{"id":2235,"date":"2024-05-06T14:39:40","date_gmt":"2024-05-06T07:39:40","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=2235"},"modified":"2024-05-06T16:21:42","modified_gmt":"2024-05-06T09:21:42","slug":"kisah-nabi-nuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/","title":{"rendered":"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Simak selengkapnya di artikel ini mengenai kisah Nabi Nuh yang juga dilengkapi dengan nila kehidupan Nabi Nuh yang bisa menjadi sesuatu untuk kita amalkan.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya kisah-kisah yang menyenangkan saja, tapi banyak juga kisah yang menyedihkan pada kisah Nabi dan Rasul salah satunya yaitu <\/span>kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa menjadi pelajaran bagi kita umatnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah-kisah dari Nabi Nuh ini juga mempunyai banyak nilai yang bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kisah dari Nabi Nuh yang terkenal adalah selamatnya beliau dari banjir bandang yang sangat besar, dan saat ia membuat perahu untuk para umatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Sehingga semua umat dan hewan-hewan yang ada saat itu juga diselamatkan oleh Nabi Nuh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah Nabi Nuh<\/b><b> yang Bisa Menjadi Pelajaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh dikenal dengan kesabarannya yang luar biasa walaupun ia juga banyak dibenci oleh orang-orang saat itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kesabaran, keteguhan, dan juga ketabahan hatinya sudah teruji, terbukti dari lama waktunya ia dalam berdakwah hingga 950 tahun lamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah beberapa <\/span>cerita kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> yang perlu diketahui oleh seluruh umatnya dengan <\/span>lengkap<span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Dari Patung Berhala<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh diutus oleh Allah ketika ada kekosongan diantara dua Rasul yang saat itu dibiarkan begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Sehingga ajaran yang telah dibawa oleh nabi yang sebelumnya pun dilupakan oleh banyak orang saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ajaran agamanya ditinggalkan para manusia pun kembali melakukan dosa misalnya melakukan maksiat, meninggalkan segala macam amal baik, dan melakukan segala macam kemungkaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa fatrah itulah Nabi Nuh juga memperoleh wahyu akan kenabiannya untuk memberi ajaran islam pada manusia oleh Allah SWT.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman tersebut kaum Nabi Nuh juga tidak menyembah Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mereka menyembah patung berhala yang jelas-jelas dibuat oleh manusia dari kaum Nabi Nuh tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa patung yang sudah disembah itu juga sudah dipercaya akan memberi banyak manfaat dan kebaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan mereka percaya patung-patung berhala itu bisa menolak segala macam bala atau keburukan yang terjadi di kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kepercayaan kaum Nabi Nuh tersebut patung berhala yang sudah dibuat diberi nama dari nama ulama yang hidup di zaman sebelumnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya adalah untuk mengenang jasa dari ulama-ulama tersebut dan semangat untuk beribadah dari umat yang terdahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama-nama patung yang dibuat oleh kaum Nabi Nuh yang belum kenal dengan Allah diantaranya yaitu Wadd, Yatuq, Suda, dan Nasr.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Ketika Nabi Nuh Berdakwah<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_1528\" aria-describedby=\"caption-attachment-1528\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1528\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dakwah-Pertama-Rasulullah.jpg\" alt=\"Perjalanan Dakwah Nabi\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dakwah-Pertama-Rasulullah.jpg 600w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dakwah-Pertama-Rasulullah-300x200.jpg 300w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dakwah-Pertama-Rasulullah-450x300.jpg 450w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1528\" class=\"wp-caption-text\">Sumber Gambar : Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa dan kondisi dari para kaum yang mepercayai patung-patung berhala tersebut, maka Allah mengutus Nabi Nuh untuk meyakinkan mereka supaya mereka mau mengikuti ajaran Allah dan tak lagi menyembah patung berhala tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh juga mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam melakukan argumentasi dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu disebabkan