Pemanis Untuk Penderita Diabetes

Pemanis Untuk Penderita Diabetes

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

  Yang terhormat dr. Irmayanti, keluarga saya ada yang menderita penyakit diabetes, yakni ayah saya. Setahu saya penderita diabetes dilarang mengonsumsi makanan bergula. Nah, untuk kesehariannya saya memberikan gula jagung sesuai saran dari dokter.

Yang ingin saya tanyakan adalah :

1.  Bolehkah penderita diabetes mengkonsumsi pemanis buatan?

2.  Bagaimana mengatur pola makan dan minum bagi penderita diabetes?

3.  Apakah penyakit diabetes adalah penyakit turunan?

  Demikan pertanyaan yang saya sampaikan. Atas jawaban dan penjelasannya saya mengucapkan terima kasih.(*)

Ningsih

Kediri

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam Wr. Wb.

  Saat ini, banyak pemanis buatan pengganti gula yang beredar di masyarakat, salah satu pemanis buatan tersebut adalah gula jagung (fruktosa). Kalori gula jagung terbukti lebih rendah, namun apakah gula jagung lebih baik dari gula biasa.   Penelitian yang dilakukan oleh Kim-Anne le dkk (2009) dalam sebuah jurnal Amerika yang menyatakan, bahwa konsumsi gula jagung dalam jumlah tinggi selama 7 hari sudah mampu untuk memicu terjadinya dislipidemia, deposisi lemak pada hepar yang memicu obesitas atau kegemukan dan memicu resistensi insulin yang merupakan awal penyebab terjadinya kencing manis.

  Jadi tidak ada satu pun jenis gula yang lebih baik dibandingkan dengan gula lainnya. Gula rendah kalori jika dikonsumsi secara berlebihan tetap akan memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh. Namun, bukan berarti bahwa penderita kencing manis dan obesitas tidak boleh mengkonsumsi gula sama sekali.   Cobalah untuk selalu mengontrol jumlah gula yang Anda konsumsi setiap harinya tergantung dengan kebutuhan kalori Anda. Jika kebutuhan kalori Anda 1800 kalori, sebaiknya Anda membatasi untuk mengkonsumsi hanya 5 sendok teh gula setiap harinya. Dan jika kebutuhan kalori Anda 2000 kalori, maka batasi konsumsi gula hanya sebanyak 8 sendok teh setiap harinya. Selama jumlah gula yang dikonsumsi tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan kalori Anda, maka timbulnya efek gula yang berbahaya bagi kesehatan dapat dicegah.

  Dalam mengatur pola makan untuk penderita diabetes, prinsipnya adalah 3J yaitu:

1.  Jumlah.
Jumlah makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan tinggi badan, berat badan, jenis aktivitas, dan juga umur.

2.  Jenis.
Penyusunan makanan untuk penderita diabetes mencakup karbohidrat, protein, lemak, serta buah-buahan dan sayuran. Kebutuhan gizi harus dipenuhi dengan menu yang tepat, sehingga tidak menaikkan gula darah. Untuk pengaturan pola makan diabetes dalam sekali makan mencakup:

-  ½ bagian sayuran (bayam, sawi hijau, wortel, dan sebagainya).

-  ¼ bagian karbohidrat (terutama dengan nilai Indeks Glikemik rendah, contoh: nasi merah, oat, dan lainnya).

-  ¼ bagian lauk (daging, ikan, tempe, tahu, putih telur, dan lainnya).

3.  Jadwal.
Yaitu waktu makan tetap mencakup makan pagi, makan siang, makan malam, dan makanan selingannya.

  Selain mengatur pola makan, penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur dengan cara bertahap sesuai dengan kemampuan. Olahraga yang ideal adalah yang bersifat aerobik seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya. Olahraga aerobik ini paling tidak dilakukan selama 30-40 menit, didahului dengan pemanasan 5-10 menit dan diakhiri pendinginan antara 5-10 menit. Olah raga akan memperbanyak jumlah dan meningkatkan aktivitas reseptor insulin dalam tubuh kita.
  Memang benar, keturunan diabetes memang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Semakin dekat hubungan keluarga, semakin besar pula risikonya. Orang yang ayah atau ibunya menderita diabetes, tentu punya risiko lebih tinggi dibanding yang hanya kakek atau neneknya terkena diabetes.

  Mereka yang memiliki ibu penderita diabetes memiliki risiko terkena diabetes sebesar 3.4 kali lipat lebih tinggi. Sedangkan mereka yang memiliki ayah penderita diabetes memiliki risiko 3.5 kali lipat lebih tinggi. Apabila kedua orang tuanya menderita diabetes, mereka memiliki risiko terkena diabetes sebesar 6.1 kali lipat lebih tinggi. Walaupun memiliki risiko lebih tinggi, Anda bisa terbebas dari diabetes kalau menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.

Semoga bermanfaat, salam sehat.(*)