{"id":1962,"date":"2022-11-29T15:54:04","date_gmt":"2022-11-29T08:54:04","guid":{"rendered":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?p=1962"},"modified":"2022-11-29T15:54:04","modified_gmt":"2022-11-29T08:54:04","slug":"hamzah-bin-abdul-muthalib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/","title":{"rendered":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)"},"content":{"rendered":"<p><em>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> adalah paman Rasulullah dengan <\/span>julukan Asadullah (Singa Allah)<strong>.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Ini biografi, perjalanan masuk islam, hingga kisah wafat Hamzah.<\/span><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemeluk agama Islam, mungkin nama <\/span>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> tidaklah terdengar asing. Dia adalah salah satu paman nabi yang memiliki peran begitu besar dalam perjuangan Beliau SAW menyebarkan agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi seorang paman, sahabat, sekaligus saudara sepersusuan, Hamzah tentu memiliki hubungan yang amat dekat dengan Rasul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Tidak heran Rasulullah begitu sedih saat kematian Hamzah \u2013yang nantinya melegenda terjadi. Penasaran dengan ceritanya? Simak selengkapnya berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biografi <\/b><b>Hamzah Bin Abdul Muthalib<\/b><\/h2>\n<p>Hamzah bin Abdul Muthalib <span style=\"font-weight: 400;\">dilahirkan di Mekkah sekitar tahun 568. Merujuk dari tahun dilahirkan ini, usia Hamzah diperkirakan lebih tua dua tahun dari Nabi Muhammad SAW. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia adalah anak dari Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad) dan adik berbeda ibu dari Abdullah (ayah Nabi SAW).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, Hamzah dan Abdullah (ayah Rasul) adalah adik kakak dengan satu ayah tetapi berbeda ibu. Meski begitu, ternyata hubungan antara Hamzah dan Rasul juga terhubung dari pihak Ibu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, Halah binti Wuhaib (ibu Hamzah) adalah saudara sepupu Siti Aminah (Ibu Nabi Muhammad SAW).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, Nabi SAW dengan Hamzah memiliki hubungan yang begitu dekat sejak kecil, terlebih beliau berdua juga terhitung sebagai saudara sepersusuan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itulah, Hamzah memiliki rasa sayang dan hormat yang begitu tinggi pada Rasul bahkan sebelum mulai memeluk Islam.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nuaiman-sahabat-nabi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beragam Kisah Nuaiman Sahabat Nabi yang Jenaka dan Lucu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Proses dan Asal Muasal <\/b><b>Hamzah bin Abdul Muthalib<\/b> <b>Masuk Islam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau memiliki hubungan yang begitu dekat Rasulullah, dalam <a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/kisah-nabi-muhammad-saw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kisah Nabi Muhammad<\/a> dalam proses dan upaya menyebarkan ajaran agama Islam Hamzah belum memeluk Islam . <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat serta sayang yang dimilikinya terhadap Nabi SAW.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia selalu ada untuk melindungi Nabi SAW pada masa-masa sulit Beliau dan bahkan akan marah jika mendapati seseorang yang menjelekkan hingga menyakiti Nabi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi Hamzah adalah seorang pemuda yang dikenal begitu jenius dan lihai memainkan panah sehingga disegani banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun proses runtut hingga Hamzah kemudian memeluk Islam adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Berawal dari Nabi yang Disakiti Kaum Musyrikin<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diriwayatkan bahwasanya asal mula Hamzah memutuskan memeluk Islam adalah karena kejadian kaum Musyrikin yang melemparkan kotoran unta pada kepala Rasulullah SAW. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Hamzah masuk Islam karena tidak terima Nabi diserang oleh Abu Jahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikisahkan bahwasanya seorang budak wanita melihat Abu Jahal yang bertemu dengan Rasulullah SAW di Bukit Shafa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disana, dia menyakiti dan memaki-maki Nabi SAW yang tidak balas sepatah kata pun oleh Beliau. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini pun diceritakan oleh budak tadi pada <\/span>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapati cerita itu, sebagai seorang pemuda Quraisy dengan harga diri tinggi dan kepribadian tegas, Hamzah merasa tidak terima. Dia pun menghampiri Abu Jahal dengan membawa busur panah.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Kalimat Masuk Islam Hamzah yang Spontanitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abu Jahal yang saat itu sedang duduk-duduk di antara kaumnya, berdiri untuk menyambut Hamzah. Namun, pemuda itu mengangkat busur panah kemudian memukulkannya pada kepala Abu Jahal hingga terluka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian Hamzah berkata, \u201cApakah kau menghina Muhammad?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia melanjutkan, \u201cKetahuilah sekarang aku telah mengikuti ajarannya. Jika kamu berani, silahkan saja balas perlakuanku ini.