oleh akalnya yang cerdas dan kemampuan bicaranya yang baik, santun dan sabar khususnya dalam adu argumentasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh juga selalu berusaha dalam meyakinkan seluruh umat supaya tidak menyembah patung berhala lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga mengajak mereka agar kembali ke jalan Allah, ia juga tidak menyerah untuk membuat kaumnya sadar sehingga selalu melakukan berbagai macam cara untuk berdakwah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sayangnya kaumnya tersebut selalu menolak ajakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span>rangkuman kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> mengenai berdakwah, dijelaskan juga bahwa beberapa dakwahnya adalah ajakan pada kaumnya untuk merasakan sekaligus melihat apa yang sudah tersedia di muka bumi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga menjelaskan bahwa semuanya adalah ciptaan Allah seperti matahari, bintang, bulan dan sebagainya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu air, tumbuhan dan juga hewan yang selama ini sudah ada dan bisa dinikmati oleh manusia adalah ciptaan Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi dengan perubahan dari siang ke malam dan sebaliknya, yang juga menjadi bukti nyata bahwa Tuhan Allahlah yang harus disembah bukan berhala.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Dakwah yang Berlangsung Lama<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya memberikan bukti dan juga tanda-tanda kesabaran dari Allah, tetapi Nabi Nuh juga memberi dakwahnya dengan amalan-amalan perbuatan yang sudah dilakukan oleh manusia dan semua itu akan ada ganjarannya dari Allah baik atau buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika amal perbuatan yang dilakukan adalah amal kebaikan dengan menuruti perintah Allah maka manusia akan mendapat ganjaran berupa surga. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jika amal perbuatannya berupa keburukan dengan tidak menjalankan perintah Allah maka ganjarannya pun berupa neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketabahan, kesabaran dan juga keteguhan hati yang dimiliki oleh Nabi Nuh dalam berdakwah mengajarkan ajaran agama Allah, selalu ditolak dan penolakannya pun sebagian besar dilakukan oleh kaum Nabi Nuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun banyak menolak ajaran Islam saat itu tapi ada juga orang-orang yang menerima ajakan Nabi Nuh untuk ikut menyembah Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam waktu 950 tahun lamanya Nabi Nuh berdakwah dengan tujuan supaya seluruh <\/span>kaumnya <span style=\"font-weight: 400;\">tidak berada di jalan yang sesat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila itu terjadi maka hal itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri karena Allah akan memberinya azab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Ajakan dari Nabi Nuh di dalam setiap dakwahnya selalu berkaitan dengan tidak bolehnya menyembah berhala seperti dulu, dan harus menyembah Allah kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengajak seluruh kaumnya untuk kembali menyembah Allah, Nabi Nuh juga berharap agar semua kaumnya kembali pada jalan yang terang dan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-musa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Nabi Musa dari Lahir Sampai Beliau Wafat Lengkap<\/a><\/p>\n<h3><b>4. Ajaran dan Ajakan Nabi Nuh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh juga selalu mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk saling menolong dan saling menyayangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga berjuang dengan sangat keras supaya sifat-sifat sombong yang biasanya ada di diri manusia, dengan kedudukannya yang tinggi saat itu supaya bisa menghilangkan segala sifat buruk dan menggantinya dengan kasih sayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi perjuangan yang ia lakukan dengan sikap tabah dan sabar yang sudah dilakukan oleh Nabi Nuh, untuk menyadarkan semua kaumnya untuk kembali pada jalan yang benar masih tidak berhasil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan kaumnya masih tidak percaya dengan ajakan dari Nabi Nuh tersebut untuk selalu beriman pada Allah dan menyembah Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Hanya ada sebagian manusia saja yang saat itu untuk menerima ajakan dari Nabi Nuh, itupun jumlahnya tidak sampai 100 orang.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Nabi Nuh Membuat Kapal<\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7600\" src=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ilustrasi-Kapal-Nabi-Nuh.webp\" alt=\"Ilustrasi kapal Nabi Nuh yan digunakan untuk menyelamatkan umatnya\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ilustrasi-Kapal-Nabi-Nuh.webp 700w, https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Ilustrasi-Kapal-Nabi-Nuh-300x171.