{"id":1974,"date":"2022-11-30T16:18:40","date_gmt":"2022-11-30T09:18:40","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=1974"},"modified":"2022-11-30T16:18:40","modified_gmt":"2022-11-30T09:18:40","slug":"kisah-thalhah-bin-ubaidillah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/","title":{"rendered":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud"},"content":{"rendered":"<p><em>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<span style=\"font-weight: 400;\"> tentang julukannya sebagai burung elang hari Uhud menceritakan peran besarnya dalam melindungi Rasulullah saat <\/span>perang Uhud<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah bin Ubaidillah adalah salah seorang sahabat Rasul dari suku Quraisy yang termasuk dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">As-Sabiqunal Al-Awwalun<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span>kisah Thalhah bin Ubaidillah<span style=\"font-weight: 400;\"> yang begitu masyhur yaitu peran besarnya saat <\/span>perang Uhud <span style=\"font-weight: 400;\">terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu heroiknya Thalhah karena bersedia menjadi tameng perisai bagi Nabi SAW saat perang hingga tubuhnya diserang panah serta senjata perang yang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki kepribadian yang begitu pemurah dan juga dermawan di samping keberaniannya, inilah kisah lengkap dari Thalhah!<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<\/b><b> Memeluk Agama Islam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ditilik dari garis keturunan, maka nasab dari Thalhah adalah Thalhah bin Ubaidillah bin Ustman bin Amru bin Ka\u2019ab hingga sampai pada Ka\u2019ab bin Lu\u2019ai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibunya yang bernama Ash-Sha\u2019bah binti Al-Hadrami pada akhirnya juga memeluk Islam dan menjadi bagian dari seorang muslimah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, inilah kisah lengkap hingga Thalhah kemudian memutuskan untuk memeluk Agama Islam:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Berawal dari Profesi Sebagai Pedagang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang pemuda Quraisy yang memilih untuk bergelut di dunia perdagangan sebagai profesinya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau masih sangat muda, dia memiliki kelebihan dalam mengatur strategi berdagang yang cerdik dan pintar sehingga dapat mengalahkan pedagang yang lebih tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu hari, rombongan dari Thalhah bin Ubaidillah pergi menuju Syam untuk keperluan berdagang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di Bushra, pemuda satu ini kemudian mengalami suatu kejadian menarik yang akhirnya menjadi titik balik kehidupannya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Ucapan Pendeta Bushra yang Menggetarkan Thalhah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Thalhah berada di Bushra, terdapat pendeta yang berseru-seru di tengah para pedagang dimsana, \u201cWahai para pedagang, apakah diantara kalian ada yang berasal dari Kota Makkah?\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapati itu Thalhah pun menjawab, \u201cIya, saya adalah salah satu penduduk Makkah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata orang tersebut merupakan seorang pendeta. Mendapati jawaban dari Thalhah dia melanjutkan pertanyaannya, \u201cApakah diantara kalian sudah muncul seseorang yang bernama Ahmad?\u201d. Thalhah menjawab, \u201cAhmad yang mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendeta pun menjawab nama lengkap Nabi serta maksud dari perkataannya. \u201cAhmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Bulan ini dia akan muncul sebagai Nabi yang menjadi penutup para Nabi sebelumnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, sang pendeta melanjutkan, \u201cSuatu saat, dia akan hijrah dari negerimu menuju negeri yang berbatu-batu hitam dengan banyak pohon kurma. Dan dia akan pindah ke negeri yang makmur dan subur dengan memancarkan air serta garam.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiknya, segera temuilah orang tersebut wahai anak muda,\u201d ujar pendeta menutup kalimatnya. Ungkapan yang begitu aneh ini pun langsung tertancap dalam hati Thalhah dan begitu mengganggu pikirannya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>3. Kisah Thalhah bin Ubaidillah<\/b> <b>Masuk Islam<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat terusik dengan perkataan pendeta Bushra, Thalhah pun segera pulang menuju Makkah tanpa menghiraukan rombongan kafilah dagang di pasar tadi. Sesampainya di sana, dia bertanya pada keluarganya, \u201cAdakah suatu peristiwa yang terjadi selama aku pergi?