Nasrudin - Sukses Beternak Lele, Berkat Belajar di MEC

Nasrudin - Sukses Beternak Lele, Berkat Belajar di MEC

(Alumni MEC Sragen) Berwirausaha bisa dilakukan oleh siapa saja dan diusia berapa pun. Hal ini seperti yang dilakukan oleh anak yatim bernama Nasrudin. Alumni MEC (Mandiri Entrepreneur Center) Sragen ini malah bercita-cita menjadi seorang wirausahawan. Dan kini ia sukses beternak lele.

  Nasrudin menjadi yatim sejak duduk di kelas 3 SD. Masih begitu jelas ingatannya saat sang ayah (Hamim) meninggal dunia akibat serangan jantung. “Saat itu saya masih tidak percaya harus kehilangan bapak,” kenangnya.

  Lalu, untuk meringankan beban sang ibu (Suhabah), saat menginjak bangku SMP, ia memilih tinggal di Pesantren Al-Furqon, Serang. Selama 9 tahun Nasrudin merasakan suka duka kehidupan di pesantren. Mulai dari menjadi santri hingga naik kelas menjadi seorang pengajar.

Menimba Ilmu di MEC  

  Kemudian, sebelum menjadi peserta didik di MEC Sragen, pemuda yang akrab di sapa Udin ini, adalah seorang pengajar salah satu sekolah dasar Islam terpadu, di Kabupaten Serang. Lantas, ia mengetahui informasi kuliah gratis di MEC dari salah satu bazaar yang digelar disekolah tempatnya mengajar. “Kebetulan saat itu ditawari untuk oleh guru saya untuk ikut kuliah gratis dengan beasiswa dari Yatim Mandiri,” ujarnya.

  Setelah mengikuti serangkaian tes, ia lalu diterima di MEC Gemolong Sragen Jurusan Agro Industri. Meski sempat kaget, karena belajar pertanian adalah hal baru baginya. “Tapi ternyata, belajar pertanian juga sangat menyenangkan,” kata pemuda kelahiran asli Serang, 15 Agustus 1992 ini.

  Selain bertani, di MEC Sragen, Nasrudin juga belajar beternak ikan lele. Baginya, ternak lele bukanlah hal baru. Sebelumnya, Nasrudin telah membudi dayakan lele bersama kakak ipar dan tetangganya. Meski begitu, ia mengaku banyak mendapatkan ilmu baru tentang cara beternak lele yang baik.

  Dari MEC Sragen inilah yang akhirnya memotivasi dirinya untuk mendirikan bisnis peternakan terpadu. Ia ingin memanfaatkan ilmu pertanian dan ilmu peternakan yang didapat selama belajar di MEC Sragen. “Saya sangat bersyukur bisa belajar di MEC Sragen, pengalaman dan ilmu-ilmunya sangat bermanfaat bagi saya,” jelasnya.

  Setelah menyelesaikan pendidikan di MEC Sragen, Nasrudin lantas kembali ke Serang untuk mengembangkan bisnis budidaya lele dengan menerapkan ilmu dari MEC. Salah satunya dengan membenahi manajemen dalam berbisnis, yakni cara memasarkan lele. “Untuk penjualan lele langsung ke konsumen, tidak ke pengepul. Jadi kami tidak pernah kebingungan menentukan harga,” terang Nasrudin.

  Berkat tekad dan ketekunannya, ia berhasil membudidayakan lele dengan kualitas yang bagus. Dan tiap 3 bulan sekali ia dapat memanen lele, dengan sekali panen bisa mencapai 4 kwintal lebih. “Alhamdulillah, banyak konsumen yang puas dengan lele yang kami jual,” ungkapnya.

  Sukses berbisnis di budidaya lele, kini Nasrudin mulai merintis bisnis pertanian modern. Bertani sayuran dengan menggunakan metode hidroponik. Dan keinginannya tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang. “Semoga bisnis pertanian modern membawa keberkahan bagi saya dan masyarakat di Serang,” harapnya.(ir)