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<h3><\/h3>\n<p>Kisah Nabi Nuh As lengkap<span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya adalah tentang Nabi Nuh yang membuat kapal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Nabi Nuh berjuang untuk menyadarkan seluruh kaumnya untuk mengajak mereka agar tidak menyembah berhala dalam waktu ratusan tahun atau hampir 1000 tahun lamanya, Allah pun memerintahkan Nabi Nuh lagi untuk membuat kapal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal ini ukurannya sangat besar dan bisa menampung banyak orang dan juga hewan-hewan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah juga memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal dengan mengumpulkan semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan kapal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang membuat kapalnya memilih tempat yang jauh dari ramainya masyarakat dan jauh dari daerah perkotaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bersemangat sekali dalam membuat kapal tersebut, sehingga proses pembuatannya dilakukan siang dan malam untuk menyelesaikan kapal berukuran besar yang sudah diberi perintah oleh Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan Nabi Nuh untuk membuat kapal jauh dari wilayah perkotaan dan keramaian, adalah supaya tidak banyak orang yang tahu dan Nabi Nuh bersama dengan orang yang hanya menerima ajakannya untuk membuat kapal sehingga prosesnya dilakukan dengan tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi walaupun Nabi Nuh sudah berusaha menjauh dari keramaian dan berharap tidak ada gangguan, tetap saja ada yang terlihat oleh orang yang tak mau menerima ajakannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka pun mengejek sekaligus menghina pembuatan kapal besar tersebut.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagi kalian yang mengejek dan menghina kapal ini, akan tiba waktunya kalian diberi azab oleh Allah atas amal perbuatan yang dilakukan.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><b>6. Banjir Bandang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Nabi Nuh dihina dan diejek oleh kaumnya tetapi pembuatan kapal besar tetap dilakukan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pengikutnya pun tetap semangat dalam menyelesaikan pembuatan kapal tersebut karena hal itu adalah perintah dari Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p>Kisah Nabi Nuh As lengkap menurut Islam<span style=\"font-weight: 400;\"> yang berikutnya adalah tentang banjir bandang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika orang-orang menghina dan juga mengejek Nabi Nuh, saat itu nabi sudah memberi tahu mereka bahwa akan ada banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banjir bandang ini bahkan sangat besar dan akan menenggelamkan semua manusia yang ada di sana. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kaum kafir tetap tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nabi Nuh, <\/span>anak<span style=\"font-weight: 400;\"> Nabi Nuh pun tak percaya dengan hal itu dan ia lebih memilih menjadi kaum kafir saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anaknya menerima bisikan dari syaitan dan juga hasutan yang berasal dari kaum kafir yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal pun akhirnya selesai dibuat oleh Nabi Nuh dan semua pengikutnya. Setelah itu nabi menerima wahyu kembali dari Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap dan menunggu tanda-tanda perintah dari Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah muncul tanda-tanda perintah itu maka Nabi Nuh harus segera mengangkut semua kaumnya dengan kapal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bawa juga dua pasang manusia atau hewan dari bumi kemudian berlayarlah dengan kapal tersebut atas izinNya.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Kapal Nabi Nuh<\/b><\/h3>\n<h3><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah wahyu itu diterima oleh Nabi Nuh maka nabi pun menunggu hari di mana banjir bandang tersebut akan tiba, dengan hujan yang turun sangat lebat maka hal itu menjadi tanda-tanda banjir bandang akan terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum banjir bandang ini terjadi nabi pun mengajak seluruh pengikutnya untuk langsung naik ke kapal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai tiba waktunya hujan pun turun dengan derasnya, kemudian air menggenang wilayah daratannya terlebih dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara perlahan air yang menggenangi area dataran rendah naik dan meninggi, lalu menuju ke dataran yang lebih tinggi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya air bah pun menggenangi semua bagian daratan dan hanya orang mukminlah yang berada di kapal Nabi Nuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi dengan pasangan makhluk hidup yang ada di bumi yang juga berhasil diselamatkan dari air bah, yang saat itu sudah membuat seluruh dataran tenggelam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal Nabi Nuh pun mulai berlayar kembali dan berhasil melewati air bah tersebut dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sedang berlayar, terlihat orang-orang kafir yang dulu tidak mau mengikuti ajakan nabi untuk menyelamatkan diri mereka supaya tidak terbawa oleh air bah yang lebih jauh lagi dari area tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Nabi Nuh sedang berlayar di bagian tengah air bah, nabi pun melihat anaknya yang juga ikut menolaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-muhammad-saw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rangkuman Kisah Nabi Muhammad dari Lahir Hingga Wafat<\/a><\/p>\n<h3><b>8. Banjir Bandang Surut<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan\u2019an nama anaknya itu, terlihat oleh nabi timbul dan tenggelam di tengah air bah karena ia menerima azab dari Allah dari perbuatan yang dilakukannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banjir bandang pun menenggelamkan kaum-kaum yang zalim pada Allah termasuk anak nabi yang juga meninggal karena belum beriman dan tidak mengenal Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh pun turut bersedih akan hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba banjir bandang pun surut yang awalnya memiliki air yang banyak tiba-tiba surut dengan cepatnya, karena diserap langsung oleh bumi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesudah air bah itu surut kapal pun ikut berhenti di Bukit Judie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu orang mukmin dan pasangan makhluk hidup lain di dalam kapal itu turun dari sana, dan mereka benar-benar selamat dari air bah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>9. Hikmah Banjir Bandang dan Kapal Nabi Nuh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span>hikmah kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> bisa dilihat dari hikmah terjadinya banjir bandang dan juga pembuatan kapal Nabi Nuh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmuwan pun ikut meneliti banjir besar yang terjadi untuk pertama kalinya di bumi kala itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kisah tersebut maka kita sebagai umatnya juga harus belajar bahwa musibah itu terjadi bukan hanya karena alam sedang murka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi karena adanya kehendak Allah dan mengingatkan manusia yang sering kali lupa karena merusak bumi, dan sering bertindak dengan semena-mena.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Kita juha harus belajar mengenai istilah sedia payung sebelum hujan memang sangat benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat BMKG memberikan prediksi mengenai cuaca yang akan hujan atau tentang arah angin, maka bersiaplah untuk meminimalisir dampak dari hujan atau banjir yang bisa jadi semakin parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ketika hujan itu terjadi berdoalah kepada Allah SWT agar hujan yang turun ini membawa manfaat untuk kita semua. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga akan menjadi pengingat untuk segala macam musibah yang terjadi di bumi, dan masih menjadi ancaman.<\/span><\/p>\n<h3><b>10. Kisah Kan\u2019an Anak Nabi Nuh yang Durhaka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita bahas juga <\/span>kisah Nabi Nuh asli<span style=\"font-weight: 400;\"> yang lainnya, yaitu mengenai anaknya yang durhaka dan terbawa air bah yang bernama Kan\u2019an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Awalnya ia hanya berpura-pura beriman kepada Allah di depan ayahnya dan menyembunyikan kebenciannya pada Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan\u2019an adalah putra Nabi Nuh yang paling tua, tiga yang lainnya yaitu Yafith, Ham, dan juga Sam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah air bah memenuhi wilayah tempat tinggal mereka, terlihatlah dengan jelas bahwa ternyata Kan\u2019an durhaka pada orang tuanya dan menolak ajakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah memperlihatkan bagaimana kemunafikan Kan\u2019an dan tidak memasukkan ke beberapa golongan orang yang selamat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga terus berupaya untuk berenang menuju puncak gunung yang saat itu wilayahnya belum terkena air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh tetap mengajak Kan\u2019an untuk ikut ke kapalnya saat itu karena kasih sayangnya sebagai seorang ayah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi Kan\u2019an tetap tidak mau mengikuti ajakannya dan ia ingin berenang saja hingga ke puncak gunung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu di sela-sela pembicaraan antara ayah dengan anak itu, munculah