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka pun menjawab, \u201cAda. Muhammad bin Abdullah menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Nabi penutup dan Abu Bakar Ash-Shiddiq mengikuti serta mempercayai apa yang dikatakannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah pun terkejut karena dia mengenal siapa itu Abu Bakar. Dia bergumam, \u201cAku mengenal Abu Bakar. Dia adalah orang yang sangat penyayang, lapang dada, dan lemah lembut. Dia juga pedagang yang teguh dan berbudi tinggi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami berdua berteman baik tentunya, terdapat banyak orang juga yang menyukai majelisnya. Karena dia merupakan salah satu ahli sejarah Quraisy,\u201d lanjut Thalhah. Setelahnya, dia segera mencari keberadaan Abu Bakar untuk menanyakan hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abu Bakar membenarkan pernyataan yang diberikan Thalhah. Setelahnya dia menceritakan kisah Rasulullah dari di gua Hira hingga turunnya ayat pertama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usai Abu Bakar selesai bercerita, Thalhah balik menceritakan tentang kejadian pendeta di Bushra yang membuat Abu Bakar tercengang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abu Bakar pun mengajak Thalhah bertemu Nabi SAW dan mereka menceritakan atas peristiwa yang dialami Thalhah. Thalhah pun mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Rasulullah SAW dan memeluk Agama Islam sejak saat itu hingga akhir hidupnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Cobaan Berat Thalhah karena Memeluk Agama Islam<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena masih begitu ditentang oleh kaum kafir Quraisy, peristiwa masuk islamnya Thalhah pun membuat semua keluarganya begitu terkejut. Orang-orang dari satu sukunya dan keluarganya berusaha dengan keras untuk mengeluarkan Thalhah dari Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mula-mulanya mereka menggunakan cara halus, yaitu dengan merayu Thalhah agar tidak meneruskan keputusannya itu. Tetapi karena pendirian begitu kokoh dari Thalhah, mereka pun akhirnya bertindak kasar pada pemuda itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh Thalhah pun mendapatkan siksaan demi siksaan yang mendera. Tubuhnya digiring sekelompok pemuda dengan tangan yang terbelenggu di leher. Sementara orang-orang mendorong, memecut, hingga memukuli kepalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirisnya juga terdapat wanita yang terus menerus berteriak serta mencaci maki Thalhah yang tidak lain adalah ibunya sendiri, yaitu Ash-Sha\u2019bah. <\/span>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<span style=\"font-weight: 400;\"> sudah begitu berat bahkan saat pertama kali memeluk Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti di situ, pernah juga seorang lelaki Quraisy yang bernama Naufal bin Khuwailid menyeret Thalhah dan Abu Bakar. Dia kemudian mengikat mendorong keduanya yang telah diikat menjadi satu ke algojo hingga tubuh mereka berdua mengalirkan darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa ini menjadikan Thalhah dan Abu Bakar mendapat gelar Al-Qarinain (Sepasang sahabat yang mulia). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, perjuangan Thalhah dalam mempertahankan keimanan dan memperjuangkan Islam masih berlanjut lagi hingga dia juga bergelar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asy-Syahidul Hayy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<\/b><b> sebagai Perisai Rasulullah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Thalhah yang begitu ikonik terjadi saat perang Uhud. Perang Uhud sendiri merupakan perang lanjutan setelah sebelumnya kaum Quraisy kalah pada perang Badar. Hingga karena itu, mereka dikobarkan dengan amarah akibat dendam kekalahan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, sebenarnya pasukan Muslim akan mendapatkan kemenangan andai pasukan pemanah di atas bukit mendengarkan perintah Rasul untuk tetap berjaga. Posisi menjadi berbalik saat mereka menuruni bukit untuk mengambil harta rampasan perang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena terdesak, Thalhah bin Ubaidillah dari Muhajirin, serta 11 orang Anshar melindungi Rasulullah dengan mengantar beliau menuju atas bukit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tentu karena posisi berbanding terbalik dan kaum muslim saat itu terdesak, sepanjang perjalanan terdapat banyak halangan dari musuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu per satu kaum Anshar jatuh bertumbangan sementara Thalhah bertahan untuk mendampingi Rasul menuju bukit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia memeluk Rasulullah dengan tangan kiri serta dadanya, kemudian mengayunkan pedang di tangan kanan ke segala arah untuk menghalau panah yang datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia juga dengan berani mengayunkan pedang ke musuh yang mengerubungi tanpa mempedulikan tubuhnya yang terluka akibat sabetan pedang dan panah. Total terdapat sekitar 70 anak panah yang menancap pada tubuh Thalhah dengan jari tangan yang putus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena inilah, dia mendapat gelar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asy-Syahidu Hayyu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau seorang <\/span>syahid yang hidup<span style=\"font-weight: 400;\"> akibat banyak yang mengira bahwa Thalhah telah syahid, namun ternyata masih hidup.