Kristin Diah Safitri - Banyak Kemudahan Setelah Bersedekah

Kristin Diah Safitri - Banyak Kemudahan Setelah Bersedekah

(Pemilik Toko Arya dan Razzan Bedding Probolinggo). Selama ada niat dan tekad yang kuat, serta diiringi doa yang tulus, tidak ada yang tak mungkin terjadi. Seperti tekat bulat Kristin Diah Safitri yang berniat membuka usaha sendiri setelah resign dari pekerjaan lamanya. “Dulu saya bekerja di bidang finance. Karena melahirkan anak kedua.  20 bulan lalu saya memutuskan resign agar bisa fokus dalam merawat anak,” ujar perempuan yang akrab disapa Kristin ini.

Akhirnya, lahirlah Toko Arya dan Razzan Bedding. Sebenarnya, usaha bedding atau usaha sprei ini sudah mulai dijalani oleh Kristin saat masih bekerja. Kristin tertarik untuk menekuni usaha bedding ini karena mudah dan banyak peminatnya. Seiring berjalannya waktu, usaha ini dirasa mulai bisa menjadi sumber penghasilan utama, sehingga Kristin pun berani untuk keluar dari pekerjaan lamanya.”Saat itu, saya melahirkan anak kedua saya, Razzan,” tambahnya.

Meski saat itu dalam kondisi baru saja melahirkan, Kristin tidak terlalu kesulitan karena tidak menjahit sendiri spreinya. “Untuk menjahit sprei, saya dibantu oleh salah seorang teman. Saya tinggal mempromosikan saja,” papar perempuan berusia 35 tahun ini. Karena ketekunannya, saat ini Kristin sudah mempunyai 10 reseller, dan sebagian besar aktif. Selain dengan bantuan reseller, Kristin juga mempromosikan Razzan Bedding melalui Instagram dan Facebook. “Alhamdulillah dengan adanya reseller ini lebih banyak menjangkau pembeli. Pelangannya, bisa sampai luar kota Probolinggo,” ujar ibu dari Arya dan Razzan ini.

Menjalankan bisnis sendiri, ternyata tak membuat Kristin asal dalam melayani pelanggan. Dirinya tetap berusaha maksimal meski harus dijalani dengan mengurus anak. “Kadang memang sedikit kerepotan dalam melayani pesanan yang cukup banyak,” ujarnya. Slow respon dalam membalas pelanggan kadang juga dialami oleh Kristin.

Namun, semua itu tak mengurangi kenyamanan pelanggannya dalam berbelanja di Razzan Bedding. Kristin memberikan berbagai pilihan sprei dengan motif terkini dan bahan yang nyaman. “Kami menyediakan katalog berisi berbagai macam motif, warna, dan ukuran. Tapi, pelanggan bisa request sesuai keinginan dengan langsung menghubungi saya. Biasanya minta free design. Seperti spreinya polos lalu sarung bantal dan gulingnya motif. Atau sebaliknya,” terang perempuan yang sudah menekuni dunia bedding sejak 2013 ini.

Dalam sebulan, Kristin bisa melayani pesanan rata-rata 80 set sprei. Jumlah ini sering membludak menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. “Ukuran yang paling laku adalah ukuran 160 x 200. Karena itu ukuran standar kasur di Indonesia,” jelasnya.

Selain usaha bedding, Kristin juga membuka sebuah toko sembako di rumahnya. “Di rumah ada tanah sisa sedikit. Dan saya melihat peluang di perumahan ini belum ada toko sembako. Lalu saya bangun Toko Arya ini,” paparnya.

Kristin menjual beras, gula dan berbagai kebutuhan rumah tangga di Toko Arya. “Selain itu saya juga menjual frozen food. Seperti nugget, sosis, kentang, kebab, dan roti burger,” tambahnya. Toko Arya buka setiap hari pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. “Karena saat malam saya harus menemani anak pertama saya belajar,” jelasnya.

Tak Lupa Bersedekah

Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan menjalankan berbagai usahanya, Kristin tentu tak lupa untuk bersedekah. Dirinya mengenal Yatim Mandiri sejak masih bekerja di perusahaan finance. Saat itu, dirinya tertarik menjadi donatur karena adanya layanan jemput donasi dari Yatim Mandiri. “Sampai sekarang saya masih memanfaatkan layanan jemput donasi ini. Karena praktis dan bisa silaturahim dengan Yatim Mandiri,” jelasnya.

Kristin pun merasakan banyak manfaat dari sedekah. Setelah menjadi donatur, selalu ada kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT padanya. Seperti saat Kristin susah memutar modal, namun dirinya ikhlas memberi, akan ada jalan rezekinya. “Hidup itu seperti kran air. Saat kita membuka jalan rezeki dengan sedekah, rezeki lain akan mengikuti mengalir. Tidak perlu ditahan karena kran air akan rusak. Semakin besar juga kita membuka kran tersebut, semakin besar alirannya,” tutupnya. (grc)