gelombang yang sangat besar yang menghalangi mereka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika Kan\u2019an pun menghilang dari pandangan Nabi Nuh, nabi tetap berusaha mencarinya tetapi ombah sudah semakin tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh pun sangat sedih ia juga sangat menyesali kematian anaknya yang terjadi dengan sangat tragis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga menyesal mengapa anak tertuanya itu tidak mau menerima ajakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh sempat bertanya-tanya, mengapa Allah tidak menyelamatkan Kan\u2019an anaknya karena ia merasa tak pernah mengingkari\/melanggar perintah Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi Nabi Nuh saat itu memang belum sadar bahwa Kan\u2019an sebenarnya belum beriman kepada Allah, dan masih menjadi kafir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah pun menjelaskan kembali pada Nabi Nuh bahwa, Kan\u2019an bukan menjadi salah satu keluarga Nabi Nuh yang dijanjikan oleh Allah untuk diselamatkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi pun sadar akan kesalahannya bahwa Kan\u2019an memang belum beriman, ia pun memohon ampun pada Allah mengenai kekhilafannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nilai Kehidupan dari <\/b><b>Akhir Kisah Nabi Nuh<\/b><\/h2>\n<p>Amanat dari kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah dijelaskan dengan lengkap di atas, ada beberapa nilai yang dapat menjadi pedoman hidup. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah beberapa nilai kehidupan yang berasal dari <\/span>bukti kisah Nabi Nuh <span style=\"font-weight: 400;\">yang sesungguhnya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Kesabaran dan Ketabahan Nabi Nuh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Nabi Nuh sudah melakukan dakwah selama hampir 1000 tahun lamanya yaitu 950 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Hal itulah yang menunjukkan ketabahan dan kesabarannya dalam menyebarkan agama dari Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kesabaran dan ketabahannya maka ia diberi gelar oleh Allah yaitu Nabi Ulul Azmi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat kesabaran serta ketabahannya dalam menyebarkan kebaikan meskipun sering diejek sangat baik untuk kita miliki juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya sikap sabar dan tabah ini juga akan membuat seseorang menjadi lebih kuat dalam menghadapi ujian atau cobaan dalam hidup.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sikap yang Bijaksana<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari <\/span>ceramah kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> juga muncul sikap yang bijaksana pada Nabi Nuh yang selalu memiliki banyak pertimbangan penuh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga selalu meminta petunjuk dari Allah sebelum membuat suatu keputusan supaya keputusan yang diambil tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan itu juga sudah berada di jalan yang benar dan di jalan Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya dengan diri manusia, saat mengambil keputusan mohonlah pada Allah untuk diberi petunjuk dan keputusan yang diambil bisa membuat tenang.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membela Orang yang Lemah, Miskin, dan Tertindas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh juga selalu memberi bantuan pada orang-orang yang lemah, miskin, dan juga tertindas selama hidupnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amalan kebaikan inilah yang juga dibutuhkan oleh manusia, yang akan membantu terhindar dari hal yang bisa menindasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka kehidupan yang dijalankan pun akan menjadi semakin bahagia. Membantu orang yang lemah juga akan menambah pahala bagi manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Selalu Bersyukur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh pun senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT walaupun saat itu, kondisi dirinya sedang dihina dan diejek juga oleh kaum kafir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari <\/span>cerita kisah Nabi Nuh lengkap<span style=\"font-weight: 400;\"> di atas, yaitu ia dan pengikutnya yang membuat dan ikut ke kapal besar juga menjadi rasa syukur pada Allah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga mereka terhindar dari air bah yang pada saat itu akhirnya membuat kaum kafir dan orang-orang zalim binasa.<\/span><\/p>\n<p>Dalam kisah tersebut juga terdapat nilai kehidupan yang dapat diambil, maka tanamkanlah nilai kehidupan supaya hidup menjadi tenang.