{"id":3783,"date":"2023-04-24T09:32:53","date_gmt":"2023-04-24T02:32:53","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=3783"},"modified":"2023-04-19T10:56:09","modified_gmt":"2023-04-19T03:56:09","slug":"niat-puasa-syawal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/","title":{"rendered":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya"},"content":{"rendered":"<p>Niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\"> boleh dibaca selama 6 hari ketika seseorang tersebut sedang berpuasa entah berurutan atau putus-putus selagi masih dalam bulan Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bulan Ramadhan telah usai, umat muslim sangatlah dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah di bulan Syawal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin melakukannya, tentu hal pertama yang harus diketahui adalah <\/span>niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\"> beserta ketentuan dan juga keutamaan yang bisa didapatkan di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun ketentuan umum dari puasa ini adalah dilaksanakan selama 6 hari pada bulan Syawal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fadhilah yang bisa didapatkan seorang muslim dengan melakukan puasa sunnah ini sangatlah banyak, mulai dari mendapatkan pahala yang dilipatgandakan hingga bisa menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang menanyakan apakah niat yang harus dibaca saat akan berpuasa Syawal, dan apakah boleh melakukan puasa Syawal secara tidak berturut-turut? Tenang saja, karena semua hal itu akan terjawab pada ulasan berikut ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Niat Puasa Syawal<\/b> <b>Arab, Latin, dan Artinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Niat puasa sunnah Syawal dianjurkan untuk dibaca sebelum melaksanakan puasa dengan tujuan agar hati bisa lebih yakin dan mantap saat menjalankan ibadah puasa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, banyak orang yang tidak makan dan minum selama seharian namun tidak bernilai ibadah karena tidak diniatkan puasa.<\/span><\/p>\n<p>Hukum puasa Syawal <span style=\"font-weight: 400;\">sendiri adalah sunnah, sehingga tidak diwajibkan untuk membaca niat di malam hari ataupun pada saat sahur sebelum imsak tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berniat puasa yang diwajibkan dilantunkan sebelum imsak tiba hanya berlaku pada puasa wajib saja, yaitu puasa Ramadhan ataupun puasa mengganti hutang puasa Ramadhan. Jika di bulan Ramadhan, maka puasa akan batal apabila baru diucapkan saat pagi atau siang hari tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, pada puasa sunnah seperti puasa Syawal, puasa senin-kamis, dan puasa sunnah lainnya, masih terdapat toleransi akan pengucapan niat puasa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak harus dibaca saat malam hari atau ketika sahur, niat puasa sunnah dapat dilantunkan pada pagi atau siang hari sebagaimana penjelasan di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, seorang muslim boleh membaca <\/span>niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\"> di pagi hari atau siang hari jikalau terlupa belum berniat sebelumnya. Karena itu, terdapat 2 niat puasa sunnah Syawal yang bisa dilantunkan, yaitu pada saat sebelum imsak tiba, dan ketika telah memasuki hari berpuasa.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/keutamaan-puasa-syawal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Hikmah, Manfaat dan Keutamaan Puasa Syawal yang Harus Diketahui\\r&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:899,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16711680},&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0}\">Hikmah, Manfaat dan Keutamaan Puasa Syawal yang Harus Diketahui <\/span><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>1. Niat Puasa Syawal<\/b><b> di Malam Hari<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan puasa sebagian besar orang muslim akan melakukan sahur di waktu sebelum imsak ataupun pada malam sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Umumnya, niat puasa akan dibaca setelah sahur sebagai pertanda bahwa seseorang tersebut berniat puasa di keesokan hari karena Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun niat puasa sunnah Syawal yang bisa dilantunkan pada malam hari atau saat sahur adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0635\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u063a\u064e\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u200e<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nawaitu shauma ghadin &#8216;an ad\u00e2&#8217;i sunnatis syaww\u00e2li lill\u00e2hi ta&#8217;\u00e2l\u00e2.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya: &#8220;Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan arti niat puasa di atas, bacaan tersebut dapat dilantunkan pada malam hari setelah maghrib atau setelahnya. Dan jangan lupa untuk memahami yang terkandung dalam niat puasa di atas, yang mana puasa sunnah semata-mata dilakukan karena Allah SWT.