Muhammad Danis Adrianto - Anak Desa Juga Bisa Berprestasi

Muhammad Danis Adrianto - Anak Desa Juga Bisa Berprestasi

Naik turun pegunungan dan medan yang terjal merupakan jalan yang harus dilalui untuk bisa mencapai ke Sanggar Genius Sooko, sekitar 30 km dari pusat kota Ponorogo. Namun, hal ini bukanlah sebuah halangan bagi anak-anak yatim untuk bisa belajar bersama. Jaunya jarak dan terjalnya medan malah menambah semangat mereka untuk bisa sukses meraih cita-citanya.

Seperti Muhammad Danis Adrianto, adalah salah satu anak yatim Sanggar Genius Sooko binaan Yatim Mandiri. Anak dengan pipi tembem ini sangat antusias belajar di Sanggar Genius. Padahal rumahnya berjarak 15 km dari Sanggar Genius Sooko. Bersama adik perempuannya yang bernama Aisyiyah Audre Anastasya, setiap pukul 14.30 WIB, mereka berangkat untuk belajar bersama di Sanggar Genius Sooko.

Danis mulai belajar di Sanggar Genius saat masih duduk di kelas 5 SD. Ia terlihat percaya diri tapi sedikit malu-malu. Sedangkan Aisyah, sudah sejak kelas 1 SD belajar bersama di Sanggar Genius. Awalnya ia pemalu, takut, tidak betah belajar bersama di sanggar tersebut. Maunya ingin cepat-cepat pulang kerumah. Namun seiring berjalannya waktu, Aisyah mulai akrab dan bisa berbaur dangan yang lain. Bahkan kini ia sangat rajin belajar di Sanggar Genius. 

Biasanya, mereka berangkat ke ke Sanggar Genius dengan diantar oleh budhenya. Terkadang jika tak ada yang mengantar, mereka harus rela tak bisa belajar bersama. Disamping jarak yang jauh, medan yang terjal cukup menguras tenaga bila ditempuh dengan berjalan kaki ataupun bersepeda. Kerap mereka berdua mengadu kepada guru di Sanggar Genius, karena merasa jengkel tidak bisa hadir.

Berkat semangat dan ketekunannya belajar di Sanggar Genius, prestasinya mulai terlihat meningkat. Dari hasil mengerjakan soal-soal yang diberikan, mereka mempunyai kemampuan yang bagus. Terlebih kemampuan sang kakak, Danis. Ia sangat pandai dibidang matematika. Tapi terkadang dirinya tidak bisa mengalahkan rasa malasnya. Dan berkat bimbingan guru di Sanggar Genius, Danis pun mulai bisa mengikis rasa malasnya tersebut.

Bahkan ia sempat mengukir prestasi. Yakni terpilih untuk mewakili Sanggar Genius Sooko pada ajang Olimpiade Genius Tingkat Kabupaten yang digelar oleh Yatim Mandiri Ponorogo. Hasilnya pun luar biasa, ia berhasil meraih Juara II dalam Olimpiade Matematika tersebut. 

Saat tahu kabar dirinya menang, bocah kelahiran Ponorogo, 7 Mei 2004 ini, sempat tak percaya. Bahkan, anak laki-laki dari Endang Puji Astuti dan Pujianto, lebih tak percaya lagi, kalau ia berhak mewakili Yatim Mandiri Ponorogo diajang Olimpiade Genius Nasional di Jakarta.  “Saya masih ingat pengalaman di Jakarta. Bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah. Bersaing bersama untuk mengukir prestasi,” jawab Danis saat ditanya tentang Olimpiade Genius Nasional lalu.

Meskipun dia gagal meraih juara pertama, tapi itulah prestasi Danis yang telah terukir. Semangat Danis untuk tetap terus meraih prestasi juga tak pernah padam. Setibanya dari Olimpiade Nasional, ia semakin giat belajar matematika. Dan hasilnya, nilai-nilai ulangan matematikanya disekolah mengalami peningkatan menjadi lebih baik. 

Selain itu, Danis juga berhasil masuk menjadi siswa di Sekolah ICMBS (Insan Cendekia Mandiri Boarding School) setelah melalui berbagai tes. Sang ibu, Endang Puji Astuti, yang kini bekerja sebagai TKW di Hongkong pun berterima kasih kepada Yatim Mandiri. Sebagai bentuk rasa terima kasihnya, Endang kerap mengajak rekan-rekannya sesama TKW di Hongkong untuk membantu anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri.(*)