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Baca Juga <\/strong>:\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-musa\/\">Kisah Nabi Musa dari Lahir Sampai Beliau Wafat Lengkap<\/a><\/p>\n<h2><b>Mukjizat Nabi Nuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mukjizat yang diberikan oleh Allah untuk Nabi Nuh sangat luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak juga beberapa bagian mukjizat tersebut yang diceritakan kembali di Al Quran dan Hadist, yang diantaranya yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Nabi Nuh Memiliki Umur yang Sangat Panjang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keutamaan yang dimiliki oleh <\/span>cerita <span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Nuh yang dalam hal ini disebut dengan mukjizat adalah, usia yang sangat panjang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usia Nabi Nuh saat itu mencapai 950 tahun dan selama itu pula ia berdakwah untuk kaumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu membuktikan bahwa umurnya memang sangat panjang dan jumlahnya bisa puluhan kali lipat dibandingkan dengan usia rata-rata manusia di zaman sekarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum Nabi Muhammad SAW pun rata-rata hidup hingga usia 60 tahun, bahkan Nabi Muhammad sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada umatnya yang hidup lebih dari usia 60 tahun di masa itu tentulah sangat jarang, dan hal itu adalah pemberian dari Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hasil penelitian dijelaskan juga bahwa usia dan juga ukuran tubuh dari manusia semakin lama akan terus mengalami kekurangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berhubungan dengan teori bottleneck yang intinya, menjelaskan bahwa ada pengaruh dari usia, genetik, dan ukuran tubuh yang memang terus berkurang.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Mampu Membuat Bahtera Kapal yang Kokoh dan Besar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu mukjizat lainnya yang juga terkenal dari Nabi Nuh dan menjadi bagian dari <\/span>kisah Nabi Nuh dan mukjizatnya <span style=\"font-weight: 400;\">adalah, nabi yang diberi karunia oleh Allah dengan kemampuannya membangun bahtera kapal yang kokoh dan sangat besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah memberinya keutamaan dengan kemampuan membangun bahtera tersebut, yang pada akhirnya menyelamatkan nabi dengan semua kaumnya pada saat Allah menurunkan azab pada orang kafir dan zalim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sebuah naskah kuno disebutkan juga bahwa ukuran dari kapal ini mencapai panjang 300 hasta, lebar 30 hasta dan tinggi 50 hasta. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila dikonversikan ke ukuran meter menjadi panjang 137,1 m lalu lebarnya 13,7 m dan tingginya 22,86 m.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu ukuran bahter tersebut sangatlah besar dan menunjukkan bahwa itu menjadi mukjizat yang diberikan Allah SWT untuk Nabi Nuh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi dalam membangunnya diperlukan kayu serta peralatan dalam jumlah banyak, dan Nabi Nuh bisa membangunnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu juga menunjukkan bahwa mukjizat yang diberikan oleh Allah padanya sangat besar dan luar biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi mampu membangun bahtera karena menerima wahyu dari Allah, sehingga walaupun saat itu sedang di musim kemarau yang kering tetapi ia yakin bahwa wahyu dari Allah itu benar adanya.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Selamat Dari Azab dan Menjadi Nenek Moyang Umat Manusia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mukjizat membangun sebuah kapal yang sangat besar dan kokoh itu pun akhirnya benar-benar selesai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah pun menurunkan wahyuNya kembali pada nabi untuk memasukkan seluruh umat dan beragam jenis makhluk hidup yang berpasang-pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah umat Nabi Nuh kala itu mencapai 80 orang. Nabi Nuh adalah orang yang sangat sederhana sekaligus tidak terpandang di masa itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga banyak kaum kafir yang menjauhi beliau dan tak mau bergabung dengannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ia dianggap sebagai orang yang hina sekaligus juga rendah. Mengapa Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengajak makhluk yang berpasang-pasangan? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya karena Allah akan menurunkan azab pada orang kafir yang hina dan sesat di bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Azab yang pada saat itu diturunkan oleh Allah memang sangat luar biasa, karena kemunculan banjir bandang yang luar biasa besar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan pada saat itu sedang musim kemarau tapi dalam waktu <\/span>singkat<span style=\"font-weight: 400;\"> bumi menjadi seperti tersapu dan tertutup air bah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah juga menurunkan hujan yang sangat besar dengan sumber air yang tiba-tiba memancar dari segala arah, yang akhirnya membinasakan semua makhluk di bumi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permukaan bumi seperti ditutup air dan yang tersisa hanya Nabi Nuh dengan seluruh kaumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sejumlah penelitian yang ada, dan dijelaskan dari rujukan kitab Allah bahwa kapal besar nabi akhirnya berhenti di atas Pegunungan Ararat yang lokasinya berada di Turki. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beragam mukjizat yang diberikan Allah pada Nabi Nuh menjadi tanda-tanda kenabiannya dan kekuasaan Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuasaan Allah atas semua yang Ia ciptakan di muka bumi ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang manusia yang bertakwa dan juga beriman pada Allah SWT harus percaya pada kisah ini, dan menjadikan beberapa kisahnya sebagai hikmah yang baik untuk kita semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sikap dan amalan perbuatan baik dari <\/span>kisah Nabi Nuh<span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga harus diamalkan adalah, melakukan sedekah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersedekahlah di Yayasan Yatim Mandiri yang sudah terpercaya dan amanah dalam menyalurkan sedekah ke orang yang berhak menerimanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simak selengkapnya di artikel ini mengenai kisah Nabi Nuh yang juga dilengkapi dengan nila kehidupan Nabi Nuh yang bisa menjadi sesuatu untuk kita amalkan. Tak hanya kisah-kisah yang menyenangkan saja, tapi banyak juga kisah yang menyedihkan pada kisah Nabi dan Rasul salah satunya yaitu kisah Nabi Nuh yang bisa menjadi pelajaran bagi kita umatnya. Kisah-kisah &#8230; <a title=\"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,27],"tags":[115,114],"class_list":["post-2235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","category-sejarah","tag-nabi","tag-rasul"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Nabi Nuh &amp; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Nabi Nuh &amp; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-06T07:39:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-06T09:21:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"18 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\",\"datePublished\":\"2024-05-06T07:39:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-06T09:21:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/\"},\"wordCount\":3094,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png\",\"keywords\":[\"Nabi\",\"rasul\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\",\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/\",\"name\":\"Kisah Nabi Nuh & Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png\",\"datePublished\":\"2024-05-06T07:39:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-06T09:21:42+00:00\",\"description\":\"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Ilustrasi Kapal Nabi Nuh yang Mengangkut Mahluk Hidup saat Banjir Bandang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-nabi-nuh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Nabi Nuh & Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!","description":"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kisah Nabi Nuh & Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!","og_description":"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2024-05-06T07:39:40+00:00","article_modified_time":"2024-05-06T09:21:42+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png","type":"image\/png"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"18 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!","datePublished":"2024-05-06T07:39:40+00:00","dateModified":"2024-05-06T09:21:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/"},"wordCount":3094,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png","keywords":["Nabi","rasul"],"articleSection":["Inspirasi","Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/","name":"Kisah Nabi Nuh & Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png","datePublished":"2024-05-06T07:39:40+00:00","dateModified":"2024-05-06T09:21:42+00:00","description":"Memahami kisah Nai Nuh bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan agama Islam. Simak kisahnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Kapal-Mengangkut-Manusia-dan-Hewan.png","width":700,"height":400,"caption":"Ilustrasi Kapal Nabi Nuh yang Mengangkut Mahluk Hidup saat Banjir Bandang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-nuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Nabi Nuh &#038; Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2235"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7612,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235\/revisions\/7612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}