Suntik Vaksin Saat Puasa

Suntik Vaksin Saat Puasa

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yth Prof Faishal Haq. Saya ingin bertanya. Begini Prof. Pada waktu menjelang Idul Adha kemarin, saya mempunyai kegiatan penyuntikan vaksin MR di sebuah sekolah. Kegiatan tersebut jatuh pada dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Sementara murid-murid sekolah itu Prof memiliki kebiasaan puasa sunnah pada tanggal tersebut, yakni Tarwiyah dan Arafah. Dan mereka tidak mau meninggalkan puasa sunnah tersebut karena datangnya setahun sekali.

Nah, pertanyaan saya Prof:

  1. Apakah boleh penyuntikan vaksin tersebut diberikan kepada anak-anak yang sedang berpuasa? Atau dengan kata lain, bolehkah orang yang sedang berpuasa melakukan suntik vaksin?
  2. Apakah termasuk membatalkan puasa atau tidak?
  3. Bagaimana dalil yang mendukung masalah ini, Prof?

Demikian pertanyaan saya, dan saya mengucapkan terima kasih atas jawaban Prof Faishal Haq.

Wassalam,

Drg. Adit

Surabaya.-


Jawaban Prof Faishal Haq

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Bapak Adit yang saya hormati, segala ibadah dalam agama Islam itu sudah ada aturannya, baik yang terkait dengan syarat-rukunnya maupun yang terkait dengan batal/tidaknya. Rukun puasa ada 2 (dua), yaitu: Niat dan menjauhi segala hal yang membatalkan puasa. Hal yang membatalkan puasa ada 6 (enam), yaitu: 1. Bergaul dengan isteri di siang hari dengan sengaja 2. Makan di siang hari dengan sengaja 3. Minum di siang hari dengan sengaja 4. Muntah di siang hari dengan sengaja 5. Mengeluarkan sperma di siang hari dengan sengaja 6. Mengeluarkan darah haid.

Hal tersebut di atas tertuang dalam surah al-Baqarah (2) ayat 187: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang, campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam ...”

Dalam ayat ini ada 3 (tiga) yang membatalkan puasa, yaitu bercampur dengan isteri, makan dan minum. Kemudian hadis Nabi menyatakan: “Barangsiapa terpaksa muntah, maka ia tidak wajib mengqadla’, tetapi barangsiapa yang sengaja muntah, maka hendaklah ia mengqadlai” (HR Ahmad dari Abi Hurairah). Dalam hadis lain dinyatakan bahwa ‘Aisyah ra berkata: “Ketika kami haid di masa Rasulullah saw, kami disuruh mengqadlai puasa dan tidak disuruh mengqadlai shalat” (HR al-Jama’ah dari ‘Aisyah ra). Sedangkan batalnya puasa karena mengeluarkan sperma dengan sengaja dianalogkan kepada bercampur dengan isteri.

Kebanyakan para pakar hukum Islam menyatakan bahwa memberi suntikan kepada orang atau anak yang sedang berpuasa tidak membatalkan puasa. Berarti orang atau anak yang sedang berpuasa boleh suntik.