{"id":4005,"date":"2024-03-16T05:28:58","date_gmt":"2024-03-15T22:28:58","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=4005"},"modified":"2024-05-13T09:30:28","modified_gmt":"2024-05-13T02:30:28","slug":"hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/","title":{"rendered":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah muslim yang berkurban boleh melihat prosesnya? Lantas, apa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kurban? Ulasannya ada disini.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurban biasanya akan disaksikan oleh orang banyak ketika proses penyembelihan berlangsung, baik orang yang berkurban maupun orang lainnya. Apa <\/span>hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan<span style=\"font-weight: 400;\"> kurbannya sendiri? Apakah diperbolehkan atau malah sebaliknya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurban sendiri adalah salah satu ibadah yang dilaksanakan oleh umat muslim ketika mereka mampu pada saat Hari Raya Idul Adha, tepatnya setelah shalat Ied berlangsung. Biasanya pemotongan hewan kurban tidak dilakukan sendiri oleh pengkurban karena keterbatasan keahlian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya mereka akan menyerahkan hewan kurban kepada ahlinya untuk disembelih dan dipotong-potong untuk kemudian dibagikan. Di desa, orang-orang yang ahli dalam menyembelih serta memotong daging kurban akan dengan sendirinya datang ke tempat penyembelihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/siapa-yang-wajib-berkurban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siapa yang Wajib Berkurban dalam Islam? Cek Selengkapnya<\/a><\/p>\n<h2><b>Apa itu Kurban?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurban merupakan ibadah yang mengharuskan seorang muslim untuk menyembelih hewan di Hari Raya Idul Adha untuk kemudian dibagi-bagikan hasilnya kepada saudara-saudara yang tidak mampu dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejatinya, kata kurban berasal dari Bahasa Arab yang berarti hewan sembelihan, sehingga dapat dikatakan bahwa ibadah ini merupakan ibadah menyembelih hewan ternak sebagai salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dan disebutkan pula dalam Al Quran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaksanaan kurban tentu sudah disyariatkan oleh Allah SWT dan waktu pelaksanaanya pun tidak boleh sembarangan karena terbatas hanya pada saat Hari Raya Idul Adha alias 10 Dzulhijjah, kemudian 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses penyembelihannya hanya boleh dilaksanakan ketika shalat Ied sudah dilaksanakan, sebelum itu maka dilarang menyembelih hewan kurban.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hukum Melaksanakan Ibadah Kurban<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_843\" aria-describedby=\"caption-attachment-843\" style=\"width: 950px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-843\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\" alt=\"Laki-laki dewasa memegang hewan kurban\" width=\"960\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg 960w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban--300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban--768x512.jpg 768w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban--450x300.jpg 450w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban--780x520.jpg 780w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-843\" class=\"wp-caption-text\">sumber gambar : yatim mandiri<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum melaksanakan ibadah kurban tentu sudah ditentukan dalam Al Quran serta hadist, seperti yang ada di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT berfirman yang artinya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah\u201d QS. Al Kautsar ayat 2<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dalam surat Al Hajj ayat 34 Allah SWT berfirman tentang kurban yang artinya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebutkan nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepadaNya. Dan berilh kbar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra dari Nabi Muhammad SAW telh bersabda dan artinya sebagai berikut ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBarang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati shalat kami\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad, yakni sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim dan anjuran tersebut datang dari Nabi Muhammad SAW.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga:<\/strong>\u00a0 <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/apa-itu-kurban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Itu Kurban? Berikut Pengertian, Tata Cara dan Hukumnya<\/a><\/p>\n<h2><b>Sejarah Kurban<br \/>\n<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7474\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Sapi-Kurban-Idul-Adha.webp\" alt=\"Sapi berwarna coklat untuk kurban\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Sapi-Kurban-Idul-Adha.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Sapi-Kurban-Idul-Adha-300x171.webp 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Sapi-Kurban-Idul-Adha-450x257.webp 450w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Untuk memahami ibadah kurban sepenuhnya, simak penjelasan dan urutan sejarah kurban berikut ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><b>1.