\u201d Dan dari situlah Hamzah mulai memeluk Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hamzah sempat dilanda keraguan, karena memang awalnya kalimat itu keluar secara spontanitas atas harga diri akan keluarganya yang tidak ingin disakiti. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kemudian dia hanya meminta petunjuk pada Tuhan dan Maha Suci Allah yang kemudian meneguhkan hatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hamzah pun menceritakan hal ini pada Rasulullah SAW dan Beliau turut bersuka cita atas masuknya Hamzah ke agama Islam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lupa, Nabi SAW juga mendoakan agar pamannya tersebut diberikan keteguhan hati yang kuat oleh Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui hal ini, kaum Quraisy bertambah khawatir dan gelisah karena dengan masuknya Hamzah ke agama Islam membuat kemungkinan pengikut Nabi menjadi lebih banyak juga<\/span><\/p>\n<h2><b>Peran Hamzah dalam Mendampingi Rasulullah Saat Peperangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah <\/span>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> memeluk Islam, Abu Jahal berpikir bahwa perang antara kaum Muslim dan kaum Quraisy sudah tidak dapat dielakkan lagi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, dia mulai kesana kemari menghasut serta memprovokasi kaum Quraisy untuk menyakiti pada Rasul dan pengikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tidak dapat dihindari lagi, Rasul dan pengikutnya mendapat tindak kekerasan lebih banyak. Tetapi di samping itu, keislaman Hamzah secara tidak langsung juga menjadi perisai serta benteng pelindung untuk kaum muslimin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, karena Hamzah yang begitu tegas, cerdas, dan berwibawa, dia banyak disegani dan memiliki daya tarik tersendiri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab hal ini, banyak kabilah-kabilah Arab yang kemudian tertarik untuk mengetahui Agama Islam lebih dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain hal itu, ketangkasan Hamzah membuatnya menjadi salah satu orang yang dipercayai untuk mendampingi Rasulullah dalam setiap peperangan.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/zubair-bin-awwam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Teladan Zubair Bin Awwam, Sahabat Rasulullah SAW<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>1. Hamzah dalam Perang Badar (Tahun 2 Hijriyah)<\/b><\/h3>\n<p>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> serta Ali bin Abu Thalib ditunjuk sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin pertama yang dikirim oleh Nabi Muhammad SAW. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena keberanian luar biasa yang ditunjukkan dan dikerahkannya, umat Muslim mendapat kemenangan dalam perang Badar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat banyak korban yang jatuh dari pihak kaum kafir Quraisy pada perang Badar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab itulah, mereka merasa harus membalas kekalahan yang telah terjadi dengan menghimpun kekuatan dan mempersiapkan diri untuk peperangan selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Hamzah dalam Perang Uhud (Tahun 3 Hijriyah)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perang Badar, Hamzah turut terlibat lagi dalam perang lanjutan antara kaum Muslim dengan kaum kafir Quraisy, yaitu perang Uhud. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perang ini, para kaum Quraisy yang bertekad membalas dendam menjadikan Rasulullah dan <\/span>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai sasaran utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pertempuran ini, kaum Quraisy membawa hingga total lebih dari 3000 pasukan. Adapun pasukan ini meliputi 700 unta, 200 kavaleri, serta pemanah dan infanteri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara pasukan muslimin total berjumlah sekitar 1000 orang gabungan dari kaum muslim di Madinah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan muslimin yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW ini bertemu dengan pasukan lawan di dekat jabal Uhud. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama peperangan, beberapa pasukan muslim yang dengan dipimpin oleh Hamzah berada di tengah dan menyerang musuh ke arah kanan dan kiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kemenangan dirasa sudah dekat, Rasulullah memerintahkan agar para pasukan pemanah tetap di atas Bukit Uhud untuk berjaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Tapi mereka tidak mentaatinya dan turun untuk mengambil harta rampasan perang dan ini menjadi sebuah titik balik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum Quraisy pun menyadari pertahanan yang longgar ini dan segera menyerang balik dengan menduduki bukit dan melancarkan serangan dari atas bukit Uhud. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, Hamzah akhirnya <\/span>syahid dalam perang Uhud <span style=\"font-weight: 400;\">akibat tombak yang dilayangkan oleh seorang budak bernama Wahsyi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Wafatnya <\/b><b>Hamzah bin Abdul Muthalib<\/b><b> yang Begitu Melegenda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah dari perjalanan hidup Hamzah mulai dari lahir hingga wafat banyak dikenang oleh kaum muslimin. Apalagi kisah syahidnya dalam medan pertempuran Perang Uhud. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat kisah mendalam di balik wafatnya beliau itu yang kemudian menjadi salah satu kisah legenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena memiliki kisah tersendiri dibalik syahidnya, inilah rangkuman peristiwa yang menyebabkan kematian Hamzah dikenang begitu banyak kaum muslimin.