Muhammad Jazuli Sayudi, S.Pd.I, M.Pd.I - Mandiri Berkat Belajar di MEC

Muhammad Jazuli Sayudi, S.Pd.I, M.Pd.I - Mandiri Berkat Belajar di MEC

Siswa SMP ICMBS (Insan Cendekia Mandiri Boarding School) duduk berjajar di serambi Masjid Ulul Albab yang terletak di kompleks Kampus Kemandirian, untuk menunggu giliran setoran hafalan Al-Quran. Di jajaran yang paling depan, sosok dengan teliti menyimak hafalan. Sesekali berucap untuk membenarkan hafalan yang salah dari siswa-siswa ICMBS. Ia adalah Muhammad Jazuli Sayudi, Kepala Asrama SMP dan SMA ICMBS.

Nama itu sudah tak asing lagi bagi siswa di ICMBS. Karena bagi para siswa, ustadz Jazuli adalah orang yang sangat menyenangkan. Memang jika dilihat, Jazuli memiliki wibawa. Jelas terlihat tegas, dan pembimbing yang baik. Genap 7 tahun sudah pemuda kelahiran Sumenep ini mengabdi di sekolah ICMBS. Di tahun 2011 Jazuli menjadi mentor untuk anak-anak SMP ICMBS.

Bagi pemuda yang akrab disapa Jazuli ini, menjadi mentor anak-anak yatim adalah doa yang dikabulkan oleh Allah. Dalam doanya, ia meminta agar bisa menjaga hafalan kitab kuning yang telah dipelajarinya, serta akan mengajarkan kepada orang lain. “Awalnya diminta untuk jadi mentor di ICMBS oleh ustadz Mim Saiful Hadi sekaligus untuk mengajar diniyah bahasa Arab dan kitab kuning,” katanya.

Tugas sebagai mentor tidak sekedar mengawasi dan mengurusi siswa di asrama. Jazuli harus bisa membimbing siswa dibidang agama, misalnya hafalan Al-Quran, mengajar diniyah, dan mengajarkan keistiqomahan dalam ibadah-ibadah sunnah lainnya. “Berada di ICMBS mengajarkan saya untuk istiqomah,” jelasnya.

Diangkat Menjadi Kepala Asrama

Berkat kegigihannya dalam membimbing selama 4 tahun menjadi mentor, pada tahun 2015, Jazuli diamanahi untuk menjadi Kepala Asrama SMP ICMBS. Amanah yang semakin besar harus diemban olehnya. Awalnya, ada keraguan, apakah dirinya bisa mengemban amanah barunya ini dengan baik. Apalagi saat itu separuh kehidupan Jazuli adalah seorang mahasiswa di Unmuh Sidoarjo.

“Sempat bingung awalnya, soalnya saya kalau pagi hingga siang aktivitasnya kuliah. Malamnya baru saya jadi mentor. Akhirnya dengan Bismilah, saya ambil amanah tersebut. Saya yakin Allah memberikan ini kepada saya untuk kebaikan saya juga,” ulasnya.

Prasangka Jazuli tersebut ternyata benar. Kuliahnya, ia jalani dengan mudah. Misalnya, saat mengerjakan skripsi, sidang akhir hingga diwisuda. Mendapati pengalaman yang begitu mengesankan, ia semakin bersemangat dan akan melakukan yang terbaik menjalankan amanah menjadi Kepala Asrama SMP ICMBS.

Selain itu, yang menguatkan dirinya adalah dia berbaur dengan anak-anak yatim. Jazuli adalah seorang yatim. Tekadnya adalah ingin memandirikan anak-anak yatim. Usahanya, adalah mengabdikan dirinya di ICMBS, sekolah untuk anak-anak yatim yang dikelola oleh Yatim Mandiri.

Lulusan MEC

Jazuli adalah anak yatim binaan Yatim Mandiri. Ia adalah alumni Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Angkatan ke 4. Berkat informasi dari kerabatnya,iadiberikan saran untuk merantau keluar dari Sumenep dan kuliah di MEC. Akhirnya karena dukungan sang ibu, ia mendaftar di MEC untuk mendapat ilmu dan pengalaman baru. “Meski hanya setara dengan D1, InsyaAllah bisa menjadi batu loncatan pertama saya dalam meraih impian,” jelasnya.

Benar saja, MEC adalah titik balik kehidupan Jazuli. Dari MEC inilah dirinya mengenal pengurus lembaga pendidikan di Yatim Mandiri yang merintis sekolah ICMBS. Menjadi mentor, Kepala Asrama, kuliah S1 dan bisa mengambil pendidikan Bahasa Arab pascasarjana di UIN Malang, dan telah mendapat gelar M.Pd.I pada tahun 2017 kemarin.

Jazuli bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada dirinya. Baginya menjadi Kepala Asrama dan terlibat di Sekolah ICMBS adalah cara untuk berterima kasih kepada Yatim Mandiri. Dengan mengajarkan ilmu-ilmu bermanfaat yang telah ia pelajari kepada anak-anak yatim. “Bersama mereka, InsyaAllah akan banyak keberkahan yang saya dapatkan di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin,” paparnya mengakhiri. (irs)