\u00a0 \u00a0Kurban Zaman Nabi Adam AS<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman Nabi Adam AS, sejarah kurban dimulai dari adanya perselisihan antara anak-anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa, yakni Habil dan Qabil. Habil merupakan kembaran dari Labuda, sedangkan Qabil adalah saudara kembar dari Iqlima dan semuanya merupakan anak-anak Nabi Adam AS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT memerintahkan anak-anak Nabi Adam AS harus menikah dengan saudara yang bukan merupakan pasangannya (persilangan), yakni Habil menikahi Iqlima dan sebaliknya Qabil menikahi Labuda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hal tersebut ditentang oleh Qabil karena ia merasa bahwa Labuda tidak secantik Iqlima saudara kembarnya, sehingge penolakan terjadi. Guna menengahi perselisihan ini, Nabi Adam AS akhirnya meminta pertolongan kepada Allah SWT, yakni meminta sebuah solusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT akhirnya memerintahkan anak-anak Nabi Adam AS, yakni Habil dan Qabil untuk mempersembahkan kurban sebagai syarat terjadinya pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan begitu, Nabi Adam AS pun segera meminta kedua putranya untuk menyiapkan kurban kepada Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya kurban yang diterima oleh Allah SWT diperbolehkan menentukan dengan siapa ia menikah dan Allah pasti akan menyetujuinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Habil putra Nabi Adam AS yang hidup sebagai seorang penggembala pada akhirnya mengorbankan domba jantan terbaik miliknya ke atas bukit, sedangkan Qabil yang hidup di area pertanian membawa hasil pertaniannya yang paling jelek untuk dijadikan sebagai kurban.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurban yang dipilih oleh Allah SWT adalah milik Habil, sedangkan milik Qabil tidak terima sehingga ia marah dan hendak membunuh Habil. Dari sejarah ini, maka dapat disimpulkan ketika berkurban hendaknya menyiapkan hewan terbaik yang dimiliki.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2.\u00a0 \u00a0Kurban Zaman Nabi Ibrahim AS<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kurban juga datang dari zaman Nabi Ibrahim yang dimulai ketika beliau mendapatkan perintah dari Allah melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut Allah SWT meminta Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail AS sebagai kurban di hari yang telah ditentukan oleh Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendapatkan mimpi tersebut, sebagai hamba yang taat akan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim AS langsung memberitahu anaknya tentang mimpi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti yang beliau pikirkan, ternyata sang putra yakni Nabi Ismail AS menyetujui hal tersebut dan bersedia dijadikan kurban sebagaimana perintah Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu yang ditentukan, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pun menyiapkan prosesi penyembelihan kurban namun sebelum memulainya, malaikat Jibril datang dengan membawa seekor domba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata domba yang dibawa oleh malaikat Jibril merupakan pengganti untuk Nabi Ismail sebagai kurban, sehingga Nabi Ismail AS tidak jadi disembelih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maha besar Allah yang selalu mencintai hamba-Nya yang taat dan bertaqwa kepadaNya, sehingga Nabi Ismail tidak disembelih untuk kurban melainkan diganti dengan domba.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3.\u00a0 \u00a0Kurban Zaman Nabi Muhammad SAW<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah-kisah kurban yang dilalui oleh nabi-nabi sebelumnya hingga zaman Nabi Muhammad SAW, syariat untuk berkurban terus berkembang bahkan hingga kini dan hingga nanti di akhir zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan perintah berkurban yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW juga diabadikan di dalam Al Quran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah melaksanakan ibadah kurban dengan dua ekor kambing yang putih warnanya serta besar tanduk ya. Ketika itu, beliau melakukan kurban pada saat sedang melaksanakan haji wada di Mina.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika itu Rasulullah SAW berkurban dengan menyembelih sekitar 100 ekor unta, bahkan 63 ekor di antaranya disembelih sendiri dengan tangannya kemudian sisanya disembelih oleh Ali bin Abi Thalib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW ketika sudah melaksanakan shalat Ied di Hari Raya Idul Adha.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang bertanya, bagaimana <\/span>hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan<span style=\"font-weight: 400;\">? Apakah diwajibkan atau malah sebaliknya dilarang sama sekali, sehingga tidak boleh menyaksikan pemotongan hewan kurban.