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nuaiman-sahabat-nabi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beragam Kisah Nuaiman Sahabat Nabi yang Jenaka dan Lucu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Wafatnya Thalhah bin Ubaidillah<\/b><\/h2>\n<p>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<span style=\"font-weight: 400;\"> pun berakhir dengan wafatnya pada saat perang Jamal. Saat pertempuran terjadi, Ali bin Abi Thalib memperingatkan agar Thalhah mundur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perang ini sendiri terjadi akibat perseteruan antara pengangkatan Ali bin Abi Thalib serta pembunuhan <\/span>Utsman<span style=\"font-weight: 400;\">. Sementara itu, Thalhah bin Ubaidillah berada di pihak berlawanan dengan Ali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah pun keluar dari pasukan saat teringat bahwa perkataan Rasul bahwa orang yang memerangi Ali adalah orang yang zalim<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kemudian sebuah anak panah mengenai betis Thalhah. Karena menancap dengan luka terlalu dalam, beliau pun akhirnya wafat di usianya ke 60 tahun. Tubuh Thalhah bin Ubaidillah dikuburkan di sebuah tempat dekat padang rumput Basra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah sendiri suatu ketika berkata pada para sahabat mengenai Thalhah bin Ubaidillah, \u201cOrang ini adalah yang termasuk gugur. Dan barangsiapa yang senang dengan melihat seorang syahid berjalan di atas bumi, maka lihatlah Thalhah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud dari sabda Rasul ini merujuk pada masa Thalhah yang mengerahkan segenap hidupnya demi menjadi perisai Rasul saat perang Uhud. Rasulullah sendiri saat itu juga terluka amat parah dengan gigi taring yang patah serta bibir dan kening yang sobek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah yang dipenuhi dengan panah menancap, luka tebasan pedang dan lembing hingga jari yang terputus nyatanya berusaha bertahan hingga akhir demi ingin melindungi Rasulullah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Thalhah bin Ubaidillah yang Pemurah dan Dermawan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mendapat gelar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asy-Syahidu Hayyu, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah juga mendapatkan gelar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah Al-Jaud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Thalhah yang pemurah) serta<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Thalhah Al-Fayyadh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau Thalhah yang dermawan. Gelar ini diberikan langsung oleh Rasulullah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shallallahu \u2018alaihi wa sallam.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Thalhah bin Ubaidillah sejak muda memiliki bakat serta insting yang kuat dalam berdagang. Karena kemahirannya itu, dia dikenal sebagai pebisnis mahir yang masuk dalam jajaran pebisnis sukses dan kaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sahabat Rasul, yaitu Said bin Zaid pernah mengatakan bahwasanya Thalhah adalah seorang yang amat pemurah. Tidak ada seorang yang sebegitunya memberikan pakaian, harta, serta makanan seperti Thalhah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah Thalhah bin Ubaidillah<\/b><b> dan 700.000 Dirham Miliknya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah bin Ubaidillah merupakan sosok yang dikenal begitu teguh pendirian, jujur, dan sangat dermawan. Dari awal memeluk Islam, dia tidak pernah mengingkari janjidan kedermawanannya terlihat pada sebuah kisah 700.000 dirham yang akan dibahas berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, dia pernah pulang dengan membawa keuntungan dagang yang begitu besar, yaitu sebesar 700.000 dirham. Tetapi setelah itu, entah mengapa Thalhah tidak bisa tidur karena merasa tidak tenang dan gelisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat hal itu, istri Thalhah pun bingung dan menanyakan apa gerangan yang terjadi hingga kemudian bertanya, \u201cMengapa begitu gelisah, apakah aku melakukan suatu kesalahan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah pun menjawab, \u201cEngkau tidak melakukan kesalahan apapun, hanya saja terdapat sesuatu yang mengganggu pikiranku. Pikiran yang tidak tenang sebagai hamba karena ada harta yang tertumpuk di rumahnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istri Thalhah pun menjawab, \u201cMengapa sampai risau begitu, bukankah masih banyak yang membutuhkan pertolongan melaluimu?