{"id":4060,"date":"2024-03-16T05:28:57","date_gmt":"2024-03-15T22:28:57","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=4060"},"modified":"2024-05-13T09:14:29","modified_gmt":"2024-05-13T02:14:29","slug":"wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/","title":{"rendered":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?"},"content":{"rendered":"<p><em>Wajibkah menyebutkan nama pekurban <span style=\"font-weight: 400;\">saat menyembelih hewan? Jawabannya tidak perlu, namun jika dilakukan akan lebih baik karena termasuk sunnah.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah menjadi hal lumrah di Indonesia kalau pengurban selalu mempercayakan kurbannya kepada panitia masjid. Alasan utamanya karena memudahkan dalam berkurban dan daging bisa dibagi secara merata. Lalu saat menyembelih kurban, <\/span>wajibkah menyebutkan nama pekurban<span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastinya tidak wajib karena sampai sekarang ini tidak ada hadits shahih yang membahas hal tersebut. Meski begitu, jika panitia ingin menyiarkan nama orang yang sudah berkurban maka tak akan menjadi masalah.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/memilih-lokasi-qurban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Memilih Lokasi Qurban? Apakah Harus di Tempat Tinggal<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban?<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4062 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-1.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut jumhur ulama, panitia masjid atau siapapun yang menjadi wakil penyembelihan tidak diharuskan menyiarkan nama pengurban. Hal ini karena niat dari pengurban saja sudah cukup dan kurban dianggap sah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun seperti yang disinggung, jika panitia ingin menyebutkan nama juga diperbolehkan. Bahkan termasuk perbuatan sunnah dan pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau pernah menyebut nama keluarga atau umatnya saat menyembelih hewan yang diberikan oleh mereka. Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam sebuah kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u0644\u064a\u0633 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0648\u0643\u064a\u0644 \u0627\u0646 \u064a\u0642\u0648\u0644 \u0639\u0646\u062f \u0627\u0644\u0630\u0628\u062d \u201c\u0639\u0645\u0646\u201d \u0644\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0646\u064a\u0629 \u062a\u062c\u0632\u0626 \u0648\u0627\u0646 \u0630\u0643\u0631 \u0645\u0646 \u064a\u0636\u062d\u064a \u0639\u0646\u0647 \u0641\u062d\u0633\u0646 \u0644\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u062d\u064a\u0646\u0645\u0627 \u0636\u062d\u0649 \u0642\u0627\u0644 : \u0627\u0644\u0644\u0647\u0645 \u062a\u0642\u0628\u0644 \u0645\u0646 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0648\u0627\u0644 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0648\u0627\u0645\u0629 \u0645\u062d\u0645\u062f \u062b\u0645 \u0636\u062d\u0649 \u0648\u0642\u0627\u0644 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 : \u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0643\u0628\u0631 \u0647\u0630\u0627 \u0645\u0646\u0643 \u0648\u0644\u0643 \u062a\u0642\u0628\u0644 \u0645\u0646 \u0641\u0644\u0627\u0646<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tidak wajib bagi wakil ketika menyembelih mengucapkan \u2018dari seseorang\u2019, karena niat telah mencukupinya. Namun jika wakil menyebut nama orang yang berkurban, maka hal itu baik. Ini karena Nabi Saw ketika beliau berkurban, beliau berkata; Ya Allah, terimalah dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan umat Muhammad, kemudian beliau menyembelih. Hasan berkata; Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah dari fulan.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan terkait <\/span>wajibkah menyebutkan nama pekurban <span style=\"font-weight: 400;\">sekarang ini sudah terjawab. Bukan termasuk perbuatan yang riya jika memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel lainnya:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/harga-kambing-kurban-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PROMO! Harga Kambing Kurban Murah 2023 di Yatim Mandiri Aja<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Syarat Menyembelih Kurban<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4035 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/WhatsApp-Image-2023-05-26-at-09.04.06-scaled.jpeg\" alt=\"\" width=\"601\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyembelih hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan karena harus syara atau hukum Islam. Jika tidak, maka dianggap tidak sah dan dagingnya bisa haram untuk dimakan umat muslim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui jawaban terkait <\/span>wajibkah menyebutkan nama pekurban<span style=\"font-weight: 400;\">, ketahui juga syarat menyembelihnya. Adapun untuk syarat-syarat yang dimaksud adalah seperti berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang menyembelih harus seorang muslim yang beragama Islam. Jika dilakukan oleh non muslim, maka tidak termasuk dalam ibadah kurban dan dianggap sebagai proses penyembelihan biasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang disembelih sudah jelas statusnya, apakah milik pribadi dari pengurban dan bukan hasil dari curian. Selain itu, hewan harus dalam kondisi yang sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat yang digunakan untuk menyembelih harus tajam, sehingga tidak boleh tumpul ataupun berkarat. Disarankan menggunakan pisau yang lurus, tidak bergerigi ataupun yang bengkok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia hewan harus cukup dewasa saat disembelih sehingga tidak boleh terlalu muda. Untuk kambing minimal berusia 