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Awal Mula, Terbunuhnya Thu&#8217;aimah Oleh Hamzah pada Perang Badar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah ini diawali saat perang Badar, Hamzah yang begitu pemberani dan buas memerangi kaum kafir Quraisy saat itu berhasil melumpuhkan Thu&#8217;aimah bin Adi hingga tewas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, kematian Thu&#8217;aimah menorehkan luka mendalam pada keponakannya, yaitu Wahsyi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu masih banyak kaum Quraisy lain yang tewas saat peperangan, termasuk Utbah bin Rabi&#8217;ah dan Syaibah bin Rabi&#8217;ah yang mana merupakan ayah serta paman Hindun binti Utbah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Walid bin Utbah yang merupakan saudara Hindun juga mati dalam peperangan di tangan Ali bin Abi Thalib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kematian beberapa kaum Quraisy inilah yang menciptakan dendam bagi beberapa orang sehingga mereka benar-benar ingin membunuh Hamzah untuk membalas dendam.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Adanya Dendam dari Hindun dan Wahsyi pada Hamzah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abu Sufyan bin Harb yang saat itu memimpin pasukan Quraisy dalam perang Uhud, memutuskan untuk membuat para wanita juga ikut serta dalam peperangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para wanita ini terdiri dari mereka yang merasa sakit hati karena kematian keluarganya dalam perang sebelumnya, yaitu perang Badar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ini, Hindun yang juga istri Abu Sufyan segera mendaftar karena kematian ayah, paman, serta saudaranya. Sementara itu, Wahsyi juga ikut atas kematian pamannya serta kesepakatan yang dibuatnya dengan Jubair bin Muth\u2019im.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pasukan Quraisy akan berangkat, Jubair mengatakan pada Wahsyi bahwa dia akan membebaskannya dari perbudakan asal bisa membunuh Hamzah. Dengan jaminan bahwa janji ini telah disaksikan banyak orang, Wahsyi semakin bertekad membunuh Hamzah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau tidak memiliki keterampilan berperang yang cukup baik, Wahsyi dikenal sangat pandai melemparkan lembing tepat sasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena itu, Hindun menaruh harapan padanya dan mengatakan pada Wahsyi untuk menyembuhkan luka hati mereka atas kepergian keluarga di medan perang.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Serangan Tombak Tersembunyi Wahsyi yang Mensyahidkan Hamzah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kedua belah pihak pasukan bertemu dan berperang, Wahsyi dengan awas mencari dan mengincar Hamzah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang tidaklah sulit untuk mengenalinya diantara banyak orang karena pada kepala Hamzah selalu terpasang bulu burung unta lazimnya tanda kepahlawanan di Arab masa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahsyi yang bersembunyi di balik batu melihat Hamzah begitu gagah berani maju dan merobohkan para lawannya dengan menebaskan pedang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, tiba-tiba seorang penunggang kuda bernama Siba\u2019 bin Abdul Uzza menantang Hamzah agar Wahsyi bisa menyerangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja Hamzah menyambut Siba\u2019 dan segera mengalahkannya dengan sekali tebas. Walau begitu pengorbanan Siba\u2019 ini membuat posisi Hamzah terjangkau Wahsyi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia segera membidikkan tombaknya yang tepat mengenai pinggang Hamzah bagian bawah hingga tembus ke depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat peperangan telah selesai, Hindun turun menuju arena peperangan tadi serta mencari tubuh <\/span>Hamzah bin Abdul Muthalib<span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah tidak bernyawa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena begitu bencinya, diambilnya hati Hamzah kemudian dikunyah walau akhirnya tidak ditelan dan dimuntahkan kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kematian Hamzah membuat Nabi begitu sedih sehingga kemudian Allah SWT menurunkan firmannya dalam QS. An-Nahl ayat 126 untuk mengabadikan kematian paman Rasul ini. Karena keberanian itulah, Hamzah pun dijuluki sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asadullah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Singa Allah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman Rasulullah dengan julukan Asadullah (Singa Allah). Ini biografi, perjalanan masuk islam, hingga kisah wafat Hamzah. Bagi pemeluk agama Islam, mungkin nama Hamzah bin Abdul Muthalib tidaklah terdengar asing. Dia adalah salah satu paman nabi yang memiliki peran begitu besar dalam perjuangan Beliau SAW menyebarkan agama Islam. Menjadi seorang paman, &#8230; <a title=\"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[122,119,121],"class_list":["post-1962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-paman-nabi","tag-sahabat-nabi","tag-singa-allah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman Rasulullah dengan julukan Asadullah (Singa Allah). Ini biografi, perjalanan masuk islam, hingga kisah wafat Hamzah. Bagi pemeluk agama Islam, mungkin nama Hamzah bin Abdul Muthalib tidaklah terdengar asing. Dia adalah salah satu paman nabi