\u201d Dia melanjutkan, \u201cBagikanlah saja uang tersebut esok hari pada orang-orang yang membutuhkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thalhah begitu bahagia mendapati jawaban penuh bijak dari istrinya itu. Dia berkata, \u201cSemoga Allah selalu merahmatimu. Sungguh, kau adalah wanita yang mendapatkan taufik Allah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pada keesokan hari Thalhah pun membagikan uang itu pada fakir miskin Muhajirin dan Anshar. Walau didapat dari hasil usahanya sendiri, dia merasa tidak berhak untuk memegangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deretan <\/span>kisah Thalhah bin Ubaidillah<span style=\"font-weight: 400;\"> begitu menginspirasi banyak umat karena keberanian serta kedermawanannya. Kedermawanan Thalhah bisa dipraktikkan dengan cara memberi sedekah kepada yang membutuhkan. Melalui Yayasan Yatim Mandiri, kini bersedekah bisa dilakukan lebih mudah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah Thalhah bin Ubaidillah tentang julukannya sebagai burung elang hari Uhud menceritakan peran besarnya dalam melindungi Rasulullah saat perang Uhud. Thalhah bin Ubaidillah adalah salah seorang sahabat Rasul dari suku Quraisy yang termasuk dalam As-Sabiqunal Al-Awwalun atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Salah satu kisah Thalhah bin Ubaidillah yang begitu masyhur yaitu peran besarnya &#8230; <a title=\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[115,123,117],"class_list":["post-1974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-nabi","tag-perang-uhud","tag-sahabat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah tentang julukannya sebagai burung elang hari Uhud menceritakan peran besarnya dalam melindungi Rasulullah saat perang Uhud. Thalhah bin Ubaidillah adalah salah seorang sahabat Rasul dari suku Quraisy yang termasuk dalam As-Sabiqunal Al-Awwalun atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Salah satu kisah Thalhah bin Ubaidillah yang begitu masyhur yaitu peran besarnya ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-30T09:18:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\",\"datePublished\":\"2022-11-30T09:18:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/\"},\"wordCount\":1576,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg\",\"keywords\":[\"Nabi\",\"Perang Uhud\",\"sahabat\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/\",\"name\":\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-30T09:18:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg\",\"caption\":\"Thalhah bin Ubaidillah (1)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud","og_description":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah tentang julukannya sebagai burung elang hari Uhud menceritakan peran besarnya dalam melindungi Rasulullah saat perang Uhud. Thalhah bin Ubaidillah adalah salah seorang sahabat Rasul dari suku Quraisy yang termasuk dalam As-Sabiqunal Al-Awwalun atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Salah satu kisah Thalhah bin Ubaidillah yang begitu masyhur yaitu peran besarnya ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2022-11-30T09:18:40+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg","width":1,"height":1,"type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud","datePublished":"2022-11-30T09:18:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/"},"wordCount":1576,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg","keywords":["Nabi","Perang Uhud","sahabat"],"articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/","name":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg","datePublished":"2022-11-30T09:18:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Thalhah-bin-Ubaidillah-1.jpg","caption":"Thalhah bin Ubaidillah (1)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-thalhah-bin-ubaidillah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Perisai Rasul di Perang Uhud"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1974"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1981,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974\/revisions\/1981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}