1 tahun, sapi berusia 2 tahun, dan unta setidaknya berusia 5 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Niat menyembelih hewan kurban karena menjalankan perintah Allah. Tujuannya adalah berbagi kepada sesama dan mendapatkan ridha Allah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Cara Menyembelih Kurban Sesuai Syariat Islam<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3848 size-full\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/white-bovine-ox-grazing-agricultural-field-goa-india-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyembelihan adalah proses yang dilakukan dengan memotong beberapa bagian, yaitu saluran nafas, saluran makanan, dan urat nadi di bagian leher. Jika masih bingung cara menyembelihnya, bisa simak tahapan caranya seperti berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Menghadap ke Arah Kiblat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menyembelih kurban, penjagal disunnahkan untuk memposisikan diri menghadap ke arah kiblat. Begitu pula dengan sapi atau kambing yang ingin disembelih, sehingga keduanya sama mengarah ke kiblat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan untuk posisi hewan kurban juga tak boleh luput dari perhatikan. Tidak dianjurkan untuk menyembelih dengan posisi hewan sedang berdiri, sehingga harus dibaringkan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah untuk memudahkan penjagal dalam menyembelih hewan dengan tangan. Pada bagian kaki juga harus menginjak leher hewan dan memastikannya dalam kondisi tenang. Hindari untuk menyembelih di depan hewan kurban yang lainnya karena bisa membuatnya takut.<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Mengucapkan Bismillah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika proses penyembelihan tidak dilakukan sesuai syariat maka dagingnya bisa berubah menjadi haram. Salah satu syarat utamanya adalah membaca bismillah sebelum menyembelih. Selain hewan kurban, syarat ini diberlakukan untuk hewan lainnya yang disembelih di hari biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan basmallah ini menjadi hal wajib karena menunjukkan bahwa kurban dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bacaan basmallah ini wajib, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW seperti berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e \u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0645\u064e\u0651\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0647\u064f \u0644\u064e\u0641\u0650\u0633\u0652\u0642\u064c<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJanganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.\u201d (QS. Al-An\u2019am: 121)<\/span><b><\/b><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Lanjutkan dengan Membaca Takbir Secara Bersama<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca basmallah, maka dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak 3 kali dan tahmid. Bacaan ini sesuai rukun menyembelih kurban yaitu seperti berikut Allahu akbar 3 dan ditutup dengan walillahilham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Takbir dibaca oleh penjagal atau orang yang menyembelih kurban. Namun sebaiknya dikumandangkan bersama dengan orang yang ikut menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban.<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Artikel pilihan:\u00a0 \u00a0<a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/kenapa-kurban-harus-jantan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Kurban Harus Jantan? Begini Alasannya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>4.\u00a0 \u00a0Membaca Doa Kurban<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya cukup membaca basmallah dan takbir, diwajibkan juga untuk membaca doa kurban. Apabila yang menyembelih adalah shohibul qurban, maka sesudah takbir bisa membaca doa \u201cHadza minka wa laka\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun jika yang menyembelih bukan shohibul qurban atau orang lain seperti panitia, tentu bacaannya berbeda. Bacaannya adalah seperti berikut \u201cHadza minka wa laka anniatau \u201can fulan\u201d (fulan dapat diganti nama dari pemilik hewan kurban atau shohibul qurban).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tidak langsung, hal ini bisa menjawab pertanyaan terkait <\/span>wajibkah menyebut nama pekurban<span style=\"font-weight: 400;\">. Nama shohibul qurban memang jauh lebih baik disebut dan sudah dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya dapat diakhiri dengan membaca sebuah doa khusus supaya kurban yang dilakukan diterima Allah SWT. Doanya yaitu \u201cAllahumma taqabbal minni atau min fulan\u201d. Untuk kata fulan juga diganti dengan nama pengurban.<\/span><\/p>\n<h3><b>5.\u00a0 \u00a0Menyembelih Hewan Kurban dengan Cepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyembelih hewan kurban, gunakan pisau yang sudah diasah dengan tajam. Apabila pisaunya kurang tajam, justru akan sangat menyiksa karena hewan tersebut tidak akan langsung mati. Selain itu, ada beberapa saluran yang harus terputus dalam satu kali sayatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya ada 3 saluran yang diharuskan terputus secara langsung, diantaranya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saluran makanan (Mari\u2019i)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saluran pernapasan (Hulqum)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saluran pada dua pembuluh darah yang terdiri dari arteri karotis dan vena jugularis (Wadjan)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga saluran tersebut terletak di leher bagian depan, atau lebih spesifiknya berada tepat di bawah jakun. Siapapun yang menyembelih kurban tentu harus mengetahui dimana posisi ketiga saluran tersebut secara pasti.<\/span><\/p>\n<h3><b>6.