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, menyaksikan hewan kurban disembelih oleh mereka melaksanakan ibadah kurban hukumnya sunnah, sehingga boleh dilakukan dan boleh tidak dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ahli dan pendapat terbesarnya, sehingga meskipun tidak menyaksikan pemotongan hewan, kurban yang dilakukan tetap sah. Namun, hal\u00a0 tidak berarti bahwa pengurban tidak boleh menyaksikannya, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengurban bebas melihat hewan kurbannya disembelih, bahkan hingga proses pemotongan serta pembagian berlangsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/aturan-pembagian-hewan-kurban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Aturan Pembagian Hewan Kurban dan Ketentuannya<\/a><\/p>\n<h2><b>Syarat-Syarat Hewan Kurban<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1079\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar.jpeg\" alt=\"Ketentuan Kurban yang Benar\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar.jpeg 600w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar-300x200.jpeg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar-768x512.jpeg 768w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar-450x300.jpeg 450w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ketentuan-Kurban-yang-Benar-780x520.jpeg 780w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang dikurbankan bukanlah hewan sembarangan yang dipilih secara random, tetapi hewan yang telah memenuhi syarat-syarat berlaku. Apa saja syaratnya? Simak di bawah ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang diperbolehkan dijadikan kurban adalah hewan ternak, namun tidak semua hewan ternak diperbolehkan untuk korban, ya. Sedangkan hewan yang diperbolehkan adalah unta, kemudian sapi, kerbau, kambing, dan juga domba.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan ternak yang dijadikan kurban harus sudah sampai usia yang dituntut syariat berupa jaza\u2019ah yakni berusia setengah tahun dari domba atau tsaniyyah yakni berusaha setahun penuh dari hewan lainnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unta yang diperbolehkan dijadikan kurban adalah berusia 5-6 tahun dan bisa dijadikan kurban keluarga.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika berkurban sapi, maka usia yang sempurna adalah 2 tahun, sedangkan kambing yang telah sempurna untuk kurban adalah berusia 1-2 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Domba yang sempurna untuk dijadikan hewan kurban adalah domba berusia minimal 6 bulan dan merupakan hewan dengan usia paling muda untuk kurban.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua hewan ternak yang bebas dari cacat atau aib yang mencegah keabsahannya, sehingga pastikan hewan kurban benar-benar terbaik.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Lebih Utama Sedekah atau Kurban?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak ulama yang berpendapat bahwa kurban lebih utama dibandingkan dengan sedekah, namun hal tersebut bukan berarti sedekah tidak membuat umat muslim mendapatkan pahala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa demikian? Kurban merupakan ibadah khusus dan waktu pelaksanaannya juga sudah ditentukan dan terbatas, yakni hanya sekali dalam setahun. Sedangkan ibadah sedekah merupakan ibadah umum yang dapat dilakukan kapanpun, karena tidak terikat oleh waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika memiliki uang atau hal berharga lainnya tidak perlu menunggu Hari Raya Idul Adha tiba untuk melakukan sedekah, sedangkan berkurban harus menunggu hal tersebut tiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ibadah sudah ditentukan waktunya, maka ketika waktunya tiba maka ibadah tersebut adalah yang utama sehingga ibadah umum lainnya bisa dilakukan di lain waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti waktu shalat wajib tiba, maka semua umat muslim harus segera menjalankannya, sedangkan untuk shalat sunnah bisa dilakukan di waktu lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hewan yang Dilarang untuk Dikurbankan<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1096\" aria-describedby=\"caption-attachment-1096\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1096\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ibadah-Kurban-Bagi-Umat-Islam.jpg\" alt=\"Ibadah Kurban Bagi Umat Islam\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ibadah-Kurban-Bagi-Umat-Islam.jpg 600w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ibadah-Kurban-Bagi-Umat-Islam-300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Ibadah-Kurban-Bagi-Umat-Islam-450x300.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1096\" class=\"wp-caption-text\">sumber gambar : istock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, terdapat jenis hewan\u00a0 yang dilarang untuk dikurbankan sehingga hal tersebut haruslah diperhatikan. Jangan sampai tidak mengetahui hal ini sehingga sembarangan memilih hewan kurban, karena bisa jadi kurban nantinya tidak sah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang memiliki penyakit dan hal tersebut sudah terlihat jelas, misalnya saja kondisi tidak bisa berjalan atau selalu lemas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan ternak yang tidak memiliki penglihatan alias buta dan kebutaannya tersebut terlihat sangat jelas, sehingga tidak diperbolehkan dijadikan hewan kurban.