Shalat Dhuha Berkali-kali

Shalat Dhuha Berkali-kali

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yth. Prof Faishal Haq. Saya ingin menanyakan dua hal mengenai shalat. Pertanyaan saya adalah sebagai berikut:

1.  Apakah shalat Dhuha bisa dilaksanakan berkali-kali? Maksudnya, jika kita sudah melaksanakan shalat Dhuha di rumah misalnya, apakah bisa dilaksanakan lagi di kantor misalnya. Intinya, apakah bisa shalat Dhuha dilaksanakan lagi di waktu dan tempat berbeda tapi masih masuk waktu shalat Dhuha?

2.  Jika kita bepergian jauh menggunakan alat transportasi umum seperti kereta atau bus dan pada waktu itu sudah masuk waktu shalat, apakah bisa/boleh kita shalat di dalamnya serta apakah harus menghadap kiblat?

Demikian pertanyaan saya Prof Faishal Haq. Saya mohon penjelasannya. Terima kasih atas penjelasan yang diberikan.

Wassalam,

Ibu Marina

Tulungagung.-

Jawaban Prof Faishal Haq

Ibu Marina dari Tulungagung yang saya hormati, shalat Dhuha itu termasuk shalat sunnah yang mempunyai waktu, yaitu dua puluh menit setelah matahari terbit, berakhir sepuluh menit sebelum masuk waktu shalat Dhuhur. Nabi SAW sangat menganjurkan shalat Dhuha, dengan beberapa hadisnya antara lain:

1). Setiap ruas tulang manusia itu bisa bernilai shadaqah, setiap bertasbih bernilai shadaqah, setiap bertahmid bernilai shadaqah, setiap bertahlil bernilai shadaqah, setiap bertakbir bernilai shadaqah, amar ma’ruf bernilai shadaqah, nahi munkar bernilai shadaqah, dan semua itu cukup diwakili dengan shalat Dhuha dua rakaat (HR Ahmad dan Muslim dari Abi Dzarrin).

2). Pada diri manusia terdapat 360 ruas, yang seharusnya dishadaqahi. Kemudian seorang shahabat bertanya: “Siapa yang mampu melakukannya wahai Rasul? Rasul menjawab bahwa hal itu cukup dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Buraidah).

3). Dalam hadis Qudsi disebutkan: “Hai manusia, jangan malas-malas untuk mengerjakan empat rakaat shalat Dhuha di awal siang, maka Aku akan mencukupimu pada akhir siang” (HR al-Hakim dan at-Thabrani dari an-Nuwas bin Sam’an).

Dan banyak lagi hadis yang menerangkan keutamaan shalat Dhuha, serta penjelasan bahwa shalat Dhuha itu minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa tidak ada maksimalnya, artinya berapa rakaat pun, boleh asalkan masih berada di waktu Dhuha. Keterangan ini sekaligus menjawab, bolehkah shalat Dhuha dikerjakan berulang-ulang? Jawabnya boleh.

Adapun shalat di kendaraan hukumnya boleh dan tidak harus menghadap ke Kiblat, sesuai dengan ayat 239 surah al-Baqarah (2): “Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya atau lainnya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan...”. Dan ayat 115 surah al-Baqarah (2): “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmatNya) lagi Maha Mengetahui”.