Sesuai Syariat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4129"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6686,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4129\/revisions\/6686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}