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang tidak memiliki tulang sumsum dengan ditandai hewannya kurus maka dilarang apabila dijadikan sebagai hewan kurban karena nantinya kurban menjadi tidak sah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang termasuk kategori aib atau cacat seperti kehilangan sebagian besar tanduk atau telinganya juga sangat dilarang untuk dijadikan hewan kurban, karena itu umat muslim harus mencari hewan kurban terbaik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila hewan ternak tidak memiliki gigi alias ompong bagian depan maupun keseluruhan, maka hewan tersebut tidak boleh dijadikan sebagai kurban apapun alasannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit tanduk yang pecah disebut sebagai ashma\u2019 di agama Islam, dan ketika hewan ternak memilikinya maka tidak diperbolehkan untuk disembelih sebagai hewan kurban.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umya\u2019 alias buta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan yang memakan kotorannya sendiri diakibatkan karena sudah terlalu lama dikurung sehingga kelaparan sedangkan tidak ada makanan lainnya selain kotoran miliknya sendiri.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Taula, merupakan hewan yang mencari makan di area perkebunan dan tidak digembalakan, sehingga tidak diperbolehkan dijadikan sebagai hewan kurban.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarba\u2019 merupakan sebutan kepada hewan yang memiliki penyakit kudis yang banyak, jika hewan memiliki kondisi seperti ini maka tidak diperkenankan untuk mengurbankannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad, sedangkan <\/span>hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan<span style=\"font-weight: 400;\"> kurban adalah sunnah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, pengkurban tidak diwajibkan untuk menyaksikan penyembelihan dan juga tidak dilarang sama sekali. Namun, ketika dilakukan maka pengkurban akan mendapatkan pahala karena telah menjalankan sunnah.<\/span><\/p>\n<p>Menjalankan ibadah qurban banyak manfaatnya, sekaligus\u00a0pahala qurban\u00a0yang melimpah. Jika ingin berkurban secara maksimal, silahkan datang ke\u00a0<a href=\"https:\/\/qurban.yatimmandiri.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yayasan Yatim Mandiri<\/a>\u00a0yang sudah berpengalaman menghandle ibadah kurban banyak umat muslim di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah muslim yang berkurban boleh melihat prosesnya? Lantas, apa hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan kurban? Ulasannya ada disini. Kurban biasanya akan disaksikan oleh orang banyak ketika proses penyembelihan berlangsung, baik orang yang berkurban maupun orang lainnya. Apa hukum pengkurban menyaksikan pemotongan hewan kurbannya sendiri? Apakah diperbolehkan atau malah sebaliknya? Kurban sendiri adalah salah satu ibadah &#8230; <a title=\"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,30],"tags":[63,204,43,205],"class_list":["post-4005","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berbagi","category-inspirasi","tag-kurban","tag-kurban-yatim-mandiri","tag-qurban","tag-terbar-kebaikan-kurban"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T22:28:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-13T02:30:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:28:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T02:30:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/\"},\"wordCount\":1707,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\",\"keywords\":[\"kurban\",\"Kurban Yatim Mandiri\",\"qurban\",\"Terbar Kebaikan Kurban\"],\"articleSection\":[\"Berbagi\",\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/\",\"name\":\"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-15T22:28:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T02:30:28+00:00\",\"description\":\"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg\",\"width\":960,\"height\":640,\"caption\":\"sumber gambar : yatim mandiri\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/berbagi\\\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?","description":"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?","og_description":"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-03-15T22:28:58+00:00","article_modified_time":"2024-05-13T02:30:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?","datePublished":"2024-03-15T22:28:58+00:00","dateModified":"2024-05-13T02:30:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/"},"wordCount":1707,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg","keywords":["kurban","Kurban Yatim Mandiri","qurban","Terbar Kebaikan Kurban"],"articleSection":["Berbagi","Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/","name":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg","datePublished":"2024-03-15T22:28:58+00:00","dateModified":"2024-05-13T02:30:28+00:00","description":"Hukum pengkurban menyaksikan penyembelihan hewan adalah sunnah. Jadi, boleh dilakukan ataupun tidak. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pengertian-Ibadah-Qurban-.jpg","width":960,"height":640,"caption":"sumber gambar : yatim mandiri"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/berbagi\/hukum-pengkurban-menyaksikan-pemotongan-hewan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Hukum Pengkurban Menyaksikan Pemotongan Hewan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4005"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7726,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions\/7726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}