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Niat Puasa Syawal<\/b><b> di Pagi\/Siang Hari<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana penjelasan sebelumnya, seorang muslim masih bisa melanjutkan puasa Syawal walaupun terlupa membaca niat pada saat sahur atau malam hari sebelumnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa dilakukan dengan segera berniat ketika sudah ingat, yang mana bisa dilakukan pada pagi ataupun siang hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu walaupun boleh diniatkan saat pagi atau siang hari, puasa Syawal akan batal jika selama waktu itu seoseorang sudah makan, minum, atau melakukan hal yang dapat membatalkan puasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, puasa Syawal masih berlaku walaupun diniatkan pada siang hari dengan catatan seseorang tersebut belum makan dan minum atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa. Dan apabila terlupa tidak membaca niat di malam hari, maka boleh berniat puasa sunnah Syawal dengan bacaan berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0635\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0647\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u200e<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nawaitu shauma h\u00e2dzal yaumi &#8216;an ad\u00e2&#8217;i sunnatis Syaww\u00e2li lill\u00e2hi ta\u2018\u00e2l\u00e2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya: &#8220;Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><b>Waktu dan <\/b><b>Ketentuan Pelaksanaan Puasa Syawal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits, pelaksanaan puasa Syawal yang dianjurkan adalah selama 6 hari pada bulan Syawal. Sementara itu, akan lebih baik jika pelaksanaannya disegerakan di awal bulan, yaitu di mulai pada 2 Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa tidak dimulai pada 1 Syawal? Karena hari itu bertepatan dengan datangnya hari raya Idul Fitri bagi umat muslim. Di mana para umat muslim tidak diperbolehkan untuk berpuasa di hari kemenangan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mulai pada tanggal 2 Syawal, sebaiknya puasa segera dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut. Namun, dijelaskan bahwa tidak mengapa apabila ingin melaksanakan puasa Syawal secara tidak berurutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang juga ragu bisa melaksanakan puasa Syawal di hari-hari awal bulan Syawal pasalnya pada hari-hari tersebut mungkin seseorang tersebut masih harus banyak berkunjung dan bersilaturahmi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu rasanya tidak enak hati bila harus terus-terusan menolak hidangan yang diberikan tuan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, jika memiliki hutang puasa Ramadhan, maka harus membayar puasa wajib terlebih dahulu baru bisa melaksanakan <\/span>niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak perlu khawatir, karena selama puasa tersebut dilakukan pada bulan Syawal, maka seorang muslim akan tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga berlaku untuk puasa qodho lain yang harus segera ditunaikan seperti puasa nazar dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hikmah dan <\/b><b>Keutamaan Puasa Syawal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui tata cara pelaksanaan dan juga <\/span><b>niat puasa Syawal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ada baiknya baik seorang muslim untuk mengetahui berbagai hikmah dan juga keutamaan melaksanakan puasa sunnah ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, diharapkan hal ini dapat lebih menguatkan iman untuk senantiasa menjaga berbagai ibadah sunnah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa saja hikmah serta keutamaan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fadhilah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa didapatkan dengan senantiasa berpuasa Syawal? Simak berbagai penjelasan di tiap-tiap poin berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pahala yang Dilipatgandakan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keutamaan pertama dari puasa Syawal yang bisa didapatkan oleh seorang muslim adalah pahala yang akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan di dalam suatu hadits riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwasanya pahala 6 hari puasa Syawal disetarakan dengan pahala berpuasa selama satu tahun penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu ini merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fadhilah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sangat besar dari Allah SWT jika dibandingkan dengan menahan diri selama 6 hari saja pada bulan Syawal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, ibadah sunnah ini begitu dianjurkan bagi kaum muslim yang tidak berhalangan dan masih dikaruniai Allah kemampuan untuk menunaikannya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sebagai Bentuk Syukur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat melafalkan <\/span>bacaan niat puasa Syawal selama 6 hari <span style=\"font-weight: 400;\">dan menjalani ibadah puasa merupakan salah satu bentuk syukur bagi seorang hamba kepada Allah SWT. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, Allah sudah mengkaruniakan kesehatan dan juga kemampuan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan dan juga puasa sunnah Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana yang diketahui, banyak sekali orang yang ingin melakukan banyak hal termasuk ibadah-ibadah tersebut namun harus diuji dengan berbagai halangan seperti sakit dan sebagainya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang muslim yang masih diberi kesempatan luas melakukannya, tentu harus bersyukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, terdapat banyak juga kaum muslim yang tidak memiliki waktu cukup untuk dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dan juga hari kemenangan Idul Fitri di bulan Syawal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi seorang muslim yang bahkan bisa melaksanakan puasa Syawal, tentu itu merupakan karunia besar dari Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan salah satu bentuk mensyukuri semua karunia dan kesempatan tersebut, bisa dilakukan dengan senantiasa menghidupkan berbagai ibadah sunnah yang diniatkan untuk Allah SWT.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Semakin Dekat dengan Allah SWT<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keutamaan besar selanjutnya dari menjalankan puasa Syawal yaitu bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika bulan Ramadhan telah usai, banyak sekali kaum muslim yang terlena hingga menurunkan kualitas ibadah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan senantiasa <\/span>niat puasa Syawal <span style=\"font-weight: 400;\">dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, maka ini bisa menjadi salah satu bentuk kesungguhan seorang hamba untuk senantiasa tetap dekat dengan Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi saat puasa dilaksanakan, maka secara otomatis seorang muslim akan lebih berhati-hati agar tidak melakukan perbuatan buruk, tercela, dan tidak bermanfaat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, seseorang yang berpuasa akan senantiasa cenderung berbuat baik, beramal, dan menahan diri dari nafsu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, tidak heran apabila seseorang yang senantiasa menjaga puasa sunnah akan lebih dekat dengan Allah SWT karena memiliki hati yang cenderung bersih dan juga suci.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Membuat Hati Tenang dan Tenteram<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan poin sebelumnya, bahwa seorang muslim akan semakin dekat dengan Allah SWT melalui puasa Syawal, maka keutamaan selanjutnya yang mengikuti yaitu hati yang selalu terasa tenang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan senantiasa dekat dan mengingat Allah, maka segala sesuatu di dunia ini tidak akan membuat risau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, seseorang yang merasa dekat dengan Allah maka akan percaya bahwa tiada suatupun hal yang luput dari pengawasannya. Pun sama halnya dengan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiada daya dan kuasa selain-Nya, dan yang bisa dilakukan oleh seorang hamba yaitu berdoa memohon diberikan kebaikan atas hidupnya. Untuk itu, apapun masalah yang menghantam maka hati seorang muslim akan senantiasa tetap tenang dan tenteram.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Menyempurnakan Ibadah di Bulan Ramadhan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keutamaan berikutnya dari melakukan puasa Syawal adalah dapat menyempurnakan ibadah pada bulan Ramadhan. Pasti banyak kaum muslim yang mendengarkan doa-doa \u2018semoga ibadah di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT\u2019 dan kalimat yang serupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mana ini berarti terdapat kemungkinan bahwa ibadah pada bulan Ramadhan tidak diterima oleh Allah dengan berbagai alasan yang mungkin tidak disadari. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, seorang muslim bisa memperbaikinya dengan banyak melakukan amal ibadah sunnah di bulan Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya yaitu dengan senantiasa <\/span>niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\"> dan menjalankannya dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga bisa dilakukan apabila merasa selama bulan Ramadhan terdapat halangan seperti haid atau sakit sehingga tidak memaksimalkan ibadah di bulan suci itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang muslim bisa senantiasa beribadah sunnah pada bulan Syawal untuk bisa menyempurnakan hal-hal tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Menjaga Kesehatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hikmah besar yang bisa langsung dirasakan efeknya dengan berpuasa Syawal adalah kesehatan yang semakin terjaga. Pasalnya setelah sebulan berpuasa, umumnya sebagian muslim akan banyak makan dan juga minum di bulan Syawal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sangat wajar karena bulan Syawal memang waktu yang umum digunakan untuk saling bersilaturahmi dan mencicipi hidangan makanan dan juga camilan yang disiapkan oleh tuan rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjaga kesehatan tubuh tetap terjaga, seorang muslim bisa berpuasa Syawal agar tidak terlalu mengkonsumsi berbagai camilan dan minuman berperisa secara berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya penjelasan seputar bacaan <\/span>niat puasa Syawal<span style=\"font-weight: 400;\">, ketentuan melaksanakannya, hingga keutamaan yang bisa didapatkan diharapkan sekarang puasa Syawal bisa dilaksanakan dengan baik. Semoga Allah selalu memberikan karunia untuk senantiasa semangat menjalankan ibadah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Niat puasa Syawal boleh dibaca selama 6 hari ketika seseorang tersebut sedang berpuasa entah berurutan atau putus-putus selagi masih dalam bulan Syawal. Setelah bulan Ramadhan telah usai, umat muslim sangatlah dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah di bulan Syawal. Jika ingin melakukannya, tentu hal pertama yang harus diketahui adalah niat puasa Syawal beserta ketentuan dan juga &#8230; <a title=\"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[129,62,181],"class_list":["post-3783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","tag-keislaman","tag-puasa-sunnah","tag-syawal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Niat puasa Syawal boleh dibaca selama 6 hari ketika seseorang tersebut sedang berpuasa entah berurutan atau putus-putus selagi masih dalam bulan Syawal. Setelah bulan Ramadhan telah usai, umat muslim sangatlah dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah di bulan Syawal. Jika ingin melakukannya, tentu hal pertama yang harus diketahui adalah niat puasa Syawal beserta ketentuan dan juga ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-24T02:32:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\",\"datePublished\":\"2023-04-24T02:32:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/\"},\"wordCount\":1599,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/niat-puasa-syawal.png\",\"keywords\":[\"keislaman\",\"puasa sunnah\",\"syawal\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/\",\"name\":\"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/niat-puasa-syawal.png\",\"datePublished\":\"2023-04-24T02:32:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/niat-puasa-syawal.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/niat-puasa-syawal.png\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"niat puasa syawal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/inspirasi\\\/niat-puasa-syawal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya","og_description":"Niat puasa Syawal boleh dibaca selama 6 hari ketika seseorang tersebut sedang berpuasa entah berurutan atau putus-putus selagi masih dalam bulan Syawal. Setelah bulan Ramadhan telah usai, umat muslim sangatlah dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah di bulan Syawal. Jika ingin melakukannya, tentu hal pertama yang harus diketahui adalah niat puasa Syawal beserta ketentuan dan juga ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2023-04-24T02:32:53+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png","type":"image\/png"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya","datePublished":"2023-04-24T02:32:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/"},"wordCount":1599,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png","keywords":["keislaman","puasa sunnah","syawal"],"articleSection":["Inspirasi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/","name":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png","datePublished":"2023-04-24T02:32:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/niat-puasa-syawal.png","width":700,"height":400,"caption":"niat puasa syawal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/inspirasi\/niat-puasa-syawal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bacaan Niat Puasa Syawal dalam Arab, Latin, dan Artinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3783"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3785,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3783\/revisions\/3785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}