yang memiliki peran begitu besar dalam perjuangan Beliau SAW menyebarkan agama Islam. Menjadi seorang paman, ... Baca Selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-29T08:54:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@yatimmandiri\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yatim Mandiri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\"},\"headline\":\"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\",\"datePublished\":\"2022-11-29T08:54:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/\"},\"wordCount\":1541,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg\",\"keywords\":[\"paman nabi\",\"Sahabat Nabi\",\"singa Allah\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/\",\"name\":\"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-29T08:54:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Sumber Gambar : Pinterest\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/sejarah\\\/hamzah-bin-abdul-muthalib\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Yatim Mandiri Blog\",\"description\":\"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Yatim Mandiri\",\"alternateName\":\"Yatim Mandiri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Logo-YM.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Yayasan Yatim Mandiri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/yatim.mandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/yatimmandiri\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/yatimmandiri\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@yatimmandiri\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce\",\"name\":\"Yatim Mandiri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yatim Mandiri\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/yatimmandiri.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/yatimmandiri.org\\\/blog\\\/author\\\/yatim-mandiri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)","og_description":"Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman Rasulullah dengan julukan Asadullah (Singa Allah). Ini biografi, perjalanan masuk islam, hingga kisah wafat Hamzah. Bagi pemeluk agama Islam, mungkin nama Hamzah bin Abdul Muthalib tidaklah terdengar asing. Dia adalah salah satu paman nabi yang memiliki peran begitu besar dalam perjuangan Beliau SAW menyebarkan agama Islam. Menjadi seorang paman, ... Baca Selengkapnya","og_url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/","og_site_name":"Yatim Mandiri","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","article_published_time":"2022-11-29T08:54:04+00:00","og_image":[{"width":700,"height":400,"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yatim Mandiri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@yatimmandiri","twitter_site":"@yatimmandiri","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Yatim Mandiri","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/"},"author":{"name":"Yatim Mandiri","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce"},"headline":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)","datePublished":"2022-11-29T08:54:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/"},"wordCount":1541,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg","keywords":["paman nabi","Sahabat Nabi","singa Allah"],"articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/","name":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg","datePublished":"2022-11-29T08:54:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#primaryimage","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/hamzah-bin-abdul-mutholib.jpg","width":700,"height":400,"caption":"Sumber Gambar : Pinterest"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/sejarah\/hamzah-bin-abdul-muthalib\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman Rasulullah (Singa Allah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#website","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","name":"Yatim Mandiri Blog","description":"Belajar Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf &amp; Keislaman","publisher":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization"},"alternateName":"Yatim Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#organization","name":"Yayasan Yatim Mandiri","alternateName":"Yatim Mandiri","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","contentUrl":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Logo-YM.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Yayasan Yatim Mandiri"},"image":{"@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/yatim.mandiri\/","https:\/\/x.com\/yatimmandiri","https:\/\/www.instagram.com\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/yatimmandiri\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@yatimmandiri"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/#\/schema\/person\/bda688afd67e0659a3480f5dc44564ce","name":"Yatim Mandiri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7a08191207174be25de16a4f58edab307e204bc09cc535ada8393c36a3e2ca1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yatim Mandiri"},"sameAs":["http:\/\/yatimmandiri.org"],"url":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/author\/yatim-mandiri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1962"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1965,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1962\/revisions\/1965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yatimmandiri.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}