\u00a0 \u00a0Merobohkan Hewan Kurban<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi hewan yang akan disembelih memang sedang dalam posisi direbahkan atau ditidurkan. Namun kemungkinan posisinya bisa ganti karena sudah merasakan sakit setelah disembelih oleh penjagal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila posisinya memang sudah pindah, maka penjagal ataupun orang di sekitar harus merobohkan hewan. Pastinya harus hati-hati dan tidak diperbolehkan untuk melakukan tindakan kasar seperti dibanting, ditarik, ataupun ditendang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat merobohkan hewan kurban, maka posisi bagian kepala masih tetap mengarah ke kiblat seperti semula. Dianjurkan juga bagi penyembelih untuk menginjak langsung kaki bagian depan dari hewan kurban.<\/span><\/p>\n<h3><b>7.\u00a0 \u00a0Menggantung Hewan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memastikan hewan sudah mati dan dirobohkan, jangan langsung diproses seperti dikuliti ataupun dipotong. Sebaiknya digantung dengan tali pada tiang pancang, dimana posisi hewan harus terbalik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggantung hewan bertujuan supaya aliran darah menjadi lancar dan darah kotor bisa keluar dengan mudah. Tunggu selama beberapa saat, jika sudah maka barulah bisa dipotong dalam ukuran kecil menjadi beberapa bagian.<\/span><\/p>\n<h3><b>8.\u00a0 \u00a0Membersihkan Daging Kurban<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama proses pemotongan, bagian usus dan anus harus dikeluarkan dari bagian tubuh. Jika sudah maka bisa langsung mengambil beberapa organ dalam meliputi hati, ginjal, paru, limpa, lambung dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersihkan semua organ dalam tersebut dengan baik dan benar. Gunakan air mengalir supaya tidak ada kotoran darah yang masih terlihat menempel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan terkait<\/span> wajibkah menyebutkan nama pekurban<span style=\"font-weight: 400;\"> sudah terjawab dengan jelas. Panitia bisa menyembelih langsung hewan yang sudah dipersiapkan sebagai kurban. Meski begitu, menyiarkan nama justru lebih baik karena termasuk dalam perbuatan sunnah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wajibkah menyebutkan nama pekurban saat menyembelih hewan? Jawabannya tidak perlu, namun jika dilakukan akan lebih baik karena termasuk sunnah. Sudah menjadi hal lumrah di Indonesia kalau pengurban selalu mempercayakan kurbannya kepada panitia masjid. Alasan utamanya karena memudahkan dalam berkurban dan daging bisa dibagi secara merata. Lalu saat menyembelih kurban, wajibkah menyebutkan nama pekurban? Pastinya tidak &#8230; <a title=\"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,30],"tags":[63,204,43,205],"class_list":["post-4060","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berbagi","category-inspirasi","tag-kurban","tag-kurban-yatim-mandiri","tag-qurban","tag-terbar-kebaikan-kurban"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wajibkah menyebutkan nama pekurban saat menyembelih hewan? Jawabannya tidak perlu, namun jika dilakukan akan lebih baik karena termasuk sunnah. Sudah menjadi hal lumrah di Indonesia kalau pengurban selalu mempercayakan kurbannya kepada panitia masjid. Alasan utamanya karena memudahkan dalam berkurban dan daging bisa dibagi secara merata. Lalu saat menyembelih kurban, wajibkah menyebutkan nama pekurban? Pastinya tidak ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:28:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-13T02:14:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:28:57+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T02:14:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/\"},\"wordCount\":1194,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/1-1.png\",\"keywords\":[\"kurban\",\"Kurban Yatim Mandiri\",\"qurban\",\"Terbar Kebaikan Kurban\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\",\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/\",\"name\":\"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/1-1.png\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:28:57+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T02:14:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?","og_description":"Wajibkah menyebutkan nama pekurban saat menyembelih hewan? Jawabannya tidak perlu, namun jika dilakukan akan lebih baik karena termasuk sunnah. Sudah menjadi hal lumrah di Indonesia kalau pengurban selalu mempercayakan kurbannya kepada panitia masjid. Alasan utamanya karena memudahkan dalam berkurban dan daging bisa dibagi secara merata. Lalu saat menyembelih kurban, wajibkah menyebutkan nama pekurban? Pastinya tidak ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:28:57+00:00","article_modified_time":"2024-05-13T02:14:29+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-1.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?","datePublished":"2024-03-15T22:28:57+00:00","dateModified":"2024-05-13T02:14:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/"},"wordCount":1194,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-1.png","keywords":["kurban","Kurban Yatim Mandiri","qurban","Terbar Kebaikan Kurban"],"articleSection":["Berbagi","Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/","name":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-1.png","datePublished":"2024-03-15T22:28:57+00:00","dateModified":"2024-05-13T02:14:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/wajibkah-menyebutkan-nama-pekurban\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wajibkah Menyebutkan Nama Pekurban Saat Hewan Disembelih?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6696,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4060\/revisions\/6696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}